Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 43


__ADS_3

Randy berdiri di bawah guyuran air shower untuk menenangkan junior nya yang gak bisa diajak kerja sama mengerjai Vita.


" Oohhh junior, kenapa kamu bisa bangun sih? Padahal, niat nya ngerjain dia aja. Tapi, memang dia harum banget. Rasa nya, gak mau berhenti ciumin dia, " gumam Randy.


Randy terus mengguyur diri nya sambil menahan hasrat nya sampai junior tidur kembali. Ia gak mau melakukan nya pakai sabun atau yang gimana lah itu, karena dia merasa sayang dengan para kecebong nya jika dibuang sia sia. Bahkan, Randy juga belum pernah melakukan nya bersama Clara. Jadi, bisa dipastikan Ia juga masih perjaka ting ting 😆.


Membutuhkan waktu setengah jam, baru bisa menidurkan junior kembali. Setelah itu, ia melanjutkan mandi nya.


Vita yang telah siap berpakaian, mendudukkan bokong nya di sofa kecil yang ada dikamar Randy sambil memainkan handphone nya. Sesekali, Ia melirik pintu kamar mandi. Namun, udah setengah jam lebih Randy masih aja betah di dalam sana.


" Lama banget ya mandi nya. Si babang mandi atau tidur didalam sana?, " gumam Vita.


" Panggil aja kali ya biar bisa lebih cepat mandi nya. Cacing diperut ku udah meronta ronta, " gumam Vita lagi.


Setelah bergulat dengan hati dan fikiran nya, akhirnya Vita bangkit dan melangkah menuju pintu kamar mandi. Setelah sampai, Ia menyenderkan punggung nya di tembok samping pintu lalu mengetuk pintu dengan posisi membelakangi pintu.


Tok.. Tok.. Tok..


" Mas masih lama gak? Aku udah laper banget, " ucap Vita sedikit teriak.


Gak juga mendapatkan jawaban dari Randy, Vita terus mengetuk pintu. Sampai akhirnya, pintu terbuka dan terlihat Randy keluar hanya dengan memakai handuk kecil yang melilit di bagian bawah nya.


" Ada apa?, " tanya Randy saat keluar dari dalam kamar mandi.


" Ishhh, babang mandi atau tidur sih? Aku udah laper banget nih, " rajuk Vita.


" Ya mandi lah. Ada ada aja kamu, " jawab Randy sambil berjalan menuju lemari.


" Iya mandi, tapi lama banget. Aku nunggu sampai lebih setengah jam, mas gak keluar juga, " balas Vita.


" Udah gak usah bawel, " ucap Randy.


Vita memonyongkan bibir nya saat di bilang bawel. Namun, sesaat Ia langsung menjerit dan menutup mata nya saat Randy melepaskan handuk nya.


" Mas pakai baju nya di kamar mandi sana, jangan di sini, " jerit Vita.


" Suka suka aku dong, ini kan kamar ku. Lagi pula, udah biasa juga aku pakai baju di sini, " balas Randy.


" Iya, tapi sekarang kan ada aku, " ucap Vita.


" Kenapa kalau ada kamu? Kan kamu istri ku, bukan istri orang lain, " balas Randy.


" Aku malu kali mas lihat nya. Meskipun udah halal, tapi kan gak gitu juga, " ucap Vita


Randy gak membalas omongan Vita. Ia terus memakai baju dan celana nya. Setelah selesai, Randy menghampiri Vita dan memegang tangan Vita yang menutupi wajah nya.


Saat ingin menurunkan tangan Vita, Vita menjerit takut kalau kalau Randy masih telanjang.


" Husss, jangan teriak teriak, aku udah pakai baju. Sekarang kita turun, pasti udah di tunggu semua orang untuk sarapan, " ucap Randy.

__ADS_1


Vita menurunkan tangan nya dan melihat Randy yang memang udah memakai baju. Ia senyum senyum sendiri memikirkan sikap konyol nya tadi.


Randy mengajak Vita untuk turun ke bawah dan dianggukin oleh Vita.


********


Saat udah sampai di bawah, terlihat semua keluarga udah berkumpul untuk sarapan. Mereka semua melihat ke arah Randy dan Vita yang baru aja turun.


" Wah wah wah, pengantin baru kita akhirnya turun juga. Eh, kelihatan nya pertarungan di menangkan menantu mu Ilham. Lihat itu, anak lelaki mu jalan nya seperti itu, " ledek Andy mertua Ziya.


Semua yang ada di ruang makan tertawa sambil memperhatikan jalan nya Randy.


" Berapa ronde mas, sampai pincang gitu?, " kali ini Putra suami Ziya yang meledek.


" Apa nya berapa ronde sih. Aku begini bukan karena dapat jatah dari istri, tapi karena kena tendangan maut sampai terjungkal ke lantai, " jawab Randy sambil melirik Vita.


" Haaahhh?, " semua orang terkejut. Sementara, Vita hanya garuk garuk kepala nya yang tidak gatal.


" Kok bisa Rand? Sini duduk dulu, " tanya Rita.


Randy duduk di kursi, sementara Vita ke dapur untuk membuat kan Randy kopi dan teh untuk nya.


" Kamu gak main paksa kan, Rand?, " tanya Ilham selidik.


" Ya gak lah pi. Dia itu tendang aku, karena dia shock bangun tidur ada yang meluk. Kata nya lupa kalau sudah nikah, kan biasa nya tidur sendiri, " jawab Randy.


Semua orang tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Randy dan semakin meledekin nya.


" Vit, kamu bukan nya kasih jatah ke suami, malah kasih tendangan maut mu, " ledek Ziya.


" Ishhh, aku juga gak sengaja kali mbak. Lupa kalau sudah nikah, jadi reflek aja nendang, " jawab Vita manyun.


" Udah udah jangan di ledekin terus, kasian anak perempuan papi, " bela Ilham.


" Iya deh iya, yang udah punya anak perempuan baru, Ziya dilupain, " ucap Ziya dengan nada di buat buat sedih.


" Mbak jangan ngomong begitu. Mbak Ziya tetap anak perempuan kesayangan nya papi kok. Vita disini kan membantu mbak menjaga mami papi, " ucap Vita merasa bersalah.


" Mbak bercanda kok vit, tenang aja. Mbak senang karena kamu yang jadi kakak ipar mbak, " balas Ziya tersenyum.


" Terima kasih mbak, " balas Vita yang juga tersenyum.


Rita dan Ilham merasa bahagia, karena menantu nya begitu menyayangi mereka semua. Gak salah mereka merestui pilihan Randy kali ini.


" Ehmmm mas, besok aku udah boleh masuk sekolah lagi kan? Aku takut ketinggalan banyak pelajaran. Sebentar lagi kan ujian akhir, " tanya Vita di sela sela sarapan.


" Takut ketinggalan pelajaran atau rindu sama teman sekelas mu itu?, " sindir Randy.


" Dua dua nya, " jawab Vita mantap.

__ADS_1


" Gak boleh. Besok kamu gak boleh masuk sekolah dulu, " ucap Randy emosi lalu meletakkan sendok garpu nya dan pergi meninggalkan meja makan kembali ke kamar nya.


Semua merasa heran dengan sikap Randy yang tiba tiba marah. Apa salah nya rindu dengan teman sekelas. Masa iya, cemburu.


" Vit, mami mau tanya. Tapi, tolong kamu jawab jujur ya sayang, " pinta Rita.


" Apa itu mi? " tanya Vita penasaran.


" Kamu ada hubungan apa dengan laki laki yang bermain piano di resepsi kemarin? Kamu juga menangis, saat bertatapan dengan nya sebelum melakukan akad nikah, " tanya Rita selidik.


Degg.


Jantung Vita berdegub kencang mendengar pertanyaan Rita. Ia gelisah dan gugup saat ingin menjawab. Semua orang memperhatikan nya yang terlihat gelisah, namun tidak untuk Ziya, karena memang Ziya tau bagaimana perasaan Vita.


" Emm, gak ada hubungan apa apa mi. Kami hanya sahabat, gak lebih, " jawab Vita terbata bata.


" Benar sayang?, " tanya Rita menekankan.


Vita menarik nafas, lalu menghembuskan nya perlahan. Vita menatap mata Rita lalu menjawab dengan tegas.


" Vita sama Alfian hanya sahabat dan partner dalam menjaga kelas. Kami semua udah menganggap satu sama lain seperti keluarga. Jadi, kalau pun ada rasa, hanya sebatas rasa sayang terhadap anggota keluarga. Itu aja, " jawab Vita.


" Baiklah sayang, mami percaya sama kamu, " balas Rita tersenyum tulus.


" Terima kasih mi. Dan maaf, Vita buat mami jadi ragu sama Vita. Vita janji gak akan kecewain mami dan semua nya, " ucap Vita.


" Iya sayang, " balas Rita.


Vita melanjutkan kembali sarapan nya. Setelah itu, kembali ke kamar menyusul Randy. Karena mendapat larangan dari Rita untuk ikut membersihkan meja makan, jadi Vita memilih menyusul Randy ke kamar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2