
Kediaman Djaya sudah ramai karena Ziya beserta suami dan kedua mertua nya sudah tiba. Dan, jangan lupakan si kecil Rasya yang sekarang sudah bisa berjalan dan berbicara meskipun masih tidak begitu jelas.
Tidak hanya keluarga Ziya, James dan Samantha orang tua dari David juga sudah tiba sehari sebelum kedatangan Ziya. Namun, saat ini mereka sedang bertemu dengan client James.
Kediaman Djaya yang tenang, damai dan rapi seketika berubah seperti kapal pecah. Banyak mainan berhamburan di lantai dan juga beberapa bodyguard yang menemani serta mengawal si kecil Rasya bermain.
" Vit, melamun terus, " tegur Ziya yang baru kembali dari dapur membawa segelas susu hangat untuk putera nya yang tadi merengek karena kehausan.
" Ehh, enggak kok, " elak Vita yang langsung bangkit dari sofa dan ikut duduk di karpet bulu bersama Ziya yang sedang memberikan susu untuk Rasya.
" Enggak gimana, sedari tadi aku lihat kamu melamun terus. Sudah jangan di fikirkan terus mas Randy. Aku yakin mas Randy pasti pulang sebelum acara tujuh bulanan kamu, " ucap Ziya.
" Iya tapi mas Randy bohong sama aku. Dia bilang cuma tiga hari di sana, tapi tadi malam mas Randy hubungi aku, dia bilang belum bisa pulang karena masalah di sana belum selesai juga, " rajuk Vita.
" Mungkin memang masalah kali ini cukup besar dan sulit dari biasa nya jadi butuh waktu lama menyelesaikan nya. Tapi, aku jamin mas Randy akan hadir di acara tujuh bulanan kamu, " terang Ziya menenangkan Vita.
Vita menghela nafas nya dengan berat lalu mengangguk lemah. Mungkin benar kata Ziya, masalah di sana cukup besar dan mengharuskan mas Randy tinggal lebih lama. Namun, entah kenapa setelah selesai berbicara di telepon dengan mas Randy tadi malam, perasaan nya semakin tidak enak. Ia merasa akan ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi.
" Ehh, cucu oma sudah tidur, " ucapan Rita menyadarkan Vita dari lamunan nya. Ia melihat kedua mertua nya datang bersama kedua mertua Ziya.
" Iya oma, kelelahan bermain. Itu lihat, daddy nya saja sudah tertidur duluan karena kelelahan menemani putera nya bermain, " tunjuk Ziya kepada Putra suami nya yang sudah tertidur di lantai. Sementara, para bodyguard di perintah kan Ziya untuk kembali berjaga di halaman depan.
" Rasya aktif banget mi, sampai kuwalahan semua orang yang menjaga nya, " timpal Ziya lagi.
" Bagus dong kalau aktif. Kamu itu harus bersyukur karena Rasya sehat dan aktif seperti ini, bagus untuk pertumbuhan nya. Yang penting, pola makan nya tetap kamu jaga, " nasehat Rita.
" Iya mi, itu sudah pasti, " jawab Ziya sambil menepuk pelan paha Rasya, menidurkan kembali putera nya yang sedikit terusik tidur nya.
Vita tersenyum gemas melihat Rasya yang tertidur pulas di pangkuan Ziya. Saat tidur, Rasya terlihat sangat tenang dan damai. Ia pun mengelus perut nya mengingat jika sebentar lagi, Ia juga akan segera bisa melihat wajah baby nya. Kira kira mirip siapa ya nanti wajah baby nya, batin Vita.
" Aduh, " pekik Vita mengaduh kesakitan saat merasakan baby nya menendang cukup keras.
" Kenapa nak?, " tanya Rita khawatir.
Vita menggeleng dan tersenyum " Tidak apa apa mi, hanya terkejut karena baby menendang cukup keras, " jawab Vita menenangkan mami nya yang terlihat sangat panik.
Rita mengangguk lalu mengajak semua orang untuk makan siang bersama setelah bi Ana datang dan mengatakan makanan sudah siap.
Ziya meminta semua orang untuk pergi duluan ke ruang makan karena Ia harus menidurkan Rasya terlebih dahulu ke dalam kamar dan membangunkan Putra yang masih tidur nyenyak di lantai.
****
Selesai makan siang, Vita duduk sendiri di gazebo taman samping. Ia sangat merindukan Randy. Berulang kali Ia mencoba menghubungi Randy, tetapi tak satu pun panggilan nya di angkat membuat Perasaan nya semakin tak menentu.
" Kemana mas Randy? Tidak biasa nya dia tidak memberikan kabar seperti ini. Bahkan, tadi pagi saja dia tidak menghubungi ku, " gumam Vita khawatir.
Vita kembali mencoba menghubungi Randy, namun sama seperti tadi, panggilan nya juga tidak di angkat.
" Vit, " Vita mengelus dada nya terkejut karena tiba tiba Felix datang dan memanggil nya.
" Ada apa?, " tanya Vita ketus setelah merasa tenang. Ia masih kesal karena Felix mulai berbohong kepada nya. Bahkan, setelah Ia mengadu kepada Daddy James, Felix tetap bungkam dan tidak ingin jujur.
Felix duduk di samping Vita dan menatap lurus ke depan. Ia menarik nafas nya dalam dalam lalu membuang nya perlahan.
" Kamu tau, selama ini selain kedua orang tua ku, David, tuan dan nyonya besar Blakes, tidak ada yang bisa membuat ku begitu merasakan kehangatan keluarga. Namun, saat bertemu dengan mu, kamu adalah wanita muda pertama yang bisa membuat hati ku menghangat. Ini bukan berarti aku mencintai mu sebagai seorang wanita, tetapi lebih kepada rasa sayang dan cinta seorang kakak terhadap adik nya, " ucap Felix terkekeh karena melihat reaksi Vita yang terkejut saat mendengar ucapan nya tadi.
" Kamu tau sendiri bukan, kalau aku dan David adalah anak tunggal. Aku terkadang merasa sangat kesepian meskipun sedang bersama David. Tapi, kehadiran mu membuat kekosongan di dalam hati ku terisi. Aku merasa menemukan sosok seorang adik yang harus aku lindungi melebihi apa pun. Tidak seperti saat aku melindungi David, rasa nya sungguh sangat berbeda, " Felix menarik nafas kembali dan menghembuskan nya perlahan. Sementara Vita hanya diam dan mendengarkan tanpa berniat menyela.
__ADS_1
" Kamu tau, aku merasa sangat bahagia saat kamu mengatakan kalau kamu menganggap ku seperti kakak kamu sendiri. Aku seperti orang gila yang terus tersenyum seorang diri karena merasa sangat bahagia. Sejak saat itu, aku berjanji pada diri ku sendiri untuk terus menjaga mu. Bukan karena kewajiban tugas yang di berikan tuan Blakes, melainkan kewajiban seorang kakak melindungi adik perempuan nya, ".
Felix memiringkan tubuh nya menghadap Vita, Ia memegang kedua bahu Vita dengan lembut agar tidak menyakiti Vita dan menatap kedua mata Vita dengan lekat.
" Percaya lah, aku tidak berniat berbohong kepada mu. Aku hanya tidak ingin kamu terlalu memikirkan banyak hal dan mengganggu kandungan mu. Aku sangat menyayangi mu dan tidak akan mungkin menyakiti mu. Rasa nya sakit saat melihat mu menatap ku begitu sinis dan berkata ketus. Kamu adik ku dan tidak mungkin seorang kakak akan tega menyakiti adik nya sendiri. Percaya lah, yang aku lakukan hanya lah untuk melindungi mu dan juga orang orang yang kamu cintai. Kamu mau kan memaafkan kesalahan ku karena menutupi suatu hal dari mu? " tanya Felix bermohon.
Vita menatap dalam kedua mata Felix, mencari kebohongan dari tatapan mata nya. Namun, tidak ada kebohongan yang terlihat di kedua mata itu. Yang terlihat hanya lah ketulusan dan tatapan kasih sayang untuk diri nya.
" Aku maafin kakak dan percaya sama kakak, " jawab Vita dengan tersenyum manis.
" Aku juga minta maaf karena beberapa hari ini bersikap kasar sama kakak, " lanjut Vita.
" Kamu gak salah, karena ini semua adalah kesalahan kakak. Jadi, kita baikan?, " tanya Felix tersenyum sambil menyodorkan jari kelingking nya.
Vita mengangguk semangat lalu membalas uluran jari kelingking Felix.
" Baikan, " ucap mereka berbarengan lalu tertawa.
Vita meringis saat baby yang ada di dalam kandungan nya kembali menendang dan kali ini tendangan nya berulang kali membuat Vita merasakan sakit yang teramat.
" Vit, kamu baik baik saja?, " tanya Felix khawatir yang melihat Vita terus meringis kesakitan.
" Sakit kak, " ringis Vita.
Felix pun kebingungan melihat Vita terus meringis sambil mengelus perut nya, berharap dengan elusan tangan nya, baby akan berhenti menendang.
" Tunggu sebentar, aku akan panggil yang lain, " ucap Felix panik lalu berlari ke dalam rumah.
Tepat saat Felix berada di ruang keluarga, James dan Samantha pun juga tiba di sana. James bertanya kepada Felix yang terlihat sangat khawatir dan panik.
" Ada apa, Felix?, " tanya James.
Semua orang terkejut mendengar jawaban Felix dan langsung ikut berlari mengejar Felix. Mereka takut jika terjadi sesuatu dengan Vita dan kandungan nya.
" Mi, sakit, " ringis Vita kepada mami nya saat Rita sudah ada di hadapan nya.
" Baby nya terus nendang nendang, " ucap Vita dengan mata berkaca kaca menahan sakit.
Rita dan Samantha membantu mengelus perut Vita agar baby nya bisa lebih tenang. Perlahan, baby mulai tenang dan berhenti menendang. Vita menghela nafas nya saat rasa sakit nya mulai hilang.
" Kenapa baby, seperti ini mi? Gak biasa nya, dia terus menendang begini?, " tanya Vita.
" Mami juga tidak tau sayang " jawab Rita yang juga bingung karena tidak biasa nya baby terus menendang seperti ini. Biasa nya hanya menendang sesekali dan itu pun tidak terus terusan seperti ini.
Fokus mereka teralihkan karena mendengar suara dering ponsel Felix. Segera Felix mengambil ponsel nya dari saku celana nya lalu melihat siapa yang menghubungi nya.
" Randy, " gumam Felix dengan kening berkerut.
James menyuruh Felix untuk segera menerima panggilan dari Randy. Ia merasa ada sesuatu yang buruk sedang terjadi karena tidak biasa nya Randy menghubungi Felix jika Vita berada di rumah saja.
Vita kembali merasakan sakit karena baby kembali menendang perut nya saat Felix menerima panggilan dari Randy. Rita dan Samantha kembali membantu mengelus perut Vita. Sementara James dan Ilham menatap Felix yang sedang menerima panggilan dari Randy.
" Hallo Rand, ada apa?, " tanya Felix saat panggilan mereka terhubung.
" Felix, Vita tidak apa apa kan?, " bukan nya menjawab pertanyaan Felix, Randy bertanya balik dengan nada khawatir.
" Vita baik baik saja di sini. Kamu sendiri baik baik saja kan?, " jawab Felix dan kembali bertanya keadaan Randy di sana.
__ADS_1
" Felix, aku minta tolong untuk terus menjaga Vita dan baby. Aku mohon jangan pernah tinggalkan Vita, " mohon Randy.
" Rand, ada apa? Kenapa kamu mengatakan hal itu?, " tanya Felix yang mulai khawatir karena Randy bersikap tidak biasa nya.
" Aku mohon, " mohon Randy lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Felix.
" Rand, Rand, katakan ada apa?, " Felix terus memanggil Randy tetapi tidak ada sautan dari Randy dan hanya terdengar suara deru mesin mobil yang di kendarai dengan kencang.
" Kak Felix, mas Randy kenapa?, " tanya Vita khawatir dan mulai menangis karena perut nya semakin sakit.
Felix menggelengkan kepala nya seraya berucap Ia tidak tau saat Ilham dan James juga bertanya kepada nya.
Panggilan bersama Randy masih terhubung namun Randy tidak menyaut saat Felix terus memanggil nama nya.
Ilham menyuruh Felix untuk mengaktifkan loudspeker agar Ia juga bisa memanggil Randy dan berharap Randy menyaut panggilan nya. Namun saat loudspeker di aktifkan, mereka semua terkejut karena mendengar suara keras dari sambungan telepon.
Brruuuakkkk.
Mereka semua terdiam mematung saat mendengar suara hantaman keras dan panggilan mereka langsung terputus. Keheningan itu terpecah karena mendengar suara jeritan dari Vita.
" Mas Randy, " teriak Vita histeris dan langsung pingsan karena shock dan juga rasa sakit yang semakin terasa di bagian perut nya.
" Vita, Ya Allah nak, " teriak Rita khawatir dan panik.
" Mi, darah, " pekik Ziya yang melihat darah segar mengalir di paha Vita.
Mereka semua mengalihkan pandangan ke arah kaki Vita dan terkejut karena Vita mengeluarkan darah segar. Dengan cepat, Felix menggendong Vita dan bergegas membawa nya ke rumah sakit di ikuti oleh seluruh keluarga.
" Ya Allah, cobaan apa lagi ini, " ucap Rita yang menangis di pelukan suami nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.
Episode kali ini, sedikit menguras emosi pembaca gak ya??? Hehehe.