
Mobil Randy memasuki pelataran halaman kediaman Djaya. Kening nya berkerut saat melihat banyak mobil berjejer dan juga motor sport di halaman rumah nya.
" Ramai sekali. Siapa yang datang?, " gumam Randy.
Randy membuka pengait sabuk pengaman nya, lalu membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.
Randy berjalan menuju pintu dan langsung membuka nya lalu masuk ke dalam rumah.
Randy terus berjalan menuju ruang keluarga mencari keberadaan mami papi nya, karena biasa nya jam segini mami nya asyik menonton sinetron di salah satu stasiun tv dan papi nya akan tetap selalu menemani mami nya.
" Mi, kenapa banyak sekali kendaraan terparkir di halaman rumah kita?, " tanya Randy begitu duduk di sofa.
" Ahh kamu Rand, ngagetin mami aja, " tegur Rita sambil memegang dada nya dengan kedua tangan nya.
" Sorry mi, sorry. Mami sih serius banget nonton nya sampai gak sadar Randy datang, " balas Randy sedikit terkikik.
" Lagi seru Rand film nya, kamu datang mengganggu konsentrasi mami aja, " ucap r
Rita kesal lalu kembali menonton sinetron kesayangan nya.
Randy tertawa, sementara Ilham hanya geleng geleng kepala melihat tingkah anak dan istri nya
" Pi, siapa yang datang? Di luar banyak kendaraan, tapi kenapa malah di dalam sini sunyi? " tanya Randy lagi kepada Ilham karena tadi gak mendapat jawaban dari mami nya.
" Ohh itu, teman teman Vita datang menjenguk. Sekarang, mereka sedang di kamar kalian, " jawab Ilham santai lalu kembali ikut menonton dengan istri nya.
" Aapaaa!," pekik Randy.
Jeritan Randy sontak membuat Ilham dan Rita yang sedang menonton kembali terkejut. Sampai sampai, Rita melempar Randy dengan bantal sofa yang sedang dipeluk nya saking kesal nya karena Randy kembali membuat nya terkejut.
" Randy!, " teriak Rita kesal.
Tapi randy gak menggubris jeritan mami nya. Ia langsung bergegas pergi ke lantai dua di mana vita dan teman teman nya berada.
Braaakkkk.
Randy membuka pintu kamar secara kasar, membuat Vita dan teman teman nya kaget, lalu sontak menoleh ke arah pintu terbuka.
Begitu pintu terbuka, terlihat Randy yang berjalan memasuki kamar dengan wajah yang menakutkan dan dengan sorot mata yang tajam, melihat satu persatu teman Vita secara bergantian.
Melihat Randy yang memasuki kamar dengan wajah yang begitu menakutkan, sontak membuat teman teman Vita menjauh dari Vita.
" Mas, udah pulang?, " tanya Vita takut takut karena melihat ekspresi Randy.
Wajah Randy melembut saat memandang wajah istri nya. Randy bergegas menghampiri Vita dan duduk di tepi tempat tidur.
" Kamu udah baikan? Harus nya kamu banyak istirahat, bukan nya malah menerima tamu sebanyak ini, " ucap Randy sambil memeriksa suhu badan di kening Vita, lalu menatap tajam ke arah teman teman Vita.
__ADS_1
Teman teman Vita langsung menciut mendapat tatapan tajam dari Randy. Bahkan, Vira yang tadi dengan sombong nya mengatakan ingin memarahi Randy, hanya diam ketakutan. Namun, tidak untuk Alfian, Ia merasa biasa aja gak merasa terintimidasi dengan tatapan tajam Randy.
" Alhamdulillah mas, aku udah baikan. Demam nya udah turun, hanya masih sedikit lemas dan pusing, " jawab Vita.
" Syukur lah, kalau begitu. Oh iya, kamu udah makan dan minum obat sayang?, " tanya Randy lembut sambil menggenggam tangan Vita.
Alfian yang mendengar Randy memanggil Vita dengan sebutan sayang merasa telinga nya memanas dan dada nya teramat sakit seperti tertusuk ribuan pisau. Ia merasa sangat terluka mendengar laki laki lain memanggil sayang untuk wanita yang sangat di cintai nya itu.
" Udah, tadi mami yang suapin mas, " jawab Vita dengan tersenyum.
" Bagus lah, " balas Randy sambil mengacak acak rambut Vita.
" Mas, rusak rambut ku, " ucap Vita menepis tangan Randy lalu mengerucutkan bibir nya membuat Randy gemas.
Randy mengalihkan pandangan nya dari Vita dan melihat ke arah teman teman Vita satu persatu. Tatapan nya berhenti saat melihat Alfian, bahkan sesaat mata mereka beradu pandang. Kemudian, Randy mengalihkan tatapan nya ke teman Vita yang lain.
" Kalian masih disini? Cepat pulang, biarkan Vita beristirahat, " ucap Randy tegas dengan wajah datar. Namun, bisa membuat teman teman Vita semakin terintimidasi.
Vita memukul pelan lengan Randy, Ia gak suka Randy mengusir teman teman nya.
" Apa, " tanya Randy datar.
" Jangan usir teman teman ku mas, " pinta Vita memelas.
" Kamu harus banyak istirahat supaya cepat sembuh. Dan ingat, kalau besok kamu masih juga sakit, jangan harap kamu bisa masuk sekolah dan siang nya belajar bersama dengan teman teman mu itu, " ucap Randy sambil menunjuk teman teman Vita dengan dagu nya.
Fabian yang mendengar ancaman Randy yang gak mengizinkan Vita untuk belajar bersama besok jika masih sakit, lantas langsung mengambil inisiatif untuk pamit.
" Ahh momsky, gak apa apa kami pulang. Momsky harus banyak istirahat supaya cepat sembuh dan besok kita bisa belajar bersama, " ucap Fabian cepat cepat, lalu mengajak teman teman yang lain bersiap siap pulang.
" Iya momsky, kami pulang dulu. Cepat lah sembuh, " kali ini Ririn yang berbicara.
Meskipun Vita masih ingin teman teman nya menemani nya, namun Ia juga gak bisa membantah perkataan suami nya. Memang benar juga apa yang dikatakan suami nya, jika Ia masih sakit besok, maka Ia gak bisa bersekolah kembali.
" Baiklah, ayo gue antar kalian ke bawah, " ucap Vita yang udah bersiap akan turun dari tempat tidur.
" Gak perlu, kamu di sini aja. Biar aku yang mengantar teman teman mu, " ucap Randy.
" Mari, saya antar kalian keluar, " ucap Randy kepada teman teman Vita.
" Ahh iya Om, terima kasih, "ucap mereka terbata bata.
Ayu, Ririn dan juga Vira bergantian memeluk zvita lalu mereka semua pamit dan berjalan keluar kamar meninggalkan Vita sendiri di kamar.
Sesampai nya di ruang keluarga, mereka semua kembali berpamitan kepada Ilham dan Rita. Tak lupa, mereka mengucapkan terima kasih karena telah diizinkan menjenguk Vita.
Setelah berpamitan, Randy kembali mengantar teman teman Vita sampai ke depan pintu keluar.
__ADS_1
Randy menunggu di depan pintu sampai teman teman Vita meninggalkan pelataran halaman rumah nya.
Setelah mereka semua terlihat udah hampir mendekati gerbang rumah nya, Randy kembali masuk ke dalam rumah.
Sebelum kembali ke kamar, Randy menemui bi Ana untuk meminta bi Ana membersihkan gelas gelas dan piring kotor yang ada di kamar nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Iklan dikit.
Readers : Thor, wajah lo kenapa di tekuk gitu? Lihat, jadi tambah jelek wajah lo thor. ( sambil menyodorkan cermin kecil).
Author : Nyebelin lo pada, ini juga karena lo semua.
Readers : Lah, kenapa jadi kami yang di salahin thor?.
Author : Iya lah. Gue itu sedih udah kasih crazy up, tapi kalian dikit banget kasih like dan vote nya. Malah cuma comment "lanjut" aja.
Readers : Yaelah thor. Yaudah jangan sedih lagi. Nanti, kami kasih like dan vote yang banyak.
Author : Beneran? (langsung deh senyum senyum).
Readers : Iya. Tapi, kasih crazy up yang banyak lagi ya thor.
Author : Beres. Yang penting, banyakin juga ya vote nya. Kalau gak, merajuk malas kasih crazy up lagi.
Readers : Asyiiiaaaapppp thor. (sambil mempraktekan hormat seperti latihan baris berbaris).
__ADS_1