Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 71


__ADS_3

Randy memperhatikan Vita yang tertawa bahagia bersama teman teman nya dari kejauhan. Ada rasa sakit yang Ia rasakan di dalam hati nya, saat melihat Vita tertawa bahagia karena candaan yang di lontarkan Alfian untuk istri nya itu.


Randy kini sadar bahwa Ia telah jatuh cinta dengan Vita. Dan rasa sakit yang di rasakan nya saat ini, karena Ia tidak rela melihat wanita yang di cintai nya tertawa bahagia karena laki laki lain.


Randy berjalan dan terus melangkah kan kaki nya menuju ke arah gazebo. Saat sudah mendekati gazebo, Vita menoleh ke arah datang nya Randy karena Aldo mengatakan Randy datang menghampiri mereka. Vita bangkit dan berjalan mendekati Randy. Randy langsung memeluk Vita, saat Vita sudah ada di hadapan nya, membuat Vita terkejut karena tiba tiba Randy memeluk nya.


" Mas, ada apa?, " tanya Vita bingung karena Randy semakin mempererat pelukan nya dan menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Vita.


Randy tidak menjawab, namun Vita merasakan Randy menggelengkan kepala nya. Vita elus lembut punggung Randy, berusaha untuk membuat suami nya tenang.


" Sayang, " panggil Vita lembut.


Randy menggangkat wajah nya dan mengendurkan pelukan nya lalu menatap wajah Vita. Randy melihat wajah istri nya yang kebingungan.


" Tidak apa apa, aku hanya rindu pada istri kecil ku ini, " ucap Randy.


" Beneran? Gak ada apa apa? Aku khawatir mas. Gak biasa nya kamu begini saat pulang dari kantor, " tanya Vita memastikan.


" Iya, istri ku sayang, " jawab Randy lalu mencium kilas bibir Vita.


Vita menepuk pelan dada Randy karena Randy mencium bibir nya di depan teman teman nya.


" Hei, ada teman teman ku mas, " protes Vita yang wajah nya sudah memerah malu.


" Kenapa kalau ada mereka? Bukan nya kita sudah sah? Wajar saja kan kalau aku mencium bibir istri ku, " balas Randy.


" Iya tapi aku malu, " cicit Vita.


" Gak usah malu. Ayo, kita hampiri mereka. Aku juga ingin mengobrol dengan mereka, " ucap Randy lalu merangkul pinggang Vita dan mengajak Vita menghampiri teman teman nya.


Saat sampai di gazebo, Randy dan Vita duduk bergabung bersama Alfian dan yang lain nya. Alfian terus memperhatikan tangan Randy yang terus merangkul pinggang Vita dengan mesra.


" Mungkin, gue memang harus ikhlas merelakan Vita bahagia bersama suami nya. gue lihat suami nya benar benar mencintai Vita dan Vita juga terlihat sangat bahagia. Mencintai bukan berarti harus memiliki kan? Tapi, sampai kapan pun Cinta dan hati ini tetap milik lo kok Vit, sampai nanti Allah mentakdirkan seseorang mengisi nya kembali, " gumam Alfian dalam hati.


Randy tersenyum lucu melihat teman teman Vita menunduk takut saat Ia ikut duduk bergabung, terkecuali Alfian.


" Hei, kenapa kalian semua menunduk takut? Apa aku seseram itu ya? Ayo, lanjut lagi nyanyi dan bercanda nya, " ucap Randy ramah.


Semua teman teman Vita mengangkat kepala dan melihat Randy tersenyum ramah ke arah mereka semua. Mereka membalas senyuman Randy meskipun masih ada rasa takut.


" Oiya, aku belum berkenalan dengan baik dengan kalian semua. Bisakah aku berkenalan dengan kalian? Aku ingin tau dan mengenal semua teman teman istri ku, " ucap Randy ramah.


" Ten..tentu boleh Om, " jawab Vira terbata bata.


" Hei, jangan terus panggil aku Om. Aku belum setua itu ya, " protes Randy kesal.


Vita tertawa melihat suami nya yang kesal karena terus di panggil Om oleh teman teman nya.


" Sayang, lalu kamu mau di panggil apa, " tanya Vita lembut agar suami nya tidak merasa kesal lagi.


" Panggil saja mas Randy seperti kamu panggil aku. Kalau aku di panggil Om, berarti aku seusia dong sama papi? Kan, mereka panggil papi dengan panggilan Om, " jawab Randy cemberut.


" Yaudah, jangan cemberut lagi ya suami ku sayang. Nanti mereka panggil kamu dengan panggilan mas, " ucap Vita lalu melihat ke arah teman teman nya untuk mengiyakan ucapan nya.


" Iya Om eh mas. Mulai sekarang, kami akan panggil mas dan bukan Om lagi, " ucap Vira tergagap.


Randy tersenyum karena teman teman Vita gak akan memanggil dia dengan panggilan Om lagi. Lalu, masing masing dari mereka mengenalkan nama mereka dan Randy berusaha untuk mengingat nya.


" Oiya, gimana belajar nya tadi? Nyaman kan belajar di sini?, " tanya Randy.


" Nyaman mas, " jawab mereka semua serempak.


" Baguslah. Aku sengaja siapin semua nya di sini supaya kalian lebih nyaman dan relaks saat belajar. Kalian pasti bosan kalau harus terus belajar di dalam ruangan. Jadi, aku berfikir untuk kalian belajar di alam terbuka, " ucap Randy.


" Bener itu mas, gue bosan banget dan gak ngerti ngerti saat guru menjelaskan di dalam kelas. Malahan, gue lebih cepat mengerti saat momsky yang menjelaskan. Terima kasih ya mas karena sudah mengizinkan momsky untuk mengajari kami semua, " ucap Fabian.


" Sama sama. Dan, kalau kalian memerlukan apapun jangan sungkan untuk mengatakan nya, " balas Randy.

__ADS_1


" Terima kasih mas, " jawab mereka serempak.


Vita bahagia melihat Randy mulai akrab dengan teman teman dan sahabat nya. Ia gak menyangka Randy bisa bersikap seramah ini dengan teman teman nya.


" Sudah sore, kami pamit pulang dulu ya Vit, " pamit Ayu.


" Baiklah. Kalian hati hati ya di jalan. Kabari di grup kalau sudah sampai di rumah, " balas Vita.


" Ok momsky, " jawab mereka semua.


Mereka semua bersiap siap lalu bangkit dan berjalan masuk ke dalam rumah untuk berpamitan dengan Ilham dan Rita.


Setelah berpamitan, Randy dan Vita mengantar kan mereka semua sampai ke depan pintu depan kediaman Djaya.


Aldo melihat Alfian yang tidak langsung ikut pulang merasa heran dan bertanya kepada Alfian.


" Bro, lo gak pulang?, " tanya Aldo.


" Kalian duluan aja. Gue masih ada urusan di sini yang harus gue selesaikan, " jawab Alfian.


" Urusan apa? Lo gak berusaha merusak rumah tangga Vita kan?, " tanya Aldo menyelidik.


" Gila lo, gak mungkin lah gue begitu. Lo tenang aja, gue gak akan pernah ngelakuin hal bodoh itu, " jawab Alfian.


" Bagus lah. Yaudah, gue duluan, " pamit Aldo dan Alfian mengangguk mengiyakan.


Setelah teman teman Vita pergi meninggalkan kediaman Djaya, Randy, Vita dan Aldo kembali masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke ruang keluarga dimana Ilham sudah menunggu mereka.


****


Ilham memandangi Randy, Vita dan Aldo secara bergantian, lalu Ia menghembuskan nafas nya dengan berat.


" Kalian tau kenapa papi mengumpulkan kalian bertiga di sini?, " tanya Ilham datar.


" Tau pi. Tau Om, " jawab Randy, Vita dan Alfian berbarengan.


" Sebelum nya, saya minta maaf. Saya tau, ini semua karena pesan yang saya kirim kan kemarin untuk Vita. Saya gak bermaksud apa apa. Jujur, memang saya mencintai Vita. Tapi, mencintai bukan berarti harus memiliki. Saya sudah mengikhlaskan Vita dan saya ikut berbahagia dengan pernikahan nya. Saya berdoa semoga pernikahan mereka langgeng sampai maut memisahkan. Saya cuma ingin Vita tau, bahwa sampai kapan pun persahabatan kami lebih penting dari pada rasa yang saya miliki untuk nya. Jadi, saya mohon untuk Om dan keluarga terutama untuk mas Randy agar tidak salah paham dengan hubungan kami. Kami hanya sahabat dan selama nya akan seperti itu, " ucap Alfian tegas.


Ilham mengangguk angguk kan kepala nya mencerna setiap kata yang diucapkan Alfian. Ia percaya bahwa menantu nya tidak mungkin akan mengkhianati anak laki laki nya. Dan, Ia juga percaya kalau Alfian akan menepati ucapan nya. Tapi tidak untuk Randy, Ia masih tidak terima jika Alfian masih mencintai istri nya.


" Aku tetap gak terima kalau kamu masih mencintai istri ku, " protes Randy.


Alfian menatap kedua mata Randy, Ia melihat ada rasa cemburu di kedua mata Randy. Benar juga sih, suami mana yang terima jika ada yang bilang kalau mereka mencintai istri nya tepat di hadapan nya.


" Saya gak bisa berjanji untuk bisa melupakan rasa cinta ini, karena setiap saya berusaha untuk melupakan nya, rasa cinta ini semakin dalam untuk nya. Jadi, saya serahkan semua nya sama Allah. Saya yakin dan percaya Allah telah menciptakan jodoh untuk saya di tempat lain. Saya mohon, biarkan rasa ini tetap ada sampai Allah mempertemukan saya dengan jodoh saya. saya berjanji, rasa ini hanya akan sebatas persahabatan, gak lebih, " pinta Alfian.


Vita mengerti jika Alfian memerlukan waktu untuk bisa menerima semua ini. Ia hanya harus meyakinkan suami nya agar mau mengerti posisi Alfian.


" Mas, aku tau kamu pasti masih ragu dengan hubungan kami. Tapi percayalah, jika saat ini aku hanya mencintai mu dan selama nya hanya kamu yang aku cintai. Aku hanya mencintai suami ku sekarang, nanti dan selama nya, " ucap Vita menggenggam kedua tangan Randy.


Randy menghembuskan nafas nya kasar, Ia merasa belum yakin. Tapi, Ia juga ingin memulai untuk mempercayai kalau Vita hanya mencintai nya.


" Baiklah aku percaya sayang. Tapi, aku minta mulai sekarang kalian jangan terlalu dekat seperti dulu. Jangan pernah duduk berdekatan dan jangan pernah mengobrol berdua saja, harus ada yang lain juga. Awas saja jika kalian melanggar nya, " ucap Randy dengan sedikit mengancam di akhir kaliamat nya.


" Aaassyiiiiaaapppp suami ku yang bawel, " balas Vita lalu memeluk Randy.


Ilham tersenyum bahagia melihat anak dan menantu nya bisa saling percaya satu sama lain dan Ia juga benar benar bahagia melihat Randy mencintai Vita.


Alfian juga tersenyum bahagia melihat wanita yang di cintai nya bahagia meskipun bukan diri nya lah alasan kebahagian itu.


" Om, mas Randy, Vita, saya pamit pulang dulu, " pamit Alfian lalu bangkit dan mencium punggung tangan Ilham lalu menjabat tangan Randy.


Randy dan Vita mengantar Alfian sampai ke pintu depan. Vita merasa lega karena semua kesalahpahaman ini telah selesai. Vita melambaikan tangan kanan nya saat mobil Alfian melaju perlahan meninggalkan halaman kediaman Djaya.


Randy dan Vita masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil Alfian sudah mendekati pintu gerbang. mereka langsung pergi ke kamar karena merasa sangat lelah. Ilham juga sudah pergi ke kamar menemui istri nya saat Randy dan Vita pergi mengantar Alfian ke pintu depan.


****

__ADS_1


Randy merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur saat sudah sampai di dalam kamar. Ia merasa sangat lelah hari ini. Vita menghampiri suami nya dan ikut merebahkan tubuh nya di samping Randy.


" Mas, pernikahan kita ini sebenar nya pernikahan yang seperti apa? Kita memang menikah, tapi tidak seperti pasangan suami istri lain nya, " tanya Vita.


Randy memiringkan tubuh nya menghadap Vita dan menyanggah kepala nya dengan sebelah tangan nya. Ia melihat Vita yang sedang menatap ke atas langit langit kamar.


" Kenapa kamu tanya seperti itu?, " tanya Randy bingung dengan pertanyaan Vita.


" Ah tidak apa apa mas, lupakan lah. Aku mandi duluan ya mas, aku udah gerah banget, " balas Vita lalu bangkit dan mengambil handuk serta baju ganti nya lalu masuk ke dalam kamar mandi.


Randy bangun dan duduk di tepi tempat tidur saat Vita sudah masuk ke dalam kamar mandi. Randy mengambil handphone nya yang terselip di saku celana nya dan mencari nomor Clara lalu mendial nya. Ia ingin mengetahui kabar Clara karena dari kemarin Ia tidak menelpon atau pun mengirim pesan kepada Clara.


Sudah dua kali Randy menghubungi nomor Clara namun tidak juga di jawab oleh Clara. Randy mengacak acak rambut nya merasa kesal karena Clara tidak menjawab panggilan dari nya. Lalu, Randy mengirim pesan agar Clara menghubungi nya jika sudah menerima pesan dari nya. Setelah itu, Ia letakkan handphone nya di atas meja samping tempat tidur, kemudian kembali merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.


Vita telah selesai mandi dan memakai baju nya, lalu Ia keluar dari dalam kamar mandi. Vita menghampiri Randy yang sedang rebahan, menyuruh nya untuk segera mandi.


" Mas, kamu mandi dulu biar lebih segar, " ucap Vita.


Randy mengiyakan lalu bangkit dan mengambil handuk nya. Sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Randy membalikkan badan nya ke arah Vita.


" Jika nanti Clara pulang ke Indonesia, kamu yakin bisa merelakan aku menikah dengan nya dan menjadikan dia madu mu?, " tanya Randy.


" Wanita mana mas yang rela suami nya menikah lagi termasuk diri ku. Tapi, jika kamu bisa lebih bahagia saat bersama nya, aku berusaha ikhlas. Bukan kah, aku sudah menandatangani surat perjanjian itu? Jadi, aku gak berhak melarang mu, " jawab Vita.


Randy menghela nafas nya dengan berat, mereka sudah menandatangani surat perjanjian jadi gak mungkin Vita melarang nya menikah kedua kali nya dengan Clara.


" Baiklah, " ucap Randy lalu berbalik dan masuk ke dalam kamar mandi.


" Seperti nya, sekarang kamu yang gak rela untuk menikah dengan wanita ular itu. Aku akan pastikan kamu memang gak akan pernah menikah dengan nya. Hanya aku yang akan menjadi istri mu, " gumam Vita dalam hati.


Vita mengambil handphone nya yang ada di atas meja lalu mendial nomor Ziya.


" Hallo, vit, " sapa Ziya.


" Hallo, mbak. Mas Randy sudah mulai mencintai ku. Aku akan mempercepat rencana nya. Gak perlu menunggu aku selesai ujian, bulan depan aku akan melaksanakan rencana terakhir ku. Mbak cepat selesaikan urusan yang di paris, dan kabari aku ya, " ucap Vita to the point.


" Baiklah. Mbak ingin, saat pesta perayaan aniversary pernikahan papi dan mami dua bulan lagi, hubungan mas Randy dengan wanita ular itu sudah berakhir, " balas Ziya.


" Tentu mbak, itu pasti akan terjadi, " ucap Vita yakin.


" Sudah dulu ya mbak, mas Randy sebentar lagi selesai mandi. Aku tutup ya, " pamit Vita.


" Baiklah. Semoga berhasil ya Vit, " ucap Ziya.


" Mbak Ziya juga semoga berhasil, " balas Vita lalu mengakhiri panggilan nya.


Vita meletakkan kembali handphone nya lalu bangkit dan berjalan menuju lemari. Ia mengambilkan baju ganti untuk Randy lalu meletakkan di atas tempat tidur. setelah itu, Ia duduk santai di sofa sambil menunggu Randy selesai mandi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2