Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 121 Innalillahiwainnaillaihirojiun


__ADS_3

Sudah terhitung dua minggu Vita dan yang lain nya berlatih di aula kantor Randy tak peduli itu sepulang sekolah atau hari libur.


Selama ini semua berjalan lancar, Vita dan teman teman nya juga bisa mengimbangi kegiatan sekolah mereka dan jadwal latihan.


Untuk masalah kepergok waktu itu di ruang kerja Randy tidak di fikirkan oleh Vita lagi. Pusing juga kalau memikirkan nya terus, mau marah sama Vira juga percuma, karena mulut nya memang gak pernah di filter jadi ngabisin tenaga saja mengomeli Vira.


Persiapan untuk surprise party nya juga sudah mencapai tujuh puluh lima persen. Undangan juga sudah di sebar karena di dalam undangan tertulis tema ala ala India dan mengharuskan tamu undangan memakai pakaian India, jadi mereka menyebar undangan lebih cepat agar tamu undangan bisa mempersiapkan pakaian yang akan mereka kenakan.


Keluarga Djaya juga sudah mempersiapkan baju mereka. Mereka memesan pakaian mereka dari desainer terkenal yang berasal dari negeri India. Ahh, itu semua karena permintaan Rita yang ingin memakai pakaian India dari negeri asal nya.


Sudah bisa menduga kan berapa budget yang di keluarkan keluarga Djaya untuk pesta kali ini. Hahahaha.


Vita juga sudah berkomunikasi kepada pihak event organizer surprise apa yang akan dia berikan untuk mertua nya. Dan surprise ini, khusus dari dia sendiri untuk kedua mertua nya.


Hari ini setelah selesai latihan dan bersih bersih, Randy mengajak istri nya dan yang lain nya untuk pergi ke mall. Berhubung karena hari minggu dan mereka latihan dari pagi, jadi Randy memutuskan untuk mengakhiri sesi latihan lebih cepat untuk mengajak istri dan yang lain nya jalan ke mall.


Setelah tiba di parkiran mall, Randy mengajak mereka semua menuju ke restoran seafood favorit nya.


" Ehh, kalau gue perhatikan sih sebenar nya mas Randy itu baik banget. Awal nya saja galak dan jutek karena popsky yang masih cinta sama momsky, maka nya nyeremin kalau lagi lihatin kita, " ucap Ririn tiba tiba di saat mereka berjalan menuju restoran seafood.


" Iya juga sih, sekarang mas Randy kelihatan baik banget sama kita. Gue fikir perubahan sikap nya itu setelah kita pulang liburan waktu itu. Kan popsky bantuin momsky dan mas Randy bersatu kembali, jadi mas Randy pasti berfikir kalau popsky sudah merelakan momsky, " balas Vira.


" Ehh popsky, beneran lo sudah ikhlas?, " tanya Ririn penasaran.


Alfian yang merasa di tanya menoleh sebentar ke arah Ririn lalu kembali menatap lurus ke depan.


" Sampai sekarang gue masih berusaha ikhlas. Tapi, melihat dia bisa selalu tersenyum bahagia seperti itu, gue ngerasa keputusan gue gak salah melepas dia untuk menikah dengan pria itu, " jawab Alfian sambil menunjuk Randy dengan dagu nya karena memang mereka berjalan di belakang Randy, Vita, Rei dan Ayu.


Mereka semua menatap kagum ke arah Alfian. Memang benar ikhlas itu sulit, tapi jika kita berhasil melewati nya maka kebahagiaan akan menghampiri kita.


" Gue bangga sama lo popsky. Jika, gue yang di posisi lo saat ini, sampai kapan pun pasti gue gak akan pernah ikhlas, " puji Fabian sambil merangkul bahu Alfian.


Mereka semua mengangguk membenarkan ucapan Fabian. Sementara, Alfian menyunggingkan senyum tipis di bibir nya. Alfian tetap selalu berusaha tersenyum di depan semua orang meskipun hati nya terasa hancur setiap kali melihat kemesraan Vita dengan Randy.


" Bahagia lo, bahagia gue. Jadi lo harus terus bahagia ya Vit, supaya gue juga bisa bahagia di sini, " gumam Alfian dalam hati sambil menatap punggung Vita.


****


Sesampai nya di restoran seafood, Randy meminta pelayan menyusun meja dan kursi untuk mereka semua. Dan gak butuh waktu lama, meja dan kursi mereka telah tersusun lalu mereka duduk di sana.


Pelayan memberikan buku menu kepada mereka. Tanpa di perintah oleh Randy, mereka langsung memesan makanan dan yang pasti dalam porsi yang banyak, mumpung gratis kan.


Setelah memberitahukan semua pesanan mereka dan di catat oleh pelayan, pelayan langsung undur diri meninggalkan mereka semua.


" Gue gak nyangka deh, dalam waktu dua minggu ini kita semua sudah mulai menguasai nya, " ucap Vita puas.


" Iya ya momsky, apalagi para lelaki, cepat banget menguasai nya, " timpal Ririn.


" Itu karena kami semua pintar sayang, jadi gak sulit mengingat nya dan menguasai semua nya, " balas Fabian bangga.


" Yang ginian lo pintar, tapi urusan pelajaran malah otak lo gak nyampe, " ledek Reno.


" Sial*n lo Ren, ngatain gue lagi. Ngaca dikit kenapa, lo juga gak pintar pintar banget di sekolah, " umpat Fabian.


Mereka semua tertawa melihat Fabian dan Reno yang saling mengejek satu sama lain. Dua dua nya memang gak sadar ya kalau otak mereka berdua sama sama gak nyampe soal pelajaran.


" Eh momsky, nanti setelah lulus SMA mau lanjut kuliah lagi?, " tanya Vira.


" Pasti dong. Buat gue, pendidikan itu tetap penting dan gue akan tetap menjadi dokter sesuai cita cita gue, " jawab Vita.


" Ehmm sayang, kalau boleh tau, kamu kenapa milih jadi dokter spesialis kandungan? Kan banyak tuh spesialis lain nya, kenapa malah milih spesialis kandungan?, " tanya Randy penasaran.


Vita menatap lurus ke depan, pikiran nya tiba tiba kosong. Pertanyaan Randy membuat nya mengingat saat diri nya di hadapkan dengan kematian ayah dan bunda nya. Mengingat wajah pucat pasi dan tubuh yang dingin dari ayah dan bunda nya.


Randy mengelus tangan Vita untuk menyadarkan Vita dari lamunan nya. Setelah mendengar pertanyaan Randy tadi, Vita malah terlihat seperti melamun dan tidak menjawab pertanyaan Randy.


" Ehh, ahh iya sayang, " ucap Vita tergagap.


" Kenapa jadi melamun sayang?, " tanya Randy.


" Gak kok sayang, aku gak melamun. Aku hanya teringat ayah dan bunda, aku rindu mereka, " jawab Vita.


" Maaf ya sayang kalau pertanyaan ku tadi mengingatkan mu tentang ayah dan bunda, " ucap Randy merasa bersalah.


Vita menggelengkan kepala nya lalu tersenyum kepada Randy.


" Aku memilih untuk menjadi dokter spesialis kandungan karena permintaan bunda. Awal nya, saat aku tau kalau bunda di vonis kanker, aku bercita cita ingin menjadi dokter spesialis kanker dan berusaha membuat obat untuk penyakit kanker. Tapi, bunda minta kepada ku untuk menjadi dokter spesialis kandungan. Dokter yang membantu ibu ibu di seluruh dunia untuk bisa melahirkan buah hati mereka. Bunda bilang, bunda akan sangat bangga jika puteri nya bisa membantu bayi bayi yang akan lahir di dunia ini. Bunda bilang, kalau bunda sudah tiada, tatap lah wajah bayi bayi yang baru lahir itu maka kamu bisa melihat bunda tersenyum kepada mu, " Vita menceritakan semua nya sambil meneteskan air mata.


Randy menyeka air mata di pipi istri nya. Ia juga merasa sedih melihat istri nya menangis saat menceritakan semua nya. Tidak hanya Randy, tetapi semua teman teman Vita juga sedih mendengar cerita Vita.


" Sayang, sudah jangan menangis lagi. Jika kamu sedih dan menangis seperti ini, ayah dan bunda juga pasti akan sedih. Aku berjanji akan selalu mendukung mu untuk bisa mencapai itu semua. Jika perlu, kamu bisa kuliah di kampus terbaik di dunia, " ucap Randy.


Vita terkekeh mendengar ucapan Randy.


" Sayang, kamu mau menyuruh ku meninggalkan mu? Aku gak mau ah jauh jauh dari mu. Di sini juga aku bisa kuliah, gak harus yang jauh kan, " balas Vita.

__ADS_1


" Ehh iya juga yah. Gak jadi deh aku kuliahin kamu ke luar negeri. Aku juga gak kuat jauh dari mu, " ucap Randy terkekeh.


" Ahh kalian ini romantis banget sih, jadi ngiri gue, " seru Vira.


" Gak perlu ngiri Vir, kan ada yayang Reno tuh. Sana romantisan berdua, kita mah gak akan ganggu, " goda Ririn.


Blusshhhh.


Pipi Reno dan Vira seketika memerah. Yaelah si Reno, kalau suka ya bilang saja, nanti di ambil orang baru tau rasa.


" Apaan sih Rin, ngasal saja lo kalau ngomong. Mana mungkin Reno mau romantisan sama gue, dia saja gak ada rasa sama gue, " balas Vira.


" Wuihhh kode tuh Ren. Ayo, kapan lagi nih mau nyatain perasaan lo ke Vira?, " Vita pun ikut ikutan menggoda Reno dan Vira.


" Ciue ciye, Reno sama Vira malu malu mau nih, " goda Fabian.


Mereka semua tertawa melihat wajah Reno dan Vira yang semakin memerah malu.


" Ehem ehem, " Reno berdehem menetralkan jantung nya dan ekspresi wajah nya, Sementara Vira menundukkan kepala nya kerena merasa sangat malu.


Memang dasar si Reno, kurang gentle nih atau memang gak ada rasa kali ya.


Candaan mereka terhenti karena beberapa pelayan datang dengan membawa pesanan pesanan mereka. Setelah semua pesanan lengkap dan sudah terhidang di atas meja, semua pelayan pamit.


Begitu pelayan pergi, mereka semua langsung menyerbu hidangan yang ada di hadapan mereka. Setelah selesai makan, mereka langsung pulang ke rumah masing masing karena sudah merasa sangat lelah.


****


Setelah selesai makan malam dan membantu bibi membereskan piring piring dan gelas kotor, Vita kembali ke kamar menyusul Randy yang sudah lebih dulu pergi ke kamar.


Vita merebahkan tubuh nya di samping Randy yang sedang sibuk dengan laptop nya.


Vita memiringkan tubuh nya menghadap Randy dengan menyanggahkan kepala nya pada satu tangan nya. Ia terus memperhatikan suami nya yang sedang fokus dengan laptop nya.


Ada rasa bangga di dalam hati Vita melihat suami nya yang begitu sangat bekerja keras untuk keluarga. Vita sangat bersyukur, Allah menjodohkan Randy dengan diri nya. Dan memberikan mertua serta ipar yang sangat menyayangi nya.


Jika saja waktu itu Clara tidak meminta hal gila itu, mungkin saja saat ini diri nya tidak lah berstatus sebagai nyonya muda Djaya.


Mengingat Clara, makhluk ciptaan Allah yang satu itu kemana ya, sudah dua minggu sejak kejadian itu Clara tidak pernah muncul lagi.


Dalam hati Vita, semoga wanita itu tidak pernah muncul lagi dan mengganggu rumah tangga nya.


Vita terus menatap ke arah Randy sambil senyum senyum. Sesekali, Randy melirik ke arah istri nya yang terus menatap nya.


" Aku tau, aku ini sangat tampan. Tapi, mau sampai kapan kamu lihatin aku terus, " ucap Randy.


" Ge er kamu mas, siapa juga yang lihatin kamu, " balas Vita lalu berbaring sempurna dan membelakangi Randy.


Randy telah selesai dengan pekerjaan nya, Ia meletakkan laptop nya ke atas meja yang ada di samping tempat tidur. Lalu, Ia ikut berbaring dan memeluk Vita dari belakang. Hidung nya mencium aroma shampo Vita, aroma mawar. Rasa nya tidak pernah puas untuk Randy menghirup aroma Vita.


" Sayang, " panggil Randy manja.


" Ehmmm, " Vita hanya menjawab dengan deheman karena dia tau, kalau Randy memanggil nya dengan manja seperti ini pasti ada mau nya.


" Olah raga malam yuk, " ajak Randy dengan suara lebih manja lagi.


Vita menghembuskan nafas nya, meskipun lelah tapi dia tidak bisa menolak Randy karena itu memang kewajiban nya.


Vita membalikkan tubuh nya menghadap ke arah Randy.


" Satu ronde saja ya malam ini, " bujuk Vita.


" Tiga yah?, " Randy mencoba bernegosiasi.


" Aku sangat lelah sayang, satu saja ya, " mohon Vita.


" Satu pun jadi lah dari pada gak dapat jatah malam ini, " gumam Randy.


Vita tertawa mendengar gumaman suami nya. Ah dasar Randy, gak puas


puas apa hampir tiap malam minta jatah terus.


Saat Vita masih tertawa, Randy sudah berada di atas Vita dan membuat Vita refleks menghentikan tawa nya.


" Sayang, aku mencintai mu, sangat mencintai mu, " ucap Randy lalu mendekat kan bibir nya dengan bibir Vita.


Randy mencium bibir Vita dengan lembut dan Vita juga membalas ciuman Randy. Cukup lama Randy bermain dengan bibir dan lidah istri nya, lalu Ciuman nya turun ke leher Vita. Di sana sudah ada beberapa tanda milik Randy yang Ia buat di kegiatan mereka kemarin malam, malam ini Randy kembali menambah tanda milik nya di leher Vita.


Tidak seperti perjanjian mereka di awal tadi yang hanya satu ronde, malam ini mereka melakukan nya lebih dari satu kali.


Vita langsung tertidur di saat kegiatan terakhir mereka berakhir. Ia benar benar sudah merasa sangat lelah. Randy menyelimuti istri nya lalu mencium kening Vita cukup lama.


" Terima kasih sayang. Semoga Allah segera mempercayakan kepada kita putera dan puteri yang memiliki hati tulus seperti diri mu, " gumam Randy lalu kembali mencium kening Vita.


Randy merebahkan tubuh nya di samping Vita dan memeluk Vita dengan erat. Tidak butuh waktu lama, Randy juga menyusul Vita masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


Baru saja mereka terlelap tidur, pintu kamar mereka di ketuk dari luar. Randy terbangun dan berdecak kesal karena baru saja terlelap tidur, ehh ada yang mengganggu.


Randy bangun dan bangkit dari tempat tidur. Ia memakai celana nya lalu berjalan dan membuka pintu.


" Ada apa, bi?, " tanya Randy saat melihat bi Ana yang berdiri di depan pintu.


" Maaf mengganggu istirahat tuan, di bawah ada tuan Rei dan nona Ayu yang ingin bertemu dengan nona Vita, " jawab bi Ana.


" Untuk apa mereka datang dini hari begini?, " tanya Randy bingung.


" Bibi gak tau tuan, tapi nona Ayu datang sambil menangis, " jawab bi Ana.


" Hah, menangis? Yasudah bi, bibi turun dulu dan bilang kepada mereka, kami akan segera turun, " ucap Randy.


" Baik tuan, bibi pamit turun, " balas bi Ana.


Randy menutup pintu kamar nya lalu bergegas membangunkan Vita. Sejujur nya, Randy tidak tega membangunkan Vita karena dia tau pasti Vita sangat kelelahan sekarang.


Tapi, mengingat Ayu dan Rei datang di saat dini hari begini, di tambah Ayu yang datang sambil menangis, pasti ada sesuatu yang terjadi dan itu pasti hal yang buruk.


Perlahan, Vita mengerjapkan mata nya dan menatap wajah Randy saat mata nya terbuka sempurna.


" Ada apa mas?, " tanya Vita.


" Kamu pakai baju sekarang ya, lalu kita turun ke bawah. Di bawah ada Ayu dan Rei, " jawab Randy.


Vita mengernyitkan kening nya mendengar jawaban Randy. Lalu, Ia melihat jam di dinding kamar, jam dua dini hari.


" Ngapain mereka ke sini jam segini mas?, " tanya Vita semakin bingung.


" Gak tau, sekarang kamu cepat pakai baju ya, " jawab Randy.


Vita mengangguk lalu bangkit dan memakai baju tidur nya yang berserakan di lantai. Randy juga mengambil baju nya yang tergeletak di lantai dan memakai nya. Setelah selesai berpakaian, mereka turun ke bawah menemui Randy dan Vita.


Saat keluar kamar, mereka berpapasan dengan Ilham dan Rita. Mereka juga terbangun karena mendengar suara bel pintu.


Ilham bertanya siapa yang datang di jam segini dan Randy langsung menjawab Rei dan Ayu yang datang. Lalu mereka bergegas turun ke bawah bersama sama.


Saat menuruni anak tangga terakhir, Vita melihat Ayu dan Rei duduk di sofa yang ada di ruang keluarga. Vita melihat sahabat nya itu menangis sesegukan, Ia pun langsung berlari menghampiri Ayu.


" Ada apa, Yu?, " tanya Vita panik.


Ayu langsung bangkit dan memeluk Vita, tangis nya semakin pecah saat memeluk Vita.


" Alfian, Vit, dia butuh kita sekarang, " ucap Ayu di sela sela tangis nya.


Kening Vita berkerut, ada apa dengan Alfian. Vita mendorong tubuh Ayu dan meminta penjelasan yang jelas.


"Ada apa dengan Alfian? Lo kalau ngomong yang jelas, " tanya Vita.


" Alfian, kedua orang tua nya meninggal tadi karena kecelakaan pesawat, " jawab Ayu.


" Innalillahiwainnaillaihirojiun, " ucap Vita dan seketika air mata nya menetes dengan deras.


Randy memeluk Vita dan mencoba menenangkan istri nya yang sudah menangis sesegukan. Ia tau bagaimana perasaan istri nya saat ini, mengingat istri nya juga mengalami hal serupa, kehilangan kedua orang tua nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


***Terima kasih atas semua dukungan dari akak akak semua. Dan maaf, jika masih banyak kekurangan di dalam tulisan saya ini.

__ADS_1


Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak. Terima kasih***.


__ADS_2