Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 154 Malaikat Tak Bersayap


__ADS_3

Clara di seret oleh dua bodyguard David sampai masuk ke dalam ruang khusus milik David. Clara meronta ronta untuk di lepas kan, tetapi percuma saja rasa nya karena tenaga nya yang kalah jauh dari kedua bodyguard itu.


Begitu berada di dalam ruangan khusus milik David, kedua bodyguard tadi menghempaskan tubuh Clara ke lantai. Clara meringis kesakitan karena bok*ng nya menghantam lantai dengan keras.


" Ada apa ini?, " tanya salah satu bodyguard David yang selalu siaga di dalam ruangan itu.


" Tuan muda menyuruh kita untuk memberi nya pelajaran sebelum tuan muda datang ke sini, " jawab salah satu bodyguard yang membawa Clara.


" Ohh tentu kami akan dengan senang hati melaksanakan perintah tuan muda, " ucap bodyguard tadi dengan senyum menyeringai menatap Clara.


Clara menggeleng gelengkan kepala nya merasa takut melihat seringai bodyguard itu. Clara beringsut mundur menghindari bodyguard yang mendekati nya.


Clara meronta ronta saat tangan nya di cekal dan diri nya di seret menuju ke tempat penyiksaan. Clara terus meronta saat kedua tangan nya akan di ikat di tiang penyiksaan. Saat merasa tenaga nya sudah hampir habis, Clara menendang kuat bagian bawah bodyguard tadi dengan sisa sisa tenaga nya membuat bodyguard tadi meringis kesakitan dan melepas kan cekalan tangan nya.


Clara memanfaat kan kesempatan itu untuk berlari namun percuma karena diri nya kembali tertangkap oleh bodyguard yang lain. Bodyguard yang di tendang Clara tadi menggeram marah karena Clara berani menendang milik nya. Bodyguard itu menampar Clara dan membuka paksa baju yang di kenakan Clara sampai tidak ada sehelai benang pun menutupi tubuh Clara.


Bodyguard yang lain meletakkan Clara ke atas sebuah meja yang ada di ruangan itu dan menahan kedua tangan dan kaki Clara. Bodyguard yang di tendang Clara tadi langsung membuka celana nya dan langsung menyatukan milik nya dengan milik Clara dengan sangat kasar membuat Clara menjerit kesakitan.


Para bodyguard tadi menggilir Clara secara bergantian dan tidak memperdulikan Clara yang terus meronta dan memohon untuk di lepas kan. Clara pingsan karena sudah tidak sanggup lagi. Meskipun begitu, para bodyguard tadi terus menggilir Clara sampai mereka puas.


Setelah puas, mereka menyeret Clara dan mengikat Clara di tiang penyiksaan lalu menyiram Clara agar sadar. Clara mengerjapkan kedua mata nya dan meringis kesakitan karena milik nya begitu sakit dan perih dan juga tubuh yang lemas tak bertenaga.


" Lepasin saya, saya mohon, " mohon Clara dengan air mata yang mengalir deras.


" Tidak akan pernah. Hari ini, kita akan bersenang senang, " ucap salah satu bodyguard dengan menyeringai ke arah Clara.


Clara meronta ronta mencoba melepaskan ikatan yang mengikat kedua tangan nya. Kedua mata nya membulat sempurna saat melihat salah satu bodyguard mengambil cambuk.


" Aargghhhh, " pekik Clara kesakitan saat cambuk itu mengenai tubuh nya.


Bodyguard itu terus mencambuk Clara sampai tubuh Clara luka luka dan mengeluarkan darah. Clara kembali pingsan karena tidak tahan menahan rasa sakit saat tubuh nya terus di cambuk.


Melihat Clara kembali pingsan, bodyguard tadi menyiram Clara dengan air agar Clara kembali sadar. Setelah Clara sadar, mereka melepaskan ikatan Clara dan menyeret Clara kembali ke atas meja.


Mereka menulikan telinga mereka dari teriakan Clara yang memohon ampun karena lagi lagi mereka menggilir Clara secara bergantian sampai Clara pingsan. Setelah puas, mereka meninggalkan Clara begitu saja karena David menyuruh semua anak buah nya untuk menghadap diri nya.


Mereka semua meninggalkan Clara dan melupakan Clara setelah David menyuruh mereka siaga karena akan menghadang Ayu dan anggota nya.


Clara di temukan oleh Felix dalam keadaan yang sangat menyedihkan saat Felix mengurus seluruh jenazah anggota nya yang terbunuh di rumah itu saat melawan Ayu dan anggota nya.


Clara terlihat linglung dan menjerit histeris saat melihat beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu. Ia menjerit ketakutan dan meronta ronta saat anak buah Felix membawa Clara keluar dari ruangan itu. Clara histeris dan takut jika diri nya kembali di siksa dan di perkosa bergilir oleh mereka seperti beberapa hari yang lalu.


Ayu yang melihat keadaan Clara yang begitu menyedihkan merasa iba. Ia menyelimuti tubuh telanjang Clara dengan selimut dan mencoba menenangkan Clara. Namun percuma, karena Clara seperti sudah kehilangan kesadaran nya dan terus meronta dan menjerit memohon untuk di lepas kan.


" Apa dia sudah tidak waras?, " tanya Ayu kepada Felix.


" Mungkin saja. Dari reaksi nya, kelihatan seperti itu, " jawab Felix.


" Dasar biad*b kalian. Apa yang sudah kalian lakukan terhadap nya?, " tanya Ayu emosi. Meskipun Clara orang jahat, tetapi sesama perempuan Ia tidak tega melihat keadaan Clara seperti itu.


" Aku tidak tau. Tapi, saat melihat kami masuk ke dalam ruangan itu, dia menjerit histeris dan meracau untuk tidak di siksa dan di gilir lagi, " jawab Felix santai.


Ayu memutar kepala nya ke arah kanan dan menatap Felix dengan tatapan tajam. Ayu langsung memukul belakang kepala Felix dengan begitu keras membuat Felix meringis kesakitan.

__ADS_1


" Bajing*n kalian. Tega sekali kalian memperkos* nya secara bergilir. Sejahat jahat nya dia, aku juga tidak akan mememerintahkan hal itu kepada nya. Jika Vita tau kalau Clara mengalami hal itu, aku yakin dia akan marah besar. Sejahat apa pun orang lain terhadap nya, dia tidak akan mungkin membalas dengan sangat kejam, " ucap Ayu.


" Aku juga tidak tau kalau anak buah ku melakukan hal itu. Tapi, ini sudah terjadi dan lebih baik nona Vita tidak mengetahui hal ini. Kita sembunyikan hal ini dari nya dan katakan saja jika Clara menjadi gila karena di siksa, " balas Felix.


" Ya terserah lah. Sekarang, suruh anak buah mu bawa Clara ke rumah sakit jiwa, nanti aku suruh William mengurus administrasi nya, " ucap Ayu.


" Ok, " balas Felix lalu menyuruh anak buah nya membawa Clara masuk ke dalam mobil dan membawa nya ke rumah sakit jiwa.


Selama dua bulan Clara di rawat di rumah sakit jiwa, Ia selalu di kurung di kamar nya karena keadaan nya yang semakin memburuk. Ia selalu meronta dan menjerit histeris jika melihat perawat pria masuk ke dalam ruangan nya.


Suatu malam, Clara bermimpi tentang hari di mana diri nya di siksa dan di perkosa secara bergilir. Keringat dengan deras membasahi kening dan tubuh Clara saat memimpikan hal itu. Clara tersadar dan menangis sejadi jadi nya karena mengingat hal mengerikan itu.


Kini, Clara telah menyadari semua nya dan berfikir untuk apa lagi diri nya hidup jika seumur hidup nya akan Ia habis kan di rumah sakit jiwa. Meskipun, diri nya keluar dari rumah sakit jiwa, tidak menutup kemungkinan Randy akan menjebloskan diri nya ke penjara.


Clara mencari cari sesuatu yang bisa Ia gunakan untuk alat bunuh diri nya. Saat tidak menemukan apa pun, Clara menarik sprai tempat tidur nya dan mengikat nya di kusen pintu kamar mandi yang ada di ruangan rawat nya.


" Lebih baik aku mati dari pada seumur hidup tinggal di tempat ini, " ucap Clara meyakinkan diri nya kalau keputusan nya benar lalu naik ke atas kursi dan meletakkan kepala nya di tali gantungan yang di buat nya dan mendorong kursi nya sampai terjatuh.


Clara merasa tercekik dan merasa pasokan oksigen nya mulai menipis. Tak berapa lama, Ia pun menghembuskan nafas terakhir nya. Clara meninggal dengan cara membunuh diri nya sendiri.


****


" Ada apa Rei, kenapa wajah mu tegang? Ada masalah dengan perusahaan?, " tanya Randy saat melihat perubahan wajah Rei setelah menerima panggilan.


" Tidak Rand, ini bukan masalah perusahaan, " jawab Rei.


" Jika bukan masalah perusahaan lalu masalah apa?, tanya Randy.


" Rand, tadi yang menghubungi ku dokter dari rumah sakit jiwa yang menangani Clara, " ucap Rei.


" Clara, dia di temukan mati bunuh diri di kamar inap nya, " jawab Rei.


" Apaa, " pekik semua orang terkejut mendengar jawaban Rei.


Semua orang terkejut dan terdiam beberapa saat. Mereka saling tatap lalu kembali menatap Rei.


" Kenapa bisa dia sampai bunuh diri?, " tanya Ilham.


" Rei tidak tau pi. Cuma tadi dokter itu bilang Clara mati gantung diri dan dari pemeriksaan, Clara melakukan nya tadi malam, " jawab Rei.


Mereka menghela nafas nya dengan berat. Meskipun Clara orang jahat, mereka juga tidak tega mendengar jika Clara mati gantung diri. Terlebih Ayu, Ia merasa bersalah karena telah menyembunyikan alasan kenapa Clara bisa sampai gila seperti itu dan memutuskan untuk bunuh diri.


" Rei, suruh saja pihak rumah sakit mengurus pemakaman nya. Nanti, biaya nya kamu yang urus, " perintah Randy.


" Baik, kalau begitu aku pergi dulu, " balas Rei mengangguk.


Rei berbalik dan melangkah menjauh dari mereka. Namun langkah Rei terhenti karena teriakan Vita " Mas Rei tunggu, jangan pergi, " teriak Vita. Rei berbalik dan menatap bingung ke arah Vita.


" Ada apa Vit?, " tanya Rei.


Vita tidak menjawab pertanyaan Rei, Ia malah menggenggam tangan Randy dan menatap Randy begitu dalam.


" Mas, kita saja ya yang mengurus pemakaman nya, kasihan dia mas. Setidak nya dengan cara ini membuktikan kita sudah memaafkan nya, " mohon Vita.

__ADS_1


" Tidak perlu, biar pihak rumah sakit saja yang mengurus, " tolak Randy.


" Aku mohon mas, " mohon Vita memelas.


Randy mengehela nafas nya dengan kasar lalu berdiri membelakangi Vita. Ia tidak habis fikir dengan permintaan Vita yang menginginkan mengurus sendiri pemakaman Clara. Apa istri nya itu hilang ingatan dan melupakan kejahatan yang di lakukan Clara terhadap mereka.


" Apa sih yang kamu fikirkan sampai ingin mengurus pemakaman nya? Kamu lupa apa yang sudah dia lakukan terhadap kita?, " bentak Randy.


Vita menutup kedua mata nya saat mendengar bentakan Randy, baru kali ini Randy membentak nya dan hati nya terasa sakit. Namun Ia tau, Randy sedang marah karena keinginan nya.


" Aku tau mas, dan aku ingat semua perbuatan nya. Dan aku juga mau mengingatkan mu, karena dia lah kita bisa bersama. Kamu tidak lupa kan, karena permintaan gila nya lah yang membuat aku harus menikahi mu, " ucap Vita dengan nada cukup tinggi.


Randy terdiam mendengar ucapan Vita. Vita benar, karena permintaan gila Clara lah maka Ia bisa menikah dengan Vita. Tapi, bukan berarti hal itu bisa membuat nya melupakan semua perbuatan jahat Clara terhadap diri nya, Vita dan keluarga nya.


" Aku ingat itu tapi bukan berarti hal itu mengharuskan kita untuk mengurus pemakaman nya sendiri. Dengan menyuruh pihak rumah sakit juga sudah cukup kan, " balas Randy dengan nada tak kalah tinggi.


Vita menghela nafas nya dengan berat, Ia bingung harus bagaimana membujuk Randy agar mau menuruti keinginan nya. Vita maju dan mendekat ke arah Randy lalu menangkup wajah Randy dengan kedua tangan nya.


" Sayang, dengar kan aku. Aku melakukan ini sebagai bentuk rasa kemanusiaan dan ucapan terima kasih ku kepada nya. Tidak bisa di pungkiri karena dia lah aku bisa menjadi istri mu. Kita semua juga tau kalau dia tidak memiliki siapa pun dan aku ingin kita menghantarkan nya ke tempat peristirahatan terakhir nya sebagai orang yang mengenal diri nya. Aku mohon lupakan lah semua yang sudah dia lakukan kepada kita. Aku tidak ingin suami ku memiliki dendam di hati nya. Aku mohon, lepaskan lah semua amarah dan dendam di hati mu kepada nya seperti kamu melakukan itu kepada David. Aku mohon sama kamu sayang, please demi aku, " ucap Vita dengan menatap dalam kedua mata Randy.


Randy menutup kedua mata nya menetralkan rasa amarah nya yang sedang meluap luap di dalam diri nya. Ia menarik nafas nya dan menghembuskan nya secara perlahan lalu membuka kedua mata nya.


Randy menatap Vita dan menganggukkan kepala nya " Baik lah, demi diri mu sayang. Jika bukan karena mu, aku tidak akan sudi melihat nya lagi, " balas Randy.


Vita tersenyum bahagia lalu memeluk Randy dengan erat. Setelah itu, Ia melepas kan pelukan mereka dan menyuruh David menghubungi pihak rumah sakit.


Setelah itu, Vita mengajak semua orang untuk membantu nya mengurus pemakaman jenazah Clara.


" Terbuat dari apa hati mu, kamu dengan mudah nya memaafkan orang orang yang telah menyakiti diri mu. Kamu pantas di cintai oleh banyak orang karena kebaikan hati mu itu. Aku berjanji dan bersumpah akan melindungi mu dan anak mu yang sedang kamu kandung. Kamu adalah malaikat tak bersayap yang akan selalu aku lindungi. David, tenang lah karena daddy akan melindungi wanita yang sangat kamu cintai ini, " gumam James dalam hati sambil memandang punggung Vita yang terus menjauh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak 🙇.


__ADS_2