
Randy dan Vita telah selesai mandi dan memakai masing masing seragam mereka, Randy memakai pakaian kerja nya dan Vita memakai seragam sekolah nya . Randy duduk di tepi tempat tidur sambil menunggu istri nya selesai berdandan dan menyiapkan buku pelajaran sekolah nya lalu memasukkan nya ke dalam tas sekolah nya.
Setelah selesai menyiapkan buku buku pelajaran nya, Vita memakai tas sekolah nya lalu menghampiri Randy dan mengajak nya turun ke bawah.
Saat Vita berbalik dan ingin melangkahkan kaki nya, Randy menahan tangan Vita lalu membalikkan kembali badan Vita menghadap nya.
Randy memeluk Vita dengan erat dan menenggelamkan wajah nya di perut rata Vita. Vita tersenyum melihat tingkah manja bayi besar nya itu.
" Ada apa sayang?, " tanya Vita lembut sambil mengelus elus puncak kepala Randy.
" Kamu yakin hari ini pergi ke sekolah? Apa sudah tidak sakit lagi? Aku tidak ingin kamu kenapa napa di sekolah, " tanya Randy khawatir.
" Yakin sayang, aku sudah tidak apa apa, memang masih terasa sakit tapi tidak terlalu. Sejak menikah dengan mu, aku terlalu banyak membolos di kelas. Jadi, hari ini aku akan tetap pergi ke sekolah, " jawab Vita.
Randy mendongakkan kepala nya dan cemberut mendengar jawaban istri nya. Bisa bisa nya Vita mengatakan karena nya dia sering membolos.
Vita terkekeh melihat suami nya yang cemberut.
" Kenapa malah cemberut? Tidak terima aku bilang begitu? Kan memang benar sejak mengenal mu dan menikah dengan mu, aku jadi sering bolos sekolah, " ucap Vita .
" Iya deh iya karena aku, maaf, " balas Randy yang semakin cemberut lalu memalingkan wajah nya.
Vita semakin tertawa melihat suami nya yang sangat menggemaskan kalau lagi cemberut.
Vita menangkup kedua pipi Randy dan mengarahkan kembali wajah Randy ke arah nya. Vita kecup kilas bibir Randy yang sedari tadi di monyongkan oleh Randy.
" Sudah jangan cemberut lagi. Lebih baik sekarang kita turun ke bawah, selain tidak ingin telat ke sekolah, aku juga sudah sangat lapar karena tenaga ku terkuras habis oleh mu, " ucap Vita.
Randy tersenyum lalu mengangguk, Ia melepas pelukan nya lalu berdiri dan bersiap siap akan menggendong Vita.
" No, aku bisa jalan sendiri, tidak perlu di gendong, " tolak Vita cepat cepat.
Ahh, apa yang harus di jawab Vita jika kedua mertua nya bertanya tanya kenapa diri nya di gendong. Masa iya harus menjawab, kalau berjalan masih terasa sakit karena kemarin malam baru melaksanakan malam pertama mereka yang tertunda. Mau di taruh di mana wajah nya ini.
" Yakin?, " tanya Randy memastikan.
" Iya, yakin. Sudah ayo, " jawab Vita lalu menggandeng tangan Randy dan berjalan keluar kamar menuju ruang makan.
Memang masih sedikit sakit sih, tapi masih bisa di tahan lah. Dari pada malu karena ketahuan habis melakukan malam pertama, fikir Vita.
****
Sesampai nya di ruang makan, Vita dan Randy menyapa mami dan papi mereka yang sudah lebih dulu duduk di sana. Lalu, Randy duduk di kursi yang berhadapan dengan mami nya.
__ADS_1
Vita mengambilkan nasi goreng ke piring kosong Randy, lalu Ia pergi ke dapur untuk membuatkan Randy kopi dan susu untuk diri nya.
Setelah selesai membuat kopi dan susu, Vita kembali ke meja makan dan meletakkan secangkir kopi dan segelas susu ke atas meja. Lalu duduk dan mengambil nasi goreng ke piring kosong nya.
Sesaat mereka sarapan dengan hening, namun kemudian mami nya memulai percakapan.
" Pi, Bulan depan acara perayaan ulang tahun pernikahan kita, mami mau tema ala ala India, " ucap Rita.
Ilham menghentikan aktivitas makan nya dan menatap ke arah istri nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Tema India? Kamu yakin? Kita sudah tua sayang, kenapa milih tema yang seperti itu?, " tanya Ilham.
" Mami mau perayaan kali ini sedikit berbeda pi. Mami mau semua tamu yang hadir memakai pakaian India dan semua nya serba india. Boleh ya pi?, " bujuk Rita.
" Mami yakin mau seperti itu? Randy gak mau para tamu akan berfikiran aneh dengan tema yang mami mau, " kali ini Randy ikut mengomentari permintaan mami nya.
" Randy benar mi, apa kata orang kalau perayaan kali ini dengan tema seperti itu, " timpal Ilham.
Rita cemberut dan merajuk karena permintaan nya tidak di turuti. Ia meletakkan sendok dan garpu nya lalu bangkit dan meninggalkan meja makan dan pergi ke kamar nya.
Randy dan Ilham menghela nafas dengan berat. Akan sangat sulit membujuk Rita jika sudah merajuk seperti itu.
" Pi, mas, kabulkan saja permintaan mami kali ini. Lagi pula pasti seru kalau memakai tema ala India. Nanti, Vita akan bantu mengurus persiapan nya dan Vita akan memberitahukan mbak Ziya tentang tema kali ini. Jadi, mereka juga bisa menyiapakan pakaian India yang akan mereka kenakan. Vita jamin, pasti akan seru perayaan kali ini, " ucap Vita.
" Kamu yakin nak, orang orang tidak akan berfikiran aneh tentang kita?, " tanya Ilham.
" Sayang, lalu persiapan ujian kamu gimana, apa tidak akan terganggu kalau kamu turut campur menyiapkan acara ini?, " tanya Randy khawatir.
" Tenang saja sayang, ujian dan perayaan kali ini akan sukses, " jawab Vita mantap.
" Yasudah kalau kamu memang yakin bisa, papi akan dukung kamu, " ucap Ilham.
" Terima kasih pi, sudah percaya sama Vita, " balas Vita tersenyum.
" Mas, sebentar ya, aku ke kamar mami, mau bujuk mami. Kamu jangan tinggalin aku ya, " ucap Vita dan Randy mengangguk.
Vita bangkit dan berjalan meninggalkan meja makan untuk menyusul mami nya dan membujuk mami nya agar tidak merajuk lagi.
****
Vita mengetuk pintu kamar mami nya beberapa kali namun tidak mendapat sautan dari Rita. Vita memberanikan diri nya membuka pintu kamar mami nya dan masuk ke dalam.
Vita melihat mami nya sedang menangis di sudut sofa yang ada di kamar itu. Hati Vita terasa teriris melihat air mata yang menetes di pipi mami nya.
__ADS_1
Vita menghampiri mami nya dan duduk di sebelah mami nya. Ia menghapus air mata mami nya dan meminta untuk tidak menangis lagi.
" Mi, Vita mohon jangan menangis lagi ya. Vita ikut sedih melihat mami sedih seperti ini. Mami tenang saja, tema kali ini sesuai keinginan mami dan Vita sendiri yang akan mengurus semua nya. Jadi, mami jangan sedih lagi ya, " pinta Vita.
Rita menghapus sisa air mata yang ada di pipi nya lalu memeluk erat menantu kesayangan nya itu dan Vita membalas pelukan mertua nya tak kalah erat nya.
" Terima kasih ya sayang, kamu memang menantu mami yang bisa di andalkan, " ucap Rita lalu melepas pelukan mereka.
" Mami tenang saja dan terima beres. Tahun ini, perayaan ulang tahun pernikahan mami akan sangat meriah dan berbeda dari biasa nya. Para tamu pasti akan berdecak kagum, " ucap Vita yakin.
" Baiklah sayang, mami serahkan semua nya sama kamu ya. Mami percaya kamu bisa membuat acara kali ini lebih meriah dari tahun tahun sebelum nya, " balas Rita.
" Yasudah mi, Vita pamit ke sekolah dulu ya, Vita takut telat, " pamit Vita dan Rita mengangguk.
Setelah mencium punggung tangan Rita, Vita bangkit dan meninggalkan kamar Rita, lalu kembali ke meja makan.
Vita mengatakan kepada Randy dan Ilham kalau masalah mami sudah beres. Ilham berterima kasih kepada Vita karena telah membujuk istri nya. Setelah itu, Vita mengajak Randy untuk segera berangkat agar tidak telat. Vita dan Randy pamit lalu bergantian mencium punggung tangan Ilham.
Mereka berjalan beriringan keluar rumah menuju mobil. Setelah memakai seatbelt, Randy mulai melajukan mobil nya menuju ke sekolah Vita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.