
Vita dan teman teman nya sudah tiba di bandara Soekarno Hatta pagi pagi sekali. Pesawat yang akan mereka tumpangi akan berangkat pagi hari.
Rei mengantarkan Vita dan Ayu ke bandara karena Rei ingin melihat wajah kekasih nya untuk terakhir kali nya sebelum dia dan Randy akan menyusul mereka semua.
Sementara Randy, Ia hanya bisa melihat wajah istri tercinta nya dari kejauhan. Sakit rasa nya hanya bisa melihat wajah istri nya dari jarak jauh. Tapi, melihat senyum tersungging di bibir istri nya, cukup membuat rasa sakit itu terobati.
" Tunggu aku sayang, aku akan menjemput mu dan membawa mu pulang ke rumah kita, " gumam Randy sedih.
Randy terus memperhatikan istri nya sampai istri nya berjalan melangkah menuju ke boarding room. Ia harus menguatkan hati dan diri nya melepas kepergian istri nya untuk sementara waktu.
Setelah Vita dan teman teman nya masuk ke boarding room, Rei menghampiri Randy yang sedang bersembunyi.
" Rand, " panggil Rei.
" Hmm, " jawab Randy hanya dengan deheman.
" Sabar, kita tunggu saja kabar selanjut nya dari ayu. Tadi, Alfian juga sudah berbicara dengan ku kalau dia akan mengatur semua nya dengan pengurus wisata di sana. Jadi, kamu jangan galau lagi. Lebih baik sekarang kita ke kantor, " ucap Rei.
Randy menghela nafas nya dengan berat. Dulu, diri nya menganggap Alfian adalah musuh nya yang ingin merebut Vita dari nya. Tapi sekarang, justru dia lah yang akan membantu hubungan nya dengan Vita agar bisa kembali bersatu.
Randy melangkah kan kaki nya keluar dari bandara menuju parkiran. Ia masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya menuju kantor.
Begitu juga dengan Rei, Ia masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobil nya mengikuti Randy dari belakang.
****
Setelah melakukan penerbangan selama kurang lebih dua setengah jam, pesawat yang membawa Vita dan teman teman nya tiba di bandara Kualanamu International Airport.
Vita dan teman teman nya turun dari pesawat. Saat semua sudah turun dari pesawat, Alfian dengan lantang nya berteriak.
" Selamat datang di Sumatera Utara, " teriak Alfian.
" Yeeeee, " teriak mereka semua serempak.
Mereka semua mengambil tas masing masing dan berjalan menuju pintu keluar. Alfian melihat ke sana kemari, mencari seseorang yang akan memandu mereka selama liburan nanti.
Saat mata Alfian sibuk melihat lihat, tiga orang pemuda datang menghampiri mereka semua.
" Selamat siang pak, apa benar dengan bapak Alfian?, " tanya salah seorang pemuda.
" Selamat siang, benar saya Alfian. Apa anda yang bernama bapak Halim?, " tanya Alfian balik.
" Benar pak, saya Halim. Saya yang akan memandu bapak dan teman teman bapak semua selama berada di sini, " jawab Halim sopan.
" Baiklah kalau begitu. Tapi, saya minta jangan panggil saya bapak, saya masih muda. Kelihatan nya juga anda yang lebih tua dari saya. Kalau disini, memanggil seseorang yang lebih tua dari kita apa ya?, " tanya Alfian penasaran.
" Ahh, kalau orang medan memanggil seseorang yang lebih tua dengan sebutan abang, " jawab Halim.
" Baiklah bang Halim, panggil saja nama saya karena saya lebih muda. Kalau gitu kita bisa berangkat sekarang?, " tanya Alfian.
" Bisa bang Alfian. Saya panggil abang juga ya, gak enak kalau panggil nama, " ucap Halim dan Alfian mengangguk.
__ADS_1
Mereka semua berjalan menuju ke tempat parkir. Semua barang barang mereka di susun ke dalam bagasi bus. Setelah itu, satu persatu mereka masuk ke dalam bus pariwisata.
Selama perjalanan menuju ke tempat yang akan mereka tuju, Alfian bertanya banyak hal tentang kegiatan apa saja yang sudah di siap kan untuk melengkapi liburan mereka.
Mereka terlihat sangat antusias saat mendengar Halim menceritakan kegiatan seru apa yang akan mereka lakukan nanti.
" Wah, gue jadi gak sabar nih ingin cepat cepat sampai di sana dan melakukan semua kegiatan itu, " ucap Vira antusias.
" Iya sabar sabar, nanti kita akan ikuti semua kegiatan itu, " balas Alfian.
Vita tersenyum melihat semua teman teman nya begitu antusias dan bersemangat. Tapi, sesaat senyum itu memudar saat diri nya mengingat Randy.
" Mas, aku merindukan mu, " gumam Vita dalam hati.
****
Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih empat puluh lima menit, bus yang membawa rombongan anak anak kelas XIIipa1 tiba di tujuan.
Mereka turun satu persatu dari bus dan berkumpul di depan bus. Halim memperkenalkan kepada mereka semua kepada kepala desa di desa tersebut.
" Selamat datang di Desa Wisata Kampung Lama, " ucap Pak kepala desa.
" Ahh iya pak terima kasih, " jawab mereka serempak.
Fabian menarik lengan Reno dan berbisik pelan di telinga Reno.
" Kita sudah seperti pejabat saja ya di sambut begini, " ucap Fabian.
" Ahh iya, gue lupa, " ucap Fabian cengengesan.
Reno berdecak kesal melihat teman nya yang satu ini. Memang kadang kadang lemot nya minta ampun, bisa bisa nya Ririn mau terima cinta nya.
Pak kepala desa menyalami mereka satu persatu lalu mengajak mereka semua menuju ke Cafelitrasi untuk makan siang.
Tepat sekali mereka tiba saat jam makan siang, jadi nya bisa langsung makan. Alfian memang pas banget atur waktu berangkat mereka. Dari jadwal keberangkatan pesawat pukul delapan pagi dan tiba di medan pukul setengah sebelas siang, dan kini mereka sampai di lokasi wisata tepat jam makan siang.
Mereka berjalan mengikuti kemana arah pak kepala desa tuju, dan tiba di sebuah tempat makan siang yang membuat mereka kagum dengan konsep nya. Sebuah cafe tetapi di sana juga terlihat seperti tempat baca.
" Ayo mari anak anak semua masuk ke dalam, " ajak pak kepala desa dan mereka semua mengangguk.
Pak kepala desa mempersilahkan mereka untuk duduk, dan dengan cepat mereka semua duduk di tempat yang sudah di sediakan khusus untuk mereka.
Satu persatu hidangan di bawa keluar oleh ibu ibu yang bekerja di cafe tersebut dan di hidangkan di atas meja. Semua makanan yang di hidangkan adalah masakan tradisional dengan rempah rempah khas indonesia.
Mereka semua menelan saliva saat melihat makanan yang terhidang di hadapan mereka. Semua kelihatan sangat enak dan tidak sabar untuk di cicipi.
Setelah semua hidangan telah tersedia, pak kepala desa mempersilahkan mereka makan. Alfian meminta pak kepala desa dan juga Halim beserta orang orang yang ada di sana untuk ikut makan. Tidak sopan rasa nya mereka makan dan yang lain hanya melihat.
Vita dan teman teman nya makan dengan lahap. Meskipun agak terasa aneh di lidah mereka karena belum pernah mencoba makanan seperti itu, tetapi tidak dapat di pungkiri semua masakan terasa sangat lezat.
****
__ADS_1
Selesai makan siang, mereka berbincang bincang sejenak. Pak kepala desa menceritakan tentang sejarah kampung ini, dan tempat tempat yang akan mereka tuju nanti nya. Setelah itu, pak kepala desa memperkenalkan beberapa pengurus yang mengurus tempat wisata itu.
Vita sedikit tertarik dengan konsep cafe di mana mereka berada saat itu. Konsep nya sangat berbeda sekali dengan cafe cafe zaman sekarang yang lebih mengunggulkan untuk spot foto anak muda. Tetapi di cafe itu terlihat banyak sekali buku buku bacaan, bahkan tidak hanya di rak tapi di atas meja juga ada beberapa tumpukan buku bacaan.
" Maaf pak, saya mau tanya. Kenapa di cafe ini banyak sekali buku bacaan ya? Konsep cafe ini berbeda sekali dengan konsep cafe yang lain yang lebih mengunggulkan banyak spot foto?, " tanya Vita.
" Begini nak, kami memang membuat konsep kembali ke zaman dulu. Zaman dulu tidak ada yang nama nya gadget, anak anak semua membaca buku atau bermain di lapangan dengan teman teman yang lain. Jadi, kami ingin membuat semua orang yang datang ke sini bernostalgia dengan kehidupan zaman dulu, " jawab pak kepala desa.
" Wah, konsep yang bagus banget pak. Memang zaman sekarang, anak kecil saja sudah pegang gadget dan jarang sekali yang pegang buku. Memang benar benar bernostalgia dengan zaman dulu, " puji Vita.
" Terima kasih nak atas pujian nya. Ini semua ide dan kerja keras semua pengurus tempat wisata ini, " ucap pak kepala desa.
" Bisa betah nih gue di sini dan gak mau pulang ke jakarta, " ucap Aldo.
" Yakin lo Al betah?, " tanya Vira.
" Iya, gue suka sama tempat beginian, " jawab Aldo.
" Gak yakin gue, " ucap Vira gak percaya.
" Aldo itu suka tempat yang seperti ini, tenang dan gak berisik. Kita dulu waktu SMP sering banget pergi ke vila dia yang ada di Bogor, tiap libur sekolah gue, Ayu, Aldo selalu ke sana, " balas Vita.
Vira mengangguk kan kepala nya namun Ia masih gak menyangka seorang Aldo suka dengan daerah pedesaan begini.
Pak kepala desa bangkit dari kursi dan mengajak mereka semua mengunjungi tempat tempat yang menarik lain nya.
Dengan semangat empat puluh lima dan tanpa merasa lelah, mereka berjalan mengikuti di belakang pak kepala desa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Maafkan saya baru bisa up sekarang.
__ADS_1
Jangan lupa like and vite yang banyak ya akak***.