Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 94


__ADS_3

Mobil Randy memasuki area parkir sekolah Vita. Karena hari minggu, sekolah terlihat sepi. Semua siswa siswi yang sedang latihan berada di aula sekolah mereka.


Hari ini, siswa siswi yang datang ke sekolah adalah para anggota osis dan murid yang ikut berpartisipasi dalam acara perpisahan sekolah serta beberapa guru yang bertanggung jawab dalam acara tersebut.


Vita dan Randy turun dari mobil. Vita menghela nafas nya dengan berat. Ia berfikir pasti akan terjadi kehebohan karena diri nya datang bersama Randy. Teriakan histeris para siswi siswi akan membahana di aula saat melihat wajah tampan suami nya itu.


Randy menggenggam tangan Vita lalu mengajak nya untuk segera pergi ke aula sekolah. Mereka berjalan beriringan sampai ke aula sekolah.


Saat memasuki aula, para siswi siswi langsung berteriak histeris melihat kedatangan Vita dan Randy. Sebenar nya histeris karena Randy sih, namun Randy tidak memperdulikan teriakan histeris mereka semua.


" Selamat pagi semua nya, maaf saya terlambat, " sapa Vita kepada semua orang yang berada di aula.


" Sudah siang kali momsky, " ledek Fabian.


Vita cuma bisa tersenyum kikuk mendengar ledekan Fabian. Yah memang sih gak bisa di bilang pagi lagi karena saat ini waktu sudah menunjukkan angka sebelas. Itu berarti diri nya telat satu jam dari waktu latihan yang sudah mereka tentukan.


" Sorry ya semua, saya terlambat. Tadi ada drama sedikit di rumah, " ucap Vita sambil melirik tajam ke arah Randy.


Randy yang di lirik hanya cuek dan melihat lihat ke seluruh aula di mana siswa dan siswi sedang di latih oleh guru guru mereka.


Vita menarik tangan Randy agar mengikuti nya untuk bergabung dengan teman sekelas nya.


Wakil kepala sekolah yang saat ini sedang bertugas mengawasi latihan para siswa siswi nya langsung menghampiri Randy saat melihat Randy sedang bergabung dengan para siswa siswi nya.


" Selamat siang tuan Randy. Ada yang bisa saya bantu?, " tanya wakil kepala sekolah sambil membungkukkan sedikit badan nya


" Siang pak. Tidak ada pak, terima kasih, " balas Randy.


" Kalau begitu, saya akan menyuruh siswa untuk menyiapkan kursi untuk tuan Randy, " ucap wakil kepala sekolah.


" Tidak perlu pak. Saya akan duduk di bawah dengan mereka semua, " balas Randy.


" Baiklah, jika tuan Randy menginginkan seperti itu. Kalau ada perlu sesuatu, tuan Randy bisa memberitahukan kepada saya, " ucap wakil kepala sekolah.


" iya pak, terima kasih, " balas Randy.


" Saya permisi dulu tuan Randy, " ucap wakil kepala sekolah dan Randy membalas nya dengan menganggukkan kepala nya.


Randy kembali memperhatikan istri nya yang sedang bersiap siap untuk latihan bersama dengan Alfian dan pemain band yang lain. Sedangkan, teman teman nya yang lain duduk lesehan di bawah melihat mereka latihan.


Randy tersenyum melihat teman teman Vita semua nya hadir. Padahal, yang akan latihan hanya Vita dan Alfian serta teman band Alfian, tetapi mereka semua juga ikut datang.


Randy ikut bergabung duduk lesehan di bawah dengan teman teman Vita. Ia duduk di samping Aldo sambil terus memperhatikan Vita.


Senyum Randy terus mengembang melihat istri nya yang terlihat bahagia dan lepas saat berlatih bernyanyi.


Keputusan yang Randy ambil, tidak lah salah. Ia bersyukur kemarin mengizinkan istri nya untuk ikut andil dalam acara perpisahan sekolah nya. Karena hal ini sekali dalam seumur hidup, perpisahan di masa SMA adalah salah satu moment penting dalam hidup. Jadi, istri nya harus bahagia di moment tersebut.


****


Saat memperhatikan istri nya tadi latihan, Randy sempat menyuruh Rei untuk memesankan makan siang untuk seluruh siswa dan siswi serta para guru yang ada di sana.

__ADS_1


Waktu istirahat pun tiba, para siswa dan siswi duduk gabung bersama di lantai. Mereka merenggangkan otot otot mereka yang lelah karena latihan tadi.


Tidak hanya band Alfian dan kawan kawan yang akan tampil, tapi juga ada persembahan tari dan yang lain nya lagi. Jadi, bisa di pastikan acara perpisahan mereka akan sangat menyenangkan nanti nya.


Randy menyuruh Vita untuk duduk di samping nya. Randy menyeka keringat yang ada di dahi Vita lalu memberikan botol air minum untuk Vita. Vita mengambil nya lalu meminum nya sampai habis setelah botol.


Tepat saat mereka beristirahat, Rei tiba dengan para pelayan restoran yang membawa makan siang untuk mereka semua.


" Makan siang sudah datang, " jerit Rei saat tiba di depan pintu aula sambil merentangkan kedua tangan nya.


Semua orang yang ada di dalam aula refleks melihat ke arah pintu saat mendengar suara jeritan Rei. Mereka langsung bersorak riang begitu melihat pelayan restoran masuk ke dalam aula dengan membawa kotak kotak nasi.


Mereka langsung bangkit dan berhamburan ke arah Rei. Rei memerintahkan mereka untuk berbaris rapi dan tidak desak desakan.


Vita melihat ke arah Randy yang tersenyum saat melihat semua orang bahagia menerima makanan yang di sediakan nya.


Vita tau pasti suami nya lah yang menyediakan semua ini. Vita menyenderkan kepala nya di bahu Randy sambil ikut memperhatikan teman teman nya yang sedang mengantri.


" Sayang, terima kasih untuk semua ini, " ucap Vita tersenyum bahagia.


" Apapun untuk mu, asalkan kamu bahagia sayang, " balas Randy lalu sebelah tangan nya merangkul pundak Vita.


Setelah semua siswa dan siswi serta para guru mendapatkan makan siang nya, Rei menyuruh pelayan memberikan kotak makan siang untuk Vita dan Randy.


Rei menghampiri mereka dengan kotak makan siang di tangan nya.


" Aku gabung ya di sini, " ucap Rei.


Rei tidak mengikuti ucapan Vita. Ia melihat tempat kosong di samping Ayu dan berjalan mendekati Ayu.


" Aku boleh kan duduk di samping kamu?, " tanya Rei kepada Ayu.


Ayu mendongakkan kepala nya lalu mengangguk. Rei tersenyum dan langsung duduk di samping Ayu.


" Makan yang banyak ya. Kalau kurang, bilang saja sama aku, nanti aku pesankan lagi, " ucap Rei.


Ayu hanya tersenyum kepada Rei lalu kembali melanjutkan makan nya.


Vita terbengong melihat Rei yang lebih memilih duduk di samping Ayu. Hello, ada apa dengan mereka.


" Tidak masalah kan kalau Rei melakukan pendekatan dengan sahabat mu itu? Kelihatan nya Rei menyukai sahabat mu itu, " ucap Randy saat melihat Vita terbengong.


" Ehh, aku gak masalah sih mas. Yang penting untuk ku adalah kebahagian Ayu. Kalau Ayu bahagia, aku pasti ikut bahagia, " balas Vita terbata bata.


" Baguslah kalau begitu. Kamu tenang saja, Rei pasti akan membahagiakan sahabat mu. Lebih baik sekarang kita makan, " ucap Randy dan Vita mengangguk.


Randy dan Vita mulai memakan nasi kotak di hadapan mereka. Sesekali mereka tertawa di sela sela makan mereka karena mendengar canda tawa yang di lontarkan teman teman Vita.


****


Setelah selesai makan siang, mereka semua kembali latihan. Randy mengajak Rei duduk sedikit berjauhan dari teman teman Vita, Ia ingin bertanya tentang perasaan Rei kepada Ayu.

__ADS_1


" Rei, kamu sudah yakin dengan perasaan mu itu?, " tanya Randy to the point.


Rei paham dengan pertanyaan Randy. Karena memang selama ini Rei tidak pernah mendekati wanita mana pun. Dan hari ini, Ia lebih memilih untuk duduk dekat Ayu dari pada memilih duduk di dekat Vita, jadi bisa dipastikan Rei memiliki perasaan lain terhadap Ayu.


" Aku tidak pernah terpesona dengan wanita mana pun selama ini. Namun, saat bertemu dia di rumah nya dan bisa membuat kamu babak belur waktu itu, aku merasa kagum dengan sosok diri nya. Aku berfikir ini hanya sebatas rasa kagum namun semakin aku memikirkan diri nya, tenyata itu lebih dari sekedar kagum. Aku sudah jatuh cinta dengan nya. Aku berusaha melupakan perasaan yang mulai tumbuh di hati ku Rand, tapi hasil nya malah rasa ini semakin besar untuk nya. Apa itu tidak masalah Rand? Aku tidak ingin rasa cinta ku untuk nya akan membuat hubungan nya dengan Vita menjadi renggang, " terang Rei.


" Dasar brengs*k. Bisa bisa nya kamu jatuh cinta dengan nya saat dia menghajar diri ku, " bukan nya menjawab pertanyaan Rei, Randy malah mengumpat kepada Rei.


Rei tertawa mendengar umpatan Randy untuk diri nya. Ia terima umpatan Randy, karena kalau di fikir fikir, diri nya memang sahabat yang jahat, jatuh cinta dengan orang yang sudah menghajar sahabat nya sampai babak belur.


" Vita tidak mempermasalahkan kalau kamu jatuh cinta dengan sahabat nya. Ia akan ikut bahagia jika sahabat nya bahagia. Kami mendukung mu Rei, kejar lah cinta mu, " ucap Randy memberi semangat.


" Apa itu benar Rand?, " tanya Rei memastikan dan Randy mengangguk sambil tersenyum.


" Terima kasih karena kalian mau mendukung ku, " ucap Rei tersenyum.


Randy merangkul pundak sahabat nya dan tersenyum bahagia. Akhir nya, sahabat nya ini jatuh cinta kepada seorang wanita.


Randy mengajak Rei untuk duduk bergabung dengan teman teman Vita yang lain agar Rei bisa lebih dekat dengan Ayu dan Rei menuruti ajakan sahabat nya itu.


Kini, Rei kembali duduk di samping Ayu. Ia memperhatikan Ayu yang sedang asyik melihat sahabat nya latihan bernyanyi. Senyum indah tercetak jelas di bibir Rei saat memperhatikan Ayu.


" Semoga kita berjodoh ya, cinta pertama ku, " gumam Rei dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Ayo dong like and vote yang banyak, jangan cuma comment next saja. Saya akan semakin bersemangat up nya jika kalian memberikan vote yang banyak. So, jangan ragu ya untuk vote banyak banyak untuk novel ini.


Love you all***.

__ADS_1


__ADS_2