Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
Extra Part 1


__ADS_3

Seorang gadis kecil berumur lima tahun terlihat sedang menangis dan berlari menuruni anak tangga mencari bunda nya yang sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan bersama grandma dan aunty nya. Panggilan sang grandpa dan uncle yang baru saja memasuki rumah setelah berjogging di abaikan nya dan terus berlari mencari bunda nya di dapur.


" Bunda, " teriakan sang gadis kecil semakin kencang saat punggung bunda nya sudah terlihat.


Vita yang sedang mencuci sayuran segera menghentikan kegiatan nya lalu mengeringkan tangan nya yang basah dengan kain. Ia hampiri gadis kecil nya yang sudah menangis sesegukan.


" Anak bunda yang cantik, kenapa menangis, hmm? Bukan nya tadi bunda minta tolong untuk membangunkan ayah. Ayah di mana, kok gak ikut turun sama Queen?, " tanya Vita dengan nada lembut sambil menghapus air mata puteri kecil nya.


" Ayah nakal bunda, " kening Vita berkerut mendengar ucapan puteri kecil nya yang tidak sesuai dengan pertanyaan nya tadi.


" Ayah nakal, " Queen mengangguk kan kepala nya mengiyakan ucapan Vita.


Vita menuntun puteri kecil nya untuk duduk di kursi meja makan lalu Ia menarik kursi kosong di sebelah puteri nya dan duduk menghadap puteri nya dengan perlahan karena cukup mengalami kesulitan dengan perut yang sudah membuncit besar.


" Ayo, coba ceritakan kepada bunda kenapa Queen bilang ayah nakal?, " tanya Vita lembut sambil mengelus sayang puncak kepala puteri nya.


" Tadi, Queen bangunin ayah sesuai perintah bunda. Tapi, pas ayah bangun, ayah malah tarik Queen ke pelukan ayah terus cium dan gigit pipi queen. Lihat ini bun, pipi Queen habis di gigitin ayah, " adu sang puteri sambil menunjukkan kedua pipi nya yang masih ada di sana.


Grandpa, grandma, aunty dan uncle yang ikut mendengar kan cerita Queen tertawa mendengar alasan sang gadis kecil itu menangis tersedu sedu seperti tadi. Memang sejak berumur satu tahun, Queen selalu menangis jika ada yang mencium dan menggigit gemas pipi nya. Dia selalu mengatakan jika pipi nya habis karena di gigit.


" Fian, ini semua karena kamu yang dari dulu selalu bilang kalau pipi Queen habis setiap kamu selesai mencium dan menggigit pipi gembul nya. Lihat sekarang, dia terus berfikir begitu jika orang lain mencium nya, " Fian berhenti tertawa dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal karena mendapat omelan dari Vita.


" Iya maaf, " ucap Alfian merasa bersalah.


" Bunda, jadi gimana pipi Queen. Queen gak punya pipi lagi, sudah habis di gigit ayah, " rengek Queen sambil menggoyang goyang lengan Vita.


" Sayang, dengar bunda. Pipi Queen masih ada sayang. Ini, coba pegang pipi Queen pakai tangan Queen sendiri, " ucap Vita menenangkan Puteri nya lalu mengarahkan kedua tangan mungil puteri nya ke pipi nya sendiri.


" Masih ada kan?, " tanya Vita lembut.


Queen menggeleng gelengkan kepala nya " Gak bunda, pipi Queen berkurang karena di gigit ayah tadi, " tangis Queen kembali pecah karena tetap merasa pipi nya tidak seperti sebelum nya.


Vita menghela nafas nya lelah lalu menatap tajam Alfian sang pencipta kejahilan. Puteri nya akan terus menangis sampai orang yang menggigit pipi nya mengembalikan pada nya. Lucu atau aneh gak sih? Yang jelas, sikap Queen yang seperti ini selalu membuat semua orang gemas dan terus menjahili nya.


Randy yang sudah selesai mandi dan memakai pakaian kerja nya turun ke bawah dan menghampiri keluarga nya yang sedang mengerumuni puteri kecil nya yang masih menangis sejak keluar dari kamar nya tadi.


" Anak ayah masih menangis, hmm?, " tanya Randy yang sudah membawa Queen ke dalam gendongan nya.


" Pipi Queen belum ayah kembalikan. Mana pipi Queen ayah, ayo kembali kan, " rengek Queen yang semakin menangis di gendongan sang ayah.


Randy tersenyum gemas dengan tingkah puteri kecil nya. Ia pun mencium kembali kedua pipi puteri nya " Sudah sayang cup cup, itu pipi Queen sudah ayah kembali kan, " ucap Randy menenangkan Queen.


Tangis Queen terhenti dan segera meraba raba kedua pipi nya dengan tangan mungil nya. Ia tertawa senang karena ayah nya telah mengembalikan pipi nya.

__ADS_1


" Sudah ayah. Lain kali pipi Queen jangan di gigit lagi ya, Yah, " pinta Queen.


" Ok, tapi ayah gak janji ya, " Queen merengut mendengar jawaban sang ayah. Ia pun mengadukan hal itu kepada bunda nya membuat semua orang kembali tertawa.


Begini lah kediaman Djaya setiap hari nya, selalu ramai dengan tingkah menggemaskan dari Queen.


****


Queen sejak tadi siang merengek kepada Vita meminta untuk di antar kan ke kantor Randy. Ia menolak untuk tidur siang dan terus merengek kepada Vita.


Berbagai cara di lakukan Vita untuk membujuk puteri nya agar tenang dan mau tidur siang. Tetapi, semua sia sia karena Queen malah menangis dan guling guling di karpet bulu di ruangan bermain nya.


" Sayang, ayah sedang sibuk, nak. Kita tunggu ayah pulang saja ya di rumah, " bujuk Vita.


" Gak mau bunda, Queen mau ketemu ayah sekarang, " tolak Queen yang semakin kencang menangis.


Amanda yang sedang melewati ruang bermain Queen tak sengaja mendengar suara tangis Queen. Ia masuk dan melihat Vita yang sibuk menenangkan Queen yang sedang menangis kencang sambil berguling guling di karpet bulu.


" Keponakan aunty kenapa kok menangis?, " tanya Amanda saat sudah berada di dalam ruangan.


" Queen mau bertemu ayah, aunty, " adu Queen sesegukan.


" Ohh, Queen rindu ayah ya?, " tanya Amanda sambil membawa Queen ke dalam pangkuan nya.


" Ya sudah, ayo kita bertemu ayah, " Tangis Queen berhenti seketika lalu mengangguk antusias saat Amanda berkata akan membawa nya bertemu dengan ayah nya.


" Man, mas Randy sedang sibuk di kantor. Sudah, biarkan saja Queen menunggu ayah nya di rumah, " Queen kembali menangis karena Vita melarang nya untuk pergi bertemu dengan Randy di kantor.


" Cup cup sayang, sudah jangan menangis, " bujuk Amanda sambil mengelus sayang puncak kepala Queen.


" Sudah biarkan saja lah Vit, kasihan Queen menangis terus ingin bertemu dengan ayah nya. Lagian, mas Randy juga pasti lebih mengutamakan Queen dari pada pekerjaan nya, " Vita menghela nafas nya dengan berat sebelum mengangguk mengiyakan ucapan Amanda.


" Baik lah puteri bunda, kamu menang sayang. Sekarang, kita bersiap siap untuk bertemu ayah di kantor, " Queen meloncat loncat kegirangan karena di izinkan bunda nya pergi bertemu ayah nya.


Dengan semangat, Queen berlari ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya. Setelah selesai membantu Queen mengganti pakaian nya, Vita bergegas mengganti pakaian nya karena Queen terus merengek tidak sabaran bertemu ayah nya. Begitu juga dengan Amanda yang juga mengganti pakaian nya untuk menemani Vita dan Queen. Dengan perut Vita yang sudah sangat besar, Ia tidak di izinkan pergi keluar sendirian hanya dengan Queen.


Setelah berpamitan dengan Ilham dan Rita, mereka berangkat menuju kantor Randy. Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, mobil yang membawa mereka tiba di parkiran kantor Randy.


" Ayo bunda, aunty cepat jalan nya. Queen sudah gak sabar bertemu dengan ayah, " teriakan Queen menggema di lobi kantor Randy membuat setiap orang yang berada di sana mengalihkan pandangan nya ke arah Queen.


Mereka semua tersenyum gemas melihat puteri kecil CEO mereka yang sedang berlari dengan rambut nya yang di kuncir dua bergoyang ke sana kemari. Belum lagi pipi gembul nya yang juga ikut bergoyang saat berlari.


" Hati hati sayang, jangan lari lari, " ucap Vita sedikit keras karena posisi Queen yang sudah cukup jauh dari nya.

__ADS_1


Queen berhenti tepat di depan lift. Ia menunggu bunda dan aunty nya sambil melambai lambai kan tangan mungil nya meminta untuk lebih cepat berjalan. Segera Vita memencet tombol lift saat sudah tiba di depan pintu lift. Mereka bertiga masuk ke dalam lift dengan Vita menggandeng tangan Queen saat pintu lift terbuka.


Queen langsung berlari begitu pintu lift terbuka di lantai di mana ruangan Randy berada. Ia melewati meja Siska begitu saja seperti biasa dan langsung menuju ke ruangan ayah. Dengan tenaga extra, Ia mendorong pintu ruangan Randy dan masuk ke dalam.


Langkah nya terhenti dan terdiam memandang ke arah ayah nya yang sedang berusaha melepas lengan nya dari pelukan seorang wanita. Wajah Queen memerah karena marah melihat ada wanita lain yang berani menyentuh ayah nya.


" Tante genit, jauhi ayah Queen, " teriak Queen lalu berlari kencang ke arah wanita itu dan mendorong dengan sekuat tenaga nya sampai pelukan wanita itu terlepas dari lengan Randy dan jatuh tersungkur di lantai.


" Ternyata, insting anak mu kuat banget Vit. Dia bisa tau kalau ayah nya sedang dalam bahaya, " kekeh Amanda melihat wanita yang sudah tersungkur di lantai karena dorongan Queen.


Vita hanya tersenyum menanggapi ucapan Amanda. Ia merasa bangga dan juga takjub dengan ikatan antara Randy dan puteri nya. Puteri nya itu selalu bisa merasakan jika ayah nya sedang dalam bahaya. Dan itu sudah bisa di rasakan puteri nya, sejak Queen masih di dalam kandungan nya. Serta, yang membuat Vita tidak habis fikir, puteri nya itu mempunyai tenaga yang cukup kuat untuk ukuran anak seusia nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Maaf ya kalau cerita nya gak jelas begitu, hehehe.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya aunty dan uncle nya Queen.

__ADS_1


__ADS_2