
Randy dan Vita sedang bersiap siap untuk pergi makan malam bersama dengan tuan Gerald dan istri nya.
Randy yang telah siap sedang menunggu istri nya berdandan di depan meja rias. Randy hanya geleng geleng kepala melihat istri nya yang masih belum selesai berdandan padahal diri nya sudah menunggu.
" Hei, kamu mau pergi ke acara makan malam atau mau pergi ke pesta, kenapa gak selesai dari tadi dandanan nya?, " tanya Randy yang sudah tidak sabar.
" Sabar dong sayang. Aku kan ingin membuat suami ku bangga saat memperkenalkan aku sebagai istri mu di depan client kamu nanti, " jawab Vita tanpa menoleh ke arah Randy.
Vita kembali memoles wajah nya dengan make up. Meskipun memakai make up, tetapi Vita selalu memakai make up yang tipis dan tidak menor.
Setelah selesai, Vita berdiri dan menghampiri suami nya yang sedang duduk di tepi tempat tidur.
" Bagaimana mas, cantik?, " tanya Vita.
Randy tertegun melihat kecantikan istri nya. Istri nya terlihat sangat cantik dan anggun dengan long dress yang di kenakan nya, lekuk tubuh Vita terlihat jelas karena gaun yang di kenakan nya cukup ketat. Long dress dengan warna putih di bagian atas dan berwarna hitam di bagian bawah lalu sebuah tali pinggang melilit di pinggang Vita serta bahu yang terekpos karena gaun yang di gunakan Vita saat ini adalah gaun dengan model V neck. Di tambah make up tipis serta accesorris yang tidak berlebih menambah nilai plus untuk Vita.
Vita menepuk pelan pipi Randy agar tersadar dari lamunan nya. Randy tersadar lalu berdehem dan berusaha untuk menguasai diri nya.
" Gimana mas, aku sudah cantik belum?, " tanya Vita lagi.
Randy bangkit dan langsung merengkuh pinggang Vita.
" Kamu cantik banget malam ini. Aku beruntung memiliki istri yang sangat cantik, " jawab Randy lalu mendekatkan bibir nya ke bibir Vita.
Sebelum bibir Randy menyatu dengan bibir nya, Vita menjauh kan kepala nya sedikit lalu memukul pelan dada Randy.
" Tidak, tidak. Tidak ada ciuman atau kita akan terlambat karena aku harus membetulkan make up ku lagi, " tolak Vita.
Randy tersenyum lalu mengecup kening Vita dan melepaskan pelukan nya.
" Ayo, kita berangkat, " ajak Randy.
Vita mengangguk lalu mengambil tas nya dan menggandeng lengan Randy. Mereka berdua turun ke bawah sambil bergandengan tangan. Setelah berpamitan kepada Rita dan Ilham, Randy dan Vita berjalan keluar rumah menuju mobil. Setelah masuk ke dalam mobil dan memakai seatbelt, Randy melajukan mobil nya menuju ke restoran.
****
Mobil yang di kendarai Randy telah sampai di depan lobi hotel. Yah, tuan Gerad memang mengundang mereka makan di restoran yang ada di hotel tempat nya menginap, hotel bintang lima dan terkenal di jakarta.
Vita menggandeng lengan Randy saat memasuki hotel. Mereka langsung menuju ke lift dan masuk ke dalam lift saat pintu sudah terbuka. Randy menekan tombol lantai di mana restoran yang ada di hotel ini berada saat pintu lift tertutup.
Setelah beberapa saat, pintu lift terbuka. Randy dan Vita keluar dari lift dan berjalan masuk menuju restoran. Saat di depan pintu masuk restoran, mereka telah di sapa oleh pelayan restoran.
Pelayan restoran dengan ramah nya bertanya apakah sebelum nya sudah ada pesan meja atau belum. Randy mengatakan, mereka tamu dari tuan Gerald William dan dengan segera pelayan restoran tersebut mempersilahkan serta menuntun Randy dan Vita berjalan menuju meja yang telah di pesan tuan Gerald.
Saat Randy dan Vita sudah dekat, terlihat tuan gerald dan istri nya berdiri untuk menyambut kedatangan Randy dan Vita.
Randy langsung membalas uluran tangan tuan Gerald saat tuan Gerlad mengulurkan tangan nya. Randy meminta maaf karena datang terlambat dan itu tidak di permasalahkan oleh tuan Gerald karena mereka juga baru sampai.
Setelah itu, Randy dan tuan gerald saling memperkenalkan istri mereka masing masing. Vita menyalami tuan Gerald dan istri nya secara bergantian. Begitu juga Randy yang juga menyalami istri tuan Gerald.
Tuan Gerald mempersilahkan untuk duduk. Mereka berempat pun duduk lalu memanggil pelayan restoran untuk membawakan buku menu. Setelah selesai memesan, pelayan pamit undur diri. Setelah itu mereka mengobrol santai tanpa membahas bisnis.
" Pertama tama , saya dan istri saya mengucapkan terima kasih karena telah bersedia menghadiri undangan makan malam ini. Dan juga, kami ingin mengucapkan selamat atas pernikahan kalian, " ucap tuan Gerald.
" Terima kasih tuan Gerald. Saya merasa tersanjung karena mendapat undangan makan malam dari anda dan juga ucapan selamat kepada saya dan istri saya, " balas Randy.
" Ya tuhan, anda sangat cantik dan anggun sekali nyonya Djaya. Saat mendengar berita pernikahan kalian dan melihat foto pernikahan kalian, saya sangat ingin langsung mengucapkan selamat. Anda benar benar terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pernikahan, " ucap Caroline istri tuan Gerald.
" Ahh terima kasih banyak atas pujian dan ucapan selamat dari nyonya William. Anda juga sangat cantik dan saya merasa tidak ada apa apa nya dengan kecantikan nyonya, " balas Vita merendah.
" Kamu ini terlalu merendah. Kamu benar benar sangat cantik dan yah kelihatan masih sangat muda, " ucap Caroline.
Vita tersenyum tipis mendengar ucapan Caroline yang mengatakan diri nya masih mudah dan memang itu kenyataan. Karena saat ini diri nya masih berumur 18 tahun.
__ADS_1
" Saya memang masih muda nyonya William. Umur saya masih 18 tahun saat saya menikah dengan suami saya, " balas Vita tersenyum tipis.
" Wah, ternyata tuan Randy menyukai daun muda ya, " canda Gerald yang kini ikut menimbrung obrolan istri nya bersama Vita.
" Yah, mau bagaimana lagi tuan Gerald. Saat pertama kali melihat nya, saya telah jatuh cinta pada nya. Dan, saya tidak ingin orang lain merebut nya. Jadi, satu jam setelah kami bertemu dan berkenalan, saya langsung melamar nya, " terang Randy.
Tuan Gerald dan Caroline merasa terkejut dengan awal mula pertemuan Randy dan Vita yang berujung melamar Vita. Namun sesaat kemudian mereka tersenyum.
" Wah, tuan Randy ternyata seagresif itu ya, " canda Gerald.
" Ah tidak begitu tuan Gerald. Saya hanya tidak ingin kehilangan nya saja, " elak Randy malu.
Mereka berempat pun tertawa lalu kembali melanjutkan obrolan mereka. Saat pelayan datang dan menghidangkan makanan, mereka tetap mengobrol ringan sambil memakan hidangan yang tersedia di hadapan mereka.
Randy merasa lega karena Vita bisa menyesuaikan diri dan berbicara bahasa inggris dengan begitu fasih. Ahh iya Randy lupa, Vita kan siswi pintar di sekolah dan mendapatkan beasiswa full dari sekolah. Jadi, tidak lah sulit untuk Vita berbicara dalam bahasa inggris.
Setelah selesai makan malam dan berbincang bincang, mereka pun mengakhiri pertemuan mereka.
Randy mengucapkan terima kasih karena telah di undang makan malam dan mengucapkan safe flight untuk kepulangan tuan Gerald dan istrinya besok malam.
Caroline memeluk Vita dan kembali mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Vita dengan senang hati membalas pelukan Caroline dan mengucapkan terima kasih atas doa untuk pernikahan nya dan Randy.
Caroline sangat menyukai Vita yang humble, energik dan pintar. Ia merasa cocok dan nyambung saat mengobrol dengan Vita. Caroline meminta nomor ponsel Vita agar bisa terus berkomunikasi dan berharap bisa saling mengunjungi satu sama lain di waktu yang akan datang.
Setelah berpisah di depan restoran, Randy mengajak Vita masuk ke dalam lift saat pintu lift terbuka. Vita terus menggandeng lengan Randy sampai pintu lift terbuka di lantai bawah. Mereka keluar dari lift dan berjalan menuju lobi.
Saat sudah tiba di depan lobi, Mobil Randy telah di tersedia di depan lobi dan pegawai hotel memberikan kunci mobil Randy dengan sopan.
Randy mengambil dompet nya yang terselip di kantong belakang celana nya lalu mengambil selembar uang seratus ribu dan memberikan nya kepada pegawai hotel. Pegawai hotel mengucapkan banyak terima kasih dan Randy membalas nya dengan senyuman.
Setelah itu, Randy kembali memasukkan dompet nya ke dalam kantong celana dan mengajak Vita untuk segera masuk ke dalam mobil.
Setelah memakai seat belt, Randy melajukan mobil nya meninggalkan hotel menuju ke ruamah kediaman keluarga Djaya.
****
Vita merasa lelah sekali dan langsung memasukkan kaki nya ke dalam selimut dan merebahkan tubuh nya. Randy mengikuti Vita dan kini Ia berbaring di samping Vita.
Randy memiringkan tubuh nya ke arah Vita dan menopang kepala nya dengan sebelah tangan nya.
" Terima kasih kamu sudah menemani ku makan malam dengan client malam ini. Aku benar benar beruntung memiliki kamu sebagai istri ku. Tidak hanya cantik, kamu juga pintar dan humble. Aku tadi sempat takjub kamu fasih banget berbicara bahasa inggris dan bisa dengan cepat akrab dengan nyonya William, " ucap Randy tulus.
Vita menoleh ke arah Randy lalu ikut memiringkan tubuh nya dan menopang kepala nya dengan sebelah tangan.
" Sama sama mas. Justru aku yang beruntung memiliki suami hebat seperti kamu, " balas Vita tersenyum tulus.
Randy tersenyum lalu mengecup kening Vita. Setelah itu, Randy mengajak Vita untuk tidur karena Ia tidak ingin istri nya terlambat bangun besok pagi.
Vita menuruti ajakan suami nya lalu merebahkan tubuh nya kembali. Randy juga merebahkan tubuh nya di samping Vita lalu memeluk Vita dan menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Vita dan memejamkan mata nya. Begitu juga dengan Vita yang sudah memejamkan mata nya. Tak butuh waktu lama mereka telah masuk ke dalam alam mimpi.
****
Seperti biasa, Vita bangun telebih dahulu. Ia membuka mata nya dan mengangkat perlahan lengan Randy yang melingkar di perut nya.
Merasa tidur nya terusik, Randy membuka mata nya yang masih terasa berat.
" Kamu mau kemana?, " tanya Randy dengan suara serak khas bangun tidur.
" Mau ke dapur siapin sarapan, " jawab Vita.
" Biar bibi saja yang siapin sarapan nya. Aku masih mau tidur sambil peluk kamu, " ucap Randy yang kembali memeluk vita dengan erat.
Vita terpaksa mengiyakan dan kembali memejamkan mata nya mencoba untuk tidur lagi. Namun, Ia tidak bisa tidur lagi dan membuka kembali mata nya.
__ADS_1
Vita memiringkan tubuh nya menghadap Randy. Vita mengamati wajah polos suami nya saat tidur. Sebuah senyuman tersungging di bibir Vita saat mengamati wajah suami nya itu.
Tangan kanan Vita tanpa sadar terangkat dan jari jari nya mulai menelusuri setiap inci wajah Randy. Dari kening, mata, hidung , pipi dan terakhir turun ke bibir.
Saat Vita ingin menjauhkan tangan nya dari bibir Randy, dengan sigap Randy menahan nya. Dan itu sontak membuat Vita terkejut.
" Kenapa di jauhkan jari kamu dari bibir ku? Aku sedang menikmati setiap sentuhan jari kamu, " tanya Randy yang sudah membuka mata nya.
" Ah itu mas, ehm, "jawab Vita terbata bata.
" Kamu tau, sentuhan mu tadi sudah membuat gairah ku bangkit, " ucap Randy parau.
" Eh, " ucap Vita terkejut.
" Kalau kamu sedang tidak datang bulan, pagi ini kamu akan menjadi menu sarapan ku, " ucap Randy dengan mata yang sudah berkabut gairah.
" Mas, aku emmhhh, " ucapan Vita terhenti karena Randy dengan sigap sudah berada di atas Vita dan mencium bibir Vita.
Vita menikmati ciuman dari Randy dan juga membalas nya. Jari jari Vita kini juga sudah menyelusuri rambut Randy. Sentuhan jari jari Vita di kepala nya semakin membuat Randy bergairah.
Vita memukul pelan dada Randy karena merasa pasokan oksigen nya menipis. Randy melepaskan ciuman mereka dan menyatukan kening mereka. Nafas mereka tersengal sengal, lalu sebuah senyuman indah terukir di bibir Randy.
" Morning kiss sayang, " ucap Randy dengan nafas yang masih tersengal.
" Iya sayang, morning kiss, " balas Vita tersenyum meskipun nafas nya masih tersengal.
Randy menjauhkan tubuh nya dari Vita lalu duduk di tepi tempat tidur.
" Kapan kamu selesai datang bulan nya?, " tanya Randy menatap Vita.
" Eh, ah itu lima hari lagi mungkin mas. Soal nya, aku baru mulai datang bulan tadi pagi, " jawab Vita.
Vita tau Randy bertanya seperti itu karena sudah tidak sabar lagi meminta hak nya. Tapi, mereka masih belum boleh melakukan nya karena rencana membalas Clara baru saja di mulai.
" Yusudah, aku mandi dulu ya. Tolong kamu siapin pakaian kerja aku ya, " pinta Randy lalu bangkit dan berjalan mengambil handuk, setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.
Vita mengiyakan lalu segera bangkit dan membereskan tempat tidur mereka. Selesai membereskan tempat tidur, Vita menyiapkan pakaian kerja Randy dan meletakkan nya di atas tempat tidur.
Sambil menunggu Randy selesai mandi, Vita membereskan buku buku pelajaran nya dan memasukkan ke dalam tas sekolah nya.
Randy keluar dari dalam kamar mandi dan segera memakai pakaian nya yang telah di sediakan Vita. Melihat Randy telah selesai mandi dan keluar dari dalam kamar mandi, Vita segera mengambil seragam sekolah nya di dalam lemari lalu mengambil handuk dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Lima belas menit kemudian Vita keluar dari dalam kamar mandi dan telah memakai seragam sekolah nya. Ia segera menuju ke meja rias dan mulai menyisir rambut nya lalu mengikat rambut nya. Setelah itu, Vita memakai bedak putih baby dan mengoles bibir nya dengan lip balm karena tadi malam Vita memakai lipstik. Ia tidak ingin bibir nya pecah pecah karena memakai lipstik.
Selesai berdandan, Vita mengambil tas sekolah nya lalu mengajak Randy turun ke bawah untuk sarapan bersama mami dan papi mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Ini episode kedua yang saya up untuk hari ini. Jangan lupa like and vite yang banyak ya akak.