Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 80


__ADS_3

Randy telah kembali ke ruang kerja nya. Ia melampiaskan kemarahan nya dengan mengacak acak ruangan nya. Kini ruangan nya sudah tak berbentuk lagi dengan kertas berserakan di mana mana, dan beberapa barang yang hancur.


Siska yang mendengar suara keributan di dalam ruangan Randy tidak berani masuk dan bertanya kepada bos nya. Melihat wajah seram bos nya tadi saat ingin masuk ke dalam ruangan nya saja, sudah berhasil membuat nyawa nya seperti ingin melayang. Jadi, jika dia dengan lancang nya masuk ke dalam saat ini, itu berarti dia memang sudah tidak sayang dengan nyawa nya sendiri.


Siska dengan segera mengabari Rei kalau bos nya saat ini sedang mengamuk di dalam ruangan nya. Rei yang mendapat kabar itu, langsung bergegas menuju ke ruangan Randy.


Begitu Rei membuka pintu, mata nya di sugukan dengan pemandangan ruangan yang seperti kapal pecah. Berkas berkas yang tersusun rapi telah berhamburan kemana mana, belum lagi pecahan vas dan juga gelas mengisi lantai ruangan.


Rei mencoba mendekati Randy yang sedang duduk dengan mata terpejam di kursi kerja nya. Ia paling mengerti kalau Randy sedang mengamuk seperti ini, itu berarti akan sangat sulit untuk di tenang kan. Jadi, Rei akan berusaha berbicara baik baik dengan Randy karena dia masih sayang akan nyawa nya.


" Rand, " panggil Rei hati hati.


Randy membuka mata nya dan menatap tajam ke arah Rei. Di kedua mata nya masih terlihat jelas kabut kemarahan. Rei menelan saliva nya susah payah karena tatapan Randy kepada nya begitu tajam seperti ingin menerkam nya saja.


" Rand, kamu kenapa?, " tanya Rei lagi dengan hati hati yang kini sudah berdiri di samping Randy.


Randy tidak menjawab pertanyaan Rei dan kembali menutup mata nya mencoba meredam emosi nya.


" Rand, kalau kamu belum siap cerita gak masalah. Aku akan kembali ke ruangan ku. Tapi, aku minta kamu jangan menyakiti diri mu sendiri, " ucap Rei.


Setelah mengatakan itu, Rei menepuk pelan bahu kiri Randy lalu berjalan menuju pintu.


Baru beberapa langkah, Rei menghentikan kaki nya karena mendengar hal yang tidak masuk akal keluar dari mulut Randy.


" Vita khianati aku, Rei, " ucap Randy dengan suara yang berat dan mata yang masih terpejam.


Rei berbalik menghadap Randy dan menatap tak percaya sahabat nya itu yang menuduh istri nya berkhianat.


" Atas dasar apa kamu menuduh nya berkhianat?, " tanya Rei.


Randy menghembuskan nafas nya dengan kasar lalu membuka mata nya dan menatap tajam ke arah Rei.


" Aku melihat nya tadi masuk ke dalam mobil seorang laki laki dan dia tersenyum bahagia saat pergi dengan laki laki itu, " jawab Randy.


" Apa kamu lihat wajah laki laki itu? Mungkin saja kamu mengenal nya, " tanya Rei yang kini sudah duduk di kursi yang bersebrangan dengan Randy.


Randy menggeleng gelengkan kepala nya.


" Aku gak melihat wajah nya karena posisi nya mereka memunggungi mobil ku, " jawab Randy.


Rei menghembuskan nafas nya dengan berat. Ini nih yang paling di benci dari sahabat nya, sudah lambat urusan cinta, Randy cepat sekali menyimpulkan sesuatu yang belum tentu itu benar.


" Harus nya kamu bertanya dulu kepada Vita siapa yang menjemput nya tadi. Aku yakin Vita tidak akan mungkin mengkhianati mu, " ucap Rei.


" Kenapa kamu membela dia bukan nya membela aku, " Bentak Randy.


" Aku tidak membela nya. Aku hanya berfikir rasional saja dan harus nya kamu mencari tau kebenaran nya dulu sebelum menuduh, " jawab Rei yang sudah tersulut emosi karena Randy susah sekali mengerti.


" Lagi pula kenapa kamu harus marah dan mengamuk seperti ini melihat Vita dengan laki laki lain. Memang nya kamu cinta sama dia? Kalau kamu gak cinta sama dia, kamu gak perlu sampai mengamuk dan membentak ku. Dan lagi, kalau memang dia bahagia dengan laki laki itu, lepaskan saja Vita. Biarkan dia bahagia dengan orang lain dari pada dengan laki laki brengsek seperti mu. Kamu harus sadar diri bagaimana kamu memperlakukan Vita. Kamu saja masih berpacaran dengan Clara, lalu apa salah nya kalau Vita hanya sekedar berteman dengan laki laki lain, " ucap Rei emosi lalu pergi meninggalkan ruangan Randy.


Rei membanting pintu ruang kerja Randy karena merasa sangat emosi dengan sikap bodoh sahabat nya itu. Ia pergi dari ruangan Randy dan kembali ke ruangan nya sendiri.


" Brengs*k, " umpat Randy kesal saat Rei sudah keluar dari ruangan nya.


****


Vita tengah menyiapkan makan malam di dapur di bantu oleh bibi. Malam ini Vita memasak menu kesukaan Randy, udang asam manis dan cumi cumi goreng tepung.

__ADS_1


Dengan riang nya Vita menata semua nya di atas meja makan. Vita juga sudah menyiapkan puding untuk pencuci mulut. Selesai menata makanan di atas meja, Vita pamit kepada bibi untuk pergi ke kamar membersihkan diri terlebih dahulu.


Selesai mandi, Vita memakai pakaian nya lalu duduk di depan meja rias. Vita menyisir rambut nya dan membiarkan nya tergerai. Selesai menyisir rambut, Vita melihat ke arah jam dinding.


" Sudah jam tujuh malam, kenapa mas Randy belum pulang ya? Hmm, apa mungkin lembur?, " tanya Vita pada diri nya sendiri.


" Coba aku telpon saja deh, " gumam Vita lagi.


Vita mengambil ponsel nya, mencari nomor Randy lalu mendial nya. Sudah dua kali Vita mencoba menghubungi Randy namun panggilan nya tidak di jawab juga.


" Kemana sih mas Randy, kenapa tidak mengangkat panggilan dari ku. Sebaik nya aku tunggu di bawah saja, mami papi pasti sudah menunggu di meja makan, " gumam Vita.


Vita berjalan keluar kamar menuju ke ruang makan. Ia akan menemani kedua mertua nya makan malam terlebih dahulu sambil menunggu Randy pulang.


Saat makan malam, Rita dan Ilham menyuruh Vita untuk makan malam terlebih dahulu dan tidak perlu menunggu Randy. Namun, Vita bersikeras akan menunggu Randy dan makan malam bersama Randy. Terpaksa, Ilham dan Rita menuruti keinginan menantu nya.


Selesai makan malam, Ilham dan Rita langsung kembali ke kamar untuk beristirahat. Hari ini Rita merasa tidak enak badan, jadi Ilham menyuruh nya untuk lebih banyak beristirahat.


Vita terus duduk di meja makan menunggu kepulangan Randy. Sampai pukul sebelas malam, Randy masih belum pulang juga. Berkali kali Vita menghubungi Randy, tetapi panggilan nya tidak di jawab oleh Randy.


" Mas, kamu di mana sih? Kenapa tidak angkat panggilan dari ku? Aku sangat mengkhawatirkan diri mu, " gumam Vita.


" Ahh, kenapa aku bodoh sekali. Harus nya aku menelpon mas Rei dari tadi, Pasti mas Rei tau dimana mas Randy saat ini, " gumam Vita sambil menepuk pelan kening nya.


Saat Vita akan mendial nomor Rei, Pintu depan terbuka dan Terlihat Randy berjalan masuk ke dalam rumah. Vita melihat Randy sudah sampai di rumah, bergegas menghampiri Randy.


" Mas kamu dari mana saja? Aku dari tadi menghubungi mu tapi tidak kamu angkat, aku sangat mengkhawatirkan mu. Apa kamu sudah makan? Ayo kita makan bersama, " tanya Vita bertubi tubi.


Randy tidak menjawab satu pun pertanyaan Vita. Ia melihat Vita dengan tatapan benci. Amarah nya kembali lagi saat melihat wajah Vita.


Randy memalingkan wajah nya dari Vita lalu berjalan ke arah tangga menuju ke kamar nya.


Meskipun begitu banyak pertanyaan di dalam benak Vita, Tetapi Vita tetap mengikuti Randy yang sedang menuju ke kamar.


****


Di dalam kamar.


Setelah melepaskan jas dan dasi nya, Randy merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan memejamkan mata nya. . Emosi masih menguasai diri nya, dan sejujur nya Ia tidak ingin sampai menyakiti Vita.


Vita melihat Randy sedang merebahkan diri, menghampiri Randy dan duduk di tepi tempat tidur.


Vita menggenggam tangan Randy dan mengelus perlahan tangan Randy dengan ibu jari nya.


" Mas, kamu kenapa? Apa ada masalah di kantor?, " tanya Vita lembut.


" ....., " tidak ada jawaban dari Randy.


" Mas, jawab aku. Kenapa dari tadi kamu mengacuhkan aku?, tanya Vita kesal.


Randy membuka mata nya, nanum tetap tidak menjawab pertanyaan Vita. Ia menepis kasar tangan Vita lalu berbalik memunggungi Vita dan memejamkan kembali mata nya.


Hati Vita terasa sakit saat Randy menepis tangan nya dengan kasar. Sebenarnya, salah nya apa sampai Randy berbuat kasar seperti itu.


Tak terasa bulir bulir air mata jatuh membasahi pipi nya. Ia tidak menyangka suami nya akan melakukan hal yang kasar terhadap nya.


Vita mengambil kunci motor dan tas nya lalu berlari keluar dari dalam kamar. Ia segera menuju garasi dan langsung menaiki motor nya. Vita bergegas menghidupkan motor nya dan melajukan motor nya keluar dari kediaman Djaya.

__ADS_1


Meskipun sempat dilarang oleh satpam, namun dengan berbagai alasan Vita di izinkan keluar oleh satpam. Vita melajukan motor nya menuju rumah sahabat nya, Ayu.


Saat mendengar Pintu kamar yang terbuka dan tertutup kembali, Randy berfikir Vita hanya keluar dari kamar dan tidak berfikir Vita akan pergi dari rumah. Jadi, Randy membiarkan Vita dan tidak mengejar nya.


Randy memilih untuk tidur dan berharap besok amarah nya akan hilang, jadi dia bisa berbicara baik baik dengan Vita.


****


Ayu yang sedang terlelap tidur harus terbangun karena mendengar suara ketukan pintu kamar nya.


Dengan terpakasa Ayu membuka mata nya dan beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu.


Saat pintu terbuka, Ayu melihat bibi berdiri di depan pintu kamar nya dengan raut wajah yang khawatir.


" Ada apa bi?, " tanya Ayu.


" Non, ada non Vita di ruang tamu. Non Vita datang ke sini sambil nangis nangis cari non Ayu, " jawab Bibi.


" Hah, Vita ke sini sambil nangis? Ayo bi turun, kita temui Vita, " ucap Ayu khawatir lalu bergegas turun menuju ke ruang tamu.


Begitu sampai di ruang tamu, Ayu segera menghampiri Vita dan memeluk nya. Air mata Vita semakin deras mengalir saat Ayu memeluk nya.


Setelah merasa Vita sedikit tenang, Ayu melepaskan pelukan mereka. Ayu meminta bibi membuatkan teh hangat dan meminta untuk di antar kan ke kamar nya. Setelah itu, Ayu mengajak Vita pergi ke kamar nya.


Di dalam kamar Ayu, Vita masih menangis sesegukan. Ayu membiarkan Vita menangis sepuas nya malam ini, dan besok pagi barulah Ia akan mengintrogasi Vita.


Setelah meminum teh hangat yang di buatkan bibi, Ayu menyuruh Vita untuk tidur. Vita menuruti perintah sahabat nya itu lalu merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.


Setelah beberapa saat, Vita terlelap tidur karena merasa lelah menangis sedari tadi. Ayu melihat sahabat nya seperti ini merasa tidak tega. Ia mengelus lembut puncak kepala Vita.


" Apa yang sebenar nya terjadi sama lo, Vit? Apa lo bertengkar hebat dengan suami lo sampai harus pergi dari rumah?, " gumam Ayu pelan.


Setelah memandangi sahabat nya cukup lama, Ayu memutuskan untuk kembali tidur karena mata nya sudah sangat berat.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Curhat dikit boleh ya.


Saya mau membuat sedikit konflik antara Vita dan Randy. Kalau merasa ada yang kurang suka dengan konflik nya, tolong jangan bully saya ya. Huhuhu.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2