Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 108 I Love You


__ADS_3

Vita dan teman teman nya merasa puas berlibur di Desa Wisata Kampung Lama. Tidak hanya berlibur dan berkemah, mereka juga belajar banyak hal di desa itu.


Mereka benar benar kembali seperti zaman dulu yang tidak sibuk dengan gadget. Halim mengajak mereka bermain permainan Zaman dulu seperti bermain patok lele, bermain guli, bermain layang layang dan permainan lain nya di zaman dulu.


Mereka juga di ajarkan bagaimana cara menanam padi dan memanen padi. Mereka juga belajar tentang apa itu mina padi atau tumpang sari. Dan bagian lucu nya, mereka sampai syok bahkan beberapa dari mereka sampai pingsan saat kaki mereka di hinggapi pacet lalu menghisap darah mereka. Maklum saja lah ya orang kota, hehehe. (Saya sendiri juga takut sama yang nama nya pacet, maka nya gak berani masuk ke sawah).


Puas dengan area sawah, mereka belajar tentang tari tarian dan melihat anak anak belajar drama atau teater di Sanggar Lingkaran. Mereka juga ikut ambil bagian dalam latihan teater anak anak. Anak anak bahagia sekali bisa bermain dan belajar bersama mereka, membuat Vita bisa melupakan sedikit rasa sesak di dada nya.


" Bang Halim, bosan nih belajar terus. Di sini gak ada gitu makanan khas nya? Aku mau coba, " tanya Fabian.


" Tentu saja ada bang. Di sini juga kami menyediakan cemilan khas desa kami yang di buat oleh ibu ibu desa Vokasi. Ayo saya antar, " balas Halim.


Halim mengantarkan mereka semua ke lokasi desa Vokasi. Di sana tidak hanya membeli cemilan saja, tetapi mereka bisa langsung melihat dan belajar bagaimana cara pembuatan nya.


Mereka semua sangat antusias saat melihat proses pembuatan kripik dan cemilan lain nya dari bahan pepaya, pisang dan melinjo. Mereka juga mencoba mengaduk dodol yang sedang di masak. Para anak laki laki saja tidak kuat mengaduk nya, apa lagi para anak perempuan. Mereka merasa kagum dengan bapak bapak dan ibu ibu yang kuat mengaduk dodol yang berat nya minta ampun.


Puas belajar membuat cemilan, mereka membeli banyak sekali cemilan untuk di bawa kembali ke Jakarta sebagai oleh oleh. Setelah itu, mereka kembali ke area perkemahan.


****


Malam ini, rencana untuk Vita dan Randy akan mereka laksanakan. Randy dan Rei juga sudah tiba sejak siang hari di Desa Wisata Kampung Lama dan di suruh untuk berdiam diri saja di rumah pak kepala desa, karena jika sampai Vita melihat mereka, bisa berantakan semua rencana mereka.


Ayu dan Alfian bersama Halim pergi ke rumah pak kepala desa untuk bertemu dengan Randy dan Rei.


Begitu melihat Ayu tiba di depan rumah pak kepala desa, Rei bangkit dan berjalan menuju ke arah Ayu. Rei langsung memeluk Ayu, menyalurkan rindu nya setelah beberapa hari tidak ketemu.


Randy memukul bagian belakang kepala Rei dan menegur mereka yang bisa bisa nya berpelukan di depan orang banyak.


" Lihat lokasi bro, ini di kampung bukan di kota. Mereka masih tabu dengan hal seperti ini, apa lagi kalian belum muhrim. Mau di nikah kan sekarang juga?, " tegur Randy.


Rei meringis sambil mengelus belakang kepala nya yang sakit karena di pukul Randy.


" Yah sorry bro, aku rindu banget sama pujaan hati ku ini. Maaf ya pak, buk, saya gak sopan, " ucap Rei tersenyum kikuk kepada bapak bapak dan ibu ibu yang ada di sana.


" Iya gak apa apa nak, tapi jangan di ulangi lagi. Belum muhrim nak, kalau mau peluk peluk cepat halalin nak Ayu nya, " balas pak kepala desa tersenyum.


" Mau nya sih gitu, tapi dia nya gak mau nikah muda pak, " ucap Rei cemberut.


" Saya mau jadi dokter dulu pak baru nikah, " balas Ayu ramah.


" Baiklah sayang jika itu mau mu, apa pun akan aku turuti, " ucap Rei tersenyum, Ayu hanya memutar bola mata nya karena jengah terus mendengar gombalan dari Rei.


Alfian yang sedari tadi berdiri diam sambil bersender di tembok rumah kepala desa sudah merasa jengah melihat aksi mesra mesraan teman nya itu. Ia berdehem untuk menghentikan aksi mereka.


" Sudah cukup mesra mesraan nya. Sekarang kita jalan kan rencana kita, " ucap Alfian.


" Oh iya sampai lupa. Baiklah, sekarang kita ke lokasi saja, " balas Halim.

__ADS_1


Mereka semua pergi ke lokasi agro. Sementara Ayu dan Alfian, mereka kembali ke perkemahan.


Vita menanyakan kemana mereka pergi karena gak biasa nya Afian mau pergi berdua dengan Ayu.


Ayu menjawab mereka pergi ke rumah kepala desa untuk mengatakan kalau mereka semua akan pulang besok. Ayu bernafas lega karena Vita mempercayai ucapan nya.


" Vit, lo ikut kita semua yuk ke suatu tempat, " ucap Alfian.


" Heh, mau kemana?, " tanya Vita bingung.


" Sudah, lo ikut kita saja. Kita mau kasih surprise buat lo, " jawab Alfian.


" Surprise apa sih? Jangan buat gue penasaran yah, " ucap Vita mulai kesal.


Alfian tidak menggubris ucapan Vita, Ia mengambil penutup mata dari dalam saku celana nya lalu menutup mata Vita.


Vita menolak dan protes kenapa harus pakai tutup mata segala, tapi dengan sigap Ayu menahan tangan Vita yang ingin membuka tutup mata nya.


"Sudah, lo jangan protes lagi. Ikuti saja apa yang kita lakukan, " ucap Ayu.


Vita pasrah dan menuruti apa yang di lakukan teman teman nya. Percuma saja berontak, tetap saja Ia akan kalah.


Setelah Vita tenang dan tidak berontak lagi, mereka menuntun Vita berjalan menuju agro.


****


Ayu dan Alfian menuntun Vita sampai di tengah agro. Setelah itu, Ayu dan Alfian meninggalkan Vita sendiri.


Vita mulai menangis dan membuka penutup mata nya saat ada suara langkah kaki mendekati nya. Ia takut karena seorang diri berada di tengah tengah lokasi agro yang gelap gulita.


Vita perlahan berbalik dan saat posisi Vita tepat menghadap seseorang yang mendekati nya tadi, Lampu lampu yang menghiasi lokasi agro menyala.


Di sana terlihat banyak sekali pernak pernik yang di siapkan Halim dan teman teman nya. Ada juga balon balon berbentuk hati dan taburan bunga bunga mawar di lantai kayu yang terhampar di atas sawah.


Tubuh Vita bergetar dan air mata nya semakin deras mengalir saat melihat seseorang yang ada di hadapan nya dengan sebuket bunga di tangan nya.


" Mas Randy, " cicit Vita di sela sela isak tangis nya.


Randy berjalan mendekati Vita, dan berhenti di depan Vita yang masih menangis dan menatap nya tak percaya.


Randy menyeka air mata Vita dengan ibu jari nya. Vita menutup mata nya saat ibu jari Randy menyentuh wajah nya.


" Sayang, " panggil Randy.


Vita membuka mata nya dan menatap kedua mata Randy.


" Sayang, aku minta maaf atas semua kebodohan ku selama ini. Aku telah di butakan oleh cinta palsu Clara sampai aku tidak bisa melihat ketulusan cinta dari mu. Terima kasih karena kamu telah menyadarkan aku siapa Clara dan menyelamatkan mami, papi, Ziya dan Rasya dari rencana jahat Clara. Aku bersyukur, Allah telah mengirimkan malaikat tak bersayap di dalam hidup ku. Aku mengerti kamu pergi karena ingin menyadarkan aku tentang perasaan ku yang sebenar nya dan tidak ingin di anggap sebagai pelampiasan. Dan jujur ku katakan, aku mencintai mu dan sangat mencintai mu. Tak pernah sekalipun aku menganggap kamu sebagai pelampiasan atau apa pun itu. Cinta ku tulus untuk mu, aku benar benar sangat mencintai mu, " Randy menjeda ucapan nya.

__ADS_1


Randy berlutut di depan Vita dengan memegang sebuket bunga. Vita tetap diam dan terus menatap Randy. Air mata nya kembali mengalir mendengar penuturan Randy.


" Sayang, aku ingin kita memulai dari awal lagi. Aku ingin kita melupakan semua yang telah terjadi. Aku ingin kita memulai tanpa ada nya ikatan perjanjian pernikahan dan juga orang ketiga di dalam hubungan kita, " Randy kembali menjeda ucapan nya.


Randy menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya perlahan. Ia tatap dalam dalam wajah Vita lalu berucap.


" Vita Anggraini, maukah kamu menjadi istri ku, mendampingi diri ku di saat susah dan senang, menjadi ibu dari anak anak kita serta terus bersama ku sampai akhir hidup mu?, " ucap Randy.


Air mata Vita semakin mengalir deras. Ia tidak menyangka Randy akan mengatakan hal ini dengan suasana yang begitu romantis.


" Sayang, " panggil Randy karena Vita masih saja diam dan tidak menjawab.


Vita menghapus air mata nya, lalu menarik nafas nya dan membuang nya perlahan. Ia menatap wajah Randy yang sedang berlutut di hadapan nya, dan tersenyum.


" Aku mau mas. Aku mau menjadi istri serta ibu dari anak anak kita. Aku juga mau menghabiskan sisa usia ku bersama mu, " jawab Vita lalu mengambil buket bunga dari tangan Randy.


Randy tersenyum lalu berdiri di hadapan Vita. Randy melangkah mengikis jarak di antara mereka lalu tangan kanan nya merengkuh pinggang Vita dan tangan kiri nya menarik tengkuk Vita. Randy mencium bibir Vita dengan lembut, menyalurkan rasa cinta nya, rasa rindu nya dan rasa bahagia nya.


Vita membalas ciuman Randy dan tanpa terasa air mata nya kembali mengalir di saat saat ciuman mereka.


Randy melepas ciuman mereka lalu menyeka air mata Vita. Randy mencium kening Vita cukup lama lalu membawa Vita masuk ke dalam pelukan nya.


" I love you my wife, " ucap Randy.


" I love you too my husband, " balas Vita.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Saya baper banget saat nulis episode ini. Sampai berteriak gak jelas dan di tegur suami karena teriak teriak. Hahahaha mau gimana lagi, saya nya baper.

__ADS_1


Saya bahagia Randy dan Vita sudah bersatu kembali. Fyuhhh, akhirnya berhasil surprise untuk Vita.


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2