
Setiba di kamar, Randy langsung mengambil handphone nya dan duduk di tepi tempat tidur. Ia akan menghubungi Vita untuk memberitahu, kalau besok gadis kecil itu akan bertemu dengan keluarga nya.
Tutt.. Tutt.. Tutt..
Panggilan Randy masih belum diangkat Vita sampai nada panggilan berakhir. Randy pun mencoba menelpon kembali.
Tutt.. Tutt.. Tutt..
Vita membuka sedikit mata nya, mencari keberadaan handphone nya. Saat menemukan nya, Ia langsung mengangkat panggilan telepon nya.
" Hallo, siapa ini? " tanya Vita dengan suara serak khas bangun tidur
" Ini aku, Randy. Kamu sudah tidur? Maaf, aku ganggu kamu yang sedang tidur, " jawab randy merasa bersalah
" Ooohhhh, mas Randy. Ada apa mas? Kenapa malam malam telpon? " tanya Vita dengan mata yang Ia pejamkan lagi.
" Aku cuma mau kasih tau, besok sore setelah pulang dari kantor, aku akan jemput kamu untuk makan malam bersama keluarga ku. Jadi kamu harus udah siap saat aku jemput. Besok aku jemput kamu jam 5 sore. " ucap Randy.
" Baik mas. Ada lagi? Kalau gak ada, aku tutup ya mas soalnya aku ngantuk banget, " tanya Vita.
" Iya itu aja. Yasudah, kamu tidur lagi. Maaf udah ganggu kamu tidur, " balas Randy.
" Iya mas, " balas Vita dan langsung menutup telepon dari Randy.
Setelah panggilan berakhir, Vita meletakkan asal handphone nya dan langsung kembali tidur. Begitu juga dengan Randy, Ia juga bersiap siap untuk tidur.
*************
Pagi hari pun tiba, Vita terbangun dari tidur nya. Ia merenggangkan otot otot nya, lalu duduk dengan menyenderkan tubuh nya pada punggung tempat tidur. Ia melihat jam yang ada di meja nya, masih jam setengah 6.
Krruuuucuuukkkk.....
Terdengar suara yang berasal dari perutnya. Ia merasa sangat lapar, karena tadi malam gak makan. sepulang dari mall, Ia langsung tidur dan melewatkan makan malam nya. Alhasil para cacing menabuh genderang peperangan. 😅
Langsung aja, Ia turun dari tempat tidur dan menuju ke dapur untuk memasak sarapan nya, dan juga bekal untuk makan siang nya.
Setelah dua puluh menit Ia habis kan untuk memasak, Vita segera kembali ke kamar untuk mandi terlebih dahulu sebelum sarapan.
Setelah menghabiskan waktu dua puluh menit, untuk mandi dan memakai seragam nya serta memakai sedikit bedak di wajah nya, Ia segera kembali ke dapur untuk menyantap sarapan nya.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Vita bergegas ingin mengeluarkan motor nya. Tapi, Ia terkejut karena motor nya gak ada.
" Bodoh! Kok gue lupa sih, kan motor di titip di parkiran kantor mas Randy. Lah, sekarang mana lagi nih mas Randy kok, belum datang jemput. Bisa telat gue ke sekolah, " gumam Vita sambil memukul pelan kening nya.
Vita akhirnya menunggu Randy di ruang tamu, sambil mencoba menelpon Randy, menanyakan dimana keberadaan nya saat ini.
Tutt.. Tutt.. Tutt..
" Hallo, " sapa Randy di seberang telpon.
" Hallo mas. Mas udah dimana? kenapa belum jemput aku? Nanti aku bisa telat sampai ke sekolah, " tanya Vita to the point.
" Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. " Randy tersedak makanan saat mendengar pertanyaan Vita. Rita yang melihat anak nya tersedak, memberikan air minum dan langsung di minum oleh Randy sampai habis.
" Mas gak apa apa? kenapa batuk batuk gitu?, " tanya Vita khawatir.
" Gak apa apa. Aduh maaf, aku lupa udah janji mau jemput kamu. Yaudah, aku berangkat sekarang ke rumah mu. Tunggu aku, jangan berangkat duluan, " balas Randy.
" Yaudah, tapi cepetan ya mas. Aku takut telat, " pinta Vita.
" Iya sabar, " jawab Randy dan langsung menutup panggilan telepon nya.
" Jangan terburu buru,nnanti tersedak lagi Rand. Memang nya, mau kemana kamu sampai buru buru gitu?, " tanya Rita.
" Maaf mi. Randy lupa udah janji sama Vita mau jemput dia dan antar dia pergi ke sekolah. Kemarin motor nya, Randy suruh tinggalkan di kantor. Kemarin sepulang dari mall, Randy langsung antar dia pulang ke rumah nya, " jawab Randy lalu menyeruput kopi nya dan pamit.
" Randy berangkat dulu ya mi, pi, " pamit Randy dan diiyakan oleh Rita dan Ilham.
Randy segera menuju mobil nya, masuk ke dalam mobil lalu menghidupkan mesin mobil dan menginjak pedal gas. Ia sedikit mengebut agar segera sampai di rumah Vita.
Ziya yang baru keluar dari kamar nya, yang berada di lantai bawah dengan menggendong si kecil merasa heran. Kenapa mas nya kelihatan terburu buru, Ziya pun menayakan kepada mami nya saat sudah sampai di ruang makan.
" Mas Randy kenapa tuh mi, kok buru buru gitu? Apa ada rapat penting sampai segitu nya? " tanya Ziya.
" Bukan. Mas mu buru buru karena mau jemput Vita. Dia lupa kalau udah janji, sampai tadi Vita menelpon mas mu, " jawab Rita dan dijawab anggukan oleh Ziya.
Mereka pun kembali melanjutkan sarapan dengan tenang.
Sementara di rumah Vita, Vita menunggu dengan rasa khawatir karena Randy belum juga sampai. Udah jam tujuh kurang lima belas, tapi Randy belum sampai juga.
__ADS_1
Vita berjalan mondar mandir di ruang tamu. Ia cemas, kalau sampai telat. Seumur umur, Ia gak pernah telat pergi ke sekolah.
Lima menit kemudian, Randy tiba di rumah Vita. Ia langsung membunyikan klakson agar Vita segera keluar. Vita yang mendengar suara klakson, langsung buru buru mengambil tas nya dan mengunci pintu rumah. Ia bergegas berjalan menuju mobil Randy dan masuk ke dalam mobil.
Setelah Vita masuk kedalam mobil, Randy langsung mengendarai mobil nya menuju ke sekolah Vita. Randy sedikit mengebut agar vita gak terlambat sampai ke sekolah.
Vita sedikit takut karena Randy mengebut. Ia berpegangan pada pegangan mobil dan menutup mata nya berharap segera sampai di sekolah.
Randy melirik kearah Vita yang sedikit ketakutan, kemudian kembali fokus ke arah jalan. Setelah lima belas menit perjalanan, mereka pun tiba di depan gerbang sekolah Vita.
Vita pamit dan berterima kasih kepada Randy lalu bergegas untuk turun dari mobil. Sebelum sempat turun, Randy menahan tangan Vita.
" Tunggu sebentar. Kamu jangan lupa, nanti sore aku jemput. Jam lima udah harus siap. " ucap Randy mengingatkan.
" Ehh iya mas, aku ingat. Yaudah mas aku turun, udah telat. " jawab Vita.
Randy pun mengiyakan dan Vita segera turun dari mobil lalu berlari ke kelas nya karena memang Ia sudah sedikit terlambat.
Setelah Vita turun dari mobil dan masuk ke dalam sekolah nya, Randy menginjak pedal gas nya dan mengendarai mobil nya menuju ke kantor.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.