
Setelah akad nikah dan sesi foto dengan pengantin baru selesai. Para keluarga dan beberapa tamu yang menyaksikan akad nikah tadi, beranjak pergi ke taman samping rumah yang telah di sulap menjadi tempat resepsi pernikahan.
Yah, Vita memang meminta untuk tempat resepsi, mengusung tema out door. Kebetulan, taman samping rumah keluarga Djaya cukup luas dan ada danau kecil buatan disana, sehingga menambah kesan indah. Jadi, mereka memutuskan mengadakan resepsi di taman samping rumah.
Sebelum kembali ke kamar untuk berganti baju, Vita menemui teman teman nya yang udah gak sabar untuk memberi nya ucapan selamat.
" Momsky, selamat menempuh hidup baru, " ucap seluruh teman teman sekelas Vita.
" Terima kasih semua nya. Gue bahagia, kalian bisa hadir saat akad nikah dan resepsi gue, " balas Vita dengan senyum yang tersungging di bibir nya.
Alfian menghampiri Vita. Seketika, senyum di bibir Vita memudar diganti dengan raut wajah sedih.
" Selamat ya, Vit. Semoga lo selalu bahagia, " ucap Alfian tulus.
" Tentu aja, dia akan selalu bahagia. Karena sebagai suami, aku gak akan biarkan dia menderita dan bersedih, " ucap Randy yang tiba tiba datang dan langsung memeluk Vita dari belakang.
Vita sedikit terlonjak saat tiba tiba Randy memeluk nya dari belakang. Namun, Ia gak bisa menolak pelukan dari Randy karena masih ada beberapa keluarga diruangan itu. Vita gak mau mereka berfikir yang tidak tidak, apalagi karena adegan tangisan sebelum akad dilangsungkan.
Sebenarnya tadi, Randy udah ingin naik keatas menuju kamar nya untuk ganti baju. Namun, melihat Vita berjalan ke arah teman teman nya dan melihat di sana juga ada Alfian, maka Ia urungkan niat nya untuk pergi ke kamar dan melangkah menuju ke arah Vita dan teman teman nya.
Vita mengiyakan omongan Randy. Meskipun Ia tau pasti, hati Alfian terluka karena terlihat dari raut wajah Alfian yang begitu sedih.
" Sayang, ayo kita ke kamar ganti baju. Nanti, kalau tamu undangan nya udah berdatangan dan kita belum siap, aku gak mau mereka berfikir, aku gak izinin kamu keluar temui mereka, " ucap Randy dengan nada dibuat manja agar Alfian cemburu.
" Ehhh. Ahh, iya mas, " balas Vita terbata bata.
" Guys, gue pamit ke atas dulu ya untuk ganti baju. Kalian langsung ke samping aja ke tempat resepsi, nikmati hidangan yang tersedia, " ucap Vita kikuk.
" Tenang momsky. Gue sengaja kosongin laci laci lambung gue, buat nikmati seluruh hidangan yang tersedia, "ucap Fabian sambil mengelus perut nya.
" Dasar gak tau malu lo, Bian, " tegur Ririn.
Mereka semua tertawa mendengar ledekan Ririn untuk Fabian. Sementara Fabian hanya tersenyum tipis.
Fabian sengaja membuat lelucon agar suasana sedikit mencair. Terlebih, melihat situasi yang gak mengenakkan antara Vita, Randy dan Alfian.
Randy melepas pelukan nya lalu menggenggam tangan Vita dan berjalan menuju kamar nya yang ada di lantai dua.
Aldo menepuk pelan bahu Alfian, agar Alfian bisa tenang dan sabar melihat adegan mesra Randy dan Vita. Meskipun sakit, tapi mau gimana lagi, Vita udah menjadi istri Randy. Aldo mengajak Alfian menuju ke tempat resepsi, Alfian menuruti dan berjalan mengikuti teman teman yang lain.
********
__ADS_1
Randy melepaskan genggaman tangan nya, saat mereka udah ada didepan kamar tamu yang dipakai Vita untuk bersiap siap tadi pagi. Karena baju yang akan dipakai Vita ada di ruangan itu, maka Randy mengantarkan Vita ke sana.
Randy pamit dan melangkah pergi menuju kamar nya untuk berganti baju. Setelah Randy pergi, Vita masuk ke dalam kamar dan di sambut oleh MUA dan staff butik yang akan membantu nya lagi.
Mereka membantu Vita melepaskan accessoris yang ada di kepala Vita dan melepaskan kebaya nikah nya lalu memakai kan jubah mandi. MUA meminta Vita duduk di depan meja rias lalu mulai menghapus make up yang sebelum nya dan kembali merias Vita.
Butuh waktu satu jam, untuk MUA kembali merias Vita. Setelah itu, giliran penata rambut yang menata rambut Vita. Kali ini, Vita yang meminta model tatanan rambut nya. Ia meminta rambut nya di gerai dan menata rambut sebelah kanan di tata di depan dan memakai mahkota bunga.
Setelah selesai dengan tatanan rambut nya, kini giliran staff butik membantu Vita memakai gaun pengantin nya. Dengan perlahan, mereka membantu Vita agar tidak merusak tatanan rambut nya.
Vita terlihat sangat cantik seperti putri dalam cerita dongeng. Meskipun dengan make up yang tidak menor dan tatanan rambut sederhana, tapi kecantikan nya terpancar sempurna.
Vita di minta berfoto dengan fose duduk sambil memegang bucket bunga oleh MUA, Ia ingin mengabadikan hasil karya nya.
Vita mengiyakan lalu duduk dan berpose sesuai arahan.
Satu, dua, tiga.
Cekelekkkk.
Sempurna.
Randy yang telah siap, keluar kamar nya dan menuju kamar Vita untuk mengajak nya turun bersama. Saat Randy masuk ke kamar Vita, Ia melihat Vita sedang berpose untuk di foto.
Randy menunggu, sambil menyandarkan punggung nya di dinding dan mengangkat kaki kanan nya, lalu memasukkan tangan kiri nya di saku celana.
Vita menyadari kehadiran Randy, lalu Ia meminta staff butik membantu nya berdiri dan berjalan ke arah Randy.
Randy masih terus memperhatikan Vita yang terlihat sangat cantik hari ini. Vita yang diperhatikan begitu intens oleh Randy, merasa malu.
" Emm, mas udah siap?, " tanya Vita agar Randy gak menatap nya lagi.
" Udah. Ayo turun, " balas Randy lalu merubah posisi nya menjadi berdiri tegak.
" Tunggu mas. Kancing dulu jas nya, " ucap Vita.
Randy mengiyakan, lalu mengancingkan jas nya. Setelah itu, meminta Vita menggandeng tangan nya.
__ADS_1
Vita menuruti lalu menggandeng tangan Randy. Setelah itu, mereka berjalan beriringan turun kebawah, menuju ke tempat resepsi yang ada di taman samping rumah Djaya.
Semua tamu undangan dan keluarga menoleh ke arah datang nya kedua pengantin. Mereka merasa sangat kagum dengan kecantikan mempelai wanita.
Vita gelisah dan gugup saat di tatap oleh banyak orang. Randy yang paham, mengelus pelan lengan Vita yang melingkar di tangan nya, agar Vita bisa merasa tenang dan nyaman.
Randy tersenyum lembut saat Vita menatap nya dan mengatakan semua akan baik baik aja. Vita merasa sedikit tenang saat melihat senyum lembut Randy.
Randy dan Vita menghampiri Rita dan Ilham yang berada di depan bersama keluarga yang lain nya.
Rita tersenyum bahagia melihat anak dan menantu nya kini udah bersatu.
" Mami bahagia sekali, melihat kamu udah menikah Rand. Apa lagi dengan wanita yang baik dan cantik, " ucap Rita yang udah menitikkan air mata nya.
" Iya mi. Udah, mami jangan nangis lagi ya, " balas Randy lalu menghapus air mata Rita.
Rita melangkah dan memeluk Vita.
" Jaga Randy ya sayang. Mami titip Randy, anak mami yang manja dan rewel ini, " ucap Rita yang masih memeluk Vita.
" Iya mi, " balas Vita.
Rita melepaskan pelukan nya dan menyuruh Randy dan Vita duduk di kursi Raja dan Ratu sehari, agar para tamu undangan bisa bersalaman dan memberi ucapan selamat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.