Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 147 Puteri Seorang Ketua Mafia


__ADS_3

Setelah pengakuan cinta yang di lakukan David kepada Vita, Vita hanya diam saja dan memalingkan wajah nya ke arah lain. Ia tidak ingin kembali salah berbicara dan membuat David marah.


" Sayang, kenapa kamu tidak membalas kata cinta dari ku?, " tanya David sambil memegang dagu Vita dan mengarahkan wajah Vita menghadap ke arah nya.


" Kau tau alasan ku bukan. Jadi, tak perlu aku menjawab nya, kau juga sudah tau, " jawab Vita sinis sambil melepaskan tangan David dari dagu nya.


David tersenyum menyeringai, Ia benar benar semakin jatuh cinta dengan Vita yang tidak pernah takut meskipun dalam keadaan lemah dan berada di tempat musuh.


" Sikap mu yang berani seperti ini yang membuat ku semakin mencintai mu, tak pernah takut dalam keadaan apapun, " ucap David.


" Aku akan bercerita sedikit kepada mu. Kamu ingat anak kecil yang kamu tolong waktu itu dan juga pengendara sepeda motor yang membawa motor nya dengan kencang dan tidak hati hati? Mereka telah aku kirim ke neraka beserta ibu anak kecil tersebut, " aku David.


" Aapaa?, " pekik Vita terkejut.


" Tenang lah sayang, kasihan anak kita jadi terkejut, " ucap David sambil mengelus perut Vita tapi langsung di tepis oleh Vita.


" Kau sudah gila membunuh mereka! Apa salah mereka pada mu sampai kau membunuh mereka?, " tanya Vita tak habis fikir kenapa David membunuh mereka.


" Mereka telah menyebabkan kamu terluka dan kita hampir kehilangan bayi kita, " jawab David santai.


" Itu bukan kesalahan mereka David. Dan satu lagi aku ingat kan pada mu, ini bukan bayi mu jadi jangan mengaku ngaku, " ucap Vita emosi.


" Mereka pantas mendapat kan nya, siapa pun yang menyakiti mu akan aku habisi. Dan ingat, kamu milik ku jadi itu juga berlaku kepada bayi yang kamu kandung. Jika sekali lagi kamu mengatakan itu bukan bayi ku, aku akan langsung menyuruh dokter untuk menggugurkan nya, " balas David memberi ancaman kepada Vita.


Kedua mata Vita membulat sempurna mendengar kembali ancaman David yang ingin membunuh bayi nya.


" Tolong jangan lakukan itu David. Baik lah, aku akan menuruti semua yang kau bilang tapi tolong jangan sakiti bayi ku, " mohon Vita sambil memegang perut nya.


David mengelus lembut puncak kepala Vita dan tersenyum.


" Aku tidak akan menyakiti nya jika kamu mau patuh kepada ku sayang, " ucap David.


" Kamu istirahat dulu di sini, aku akan ke dapur untuk memasak makanan untuk mu syaang. Ingat, jangan macam macam, " perintah David.


" Tidak perlu, aku tidak lapar, " tolak Vita.


" Kamu tidak lapar tapi bayi kita lapar. Jangan membantah lagi, tunggu saja di sini, " balas David lalu bangkit dan berjalan keluar kamar menuju dapur.


Setelah David keluar dari kamar, Vita bangkit dari tidur nya dan duduk menyandar di atas tempat tidur.


" Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana cara nya aku bisa keluar dari tempat ini? Mas Randy, gimana keadaan nya sekarang. Ya Allah, cobaan apa lagi yang Engkau berikan untuk rumah tangga kami, " gumam Vita lirih.


" Aku juga tidak mungkin bertarung dengan David dan anak buah nya, itu akan membahayakan bayi ku, " gumam Vita frustasi.


Vita menghela nafas nya dengan berat karena bingung tak tau apa yang harus di lakukan nya sekarang agar bisa bebas dari tempat ini. Ia mengamati sekeliling kamar David. Begitu banyak foto foto diri nya yang terpajang di dinding kamar itu dan juga beberapa di atas meja.


Saat mengamati kamar David, mata Vita menangkap sebuah kamera cctv terpasang di sudut ruangan.


" Gila, dia memasang kamera cctv di kamar ini. Ini akan semakin menyulitkan ku untuk kabur karena dia mengawasi gerak gerik ku. Sebaik nya, untuk sekarang ini aku turuti saja semua ucapan David saat ini untuk keselamatan bayi ku. Aku yakin, setelah aku menuruti nya, dia akan senang dan aku harap dia mau menuruti keinginan ku juga. Lalu setelah itu, aku akan mencari cara untuk bebas dari dia, " gumam Vita dalam hati karena takut David menyadap kamar itu juga.


****

__ADS_1


Setelah menelpon daddy nya, Ayu segera menghubungi orang kepercayaan nya yang ada di Indonesia. Ia akan menyuruh orang kepercayaan nya mengurus keberangkatan nya kembali ke Hongkong.


" Hallo nona muda, " sapa orang kepercayaan Ayu di seberang telepon saat panggilan mereka terhubung.


" Siapkan pesawat pribadi ku, sekarang juga aku akan kembali ke rumah utama. Dan, jemput aku sekarang di rumah sakit xx ruang anggrek no.35 VVIP, " perintah Ayu.


" Baik nona, " jawab orang kepercayaan Ayu.


Setelah menjawab perintah dari nya, Ayu mengakhiri panggilan mereka dan memasukkan ponsel nya ke dalam tas.


" Sayang, " panggil Rei sendu.


" Hmm, " jawab Ayu dengan berdehem lalu menatap Rei.


" Kamu akan kembali ke sini kan setelah menyelesaikan semua nya?, " tanya Rei.


" Aku pasti akan kembali, " jawab Ayu.


" Janji?, " pinta Rei.


" Aku janji sayang. Kamu jangan khawatir, aku pasti akan kembali ke sini, " jawab Ayu pasti.


" Kamu juga harus janji sama aku, kalau kamu tidak akan terluka, " pinta Rei.


Ayu tersenyum dan mengangguk kan kepala nya lalu Rei menarik Ayu masuk ke dalam pelukan nya. Ia merasa sangat khawatir jika sesuatu yang buruk terjadi kepada Ayu.


Sementara, Ilham, Rita dan anak anak hanya diam dan mengamati Rei dan Ayu. Di dalam fikiran mereka masing masing bertanya, siapa sebenar nya Ayu sampai Ia yakin bisa menyelesaikan semua ini dengan cara nya.


" Bisa tolong hubungi mas Putra dan mas Aro? Aku butuh bantuan mereka, " pinta Ayu.


" Untuk apa sayang?, " tanya Rei.


" Lakukan saja. Kita juga harus memberitahukan kejadian ini kepada mereka dan aku sangat butuh bantuan mereka nanti, " jawab Ayu.


" Baik lah, " ucap Rei.


Rei menghubungi Putra dan Aro bergantian namun yang berbicara dan menjelaskan semua nya adalah Ayu. Sekalian, Ayu mengatakan jika Ia butuh bantuan dari mereka dan juga butuh bantuan Alex dan Stella. Ia meminta Putra yang mengatakan kepada Alex dan juga Stella.


Setelah mengatakan semua nya kepada Putra dan Aro, Ayu mengembalikan ponsel Rei.


Pintu ruangan Randy di ketuk dan masuk lah satu orang laki laki dengan memakai setelan jas seperti seorang bodyguard.


" Permisi semua nya, saya mencari nona muda Sasya, " ucap laki laki itu membuat semua orang memandang ke arah nya.


" Ah William, tunggu lah sebentar di luar, " balas Ayu.


" Baik nona muda, " ucap laki laki itu yang ternyata bernama William.


Ayu memandang ke arah Rei lalu beralih memandang ke arah Ilham dan Rita yang berdiri berdampingan.


" Pi, mi, Ayu pamit dulu. Ayu janji akan bawa Vita pulang dengan selamat, " pamit Ayu.

__ADS_1


" Iya nak, hati hati. Setelah ini, papi ingin kamu menjelaskan semua nya kepada papi agar papi tau siapa anak perempuan papi ini yang sebenar nya, " ucap Ilham dan Ayu mengangguk mengiyakan.


" Kamu harus kembali bersama Vita dengan selamat dan tidak terluka sedikit pun, " ucap Rita lalu memeluk Ayu dengan erat dan Ayu membalas pelukan Rita.


" Ayu janji mi akan kembali bersama dengan Vita tanpa terluka sedikit pun, " balas Ayu lalu mengurai pelukan mereka.


Setelah itu, Ayu pamit kepada teman teman yang lain dan saling berpelukan.


" Sayang, apa perlu aku ikut kamu? Aku khawatir sekali, " tanya Rei saat Ayu ingin membuka pintu ruangan rawat Randy.


Ayu menggenggam tangan Rei dan tersenyum lalu berucap.


" Jangan khawatir sayang, aku akan baik baik saja. Kamu di sini saja menemani yang lain nya. Terutama, menemani mas Randy, aku yakin saat dia sadar dia akan membutuhkan dukungan dari mu, " jawab Ayu.


" Tapi sayang, aku benar benar sangat mengkhawatirkan diri mu. Aku takut David akan menyakiti diri mu, ucap Rei.


" Dia tidak akan pernah bisa menyakiti ku, bahkan menyentuh diri ku saja dia tidak akan bisa, " balas Ayu sambil terkekeh.


" Tapi sayang, " ucapan Rei terhenti karena Ayu menyela nya.


" Cukup sayang. Jika kamu seperti ini terus, itu sama saja kamu meremehkan diri ku. Dan jika kamu lupa, aku akan dengan senang hati mengingat kan diri mu siapa aku. Aku adalah Rahayu Anastasya Mahendra puteri dari Zafran Mahendra, ketua mafia terkuat di Hongkong. Dan satu lagi, setelah daddy pensiun, maka aku yang akan menggantikan nya menjadi ketua. Jadi, ku mohon percayakan semua nya pada ku, " ucap Ayu tegas dan lantang.


Mendengar ucapan Ayu yang tegas dan lantang, Rei mengangguk pasrah. Ia tau dan yakin jika Ayu bisa menyelesaikan semua nya tetapi tetap saja Ia khawatir. Tidak salah kan jika kita mengkhawatirkan kekasih kita yang akan bertarung dengan musuh nya.


Lain hal nya dengan Rei yang hanya bisa mengangguk pasrah, Ilham dan yang lain nya tercengo mendengar pengakuan Ayu barusan. Terlebih Ilham, Ia mengenal siapa itu Zafran Mahendra karena perusahaan nya pernah bekerja sama dengan perusahaan Zafran saat perusahaan masih berada di bawah kendali nya. Tetapi, Ia sama sekali tidak tau jika Zafran Mahendra adalah seorang ketua mafia terkuat di negara nya dan puteri nya bersahabat baik dengan menantu nya yang juga sudah di anggap sebagai puteri nya sendiri.


" Jadi, lo puteri seorang ketua mafia? Kenapa selama ini lo sembunyikan identitas lo sama kita semua?, " tanya Aldo emosi yang tidak terima karena Ayu menyembunyikan fakta sebesar ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Selamat hari raya idul fitri, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin.


Maaf baru bisa update lagi, karena kesibukan selama lebaran jadi hanya bisa up satu episode sehari. Kalau hari ini up novel SUAMIKU MILIK WANITA LAIN, maka novel CINTA PENGERAN ES tidak up. Dan, sebalik nya begitu. Jadi harap di maklumi ya kak.

__ADS_1


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.


__ADS_2