
Vita dan teman teman nya telah sampai di parkiran mall. Ayu segera memarkirkan mobil nya. Setelah memarkirkan mobil, mereka keluar dari mobil dan bergandengan tangan masuk ke dalam mall.
Mereka terus berjalan sambil melihat lihat toko mana yang menarik untuk di masuki. Tiba tiba Ayu menarik mereka masuk ke salah satu toko yang khusus menjual sepatu sport.
Saat masuk ke dalam toko, mereka langsung berpencar untuk memilih sepatu yang cocok untuk mereka.
Saat sedang asyik melihat lihat, mata Vita tertuju pada sepatu yang terpajang di rak. Sepatu sport couple berwarna navy dengan merk New Balance mencuri perhatian Vita.
Vita mengambil sebelah sepatu itu dan melihat dengan jelas dan teliti. Ia benar benar menyukai nya.
" Babang mau gak ya pakai barang yang couple beginian? " tanya Vita pada diri nya sendiri.
" Kalau nanti gak mau pakai, aku paksa saja deh. Hehehe, " gumam Vita terkikik.
Vita mengambil ponsel nya di dalam tas, lalu mencari nomor suami nya dan mendial. Setelah dering ketiga baru lah Randy mengangkat nya.
" Hallo, Ada apa?, " tanya Randy to the point saat sudah terhubung.
" Mas, ukuran sepatu kamu berapa?, " tanya Vita balik.
" Untuk apa tanya ukuran sepatu ku?, " bukan nya menjawab, Randy juga malah bertanya balik.
" Sudah jawab saja kenapa sih mas. Berapa ukuran sepatu mu?, " tanya Vita kesal karena Randy banyak tanya.
" 42, " jawab Randy singkat.
" Ok sayang. Yaudah aku tutup dulu, bye, " ucap Vita yang langsung mengakhiri panggilan nya bersama Randy dan memasukkan kembali ponsel nya ke dalam tas.
Sementara, Randy di dalam kamar mengomel ngomel karena Vita mengakhiri panggilan saat diri nya masih ingin berbicara.
Vita bertanya kepada pegawai toko apakah sepatu couple yang di tunjuk nya ada ukuran kaki nya dan juga kaki Randy. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Vita bisa tersenyum bahagia karena ukuran kaki nya dan kaki Randy masih tersedia.
Vita mencoba sepatu dengan ukuran kaki nya. Terlihat bagus saat di pakai dan kaki nya juga merasa nyaman saat memakai nya.
Vita meminta pegawai toko untuk membungkus nya dan membawakan ke meja kasir. Saat pegawai kasir selesai mengscan harga yang tertera di kedua kotak sepatu, Vita langsung mengambil kartu atm nya di dalam dompet dan memberikan kepada pegawai kasir. Selesai bertransaksi, Vita membawa paper bag yang berisi sepatu nya dan juga Randy lalu pergi menemui teman teman nya yang masih sibuk memilih sepatu.
" Guys, masih belum ketemu juga yang cocok?, " tanya Vita saat sudah berada di dekat teman teman nya.
" Belum nih, " jawab Ayu.
" Eh, lo sudah selesai milih? Tapi, kok ada dua kotak? Lo beli dua sepatu sekaligus?, " tanya Vira.
" Iya, yang satu untuk gue dan yang satu untuk suami gue. Couple gitu lah, " jawab Vita.
" Ihhh, gue mau juga yang couple. Gue mau pakai sepatu yang couple bareng Fabian, " ucap Ririn manja.
" Itu di bagian rak yang di sana untuk sepatu couple. Sana pilih sendiri, " tunjuk Vita.
Ririn dengan segera menuju rak sepatu yang di tunjuk Vita. Dengan sangat antusias Ririn memilih sepatu couple untuk diri nya dan juga Fabian.
" Jangan pilih warna navy, nanti kita malah samaan, " ucap Vita sedikit berteriak agar Ririn mendengar nya.
Ririn menoleh ke arah Vita dan langsung mengangguk, setelah itu Ia kembali melihat dan memilih mana yang bagus.
Setelah Vita menunggu cukup lama, baru lah ketiga teman nya selesai memilih dan membayar di kasir. Selesai melakukan transaksi, mereka berempat keluar dari toko sepatu dan kembali berjalan di lorong mall sambil melihat lihat toko mana lagi yang akan mereka kunjungi.
Setelah melewati beberapa toko, Vira melihat sebuah tas yang sangat cantik terpajang di atas rak yang ada di dalam toko. Vira langsung menarik teman taman nya masuk ke dalam toko.
Karena sudah terlanjur jatuh hati dengan tas yang di lihat nya tadi, Vira langsung meminta pegawai toko membungkus nya dan Ia segera membayar di meja kasir. Mereka langsung keluar dari toko setelah Vira selesai di meja kasir karena Vita dan yang lain nya tidak menemukan tas yang di sukai mereka.
__ADS_1
Mereka kembali masuk ke dalam toko setelah tadi keluar dari toko tas. Kini toko yang di masuki mereka adalah toko baju pria dan wanita. Ayu, Ririn dan Vira telah memilih banyak baju dan membayar nya di kasir. Sementara, Vita yang lebih lama melihat dan memilih milih, hanya membayar dua pasang baju couple di kasir.
" Guys, kalian gak lapar? Makan yuk, " ajak Ayu.
" Yuk, perut gue sudah lapar, " ajak Ririn.
Vita dan Vira mengangguk lalu mereka berempat pergi ke salah satu restoran yang ada di dalam gedung mall.
Setelah memesan menu, mereka berempat mengobrol ringan. Lebih tepat nya, mengintrogasi Vita tentang kehidupan pernikahan nya.
" Vit, gimana kehidupan pernikahan lo, baik baik saja kan?, " tanya Ayu memulai obrolan.
" Alhamdulillah, pernikahan gue baik baik saja, " jawab Vita.
" Suami lo cinta kan sama lo?, " tanya Vira.
" Seperti yang kalian lihat tadi saat menjemput gue, dengan perlakuan nya seperti itu, apakah suami gue cinta gak sama gue?, " tanya Vita balik.
" Kalu gue lihat sih, dia malah sudah bucin sama lo, " jawab Ririn.
" Iya sih, gue lihat suami lo cinta sama lo. Tapi, lo cinta kan sama suami lo? Kan kita semua tau, sebelum menikah lo itu cinta nya sama Alfian, " tanya Ayu.
" Gue cinta sama suami gue. Masalah rasa gue untuk Alfian, itu sudah gue simpan rapat rapat di dalam relung hati gue yang terdalam. Gue gak akan pernah melupakan sosok laki laki yang rela mengorbankan perasaan nya hanya untuk melihat gue bahagia. Gue berdoa, semoga Alfian menemukan jodoh yang terbaik yang bisa mendampingi diri nya di saat susah dan senang, " ucap Vita tulus.
Ketiga teman Vita pun mengaminkan doa tulus nya untuk Alfian.
" Vit, lo sudah melakukan itu kan sama suami lo? Terus, kemarin lo demam karena kecapean di buat suami lo kan? Gede gak punya suami lo, " Tanya Vira tanpa malu malu.
" Hah?, " Vita terkejut mendengar pertanyaan dari Vira.
" Eh iya Vit, lo jawab deh. Lo sudah gak perawan lagi kan?, " Kali ini Ririn yang bertanya.
"Haishhh lo gak asyik ahhh, " balas Vira kesal karena Vita gak menjawab pertanyaan nya.
" Sudah lah, kalian ini masa bertanya seperti itu ke Vita, " ucap Ayu membela Vita.
" Iya deh iya. Tapi, lo jawab saja deh pertanyaan gue yang satu ini. Punya suami lo gede gak? Secara badan suami lo kekar gitu, pasti milik nya gede tuh, " tanya Vira penasaran.
Vita memukul pelan kepala Vira yang terlalu negeres. Vira pun meringis dan mengelus kepala nya.
Sebelum Vira kembali membuka mulut nya, pelayan datang dan menyajikan pesanan pesanan mereka ke atas meja.
Melihat makanan di hadapan nya, Vira langsung melupakan pertanyaan gila nya tadi kepada teman nya itu. Ia dengan segera malahap makanan yang terhidang di depan nya.
" Untung saja pelayan cepat datang, kalau lama sedikit saja pasti Vira mengoceh lagi deh. Kalau di fikir fikir, memang punya suami gue gede juga. Haishh, pasti sakit deh kalau masuk ke punya gue, " gumam Vita dalam hati sambil bergidik takut.
Ayu menegur Vita yang melamun dan menyuruh nya segera makan. Vita pun segera melahap makanan nya setelah sadar dari lamunan gila nya itu.
****
Mobil Ayu telah terparkir di depan butik langganan mertua Vita. Setelah tadi selesai makan, Vita langsung mengajak teman teman nya untuk menemani nya pergi ke butik karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah tiga siang.
Mereka masuk ke dalam butik beriringan. Begitu masuk, Vita langsung mengatakan kepada pegawai butik kalau sudah ada membuat janji atas nama Rita Djaya. Pegawai pun langsung mengantarkan Vita dan teman teman nya ke ruangan owner.
Owner butik memberikan pilihan pilihan gaun yang cocok untuk di pakai pada acara makan malam formal. Vita merasa pusing melihat banyak nya pilihan yang di tawarkan oleh owner butik.
Alhasil, ketiga teman nya lah yang memilih kan untuk nya. Setelah memakan waktu cukup lama untuk memilih, akhirnya ketiga teman nya itu memilih dua gaun yang akan di coba Vita.
Vita masuk ke ruang ganti di temani oleh pegawai toko. Vita mengganti pakaian nya dengan salah satu gaun dan di bantu pegawai toko. Setelah beberapa menit, Vita keluar dari ruang ganti dan melihat semua wajah teman teman nya tebengong melihat diri nya.
__ADS_1
" Gimana, bagus gak?, " tanya Vita.
" Perfect. Lo cantik dan sexy banget, " ucap Ayu, Ririn dan juga Vira.
" Tapi, ini sexy banget, " protes Vita.
Gimana Vita gak protes, teman teman nya memilih kan gaun dengan model long V neck dress. Selain bagian dada nya yang terekpos, paha mulus nya yang sebelah kiri nya juga tereksos karena belahan gaun yang di kenakan cukup panjang. Menurut Vita, ini sangat tidak sesuai dengan diri nya.
Vita mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas dan meminta Ayu memfoto dirinya. Ia ingin meminta pendapat suami nya. Jika suami nya setuju dengan gaun ini, terpaksa Vita membeli dan memakai nya nanti malam.
Setelah di foto dengan berbagai macam fose, Vita mengirim kan kepada Randy. Gak butuh waktu lama, ponsel Vita berdering dan menampilkan nama suami nya di layar. Vita langsung mengangkat panggilan dari suami nya.
" Ganti dengan gaun yang lain. Aku gak mau kamu pergi dengan gaun itu, gaun itu terlalu sexy. Aku gak mau orang lain melihat tubuh kamu, " ucap Randy saat Panggilan mereka terhubung.
Sesuai dugaan Vita, gaun ini memang terlalu sexy dan pasti suami nya gak akan setuju.
" Baiklah mas, " jawab Vita dan langsung mengakhiri panggilan mereka.
Vita menggelengkan kepala nya kepada ketiga teman nya dan juga owner butik, mengatakan kalau suami nya tidak suka. Mereka semua menghelas nafas. Padahal, gaun ini sangat cocok di pakai Vita.
Vita terpaksa kembali ke ruang ganti untuk mengganti dengan gaun yang satu lagi. Setelah membutuhkan waktu beberapa menit, Vita kembali keluar dari ruang ganti menuju ke arah teman teman nya.
Mereka semua juga menyukai gaun yang di kenakan Vita kali ini. Meskipun tidak terlalu sexy seperti gaun yang tadi, tapi Vita terlihat sangat elegan.
Vita meminta Ayu kembali memfoto diri nya dan mengirimkan foto nya kepada Randy. Vita berharap Randy menyetujui nya kali ini.
ponsel Vita berdering tak lama setelah Ia mengirim foto kepada Randy. Vita langsung mengangkat panggilan dari Randy.
Tanpa basa basi, Randy meminta Vita untuk menyuruh pegawai toko membungkus gaun itu dan menyuruh Vita untuk segera pulang. Vita menuruti perintah suami nya lalu mengakhiri panggilan mereka.
Vita mengatakan kepada owner butik kalau dia memilih gaun yang sedang di kenakan nya saat ini dan meminta tolong untuk di bungkus. Owner butik pun mengiyakan lalu menyuruh pegawai nya membantu Vita kembali mengganti pakaian nya dan membungkus gaun nya dengan segera.
Setelah membayar gaun nya di kasir, Vita dan teman teman nya mengucapkan terima kasih kepada owner dan pegawai yang telah membantu nya. Setelah itu, mereka keluar dari butik menuju ke mobil dan segera masuk ke dalam mobil.
Ayu melajukan mobil nya menuju ke kediaman keluarga Djaya. Selama di perjalanan mereka mengobrol dan bercanda tawa. Suara tawa mereka terdengar membahana di dalam mobil Ayu. Mereka terus mengobrol dan bercanda sampai mobil yang di kendarai Ayu memasuki pelataran halaman keluarga Djaya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Ini episode pertama hari ini, sabar menunggu ya akak untuk episode selanjut nya. Hari ini akan saya kirim kan dua episode lagi. So, jangan lupa like and vote yang banyak ya.
__ADS_1