
Sudah seminggu Vita di rawat di rumah sakit, Ia merasa sudah sangat bosan berada di ruangan itu. Bagaimana tidak bosan, kerjaan nya hanya tidur, makan, nonton trus tidur lagi, makan lagi, nonton lagi dan begitu lah seterus nya.
Belum lagi mulut Randy yang semakin hari semakin cerewet karena ingin kandungan nya cepat sehat seperti sebelum nya. Bahkan, Randy tidak pergi ke kantor dan menyerahkan semua pekerjaan nya kepada Rei karena ingin menemani Vita terus di rumah sakit.
Vita sudah berulang kali meminta untuk pulang dan di rawat di rumah saja, tetapi dengan tegas Randy menolak permintaan nya karena takut kandungan nya kenapa napa.
Selama seminggu ini juga, Vita selalu mendapat panggilan telepon mau pun video call dari Ziya dan Aro. Karena tidak bisa datang menjenguk, mereka memantau keadaan Vita via telepon atau video call.
Meski Ziya sering menghubungi Vita untuk menanyakan keadaan nya, tetapi Ziya tidak terlalu sering menghubungi nya karena tidak ingin istirahat Vita terganggu. Namun berbeda dengan Aro, setiap hari nya Vita mendapat telepon dari Aro atau mereka akan melakukan panggilan video call saat situasi Aro memungkinkan.
Tidak Randy, tidak Aro, mereka berdua sama sama membuat Vita semakin pusing. Mulut mereka berdua benar benar semakin cerewet karena kondisi nya saat ini.
Vita sempat berfikir mungkin mereka saudara kembar kali ya, sikap dan sifat mereka benar benar sama, sangat possesive dan menyebalkan.
Tidak hanya Randy, Aro dan Ziya, Vita juga mendapat kan perhatian lebih dari Rita, Ilham, Alfian dan teman teman nya yang lain. Mereka setiap hari datang menjenguk untuk menemani Vita sebentar lalu pulang agar Vita bisa beristirahat.
Vita merasa sangat beruntung memiliki mereka semua di dalam hidup nya. Ia benar benar bersyukur karena bisa berada di tengah tengah mereka semua.
Kini, di ruang rawat nya hanya ada diri nya dan Randy. Semua nya sudah pulang karena hari sudah malam dan seperti biasa hanya Randy yang menjaga nya.
" Sayang, kenapa belum tidur?, " tanya Randy saat melihat Vita masih membuka mata nya.
" Belum ngantuk, sayang, " jawab Vita.
" Kamu harus tidur sekarang, kan tadi kamu gak tidur siang karena asyik mengobrol. Ingat kata dokter, kamu harus banyak istirahat, " ucap Randy sambil mengelus lembut puncak kepala Vita.
Vita cemberut karena Randy terus saja menyuruh nya banyak istirahat. Padahal, yang di lakukan nya selama seminggu ini ya istirahat. Memang nya dia bisa melakukan apa, saat baru ingin menurunkan kaki nya saja dari tempat tidur sudah langsung mendapat tatapan tajam dari Randy.
Randy yang sedang berbaring di samping Vita tersenyum lucu melihat wajah Vita yang cemberut. Ia tau, istri nya sudah sangat bosan berada di ruangan ini, tetapi Ia tidak ingin mengambil resiko jika membawa Vita pulang ke rumah. Randy takut jika nanti terjadi apa apa dengan bayi mereka.
" Kenapa cemberut sayang?, " tanya Randy sambil terus mengelus puncak kepala Vita.
" Aku bosan kamu suruh istirahat terus. Lagi pula aku masih belum mengantuk, " rengek Vita.
" Kalau kamu belum mau tidur, kamu mau ngapain emm?, " tanya Randy lembut.
Vita terlihat berfikir sambil mengetuk ngetuk pelan jari telunjuk nya di dagu nya.
" Bagaimana kalau kita main ular tangga?, " tanya Vita.
" Ular tangga, " beo Randy dan Vita mengangguk.
" Mau cari di mana permainan itu sayang, jam segini toko mainan pasti sudah tutup, " ucap Randy.
" Kita download saja sayang, kan sekarang sudah tersedia di play store, " balas Vita.
" Emm, baik lah sayang. Sebentar, aku download dulu ya, " ucap Randy lalu bangkit dan mengambil ponsel nya yang ada di atas meja lalu mulai mengutak atik ponsel nya.
" Sudah, " seru Randy lalu duduk di samping Vita dan membantu Vita untuk duduk.
" Sayang, tolong ambil kan tas kecil ku di dalam lemari sama piring ya, " ucap Vita.
" Untuk apa sayang?, " tanya Randy dengan raut wajah bingung.
" Jangan banyak tanya, ambil kan saja, " jawab Vita.
Randy pun menuruti ucapan Vita, Ia melangkah menuju lemari pakaian mengambil tas kecil Vita lalu mengambil piring yang ada di dalam lemari kecil khusus untuk piring dan lain nya. Setelah itu, Randy kembali menghampiri Vita.
" Ini, " ucap Randy sambil menyodorkan tas kecil Vita dan sebuah piring.
Vita mengambil tas dan piring yang di sodorkan Randy lalu membuka tas nya dan mengambil bedak baby. Setelah itu, Ia menyuruh Randy mengembalikan tas nya ke dalam lemari pakaian.
Setelah mengembalikan tas Vita ke dalam lemari, Randy kembali menghampiri Vita. Kening nya berkerut saat melihat Vita menuangkan bedak baby nya ke atas piring.
" Kenapa bedak nya di tuang ke atas piring sayang?, " tanya Randy yang sudah duduk di samping Vita.
" Begini loh sayang ku, nanti saat kita main ular tangga, siapa yang turun karena kena ular, wajah nya akan di oles bedak ini. Anggap saja sebagai hukuman, " jawab Vita.
Randy mengangguk paham dengan aturan yang di buat istri nya. Lalu, setelah mengatakan aturan nya mereka mulai bermain ular tangga.
__ADS_1
Hukuman pertama di dapat kan oleh Randy. Vita dengan semangat mengoleskan bedak baby ke wajah suami nya. Setelah itu, mereka kembali melanjutkan permainan.
Hampir dua jam mereka asyik bermain ular tangga, baik wajah Randy maupun Vita sudah penuh dengan bedak yang terlihat cukup tebal. Tidak hanya wajah, leher dan tangan mereka menjadi sasaran karena wajah mereka sudah penuh dan tebal karena bedak.
" Mas, aku ngantuk, kita berhenti main ya, " ucap Vita.
Randy mengangguk lalu menyingkirkan ponsel dan piring tadi ke atas meja.
" Sayang, aku ambil kain basah dulu ya untuk lap bedak di tubuh kita, " ucap Randy.
" Gak usah sayang, besok pagi saja. Aku sudah sangat mengantuk, " balas Vita sambil merebahkan tubuh nya.
" Yasudah, ayo tidur, " ucap Randy.
" Peluk, " rengek Vita.
Randy terkekeh melihat tingkah manja istri nya lalu naik ke atas brangkar dan tidur di samping istri nya. Randy memeluk istri nya dan mencium puncak kepala istri nya. Vita mencari posisi nyaman di pelukan Randy, setelah mendapatkan nya Ia pun memejamkan mata dan tak berapa lama terdengar dengkuran halus dari bibir Vita.
Setelah mendengar suara dengkuran halus dari Vita, Randy memejamkan mata nya menyusul Vita ke alam mimpi.
****
Seperti biasa, Rita menyiapkan makanan untuk Vita dan Randy yang akan di bawa ke rumah sakit. Sejak awal Vita masuk rumah sakit, Rita sendiri yang turun tangan memasak makanan Vita. Ia tidak ingin Vita memakan makanan rumah sakit yang pasti terasa hambar.
Rita langsung menanyakan kepada dokter apa saja yang boleh dan tidak boleh di makan oleh Vita. Jadi, semua masakan Rita untuk Vita tetap sesuai dengan anjuran dokter.
" Pagi mi, pi, " sapa Alfian saat diri nya tiba di ruang makan.
" Pagi Fian, " balas Ilham dan Rita.
" Itu sarapan untuk Vita dan mas Randy kan mi?, " tanya Alfian sambil menunjuk bekal yang sedang di siapkan Rita.
" Iya sayang, " jawab Rita.
Alfian mengangguk lalu mengambil dua potong roti dan mengoles kan selai coklat lalu memakan nya.
" Gak apa apa sayang, mami dan papi tetap akan ikut. Mami dan papi juga mau sekalian ketemu dengan dokter yang menangani Vita, " balas Rita yang sudah selesai menyiapkan makanan Vita dan Randy di dalam kotak bekal.
" Untuk apa mi? Vita dan kandungan nya baik baik saja kan mi?, " tanya Alfian khawatir.
" Vita dan kandungan nya baik baik saja, kamu gak usah khawatir. Mami dan papi mau ketemu dokter karena ingin menanyakan keadaan Vita sekarang. Kalau memang keadaan Vita dan kandungan nya sudah lebih sehat, mami mau membawa nya pulang ke rumah. Mami kasihan melihat Vita yang terlihat sudah sangat bosan berada di rumah sakit, " jawab Rita.
" Ohh, syukur lah. Fian fikir terjadi apa apa dengan Vita, " ucap Alfian kembali tenang.
" Yasudah, kamu cepat selesai kan sarapan nya lalu siap siap ke rumah sakit, " balas Rita.
Alfian mengangguk lalu kembali memakan sarapan nya dan minum susu yang sudah di siap kan bi Asih.
Setelah selesai sarapan dan bersiap siap, Mereka masuk ke dalam mobil dan Alfian mulai mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh lima menit, mobil yang di kendarai Alfian tiba di parkiran rumah sakit. Mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit.
Seperti biasa, mereka mendapat sapaan dari para suster yang sedang berjaga maupun yang sedang melewati lorong yang sama dengan mereka.
Sementara di depan pintu ruangan kamar Vita, beberapa suster yang ingin memeriksa keadaan Vita sedang berfikir apa mereka akan masuk ke dalam kamar sekarang atau tidak.
Pasal nya, mereka selalu merasa sungkan saat setiap pagi datang ke ruangan Vita. Karena saat mereka datang, Vita dan Randy masih tidur dengan keadaan saling berpelukan erat membuat para suster sungkan plus iri ingin di peluk juga oleh Randy.
Namun yang lebih parah nya, Randy selalu marah marah kepada para suster karena telah menggangu tidur nya dan juga Vita. Hal itu, membuat semua suster yang bertugas di pagi hari untuk memeriksa keadaan Vita menjadi takut terkena amukan Randy.
" Masuk sekarang apa tidak ya?, " tanya salah satu suster kepada suster yang lain.
" Pasti mereka belum bangun seperti biasa nya, " jawab suster yang satu lagi.
Para suster saling menghela nafas dengan berat. Untuk mereka semua, memeriksa keadaan Vita di pagi hari adalah hal terberat di dalam pekerjaan mereka saat ini.
" Sudah lah kita masuk saja. Sudah biasa juga kan kita tiap pagi kena amukan tuan muda, " ucap salah satu suster.
" Ya ya, kamu benar, " balas suster satu nya lagi.
__ADS_1
Salah satu suster mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam ruangan Vita. Saat pintu terbuka sedikit, mereka mencium aroma bedak dari dalam ruangan Vita.
" Ehh, aroma bedak. Syukur lah mereka sudah bangun, jadi pagi ini kita gak mendapat amukan dari tuan muda, " ucap salah satu suster dan di anggukin suster yang lain nya.
Suster itu membuka pintu dengan lebar lalu mereka masuk ke dalam ruangan Vita. Tubuh mereka semua seketika menegang saat melihat wajah dan tubuh Vita yang putih di tambah ada bulatan merah di kedua mata Vita dan saat ini mereka sedang di tatap dengan tatapan yang mengerikan oleh Vita.
Sedangkan Randy, dia sudah terbangun dan sedang berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Tubuh para suster gemetar, mereka perlahan mundur dan berbalik lalu mereka semua berlari keluar dari ruangan Vita sambil berteriak.
" Hantu, tolong ada hantu, " teriak mereka histeris.
Alfian, Ilham dan Rita yang hampir sampai di ruangan Vita terkejut saat melihat para suster keluar dari ruangan Vita sambil berlari dan berteriak ketakutan.
Mereka menahan para suster itu dan bertanya apa yang sudah terjadi. Setelah bisa bernafas lega, salah satu suster menceritakan apa yang mereka lihat.
" Mana mungkin ada hantu, ada ada saja kalian, " tegur Rita.
" Benar bu, kami semua melihat nya, " ucap suster tadi, terlihat Ia masih sangat ketakutan.
" Kami tidak percaya. Ayo, sekarang kalian ikut kami untuk melihat nya lagi, " perintah Rita.
Mereka menelan saliva nya susah payah. Mau nolak takut di pecat, mau ikut takut melihat hantu itu lagi. Dengan terpaksa, mereka memilih untuk ikut dari pada di pecat.
Setelah para suster mengangguk, mereka semua berjalan menuju ke ruangan Vita. Alfian membuka pintu lebar lebar dan mareka masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan, mereka tidak melihat Randy, mungkin Randy sedang berada di dalam kamar mandi, fikir mereka. Di sana hanya ada Vita yang sedang tidur di atas tempat tidur dengan posisi memunggungi mereka.
" Vit, kamu sudah bangun, " panggil Fian.
Vita berbalik saat mendengar suara Alfian memanggil nya. Saat Vita berbalik, sontak semua nya pada terkejut dan berteriak histeris.
" Han..Hantu, " teriak mereka berbarengan lalu menutup mata mereka dan saling berpelukan.
Alfian yang berdiri paling dekat dengan Vita sampai terjungkal karena terkejut dan takut, Ia pun menutup mata nya
Vita tersenyum geli melihat semua orang ketakutan saat melihat diri nya. Randy yang mendengar suara ribut di luar bergegas memakai baju nya untuk melihat keadaan di luar. Ia takut jika Vita kenapa napa.
" Ada apa ini, kenapa kalian berteriak?, " tanya Randy panik.
" Hantu, " ucap mereka kompak sambil menunjuk Vita.
Randy pun melihat ke arah yang di tunjuk mereka. Sontak Randy tertawa terbahak bahak karena ternyata lipstik yang di minta Vita tadi untuk membuat bulatan merah di mata nya dan mengerjai para suster yang datang bertugas di pagi hari.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Maaf ya akak baru bisa up lagi.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.
__ADS_1