Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 117 Muncul nya Clara


__ADS_3

Siang ini Randy dan Rei sedang menunggu kedatangan Vita dan teman teman nya di ruang kerja milik Randy. Seperti janji mereka kemarin, mereka akan berlatih mulai siang ini dan di latih oleh pelatih profesional.


Randy memilih untuk berlatih di aula gedung kantor nya karena bisa memudahkan diri nya dan Rei untuk kembali mengerjakan pekerjaan mereka.


Yang di tunggu tunggu pun tiba, Vita dan teman teman nya kini sudah berada di dalam ruang kerja Randy.


Mereka duduk di sofa dan sebagian duduk di lantai beralaskan karpet karena tidak cukup untuk mereka semua duduk di atas sofa.


Sebelum istri dan teman teman nya datang, Randy sudah memesankan makan siang untuk mereka. Kini mereka semua sedang menikmati hidangan yang telah tersedia di atas meja.


Randy sangat bersyukur di dalam hati nya, Ia memiliki istri yang mempunyai teman teman dan sahabat yang sangat menyayangi nya dan rela melakukan apapun untuk bisa saling memberi kebahagian. Bahkan sekarang, Randy sudah menganggap semua teman teman Vita sebagai adik nya sendiri.


" Sayang, aku dan Rei hanya bisa berlatih dua jam saja dengan kalian setiap hari nya, karena setelah itu aku dan Rei harus kembali melanjutkan pekerjaan kami, " ucap Randy sambil menyelipkan rambut di belakang telinga istri nya.


Vita hanya menjawab dengan anggukan kepala karena mulut nya penuh dengan makanan.


" Vit, kalian semua berpasangan sedangkan aku dan Aldo tidak. Jadi gimana nih?, " tanya Alfian sambil mengunyah pizza.


Vita menelan makanan yang sedang di kunyah nya lalu minum air mineral yang ada di atas meja.


" Lo tenang saja Fian, itu sudah gue urus, " jawab Vita.


" Hah, di mana lo cari pasangan secepat itu untuk kami berdua?, " kali ini Aldo yang bertanya karena penasaran sahabat nya itu bisa sangat cepat menemukan pasangan untuk nya dan Alfian.


" Sudah kalian tenang saja dan terima beres. Sekarang habis kan dulu makanan ini, baru kita latihan, " perintah Vita tanpa berniat menjawab pertanyaan sahabat nya itu.


" Terserah lo deh, " balas Aldo lalu kembali memakan makanan yang ada di atas meja.


Mereka semua hanya butuh waktu dua puluh menit untuk menghabiskan semua makanan yang tersedia di atas meja. Setelah itu, mereka saling bergantian masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruang kerja Randy untuk berganti baju.


Setelah semua nya telah berganti baju dan ruangan kerja Randy juga sudah bersih dari sisa sisa sampah makanan mereka, mereka semua bergegas pergi ke aula yang ada di lantai yang sama dengan ruang kerja Randy.


****


Di dalam aula, pelatih menyuruh mereka untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu.


Randy dan Rei terlihat seperti orang yang putus asa saat melakukan gerakan pemanasan. Gak pernah terbayang sekali pun di dalam hidup mereka, mereka akan melakukan hal ini.


Jika bukan karena pujaan hati mereka, sumpah demi apa pun, Randy dan Rei tidak akan pernah mau melakukan nya.


Saat sedang melakukan pemanasan, Aldo bertanya kembali kepada Vita di mana pasangan nya dan Alfian karena sejak awal pemanasan, Aldo tidak melihat nya.


Vita mendengus kesal, kenapa sahabat nya ini tidak sabaran banget sih. Vita memberi kode kepada pelatih untuk menghentikan gerakan pemanasan mereka.


Pelatih menghentikan gerakan pemanasan nya setelah melihat kode dari Vita dan di ikuti oleh yang lain nya.


" Lo gak sabaran banget sih, " gerutu Vita kesal.


" Bukan gak sabaran, tapi lihat nih kita sekarang sudah melakukan pemanasan, tapi mereka belum juga datang, " balas Aldo gak terima.


" Itu mereka sudah datang, puas lo, " ucap Vita sambil menunjuk ke arah pintu masuk dengan dagu nya.


Mata mereka semua mengikuti arah yang di tunjuk Vita. Mulut Aldo dan Alfian menganga tak percaya dengan yang di lihat mereka.


" Tutup mulut kalian, jangan sampai lalat hijau masuk ke dalam mulut kalian, " ucap Vita.


Aldo dan Alfian refleks mengatupkan mulut mereka saat mendengar ucapan Vita. Mereka berdua baru tersadar setelah mendengar suara tawa yang membahana.


" Bisa juga ya si Aldo terpana seperti itu, padahal selama ini dia yang paling cuek soal wanita, " ledek Reno.

__ADS_1


" Parah nya lagi tuh si popsky, cepat banget move on nya dari momsky, " Fabian pun tidak mau kalah meledek kedua teman nya.


Tawa semua orang semakin keras sementara Aldo dan Alfian, wajah mereka sudah merah padam karena malu.


" Mbak siska, mbak Anita sini gabung, " panggil Vita.


Siska dan Anita mempercepat langkah mereka menghampiri Vita dan yang lain nya.


Pasti semua nya bertanya tanya kan kenapa Siska dan Anita bisa ikut bergabung juga.


Flashback on.


Vita, Ayu, Ririn dan Vira sedang membahas rencana mereka bersama dengan Randy dan Rei di ruang kerja Randy.


Saat Vita mengatakan kalau Randy dan Rei harus ikut andil, penolakan keras di lakukan oleh Randy dan Rei.


" Sayang, aku gak mau ikut ikutan, " tolak Randy tegas.


" Iya Vit, aku juga gak mau ikut ikutan, " Rei juga menolak dengan tegas.


" Sayang, mas Rei, ayolah kalian harus mau ikut. Semua sudah kami persiapkan dengan matang. Ini harus di lakukan berpasangan, " rayu Vita.


" Tidak, tidak, tidak. Kamu sudah gila sayang menyuruh kami melakukan itu. Pokok nya, kami tidak mau melakukan nya " tolak Randy dan di anggukin oleh Rei pertanda setuju dengan ucapan Randy.


Vita menghela nafas nya dengan kasar. Susah sekali membujuk dua pria ini. Vita melihat ke arah Ayu lalu mengkode sahabat nya itu. Ayu tersenyum seraya mengatakan kalau dia mengerti kode yang di berikan Vita.


" Baiklah, jika kamu menolak nya sayang, gak masalah buat ku. Tapi, mulai malam ini, kita tidur terpisah selama satu bulan ke depan, " ancam Vita kepada Randy.


" Dan untuk kamu sayang ku, mas Rei, kamu tidak akan pernah bertemu lagi dengan ku setelah aku lulus SMA. Aku akan pulang ke rumah utama, " ancam Ayu kepada Rei.


Randy dan Rei membulatkan mata mereka. Mereka gak menyangka kalau istri dan kekasih mereka tega mengancam seperti itu.


" Iya sayang ku Ayu, ini gak adil. Kamu tega mau tinggalin aku sendiri di sini?, " rengek Rei.


Ayu dan Vita memalingkan wajah mereka dan mengangkat acuh bahu mereka. Mereka benar benar tidak memperdulikan rengekan kedua pria itu.


Sementara Vira dan Ririn terkekeh melihat drama live yang terpampang jelas di depan mata mereka.


Dasar bucin, di ancam begitu saja langsung takut dan merengek rengek.


" Kalian bisa pilih di antara dua pilihan itu. Dan di mohon kan untuk cepat mengambil keputusan, karena kita tidak punya waktu banyak, " ucap Vita memperingati.


Randy dan Rei saling pandang satu sama lain lalu menghela nafas dengan berat.


" Baiklah kami ikut andil dalam surprise ini, " jawab mereka berbarengan dan terdengar sangat tidak ikhlas.


" Ok, pilihan yang tepat sayang, " ucap Vita dan Ayu berbarengan lalu mereka tertawa puas.


" Oh iya satu lagi sayang. Aku butuh izin dari kamu, " ucap Vita.


" Izin untuk apa sayang?, " tanya Randy. Ia berharap untuk tidak aneh aneh lagi kali ini.


" Aku butuh dua orang perempuan lagi dalam kelompok ini. Aku minta kamu izinin mbak Siska dan mbak Anita ikut bergabung, " jawab Vita semangat.


Randy menghela nafas nya lega. Ia fikir istri nya meminta izin untuk hal aneh apa lagi ternyata hanya minta Siska dan Anita ikut bergabung.


" Boleh saja sayang, tapi kita juga harus minta persetujuan dari mereka, " ucap Randy.


" Yasudah, sekarang kamu panggil mereka ke sini yah, " balas Vita.

__ADS_1


Randy menganguk lalu menyuruh Rei memanggil Siska dan Anita ke dalam ruangan nya.


Setelah beberapa menit, Siska dan Anita sudah berada di dalam ruangan Randy. Randy menyampaikan keinginan istri nya itu kepada sekertaris dan juga resepsionis nya.


Siska dan Anita gak menyangka kalau mereka akan di ikut sertakan dalam surprise party keluarga Djaya. Ini adalah permintaan yang sangat langka di dalam hidup mereka berdua. Dengan cepat, Siska dan Anita mengangguk kan kepala mereka.


Vita merasa sangat bahagia karena sekarang formasi nya sudah lengkap. Ia memeluk Randy dan menciumi pipi Randy tanpa sadar di depan semua orang. Hati Randy menghangat melihat kebahagiaan terpancar di wajah istri nya.


Setelah Vita mengatakan apa saja yang akan di lakukan Siska dan Anita nanti nya, Randy menyuruh mereka kembali ke meja kerja mereka masing masing. Tak lupa, Randy mengatakan akan menyuruh seseorang menggantikan posisi Anita di bagian resepsionis saat mereka latihan.


Flashback off.


Semua nya sudah lengkap, masing masing sudah memiliki pasangan nya. Mereka mulai melakukan latihan mereka.


Awal nya sangat sulit sekali karena para lelaki tidak pernah melakukan nya, terlebih Randy dan Rei. Tubuh mereka benar benar kaku saat melakukan nya.


Dua jam sudah berlalu, jam latihan Randy, Rei, Siska dan Anita sudah berakhir. Mereka harus kembali bekerja dan melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


Untuk hari ini cukup bagus, karena tubuh para lelaki sudah mulai bisa releks melakukan nya.


Randy pamit kepada Vita untuk kembali ke ruangan nya dan Vita mengangguk. Sebelum pergi, Randy memeluk Vita sebentar lalu mencium kilas bibir istri nya.


Randy mengajak Rei untuk segera membersihkan diri dan melanjutkan kembali pekerjaan mereka.


Rei lebih dulu tiba di ruangan nya karena ruangan nya lebih dekat dengan aula. Sementara Randy, Ia harus berjalan lagi agak jauh untuk bisa mencapai pintu ruangan nya.


Saat tiba di depan ruangan nya, Randy membuka pintu dan masuk ke dalam. Randy menghentikan langkah nya dan mematung di tempat saat melihat seseorang sedang duduk di kursi kerja nya.


" Clara, " cicit Randy tak percaya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Waduh, si ular keket muncul nih. Apakah Randy akan kembali termakan rayuan Clara atau menepati janji nya untuk tetap setia kepada Vita.


Yuk, ikuti terus kelanjutan cerita nya.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2