
Vita dan Randy sedang menikmati sarapan yang di bawakan oleh mami mereka tadi. Sesekali, mereka masih tersenyum geli mengingat keusilan yang di ciptakan Vita. Hari ini banyak sekali korban berjatuhan karena keusilan Vita.
Alfian, Ilham dan Rita hanya bisa mengelus dada saja melihat kelakuan kedua pasutri yang ada di hadapan mereka.
FLASHBACK ON.
Saat semua orang sudah merasa tenang dan percaya jika yang di lihat mereka adalah Vita, Randy mengajak Vita untuk membersihkan diri di dalam kamar mandi. Tapi, Vita segera menolak ajakan Randy dan malah meminta ponsel Randy.
Kening Randy berkerut saat Vita malah meminta ponsel tetapi tetap saja Randy menuruti permintaan Vita.
Saat Vita menerima ponsel Randy, Vita segera mencari nomor Aro. Ia melakukan panggilan video call dengan Aro.
Saat di Jakarta pukul tujuh pagi, itu berarti di London masih sekitar pukul satu dini hari.
Panggilan video call mereka tersambung dan saat dering ketiga, Aro menjawab panggilan nya.
Vita sengaja mengarahkan ponsel nya ke arah selimut nya saat sambungan mereka terhubung dan Aro terus saja memanggil Vita karena Vita tidak menyauti panggilan nya dan layar hanya menunjukkan selimut Vita. Saat Aro ingin memutuskan panggilan mereka, Vita langsung mengarahkan ponsel nya ke arah wajah nya yang masih di penuhi bedak dan bulatan merah di kedua mata nya. Jangan lupakan juga tatapan mengerikan yang di berikan Vita.
Aro yang masih belum sadar sepenuh nya langsung menjerit ketakutan dan melempar asal ponsel nya. Sementara Vita tertawa terbahak bahak melihat reaksi Aro.
Panggilan video call Vita dan Aro masih terhubung, semua orang yang ada di ruangan Vita bisa mendengar jerit ketakutan dari Aro bahkan tanpa sadar Aro memanggil mama nya dan menangis ketakutan membuat semua orang tertawa terbahak bahak.
Randy yang paling tau kalau Aro paling takut yang nama nya hantu langsung mengambil alih ponsel nya dari tangan Vita. Randy langsung memanggil manggil nama Aro agar tersadar dari ketakutan nya.
" Hallo Aro, ini aku Randy, " panggil Randy.
tidak ada jawaban dan Aro masih menangis ketakutan. Randy pun kembali memanggil Aro.
" Hallo, Aro. Hei tenang lah bro, itu tadi Vita, " panggil Randy lagi.
Aro yang kesadaran nya mulai kembali, segera mencari ponsel nya dan melihat ke layar ponsel nya, di sana Ia bisa melihat wajah Randy.
" Kamu baik baik saja kan?, " tanya Randy.
" Menurut mu gimana hah? Sumpah aku kaget dan takut banget. Tapi tadi beneran Vita?, " pertanyaan Randy malah di balas pertanyaan kembali oleh Aro yang terlihat kesal.
" Sorry sorry bro, aku gak tau kalau Vita pinjam ponsel ku untuk menghubungi mu. Iya itu tadi Vita, dia sengaja berdandan begitu awal nya untuk menjahili para suster, eh tau nya kamu juga kena, " jawab Randy terkekeh.
" Haisshhh kalian ini, tega sekali sama aku. Aku fikir tadi hantu beneran yang nelpon aku, " gerutu Aro.
Vita yang sudah berhenti tertawa mengambil alih ponsel nya dan mengarah kan layar nya ke wajah nya.
" Gimana kak Al, mantap kan akting aku jadi hantu, " ucap Vita yang tawa nya kembali pecah melihat kondisi Aro yang cukup emm mengenaskan.
" Wuahhh kamu ini benar benar ya, An. Lihat saja kamu nanti ya, pasti akan aku balas berkali kali lipat, " balas Aro kesal.
" Kamu tega kak Al sama ibu hamil? Kalau kamu tega, berarti gak sayang lagi dong sama aku, " ucap Vita dengan wajah di buat sedih.
" Ya ya ya, gak akan aku balas, " balas Aro yang gak tega melihat wajah sedih Vita.
" Gitu dong. Ya sudah sana tidur lagi, kan di sana masih tengah malam, " ucap Vita.
" Iya baik lah. Kamu sehat sehat ya sama baby kamu, " balas Aro.
" Siap kak. Ehh tunggu deh kak, itu yang di belakang kakak apaan ya putih putih gitu, " ucap Vita.
" Aann, " teriak Aro.
Vita tertawa terbahak bahak lalu mengakhiri panggilan mereka.
__ADS_1
Setelah panggilan berakhir, Vita meminta Randy untuk memfoto diri nya dan foto nya langsung di kirim ke grup wa XIIipa1. Begitu foto terkirim, semua langsung membalas pesan Vita.
Vita semakin tertawa melihat reaksi teman teman nya. Ahhh, pagi ini diri nya benar benar puas dengan banyak nya korban kejahilan diri nya.
" Cari ide lagi ahh untuk besok, " batin Vita tertawa.
FLASHBACK OFF.
****
Ilham, dan Rita hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan menantu mereka yang sekarang semakin usil dan jahil. Sementara Alfian, Ia semakin bingung dengan Vita yang sekarang suka menjahili orang lain, padahal dulu nya Vita tidak seperti itu.
" Vit, sejak kapan kamu suka sekali menjahili orang lain? Dulu nya kan kamu gak seperti ini, " tanya Alfian.
" Sejak menjadi istri mas Randy. Kamu gak tau saja Fian kalau sebenar nya Papi, mami, mbak Zi dan mas Randy suka sekali menjahili orang lain, jadi aku ketularan deh. Lihat saja, bentar lagi pasti kamu juga ketularan dengan kami semua, suka menjahili orang lain, " jawab Vita terkekeh.
" Tidak akan, " ucap Alfian tegas.
" Huh lihat saja nanti, pasti kamu ketularan juga, " balas Vita gak mau kalah.
" Aku bilang tidak akan pernah, " ucap Alfian.
Saat Vita ingin membalas ucapan Alfian, Rita langsung menyela nya.
" Sudah sudah berdebat nya nak. Kamu ini Vit, memang nya usil dan jahil bisa menular, seperti penyakit saja, " lerai Rita.
" Yah bisa di bilang begitu sih mi, " balas Vita terkekeh.
" Sebaik nya kamu istirahat lagi nak. Rand, ikut mami dan papi sebentar yuk, kita temui dokter, " ucap Rita.
" Mau ngapain mi?, " tanya Randy.
" Mami mau tanya keadaan Vita sekarang. Kalau memang sudah lebih baik, mami mau bawa Vita pulang. Kasihan dia sudah sangat bosan di sini, " jawab Rita.
" Belum pasti, " ucap Randy.
" Haishhh mas ini, " rajuk Vita.
" Iya deh iya, nanti kalau dokter bilang kandungan kamu sudah lebih baik, kita pulang, " ucap Randy gemas sambil mengacak acak rambut Vita.
Vita mengangguk kan kepala nya lalu Randy, Ilham dan Rita keluar dari ruangan Vita untuk menemui dokter.
Setelah Ilham, Rita dan Randy pergi dari ruangan Vita, Alfian menghampiri Vita dan duduk di pinggir brankar Vita lalu menggenggam kedua tangan Vita.
" Vit, maafin gue ya karena gak bisa menjaga lo dan baby lo, " ucap Alfian.
" Shutt.. Itu bukan kesalahan lo, ini salah gue yang gak berfikir panjang dan langsung berlari menyelamat kan anak kecil itu. Gue sampai melupakan kalau gue sedang mengandung, " balas Vita.
" Tidak Vit, ini salah gue karena tidak siap siaga menjaga lo. Padahal kan, mami, papi dan mas Randy sudah meminta gue untuk selalu menjaga lo selama kita berada di luar, " ucap Alfian.
" Fian sudah lah, lo jangan menyalahkan diri lo terus. Anak gue juga sekarang sudah lebih sehat. Anak gue pasti bangga punya uncle yang hebat seperti lo, " balas Vita.
Alfian terkekeh lalu memeluk Vita dengan erat.
" Gue gak akan pernah bisa maafin diri gue sendiri kalau sampai saat itu terjadi apa apa sama lo dan baby lo, " ucap Alfian lirih.
Vita menepuk nepuk pelan punggung Alfian untuk menenangkan Alfian. Ia tau Alfian yang paling merasa bersalah atas apa yang terjadi pada nya.
" Sudah lah Fian, lupain yang sudah terjadi. Ngomong ngomong, lo gak mau lepasin pelukan lo? Lo gak takut ketahuan mas Randy peluk peluk gue?, " ucap Vita terkekeh.
__ADS_1
Alfin mendengus kesal lalu melepas pelukan mereka.
" Lo itu ya gak bisa lihat gue bahagia sebentar saja peluk lo. Kan gak tiap kali gue bisa peluk lo. Lo itu selalu di monopoli sama mas Randy, " gerutu Alfian.
" Lah kan gue istri nya, wajar kali di monopoli, " ucap Vita lalu mereka tertawa bersama.
" Oh iya Fian, gimana dengan urusan sumbangan panti asuhan, sudah beres semua barang barang yang mau di bagi kan?, " tanya Vita.
" Alhamdulillah sudah beres semua. Lo tenang saja, " jawab Alfian.
" Gue mau juga ikut ke sana bareng kalian, " ucap Vita.
" Gak, lo harus istirahat. Dan pasti nya semua orang juga gak akan izinin lo ikut pergi ke panti asuhan, " balas Alfian.
" Tapi Fian, gue mau ikut. Ya ya please, " mohon Vita dengan puppy eyes nya.
" Gak usah merayu, gak akan luluh gue. Ingat ya, kita itu gak hanya pergi ke satu panti asuhan tapi ke beberapa panti. Gue gak mau lo kelelahan terus baby lo kenapa napa, " balas Alfian.
" Ah, gak asyik lo, " rajuk Vita lalu berbaring dan memunggungi Alfian.
Alfian menghela nafas nya dengan berat melihat Vita merajuk.
" Vit, jangan merajuk dong, " rayu Alfian sambil menggoyang pelan lengan Vita tetapi Vita tetap diam.
" Ya sudah nanti kita tanya dokter apa lo boleh ikut kita atau gak ke panti asuhan, tetapi tetap harus dapat izin dari mami, papi dan terutama mas Randy, " ucap Alfian.
Vita membalik kan badan nya menghadap Alfian. Wajah nya terlihat bahagia dengan senyum tersungging di bibir nya. Ia bangkit dan duduk lalu memeluk Alfian dengan erat.
" Yeyy, lo memang yang terbaik, " seru Vita bahagia lalu melepas pelukan nya.
" Berarti gue lebih baik dong dari suami lo kalau begitu, " balas Alfian sambil menaik turun kan alis nya.
Vita mendengus kesal lalu memukul lengan Alfian. Alfian yang gemas langsung mencubit kedua pipi tembem Vita dan mengacak acak rambut Vita.
" Gue akan berusaha untuk membuat lo selalu bahagia. Karena buat gue, senyum lo adalah semangat hidup buat gue. Jadi, terus lah tersenyum supaya gue bisa terus semangat menjalani hidup gue, " gumam Alfian dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.