Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
Extra Part 3


__ADS_3

Vita memperhatikan Randy yang sedang duduk sendirian dan melamun di gazebo. Ia menghampiri suami nya dan duduk dengan perlahan di samping suami nya.


" Apa yang sedang mengganggu fikiran mu, sayang?, " Randy terkejut karena tiba tiba Vita sudah berada di samping nya.


" Tidak ada sayang " bohong Randy.


" Kamu tidak bisa membohongi ku. Ayo, katakan ada apa, " tuntut Vita sedikit memaksa.


Randy menghela nafas nya, mata nya menerawang jauh ke depan " Aku hanya takut apa yang pernah di ucapkan Aro dulu menjadi kenyataan, " ucap Randy.


Vita mengernyitkan kening nya tak paham dengan maksud ucapan suami nya.


" Maksud nya?, " tanya Vita.


" Dulu, Aro pernah bilang saat kamu baru saja mengandung Queen, Ia meminta aku untuk merestui Queen menjadi istri nya. Aku hanya takut jika ucapan nya dulu menjadi kenyataan. Tak bisa ku bayangkan puteri ku menikah dengan laki laki seusia diri ku, " Vita tertawa terbahak bahak mendengar penjelasan Randy membuat Randy mendengus kesal.


" Kamu fikir aku sedang melawak?, " kesal Randy.


Vita mengatur nafas nya yang terengah engah setelah berhenti tertawa lalu menatap suami nya yang masih terlihat kesal.


" Sayang, untuk apa kamu fikir kan itu. Itu tidak akan mungkin terjadi. Dan, ucapan Queen tadi hanya lah ucapan anak kecil yang tidak paham apa yang Ia katakan. Tak perlu kamu fikirkan dan khawatirkan, " ucap Vita menenangkan fikiran buruk suami nya.


" Aku hanya takut saja, sayang, " Randy masih kekeh dengan ke khawatiran nya.


Vita menggenggam tangan suami nya dan mengelus lembut dengan ibu jari nya " Biarkan semua nya berjalan sesuai dengan takdir Allah. Kita hanya perlu mengawasi dan mengingatkan jika Queen melakukan sesuatu yang di luar batas. Dan demi Allah, puteri kita masih berumur lima tahun sayang dan kamu sudah memikirkan pernikahan puteri mu? Sungguh terlalu jauh fikiran mu, sayang, " ucap Vita terkekeh di akhir kalimat nya.


" Aku hanya memikirkan semua kemungkinan yang bisa saja terjadi. Meskipun puteri kita baru berumur lima tahun, tetap saja aku harus memikirkan masa depan nya mulai dari sekarang, " balas Randy tak terima dengan ucapan yang di lontarkan istri nya tadi.


" Baiklah baiklah, itu hak kamu dan aku tidak bisa mencegah nya. Tapi, tetap saja pembicaraan kita ini sungguh sangat menggelikan mengingat usia puteri kita baru lima tahun, " Ucap Vita menatap Randy lalu mereka tertawa bersama karena memang benar pembicaraan mereka ini terlalu jauh untuk puteri mereka yang baru berusia lima tahun.


Randy menarik Vita ke dalam pelukan nya dan mencium puncak kepala Vita bertubi tubi.


" Aku tidak ingin Queen cepat tumbuh dewasa. Rasa nya baru kemarin aku mengganti popok nya yang basah, " ucap Randy sendu.


" Aku juga sayang. Puteri kita sangat menggemaskan dan tentu nya sangat keras kepala seperti mu. Aku tidak ingin Ia cepat cepat tumbuh besar, dewasa lalu mengenal apa itu cinta terhadap lawan jenis nya. Aku tidak ingin puteri kita merasakan yang nama nya patah hati, " ucap Vita.


" Itu tidak akan terjadi sayang. Aku tidak akan membiarkan puteri kita terluka hati nya, " Vita tersenyum bahagia mendengar janji yang di ucapkan Randy.


" Sebaik nya, kita kembali ke kamar dan istirahat. Aku tidak ingin kamu dan bayi bayi kita kenapa napa karena terlalu lama terkena angin malam, " ajak Randy.


Vita mengangguk mengiyakan lalu mereka bangkit dan berjalan masuk ke dalam rumah untuk beristirahat di kamar mereka.

__ADS_1


****


Setelah mendapat panggilan dari Randy dan mengetahui jika puteri kecil nya sangat merindukan diri nya, Aro segera menyelesaikan pekerjaan nya dan menyuruh sekertaris nya untuk mengosongkan jadwal nya selama satu minggu ke depan. Ia akan terbang ke Indonesia untuk bertemu dengan malaikat kecil nya.


Aro memandangi foto Queen bersama diri nya saat mereka sedang berlibur di Vila yang telah diberikan David untuk Vita dan Queen waktu itu. Ia tersenyum dan mengelus sayang wajah Queen yang ada di layar ponsel nya.


" Wajah mu sangat mirip sekali dengan bunda mu, sayang, " gumam Aro sambil terus menatap foto Queen.


" Apakah boleh?," tanya nya pada diri nya sendiri.


Aro menggeleng gelengkan kepala nya mengusir fikiran aneh dari dalam otak nya.


" Kau sudah gila, Aro, " monolog nya sendiri.


Aro tertawa lirih mengingat jika sampai detik ini rasa itu masih ada untuk Vita. Entah apa lagi yang harus Ia lakukan agar perasaan itu hilang dari dalam hati nya.


" Lebih baik, aku selesaikan semua ini dengan cepat agar bisa pulang lebih awal untuk menyiapkan barang barang ku selama di sana, " gumam nya lalu mulai kembali menyelesaikan pekerjaan nya yang sangat menumpuk.


Setelah tiga jam lama nya berkutat dengan file file penting, kini Aro sudah berada di dalam mobil nya untuk kembali ke rumah menyiapkan semua keperluan nya. Tak lupa, Ia membeli kan sesuatu untuk Queen, malaikat kecil nya.


Aro tiba di rumah lebih cepat dari biasa nya membuat ibu nya keheranan. Pasal nya, yang ibu nya tau jika saat ini memang Aro sangat sibuk dengan proyek baru nya dan beberapa hari ini Ia selalu lembur di kantor dan pulang sangat larut malam.


" Pulang cepat hari ini, Aro?," pertanyaan Lena menghentikan langkah kaki Aro.


" Iya mom, " jawab Aro sambil menatap layar televisi yang sedang menampilkan adegan romantis ala ala drama Korea.


" Bukan nya kantor sedang sangat sibuk?, " tanya Lena dengan kening berkerut.


" Aku mengosongkan jadwal ku untuk seminggu ke depan karena aku akan menemui Queen. Dia mengatakan sangat merindukan ku, " jawab Aro tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar televisi.


Lena menghela nafas nya mendengar jawaban Aro. Ia tau jika Aro sangat menyayangi Queen tetapi yang masih di ragukan nya sampai detik ini adalah perasaan Aro untuk Vita, apakah rasa itu masih ada di dalam hati putera nya. Jika iya, maka putera nya akan terus merasa sakit hati setiap melihat Vita bermesraan dengan Randy.


" Bunda boleh bertanya sesuatu?, " tanya Lena.


Aro mengalihkan pandangan nya dari layar televisi lalu menatap ibu nya yang sedang menatap diri nya dengan raut wajah yang tidak bisa Ia artikan.


" Apa itu, Mom?, " tanya Aro balik.


" Jawab mom dengan jujur, apa sampai sekarang kamu masih mencintai Vita?," pertanyaan Lena membuat Aro membeku di tempat. Selama ini, ibu nya tak pernah bertanya lebih jauh tentang perasaan nya terhadap Vita setelah mengetahui jika Vita telah menjadi istri Randy. Ia tau, jika ibu nya tak ingin menyakiti hati nya dengan pertanyaan seperti itu.


" Kenapa diam saja, jawab mom dengan jujur, Aro, " tuntut Lena.

__ADS_1


Aro menyandarkan punggung nya pada sofa dan menatap lurus ke depan. Ia menarik nafas nya dalam dalam lalu mengeluarkan nya secara perlahan.


" Sampai detik ini, Aro masih sangat mencintai Vita, Mom, " jawab Aro jujur.


" Lalu, rasa sayang mu terhadap Queen bagaimana?, " tanya Lena lagi.


Aro mengalihkan pandangan nya ke arah ibu nya dan menatap ibu nya dengan kening berkerut. Ia tidak mengerti dengan pertanyaan ibu nya barusan.


" Maksud, mom?," tanya Aro balik.


" Kamu tidak bermaksud menjadikan Queen sebagai pelampiasan perasaan mu terhadap Vita, kan?,".


" Mom tau wajah Queen sangat mirip dengan Vita, dan mom tidak ingin kamu menyayangi Queen sebagai pelampiasan perasaan mu yang tidak terbalas kan itu. Jika sampai itu terjadi, sungguh kamu sangat keterlaluan, Aro, " skakmat Lena.


Aro buru buru menyangkal ucapan Lena " Tentu tidak mom, Aro menyayangi Queen seperti anak Aro sendiri bukan sebagai pelampiasan. Aro juga tidak sampai segila itu, Mom, ".


Lena tersenyum lalu menepuk pelan bahu putera nya " Jika begitu, segera lah buka hati mu untuk wanita lain. Mom sudah tidak sabar ingin memiliki menantu, " ucap Lena lalu pergi meninggalkan Aro sendirian.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Tuh kan babang Aro, ternyata cinta lama belum kelar, hehehe.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2