
Hari ini hari terakhir Vita dan anak anak seluruh kelas XII melakukan ujian akhir nasional. Setelah ini, diri nya akan fokus dengan kehamilan nya.
" Sayang, setelah selesai ujian hari ini kamu mau kemana sama teman teman mu?, " tanya Randy saat sedang sarapan.
" Rencana nya sih kami mau nongkrong di cafe nya Aldo. Sudah lama juga kan gak nongkrong bareng, " jawab Vita.
" Yasudah kamu nanti hati hati ya, " ucap Randy.
" Iya sayang, kamu tenang saja. Di sana kan ada Fian dan anak anak yang lain yang akan jaga aku, " balas Vita.
" Fian, kamu harus tetap ngawasin Vita ya. Jangan sampai lengah dan terjadi apa apa sama Vita dan kandungan nya, " seru Randy.
" Tenang saja mas, tanpa mas ingatin juga sudah pasti aku bakalan jagain Vita sama keponakan ku, " balas Alfian.
" Vit, lo da siap sarapan kan? Yuk kita berangkat, " ajak Alfian.
" Yuk, " balas Vita.
Setelah itu, Alfian dan Vita berpamitan kepada Ilham, Rita dan Randy. Sebelum pergi, Randy kembali mengingat kan Vita untuk selalu hati hati.
Alfian dan Vita berjalan keluar rumah beriringan menuju mobil. Setelah memakai seatbelt, Alfian mulai melajukan mobil nya menuju ke sekolah dengan kecepatan sedang.
" Fian, " panggil Vita saat berada di dalam mobil.
" Kenapa Vit?, " jawab Alfian yang tetap fokus menyetir.
" Lo yakin mau ngambil jurusan bisnis managemen nanti nya?, " tanya Vita.
" Gue yakin Vit. Gue mau mengurus semua bisnis nya papa, " jawab Alfian.
" Lalu, cita cita lo jadi dokter?, " tanya Vita.
" Gue sudah ikhlasin Vit. Memang sejak awal, harus nya gue fokus untuk belajar bisnis supaya bisa menggantikan papa mengurus bisnis nya. Tapi, waktu itu gue terlalu egois dan gak memikirkan perasaan papa, " jawab Alfian.
" Kalau memang itu sudah menjadi keputusan akhir lo, gue pasti dukung lo. Tapi, gue cuma mau bilang, jangan pernah menyesal dengan apa yang sudah lo putus kan karena itu akan menghancurkan segala nya, " ucap Vita.
" Thanks Vit, lo memang yang paling mengerti gue, " balas Alfian tersenyum dan di balas senyuman oleh Vita.
Setelah itu suasana hening, Alfian kembali fokus menyetir sementara Vita sibuk dengan ponsel nya.
Mobil yang di kendarai Alfian tiba di parkiran sekolah. Alfian dan Vita turun dari mobil dan berjalan menuju ke ruang ujian mereka.
Alfian mengantar kan Vita terlebih dahulu ke ruang ujian Vita karena ruang ujian mereka berbeda. Setelah memastikan Vita sudah berada di ruang ujian nya, Alfian pamit pergi ke ruang ujian nya sendiri.
****
Setelah dua jam berlalu, akhir nya semua anak anak kelas XII selesai mengerjakan ujian mereka. Guru pengawas pamit undur diri setelah menerima seluruh kertas soal dan jawaban para peserta ujian.
" Wuuaahhhh, akhir nya selesai juga, " pekik Vira bahagia.
" Iya Vir, akhir nya perjuangan kita di SMA berakhir juga, " timpal Vita.
" Yuk, gabung sama yang lain, " ajak Vira dan di jawab anggukan kepala oleh Vita.
Mereka keluar dari ruang ujian bergabung dengan anak anak yang lain. Terlihat anak anak kelas XII dari kelas lain saling coret coret seragam sekolah mereka, tetapi hanya anak anak kelas XIIipa1 yang tidak ingin melakukan nya.
" Fian, sudah kumpul semua kan?, " tanya Vita saat sudah bergabung dengan Fian dan yang lain nya.
" Sudah, yuk berangkat, " jawab Alfian.
Saat anak anak XIIipa1 berjalan beriringan menuju parkiran sekolah, salah satu siswa yang sedang coret coret menghampiri mereka.
" Woi bro, kalian semua gak mau ikut kita gabung coret coret?, " tanya siswa tadi.
" Sorry bro, kami semua gak bisa ikut gabung, " jawab Alfian.
" Kenapa? Ini kan hari terakhir kita sekolah. Anggap sebagai perayaan kecil kecilan lah, " tanya siswa tadi.
__ADS_1
Saat Alfian ingin menjawab siswa tadi, Vita sudah lebih dulu menjawab nya.
" Sorry, kami punya cara sendiri untuk merayakan hal ini. Kami tidak ikut coret coret seragam, karena kami memutuskan untuk menyumbangkan seragam kami yang masih layak pakai untuk mereka yang membutuh kan. Itu jauh lebih bermanfaat menurut kami, " jawab Vita.
" Oo gitu ya. Emm memang nya kalian mau sumbangkan kemana? Nanti gue coba bilang ke anak anak yang lain deh, mungkin mereka mau ikut menyumbangkan seragam mereka yang lain yang masih bagus, " tanya siswa tadi.
" Kami mau sumbangkan ke beberapa panti asuhan. Nanti info selanjut nya kami kabari lagi ya via WA, " jawab Vita.
" Ok deh, gue tunggu info selanjut nya. Ini gue kasih tau anak anak yang lain nya ya, " ucap siswa tadi.
" Sipp, " balas Vita sambil memberikan dua jempol nya.
Setelah itu, siswa tadi pergi bergabung kembali dengan teman teman nya yang lain. Lalu, Vita dan yang lain nya berjalan masuk ke dalam mobil. Mereka melajukan mobil mereka masing masing menuju ke cafe Aldo.
****
Setelah perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhir nya anak anak XIIipa1 sampai di cafe Aldo. Aldo langsung mengajak mereka ke meja yang sudah di siap kan oleh pelayan cafe nya.
" Guys, kalian mau pesan apa?, " tanya Aldo.
" Seperti biasa saja deh, " jawab Fabian.
" Iya Al, menu yang biasa kita pesan saja, " timpal Ayu.
" Ok deh. Bentar gue tinggal dulu ya, " ucap Aldo.
Aldo langsung pergi ke dapur cafe nya memberitahukan kepada chef cafe nya menu apa saja yang teman teman nya pesan.
" Fian, menurut lo anak anak yang lain mau juga gak ya menyumbangkan barang barang mereka?, " tanya Vita.
" Gue yakin mereka semua pasti mau. Nanti gue WA setiap ketua kelas masing masing kelas, " jawab Alfian.
" Ok deh, masalah itu gue serahin sama lo ya, " ucap Vita dan di jawab anggukan kepala oleh Alfian.
Aldo kembali bergabung dengan dua pelayan cafe yang membawa minuman untuk mereka semua. Setelah menghidangkan minuman untuk mereka, kedua pelayan tadi pamit undur diri.
" Tenang saja Yu, kandungan gue sehat sehat saja. Bayi gue itu ngertiin kondisi gue banget, jadi gak perlu khawatirin gue, " jawab Vita.
" Bagus deh kalau begitu, kita semua cuma gak mau keponakan kita kenapa napa, " ucap Ayu.
" Oh iya momsky, gimana rasa nya jadi ibu hamil?, " tanya Ririn.
" Gimana ya? Gue gak bisa ungkapin gimana rasa nya dengan kata kata, yang jelas gue bahagia banget, " jawab Vita sambil mengelus perut nya.
" Kenapa, sweety juga mau jadi ibu hamil? Kalau sweety mau, kita bisa kok buat sekarang, " tanya Fabian.
Ririn memukul lengan Fabian yang bisa bisa nya bicara hal gila seperti itu.
" Baby jangan ngomong yang aneh aneh deh. Baby mau di gantung sama papa ketahuan hamilin gue sebelum kita menikah?, " tanya Ririn.
" Ya kita nikah dulu dong sweety baru melakukan malam pertama, " jawab Fabian sambil menaik turun kan alis nya.
" No no no, gue mau jadi dokter dulu baru nikah, " seru Ririn.
" Yah, jadi gue di tolak nih? Tega banget deh sweety sama gue, " balas Fabian lirih.
" Baby, gue nolak nya sekarang. Tapi nanti, kalau baby lamar gue pas sudah jadi dokter, pasti gue terima, " ucap Ririn sambil memeluk lengan Fabian.
" Benar nih sweety?, " tanya Fabian semangat.
" Iya baby. Maka nya, baby juga harus berjuang supaya bisa jadi dokter, terus papa bisa restuin hubungan kita, " jawab Ririn.
" Tentu sweety, " ucap Fabian lalu mencium puncak kepala Ririn.
Wajah Ririn memerah malu karena Reno dan Aldo bersiul saat Fabian mencium puncak kepala nya.
" Kalian itu so sweet banget sih, gue jadi iri, " goda Vira.
__ADS_1
" Please deh jangan godain gue lagi, malu tau gak, " ucap Ririn.
Mereka semua tertawa melihat wajah Ririn yang semakin memerah karena malu. Tawa mereka terhenti saat beberapa pelayan datang dan menghidangkan makanan pesanan mereka ke atas meja.
Mereka menikmati hidangan sambil bercanda tawa. Sudah lama sekali mereka tidak berkumpul di luar seperti ini. Sejak Vita hamil, mereka tidak pernah lagi kumpul begini karena Randy tidak mengizinkan Vita keluar rumah.
Beruntung nya, hari ini Randy mengizinkan Vita keluar. Jadi, mereka memanfaatkan waktu mereka sebaik baik nya.
" Momsky, nanti selain barang barang yang masih layak pakai, apa kita juga akan memberikan barang barang baru?, " tanya Vira.
" Tentu dong. Nanti kita beli buku buku baru, tas baru dan yang lain nya lagi. Jadi, nanti kita bagi secara rata ke beberapa panti asuhan, " jawab Vita.
" Berarti budget nya besar juga dong. Kalau dari uang saku kita, apa cukup?, " tanya Ririn.
" Kalau masalah itu, nanti gue coba minta ketua kelas masing masing kelas tanya sama teman sekelas mereka, apa mereka semua mau nyumbang uang gak. Kalau menurut gue, mereka pasti mau juga, " kali ini Alfian yang menjawab pertanyaan Ririn.
" Itu ide bangus Fian. Tapi, kalau pun mereka gak mau nyumbang uang, gak usah di paksa juga. Nama nya mau sedekah, ya harus ikhlas kan, " seru Vita.
" Betul itu momsky, kalau gak ikhlas juga percuma, gak dapat pahala, " timpal Fabian.
" Seratus buat Bian, " ucap Vita lalu mereka tertawa bersama.
Mereka kembali menikmati makanan yang ada di hadapan mereka. Selesai makan, mereka lanjut dengan saling bergantian bernyanyi di atas podium atau kadang berduet dengan yang lain.
Kesenangan mereka harus berakhir saat Randy menelpon Vita menyuruh Vita untuk segera pulang dan beristirahat. Karena tidak ingin mendapat amukan dari Randy, terpaksa mereka harus mengakhiri kesenangan mereka.
Meskipun cafe milik Aldo, mereka tetap membayar pesanan mereka dengan saling patungan. Dalam prinsip mereka tidak ada saling memanfaat kan satu sama lain, melainkan saling membantu satu sama lain.
Setelah transaksi pembayaran selesai, mereka langsung keluar cafe menuju ke parkiran.
Vita dan Ayu berjalan berdua dengan posisi paling depan sambil bercerita tentang kegilaan Rei yang memberikan surprise untuk Ayu. Saat sedang asyik bercerita, Vita melihat seorang anak kecil sedang berlari mengejar bola nya yang menggelinding ke tengah jalan, saat itu juga dari arah berlawanan sebuah motor melaju dengan kencang.
Vita yang melihat itu refleks berlari ke arah anak tadi membuat Alfian dan yang lain nya panik.
" Vita, awas!!!, " teriak mereka semua.
Braakkkkk.
" Vita!!!, " teriak mereka semua lalu berlari ke arah Vita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Waduhh, Vita ketabrak gak tuh ya???.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.