
Hari pernikahan yang di tunggu tunggu akhirnya tiba. Vita sekarang sedang berada di salah satu kamar tamu di rumah Randy. Ia sedang didandani oleh MUA yang dipesan khusus oleh Ziya. Karena Vita hanya sebatang kara, alhasil akad nikah dilaksanakan di rumah keluarga besar Djaya.
Author : Ini kan yang lo semua tunggu tunggu 😒.
Readers : Yapp, betul sekali thor. Kita mau datang ke nikahan nya Vita juga thor.
Author : Emang di undang? Pe-de banget lo semua.
Readers : Di undang lah. Iri aja lo thor 😡.
Author : Ooooohhhhh. Jangan lupa, bawa kado lo semua. Jangan numpang makan gratis doang.
Readers : Iya, cerewet lo thor. Udah, back to story. Ngoceh mulu lo thor 😠.
Author : Iya deh, iya 😒.
Akad nikah akan dilaksanakan pukul delapan pagi. Namun, sejak pukul 6 pagi Vita udah di kerubungi oleh MUA dan juga staff butik, yang di minta untuk membantu Vita bersiap siap untuk acara akad nikah dan juga resepsi pernikahan.
Vita sekarang duduk di kursi menghadap meja rias. Terlihat, MUA begitu telaten memoles wajah Vita dengan alat alat make up. Sesekali, Vita menguap saat MUA mendandani nya. Ia masih sangat mengantuk. Vita baru bisa tertidur pukul 1 pagi karena merasa sangat gugup dan harus bangun pukul 5 pagi.
" Duh, mbak nya nguap terus. Tidur jam berapa mbak? kok kelihatan masih ngantuk gitu, " tanya MUA.
" Jam 1 pagi mbak. Gak bisa tidur, aku gugup banget, " jawab Vita.
" Wajar mbak, nama nya juga hari pernikahan. Semua wanita pasti gugup, mbak. Tapi, mbak banyak berdoa aja supaya semua nya di lancarkan Allah, " ucap MUA lalu tersenyum.
" Iya mbak, terima kasih nasehat nya, " balas Vita yang juga ikut tersenyum.
Setelah memakan waktu 1 jam, MUA selesai mendandani Vita. Vita terlihat begitu cantik, bahkan sang MUA juga merasa sangat puas dengan hasil karya nya.
Setelah selesai dengan make up nya, Baru lah Vita memakai kebaya nya. Kebaya adat Jawa modern berwarna gold, menjadi pilihan Vita untuk acara akad nikah nya.
Setelah itu, giliran penata rambut yang menata rambut Vita. Butuh waktu sekitar 45 menit, untuk menata rambut Vita.
Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Para tamu dan juga keluarga serta penghulu udah berada di ruang tamu yang di sulap menjadi tempat prosesi akad nikah Randy dan Vita. Terlihat juga disana, seluruh teman teman satu kelas Vita.
Sebelum acara di mulai, Ayu, Vira dan juga Ririn meminta izin untuk bertemu dengan Vita di kamar, dan juga akan mendampingi Vita saat keluar menemui semua yang ada di ruang tamu.
Saat pintu kamar terbuka, terlihat lah Vita yang udah terlihat sangat cantik membuat Ayu, Vira dan juga Ririn menjadi heboh.
" Aaarrggghhh, lo cantik banget momsky, " ucap Ririn sedikit berteriak
" Gue jadi ingin cepat cepat nikah juga nih, liat momsky cantik begini, " ucap Vira sambil senyum senyum gak jelas.
" Genit lo ahh, Vir,n" ledek Ayu.
" Hahahahaha, " semua orang yang ada diruangan itu tertawa, sementara Vira cemberut karena diledekin Ayu.
__ADS_1
Saat semua sedang tertawa, Ziya masuk dan meminta Vita untuk turun, karena akad nikah akan segera di mulai.
Vita kembali gugup dan gelisah. Tetapi, teman teman nya dan Ziya memberikan dukungan agar Vita bisa tenang.
Vita mulai merasa tenang dan berjalan keluar diapit oleh Ziya dan Ayu. Sementara, Ririn dan Vira mereka mengikuti di belakang.
Perlahan, mereka menuruni tangga satu persatu. Lalu, melewati ruang keluarga. Saat tiba di ruang tamu, semua mata tertuju kepada mereka, terutama Vita. Semua kagum dengan kecantikan mempelai wanita.
Vita melihat semua orang menatap nya dengan kagum. Mata nya, menyusuri setiap orang. Namun, pandangan nya berhenti tepat saat melihat Alfian. Seketika, Vita menghentikan langkah nya.
Vita dan Alfian beradu pandang. Seketika, mata Vita berkaca kaca dan tak lama air mata nya pun menetes membasahi pipi. Begitu juga dengan Alfian, meskipun berusaha tegar, tetapi air mata nya juga ikut mengalir. Namun, dengan cepat Ia menghapus nya.
Semua heran, mengapa tiba tiba Vita berhenti berjalan dan menangis. Ayu, Ririn dan juga Vira memahami isi hati Vita. Namun nasi udah menjadi bubur, Vita gak bisa mundur lagi.
Ayu mengelus lengan Vita dan meminta nya untuk menghapus air mata ny. Namun bukan nya berhenti, malah tangis nya semakin menjadi sampai sesenggukan.
Semua tamu yang hadir mulai berbisik bisik. Rita dan Ilham juga menjadi bingung dengan situasi saat ini. Mereka menerka nerka, ada hubungan apa antara Vita dan Afian.
Randy yang sedari tadi duduk di depan penghulu, menjadi geram dengan sikap Vita. Ia mengepalkan tangan nya, menahan amarah.
Kesabaran Randy udah habis, Ia bangkit dan berjalan mendekati Vita. Saat udah ada didepan Vita, Randy langsung menggenggam tangan kiri Vita dengan tangan kanan nya. Alfian yang melihat itu, seketika bangkit dari duduk nya.
Melihat Alfian bangkit dan takut membuat keributan, Aldo, Fabian dan juga Reno ikut bangkit menahan Alfian. Mereka memegang bahu Alfian agar tetap tenang.
Vita tersadar saat tangan nya di genggam Randy. Ia begitu takut, karena saat ini wajah Randy terlihat menakutkan karena menahan emosi.
Randy menghapus air mata Vita dengan ibu jari tangan kiri nya. Ia meminta Vita untuk gak menangis lagi. Lalu, Randy menuntun Vita menuju ke depan penghulu.
Readers : Iya thor. Kita berharap, Vita nikah nya sama afian aja.
Author : Hahahaha, gak mungkin banget lah. Randy mah, gak sebaik Aman yang merelakan Anjeli untuk Rahul. Wkwkwk.
Readers : Kejam lo thor 😠.
Author : Kaabuuurrrr.
Randy berhenti tepat di depan penghulu dan mengajak Vita untuk duduk. Vita pasrah, Ia tau ini adalah keputusan nya dan memang harus Ia lakukan.
Alfian mendengarkan permintaan Aldo untuk kembali duduk. Dan akad nikah, bisa di mulai. Karena ayah Vita udah meninggal dan gak ada wali lain nya, maka penghulu lah yang menjadi wali nikah untuk Vita.
Penghulu meminta Randy menjabat tangan nya dan memulai akad nya.
Saudara Randy Alansyah Djaya.
Saya.
Saya nikah kan dan kawin kan engkau dengan Vita Anggraini binti Gunawan Wiguna dengan mas kawin uang tunai sebesar 1.8012.020 rupiah dan emas seberat 100 gram di bayar tunai.
__ADS_1
Saya terima nikah dan kawin nya Vita Anggraini binti Gunawan Wiguna dengan mas kawin uang tunai sebesar 1.8012.020 rupiah dan emas seberat 100 gram di bayar tunai.
Bagaimana saksi, sah?.
SAH.
Alhamdulillah.
Penghulu membaca doa lalu meminta Vita mencium tangan Randy dan Randy mencium kening Vita. Kemudian, saling memakai kan cincin di jari manis sebelah kanan.
Mereka menandatangani surat nikah dan Randy diminta untuk membacakan sigat ta'liq untuk Vita di depan semua orang.
Setelah itu, mereka menyalami penghulu dan langsung beralih ke Ilham dan Rita untuk meminta restu.
Di sisi lain, Alfian meneteskan air mata nya saat para saksi mengatakan kata SAH. Hati nya sakit melihat wanita yang sangat di cintai nya, menikah dengan laki laki lain.
Setelah akad nikah selesai, penghulu pamit karena ingin menikahkan mempelai yang lain.
Randy dan Vita berdiri. Ziya meminta fotografer untuk memfoto Randy dan Vita.
Fotografer meminta Vita dan Randy berpose dengan mengangkat tangan kanan nya, memperlihatkan cincin pernikahan mereka.
Satu, dua, tiga.
Ceekleekkk.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
***Saya mohon maaf, jika di episode kali ini ada salah salah kata. Saya udah berusaha sebaik baiknya, sampai bertanya kepada suami waktu dulu nikah kata kata nya gimana. Hehehe.
Jangan lupa like, comment dan vote juga ya untuk saya 😚***.