Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 32


__ADS_3

Randy dan Vita telah sampai di cafe tempat Vita bekerja. Vita melepaskan pengait sabuk pengaman nya dan membuka pintu mobil. Begitu juga dengan Randy, Ia mematikan mesin mobil dan melepaskan pengait sabuk pengaman nya. Vita yang melihat Randy, merasa keheranan.


" Mas, mau ikut turun? Tunggu di mobil aja, aku bentar kok, " ucap Vita.


" Kita sekalian makan disini, aku udah laper, " balas Randy.


" Hah? Gak usah deh mas, kita makan di tempat lain aja ya, " pinta vita.


" Kenapa memang nya? Makanan disini gak enak? " tanya Randy.


" Makanan nya enak. Tapi, aku gak mau mereka lihat kita makan berdua. Aku masih belum siap, kalau mereka tau tentang hubungan kita, " jawab Vita.


" Yasudah. Tapi, kita mau makan dimana? Aku udah laper, " balas Randy.


" Kita makan pizza aja ya mas. Dekat sini, ada restoran pizza, " ucap Vita.


" Iya. Udah sana, cepat turun. Jangan lama lama. Ini surat resign mu, tinggal kamu tanda tangani. Dan ini, Kamu juga tanda tangani surat perjanjian pernikahan kita, " ucap Randy, lalu menyerahkan amplop putih dan map yang ia letakkan di dashboard mobil.


Vita mengambil amplop putih dan map yang di sodorkan Randy. Ia buka amplop putih terlebih dahulu, Ia keluarkan dan buka lipatan surat nya. Setelah itu, Ia mengambil pen didalam tas sekolah nya, menandatangi surat resign nya lalu memasukkan kembali surat itu kedalam amplop.


Setelah menandatangi surat resign nya, Vita membuka map yang berisikan surat perjanjian pernikahan mereka. Ia baca terlebih dahulu isi surat itu. Setelah selesai membaca, Ia menandatangani nya lalu menutup kembali map nya.


Vita menyerahkan kembali map yang berisi surat perjanjian pernikahan kepada Randy. Lalu, mengucapkan terima kasih kepada Randy karena telah membuatkan surat resign nya. Setelah itu, Vita turun dari mobil dan masuk ke dalam cafe menuju ke ruang manager cafe.


Sesampainya didepan pintu, Vita mengetuk pintu dan terdengar sautan dari dalam mempersilahkan nya untuk masuk. Vita membuka pintu dan masuk kedalam. Vita duduk di kursi yang tersedia di depan meja kerja manager nya, setelah dipersilahkan.


Vita memberikan surat resign nya kepada manager, setelah mendapatkan pertanyaan dari manager, ada keperluan apa ke ruangan nya.


Manager terkejut mendapatkan surat resign dari Vita. Setahu nya, Vita termasuk karyawan yang rajin dan baik. Dan juga, Vita bekerja di cafe, untuk memenuhi kebutuhan nya karena orang tua nya udah meninggal.


Awalnya, manager cafe gak menyetujui. Namun, karena Vita selalu memberikan alasan yang masuk akal, akhirnya dengan terpaksa manager cafe menyetujui nya.


Setelah mendapatkan persetujuan, Vita meminta satu hal lagi agar tidak memberitahukan terlebih dahulu hal ini kepada Aldo. Ia ingin menyampaikan sendiri disaat yang tepat, dan manager mengiyakan.


Vita pamit dan mengucapkan terima kasih, karena selama ini telah di bimbing dengan baik selama bekerja. Setelah itu, Ia keluar dari ruangan menuju ke mobil Randy.


Sesampainya di depan mobil, Vita langsung masuk dan memakai sabuk pengaman. Randy segera melajukan mobil nya, menuju restoran pizza.


Hanya butuh beberapa menit, mereka sampai di depan restoran pizza dan segera masuk ke dalam restoran.


Saat didepan pintu, mereka disambut oleh pelayan restoran dan dituntun menuju ke meja kosong yang ada di sudut ruangan. Kebetulan, restoran sedang ramai pengunjung yang sedang beristirahat makan siang. Jadi, mereka mendapat meja di sudut ruangan.

__ADS_1


Setelah duduk, pelayan memberikan buku menu. Mereka memesan menu yang ingin mereka makan dan minum. Setelah semua pesanan dicatat, pelayan pamit. Lima belas menit kemudian, pesanan mereka datang. Mereka mulai makan dengan suasana hening tanpa ada pembicaraan diantara mereka.


Setengah jam kemudian, mereka telah menghabiskan semua yang tersedia diatas meja. Randy memanggil pelayan untuk meminta bill. Setelah melakukan transaksi pembayaran, mereka beranjak dari kursi dan berjalan keluar menuju mobil.


*********


Sementara di butik, Ziya dan juga Rita telah lama menunggu kedatangan Randy dan Vita.


Karena merasa bosan, mereka memilih terlebih dahulu gaun pengantin yang akan di coba oleh Vita.


Cukup banyak yang mereka pilih, dari yang simple namun elegan, sampai yang glamor. Semuanya ada 5 model gaun pengantin.


Setelah cukup lama memilih, akhirnya Vita dan Randy tiba di butik dan langsung menghampiri Ziya dan Rita.


Semenjak masuk butik, beberapa pengunjung termasuk karyawan terus memperhatikan Vita dengan tatapan jijik. Yah, memang pakaian yang di kenakan Vita sangat lah mencolok ketika masuk butik. Ia masih mengenakan pakaian sekolah. Jadi wajar aja, orang orang didalam butik terus memperhatikan nya dan berfikir buruk tentang nya.


Vita merasa risih di perhatikan banyak orang seperti itu. Ia menjadi gelisah sendiri. Randy yang gak sengaja melihat Vita gelisah, merasa heran.


" Kamu kenapa, kelihatan gelisah begitu?, " tanya Randy.


Rita dan Ziya mendengar Randy bertanya kepada Vita, mereka menoleh kearah Vita dan melihat Vita memang terlihat gelisah.


" Mas, aku gak enak di lihatin orang orang. Lihat itu, mereka melihat aku dengan tatapan jijik, " jawab Vita.


" Mi, Vita masih memakai seragam sekolah. Saat ini, Vita sedang mencoba gaun pengantin. Pasti, mereka berfikir kalau vita udah hamil duluan. Makanya, Vita mau menikah, padahal masih sekolah, " jawab Vita dengan kepala menunduk.


" Gak usah kamu fikirkan sayang. Biarkan aja mereka mau berfikir apapun, yang ter penting kita gak pernah melakukan hal hal yang buruk, " balas Rita menenangkan.


" Iya mi, " ucap Vita.


Akhirnya, Vita mencoba gaun pengantin yang tadi sudah di pilih terlebih dahulu oleh Rita dan Ziya.


Semua pilihan yang di pilih oleh Rita dan Ziya, tak satu pun membuat Randy berkata bagus, sampai Vita merasa sangat lelah.


Akhirnya, owner butik itu memilih kan baju pengantin yang menurut nya sangat cocok untuk dikenakan Vita. Vita kembali ke ruang ganti untuk mencoba. Setelah beberapa saat, Ia kembali keluar dan berharap ini adalah gaun pengantin terakhir yang akan Ia coba.


Dan benar aja, saat Vita keluar, semua mata yang tertuju ke arah nya merasa kagum. Gaun itu, sangat lah pas dan cocok sampai Randy tak berkedip dan mulutnya menganga saat melihat Vita.


" Rand, tutup mulut mu. Nanti, kemasukan lalat, " sindir Rita saat melihat tingkah konyol Randy.


Randy refleks mengatupkan mulut nya dan mencoba bersikap seperti biasa. Namun, mata nya masih aja gak lepas memandang ke arah Vita.

__ADS_1


Mereka semua tertawa melihat tingkah Randy dan membuat nya merasa malu.


Karena semua merasa suka dengan gaun terakhir yang dikenakan Vita, akhirnya mereka memilih gaun itu yang akan di kenakan Vita saat resepsi nanti.


Setelah selesai, mereka pergi meninggalkan butik. Rita pulang kerumah Djaya bersama Ziya dalam satu mobil. Sedangkan, Randy mengendarai mobil nya untuk langsung mengantarkan Vita pulang kerumah nya, karena Vita menolak saat Rita mengajak nya untuk makan malam dulu di rumah Djaya. Ia ingin langsung istirahat karena udah merasa sangat lelah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Iklan dikit :


Readers : Thor, kapan Randy dan Vita menikah? Lama banget thor.


Author : Sabar akak. Yang mau nikah aja bisa sabar, kok kalian yang malahan gak sabar.


Readers : Iya thor, kita gak sabaran menunggu acara malam pertama mereka Mau ngintip dikit thor.


Author : Mesum lo semua ahhh.


Readers : Emang author gak mau ngintip juga?.


Author : Gak ahhhh. Ngapain ngintip, enakan langsung minta sama suami. Hahahaha.

__ADS_1


Readers : Ngejek lo ya thor, mentang mentang kami jomblo.


Author : Biarin, wkwkwkkw.


__ADS_2