Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 136 Mencintai Dalam Diam


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu sejak Aro dan yang lain nya pulang ke negara mereka masing masing. Meskipun begitu, tiap hari nya kediaman Djaya tidak pernah sepi karena kehebohan yang di buat oleh Randy.


Kehebohan Randy?.


Kenapa pula Randy yang heboh?.


Jawaban nya, karena Vita yang beberapa waktu lalu masih mual dan muntah membuat Randy khawatir dan semakin cerewet. Belum lagi, Vita yang mulai mengidam sesuatu yang aneh dan juga tidak kenal waktu dan tempat.


Seperti sekarang ini, waktu menunjuk kan pukul tiga dini hari dan Vita terbangun karena merasa sangat lapar.


Vita menggoyang goyang pelan badan Randy, berusaha membuat Randy terbangun.


" Mas bangun, " ucap Vita.


Tak ada jawaban, Randy masih tertidur pulas. Vita tidak menyerah, Ia semakin kencang menggoyang badan Randy dan memanggil Randy lebih keras supaya Randy terbangun.


" Haisshh, mas bangun, " ucap Vita sedikit keras tepat di telinga Randy.


Randy langsung terbangun dan duduk dengan mata terbuka sempurna karena terkejut mendengar suara istri nya tepat di telinga nya.


Randy menoleh ke arah istri nya lalu menanyakan apa yang terjadi sampai istri nya berteriak begitu.


" Sayang, ada apa? Perut kamu sakit?, " tanya Randy khawatir.


" Aku baik baik saja mas, cuma aku merasa sangat lapar, " jawab Vita sambil mengelus elus perut nya.


Randy menghela nafas nya lega karena tidak terjadi hal buruk kepada istri dan calon bayi nya. Setelah itu, Randy melihat jam dinding, pukul tiga dini hari.


" Kamu mau makan apa sayang?, " tanya Randy lembut sambil mengelus lembut perut Vita.


" Ketoprak, " jawab Vita.


" Hah, " pekik Randy terkejut.


Randy memijit pelipis nya karena merasa pusing dengan permintaan Vita yang di rasa nya sangat aneh dan gak kenal waktu.


" Sayang, kenapa diam saja. Ayo cepat carikan ketoprak, aku sudah sangat lapar, " rengek Vita sambil menggoyang goyang lengan Randy.


" Sayang, ini jam tiga dini hari. Aku harus cari kemana pedagang ketoprak. Yang lain saja ya, " ucap Randy mencoba merayu Vita.


" Gak mau yang lain, mau nya ketoprak, " balas Vita dengan mata yang sudah berkaca kaca.


Randy menghela nafas nya dengan berat saat melihat mata Vita sudah berkaca kaca. Begini lah Vita sekarang, jika keinginan nya tidak di turuti, Ia akan menangis dan pasti nya Randy menjadi tidak tega. Akhir nya, diri nya juga yang kerepotan memenuhi keinginan istri nya yang mengidam aneh aneh.


" Baik lah sayang, aku akan coba cari. Tapi, kamu jangan sedih dan menangis ya, aku gak sanggup lihat air mata kamu, " ucap Randy.


Vita pun mengangguk dan tersenyum kepada Randy. Lalu, Randy bangkit dari tempat tidur untuk mengambil jaket, dompet, ponsel dan kunci mobil nya. Sebelum keluar kamar, Randy mencium kening Vita dan berpesan untuk tidak kemana mana.


" Ya ampun nak, masih di dalam perut bunda mu saja, kamu sudah membuat ayah kelimpungan begini, gimana nanti kalau kamu sudah lahir. Sabar Rand, demi anak, " jerit Randy dalam hati.


Randy berjalan keluar kamar menuju ke kamar Alfian. Seperti biasa, Ia akan mengajak Alfian untuk menemani nya pergi keluar mencari makanan yang di ingin kan Vita.


Dan ini lah kehebohan yang di ciptakan Randy, Ia akan melibat kan semua orang untuk memenuhi keinginan istri nya itu. Dasar Randy, memang nya itu anak nya siapa sampai melibatkan orang lain untuk memenuhi keinginan istri mu, hehehe.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Randy masuk ke dalam kamar Alfian dan membangun kan Alfian dari tidur nyenyak nya.


" Fian, bangun, " seru Randy sambil menggoyang badan Alfian.


Alfian terbangun lalu mengerjapkan kedua mata nya beberapa kali menyesuai kan cahaya lampu.


" Ada apa mas?, " tanya Alfian dengan suara serak saat tau siapa yang membangunkan nya.

__ADS_1


" Temani aku keluar sekarang cari ketoprak, " jawab Randy to the point.


" Hah, cari ketoprak?, " pekik Alfian terkejut lalu melihat jam dinding.


" Mas, ini jam tiga dini hari. Mau cari di mana ketoprak jam segini?, " tanya Alfian.


" Gak tau lah yang penting kita cari dulu. Kamu tau sendiri kan kalau Vita sudah mau itu, gak bisa di ganti yang lain. Tadi saja mata nya sudah berkaca kaca aku coba rayu dengan yang lain. Gimana kalau aku tolak, bisa bisa nangis sampai besok pagi, " jawab Randy.


" Yasudah tunggu sebentar, aku ambil jaket, " jawab Alfian.


Setelah memakai jaket, Randy dan Alfian bergegas keluar rumah menuju mobil untuk mencari ketoprak.


****


Randy dan Alfian sudah berkeliling mencari pedagang ketoprak selama hampir satu jam tetapi tidak ketemu juga. Mereka sudah ingin menyerah, tetapi mengingat Vita yang akan menangis kalau keinginan nya tidak di turuti, akhir nya mereka kembali menyusuri jalanan ibu kota.


" Mas, coba kita cari di sekitar jalan xx, semoga saja ada dan masih buka. Daerah sana kan banyak pedagang kaki lima, " usul Alfian.


" Boleh juga, " balas Randy.


Setelah itu, Randy melajukan mobil nya menuju jalan xx dengan kecepatan tinggi. Berhubung dini hari dan jalanan sunyi dari kendaraan, Randy bisa mengebut.


Gak butuh waktu lama, mobil yang di kendarai Randy tiba di jalan xx. Randy menurunkan kecepatan mobil nya saat menyusuri jalan xx.


Beruntung nya di sana masih ada pedagang yang masih membuka warung tenda mereka. Randy dan Alfian berharap ada pedagang ketoprak di jalan itu dan masih buka.


" Mas, lihat itu warung ketoprak, " seru Alfian sambil menunjuk sebuah warung tenda.


Randy melihat arah yang di tunjuk Alfian lalu bergegas melajukan mobil nya menuju ke warung ketoprak yang masih buka.


Setelah memarkirkan mobil nya, Randy dan Alfian keluar dari mobil menuju ke warung ketoprak.


" Masih ada den. Mau berapa bungkus den?, " tanya penjual ketoprak yang terlihat mengantuk karena menunggu pelanggan datang.


Randy bertanya kepada Alfian apakah mau juga, Alfian menjawab diri nya juga mau. Lalu, Randy memesan empat porsi ketoprak. Masing masing satu porsi untuk diri nya dan Alfian, lalu dua porsi lain nya untuk Vita.


Pasti pada heran kan kenapa dua porsi untuk Vita. Itu karena, sejak hamil porsi makan Vita naik menjadi dua kali lipat. Jadi lah Randy selalu memesan dua porsi untuk Vita.


Pernah saat awal Vita mengidam, Randy hanya membeli satu porsi untuk nya. Karena masih merasa lapar, Vita menyuruh Randy untuk keluar lagi membeli satu porsi lagi. Jadi, sejak saat itu tiap Vita minta sesuatu, Randy selalu memesan kan dua porsi untuk Vita.


Setelah menunggu beberapa saat, ketoprak pesanan Randy telah siap. Randy membayar pesanan nya lalu mereka bergegas masuk ke mobil dan Randy melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju kediaman Djaya.


****


Randy mematikan mesin mobil nya saat sudah tiba di halaman rumah mereka. Bergegas mereka turun dan masuk ke dalam rumah.


Saat tiba di ruang makan, Randy dan Alfian melihat Vita sudah duduk di kursi meja makan dengan tangan kanan memegang sendok, tangan kiri memegang garpu lalu piring kosong tepat di hadapan nya.


" Sayang, kamu kenapa di sini? Bukan nya tadi aku menyuruh mu untuk menunggu di kamar, " tanya Randy.


" Aku sudah tidak sabar mau makan ketoprak sayang. Kamu sih lama banget nyari nya, " jawab Vita.


" Maaf sayang, aku dan Fian tadi lama nyari nya. Yasudah, sini aku siapin ketoprak nya untuk mu, " ucap Randy.


Randy mengambil piring kosong yang ada di hadapan Vita lalu menuangkan satu porsi ketoprak di atas piring tadi. Setelah itu, Ia menaruh kembali piring berisi ketoprak di hadapan Vita.


Melihat ketoprak tersaji di hadapan nya, Vita langsung menyendok nya dan memasukkan nya ke dalam mulut nya.


" Emm, enak, " ucap Vita di sela sela kuyahan nya.


Randy tersenyum melihat Vita begitu menikmati ketoprak yang di beli nya.

__ADS_1


" Makan yang banyak sayang. kalau kurang, ini ada satu porsi lagi untuk mu, " seru Randy sambil mengelus lembut puncak kepala Vita.


Vita tersenyum dan mengangguk membalas ucapan Randy. Mulut nya terlalu penuh dengan ketoprak sehingga tidak bisa membalas nya langsung.


Alfian kembali ke ruang makan dengan membawa dua piring dan sendok serta garpu yang di ambil nya dari dapur saat tadi Randy menyiap kan ketoprak untuk Vita. Ia memberikan satu piring kosong, sendok dan garpu kepada Randy lalu menuangkan ketoprak ke atas piring nya sendiri.


Begitu juga Randy, Ia langsung menuang ketoprak nya ke atas piring lalu mereka menikmati ketoprak dengan suasana hening.


" Ahh, kenyang nya, " ucap Vita setelah selesai makan dan minum segelas air putih.


" Yakin sudah kenyang sayang? Itu masih ada satu porsi lagi, " tanya Randy.


" Iya sayang, aku sudah kenyang. Satu porsi lagi untuk besok pagi saja. Kamu masukin kulkas ya biar besok pagi bi Ana panasin, " jawab Vita.


" Yasudah kalau mau kamu begitu, " ucap Randy lalu bangkit membawa satu porsi ketoprak dan memasuk kan nya ke dalam kulkas.


" Ayo kembali ke kamar. Kamu harus kembali tidur, " ajak Randy.


" Hmmm, " jawab Vita dengan deheman.


" Fian, makasih ya sudah temani mas Randy cari ketoprak, " ucap Vita.


" Sama sama Vit. Demi keponakan gue yang ada di perut lo, gue rela deh keliling jakarta sampai pagi asal kan apa yang keponakan gue mau terpenuhi, " balas Alfian.


Vita tersenyum mendengar ucapan Alfian. Lalu pamit duluan ke kamar.


" Fian, tolong beres kan piring dan gelas kotor nya ya. Letak saja di dapur, biar bi Ana yang cuci besok pagi, " ucap Randy lalu di balas anggukan kepala oleh Alfian.


Alfian kembali ke kamar nya setelah membawa piring dan gelas kotor mereka ke dapur.


Begitu sampai di dalam kamar, Alfian langsung merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan menatap langit langit kamar nya.


" Demi senyum dan kebahagian lo, apa pun akan gue lakukan. Meskipun gue gak bisa miliki lo seutuh nya, seenggak nya bisa selalu dekat dengan lo seperti ini sudah lebih dari cukup buat gue. Boleh kan aku terus mencintai mu dalam diam seperti ini?, " gumam Alfian.


Setelah mengatakan hal itu, Alfian memejam kan mata nya dan kembali masuk ke dalam alam mimpi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Sedih saya lihat ranking vote nya jauh banget. Ayo dong vote yang banyak supaya saya lebih semangat lagi.


Kalau ranking novel ini bisa meningkat jauh, besok saya up lebih dari satu episode, gimana?.


Yukk, like, comment and vote yang banyak ya. Terima kasih***.

__ADS_1


__ADS_2