Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 129 Merasa Aneh


__ADS_3

Setelah puas dengan menghabis kan tiga porsi ketupat sayur sekaligus, Vita mengajak Randy untuk segera pulang ke rumah. Namun sebelum pulang ke rumah, Vita mengajak Randy untuk mampir sebentar ke super market.


Awal nya, Randy menolak dan memilih untuk langsung pulang ke rumah, tetapi melihat Vita yang terus merengek dan merajuk, akhir nya Randy pun luluh juga dan memilih menuruti keinginan istri nya.


Randy hanya menggeleng geleng kan kepala nya melihat istri nya memasuk kan begitu banyak makanan ringan dan juga ice cream. Lalu, Vita juga memasuk kan bahan bahan untuk membuat dalgona coffe dan dalgona milo.


Setelah merasa semua barang yang ingin di beli nya sudah lengkap, Vita mengajak Randy untuk pergi ke kasir dan membayar semua belanjaan nya.


Randy mengajak Vita untuk segera pulang setelah membayar semua barang belanjaan yang di beli Vita.


Dua puluh menit kemudian mereka telah tiba di kediaman keluarga Djaya. Vita segera turun dan masuk ke dalam rumah meninggal kan Randy yang sedang membawa begitu banyak kantong belanjaan.


" Mami, Vita pulang, " seru Vita saat sudah berada di dalam rumah.


Vita celingak celinguk karena tidak menemukan satu orang pun di ruang keluarga. Ia segera pergi ke dapur ingin bertanya kepada bi Ana.


" Bi, kok gak ada satu orang satu pun di ruang keluarga? Pada kemana semua bi?, " tanya Vita pada bi Ana yang sedang mencuci piring.


" Oh nona muda mengaget kan bibi saja. Itu nona, semua nya pada duduk di gazebo taman samping, " jawab bi Ana.


" Terima kasih ya bi, " ucap Vita lalu berbalik dan hendak pergi ke taman samping. Namun, langkah nya terhenti karena melihat Randy yang baru tiba di dapur.


" Sayang, ayo kita ke taman samping, " ajak Vita.


" Iya sayang, sebentar aku letak kan semua kantong belanjaan ini dulu, " jawab Randy.


Bi Ana yang melihat Randy membawa kantong belanjaan begitu banyak langsung mengambil alih dari tangan Randy.


" Bi, nanti tolong bawakan ice cream yang rasa coklat dan vanila ke taman samping ya bi, " pinta Vita.


" Baik nona, ada lagi yang nona butuh kan?, " tanya bi Ana.


" Tidak ada bi, itu saja. Terima kasih ya bi, " jawab Vita.


Setelah itu, Vita mengajak Randy segera pergi ke taman samping. Begitu sampai di taman dan melihat Rita, Vita langsung berlari menghampiri Rita dan memeluk nya.


" Mami, " panggil Vita manja sambil memeluk Rita.


" Eh menantu mami sudah pulang. Tapi, ada apa ini gak biasa nya pulang pulang peluk mami?, " tanya Rita bingung.


" Gak apa apa mi, Vita cuma ingin peluk mami saja, " jawab Vita yang semakin memeluk manja kepada Rita.


" Sudah makan ketupat sayur nya? Enak ketupat sayur nya sayang?, " tanya Rita dan di jawab anggukan kepala oleh Vita.


" Enak banget malahan mi, sampai sampai dia menghabis kan tiga porsi sekaligus, " goda Randy yang duduk di samping Aro.


Semua orang menatap tak percaya ke arah Vita. Bagaimana bisa, wanita bertubuh kecil bisa menghabis kan tiga porsi ketupat sayur sekaligus.


" Mau gimana lagi mi, makan dua porsi masih belum bisa membuat perut Vita kenyang. Maka nya, Vita pesan satu porsi lagi dan baru deh perut Vita kenyang, " jawab Vita polos sambil mengelus elus perut nya.


Semua orang geleng geleng kepala mendengar jawaban Vita. Namun, mereka semakin terkejut saat bi Ana datang membawa kan pesanan ice cream yang di minta Vita tadi.


Vita langsung mengambil ice cream yang di bawakan bi Ana dan melahap nya.


" Sayang, kamu baru makan tiga porsi ketupat sayur dan sekarang kamu makan ice cream sebanyak itu? Sayang, mami bukan nya melarang, tapi mami gak mau perut kamu nanti sakit, " ucap Rita khawatir melihat cara makan menantu nya.


" Tenang saja mi, perut Vita akan baik baik saja, " jawab Vita sambil terus menyendok kan ice cream ke dalam mulut nya.


Semua orang bergidik ngeri melihat cara Vita yang makan ice cream seperti tidak pernah memakan nya saja.


" sayang, kamu sudah datang bulan belum?, " tanya mamah Lisa tiba tiba.


Vita menghenti kan aktivitas nya melahap ice cream, lalu menatap mamah Lisa.


" Belum mah, ada apa mah?, " tanya Vita yang kembali menyuapi mulut nya dengan ice cream.


" Apa waktu datang bulan mu sudah lewat?, " tanya mamah Lisa lagi.

__ADS_1


Vita berfikir sambil terus menyuapi mulut nya dengan ice cream. Sementara semua orang bingung dengan arah pertanyaan mamah Lisa.


" Vita lupa mah kapan terakhir datang bulan. Memang nya kenapa sih mah? Vita jadi malu nih bahas bahas hal ini di depan semua nya, " jawab Vita yang wajah nya mulai memerah.


" Gak apa apa sayang, mamah cuma tanya saja. Yasudah kamu lanjut lagi makan ice cream nya, " ucap Lisa.


Vita mengangkat bahu nya lalu kembali memakan ice cream nya sampai habis. Setelah habis, Vita letak kan mangkok kosong nya ke atas meja lalu menghampiri Randy yang sedang mengobrol dengan Aro.


" Sayang, gendong aku ke kamar yah. Aku ngantuk, mau tidur, " rengek Vita sambil mengangkat kedua tangan nya ke arah Randy.


Randy menatap Vita tak percaya, gak biasa nya istri nya ini bermanja manja dengan nya di depan banyak orang. Begitu juga dengan yang lain nya, tak percaya dengan sikap Vita hari ini.


" Sayang, gendong, " rengek Vita lagi karena Randy masih diam saja.


Aro menyenggol lengan Randy agar Randy tersadar. Lalu, Randy bergegas menggendong Vita meninggal kan taman menuju ke kamar mereka.


Baru saja masuk ke dalam rumah, Randy sudah mendengar dengkuran halus dari Vita. Randy menunduk dan melihat ternyata istri nya sudah tertidur, Ia pun mempercepat langkah nya menuju ke kamar.


****


Setelah kepergian Randy dan Vita, Lisa langsung menyampaikan apa yang sedang di fikir kan nya saat ini.


" Mbak Rita, melihat sikap Vita seperti ini, aku rasa dia sedang hamil, " ucap Lisa.


Semua orang menatap Lisa, bahkan Ilham sampai tersedak saat sedang minum kopi.


" Kamu yakin Mbak kalau Vita hamil? Jujur, aku takut kecewa lagi mbak kalau mengingat kejadian kami di ruang dokter kandungan waktu itu, " balas Rita lirih.


" Coba kalian bayang kan saja, apa pernah Vita makan sebanyak itu? Dan lagi, gak biasa nya dia mau bermanja manja dengan Randy di depan kita semua, " Ucap Lisa.


" Zi setuju dengan pendapat mamah Lisa karena memang sikap Vita pagi ini aneh banget mi, " timpal Ziya.


" Yasudah, ajak saja Vita ke dokter untuk memastikan nya. Jadi, kita tidak menduga duga seperti ini, " usul papah Andy.


" Tapi, aku gak yakin Vita mau ke dokter, " ucap Rita.


" Pelan pelan kamu ajak Vita bicara mbak, aku yakin dia pasti mau kok pergi periksa ke dokter, " balas Lisa dan Rita mengangguk mengiyakan.


Ziya yang sedang menggendong Rasya menghampiri Alfian yang sedang duduk mengobrol dengan Aro, Alex dan Stella.


" Fian, " panggil Ziya lalu duduk di samping Alfian.


" Ada apa mbak?, " tanya Alfian sambil menoleh ke arah Ziya.


" Gak ada apa apa. Mbak cuma mau tanya gimana perasaan kamu setelah resmi di umumkan ke publik kalau kamu sekarang anak papi?, " tanya Ziya.


Alfian menghela nafas nya dengan berat lalu menatap lurus ke depan.


" Lelah mbak, " jawab Alfian.


" Maksud nya lelah?, " tanya Ziya gak mengerti.


" Setelah kemarin malam di umum kan kalau Fian sekarang anak papi, banyak banget wanita wanita yang deketin Fian. Belum lagi rekan bisnis papi yang berniat menjodoh kan Fian dengan puteri mereka. Lelah banget lah kak pokok nya mbak, " jawab Fian lesu.


Ziya, Aro, Alex dan Stella yang mendengar kan jawaban Alfian tertawa terbahak bahak. Mereka paham bagaimana perasaan Alfian saat ini.


" Kamu mau mbak kasih saran gak?, " tanya Ziya.


" Saran apa mbak? Alfian mau dong mbak, " jawab Alfian antusias.


" Belajar lah bersikap seperti papi dan mas Randy, " ucap Ziya.


" Maksud mbak gimana? Alfian gak ngerti, " balas Alfian dengan kening berkerut.


" Kamu tau, mereka itu gak pernah bersikap ramah kepada orang orang di luar. Mereka selalu menunjuk kan wajah datar dan bersikap dingin terhadap wanita wanita yang menggoda mereka. Jangan kan wanita, kepada pria saja mereka tidak banyak berinteraraksi atau mengobrol panjang lebar, kecuali membahas bisnis. Tapi, mereka akan bersikap hangat dan lembut kepada keluarga mereka. Jadi, belajar lah dari mereka, mbak jamin wanita wanita itu pasti akan menyerah dengan sendiri nya, " terang Ziya.


Alfian mengangguk angguk kan kepala nya mencoba mencerna usul dari mbak nya itu. Memang benar sih, kalau di fikir dan di ingat lagi, papi Ilham dan mas Randy selalu bersikap datar dan dingin saat berinteraksi dengan orang luar tapi sangat hangat dan lembut terhadap keluarga, batin Alfian.

__ADS_1


Alfian tersenyum kepada Ziya lalu refleks memeluk Ziya.


" Terima kasih usul nya mbak, mbak memang yang terbaik deh, " seru Alfian.


Alfian refleks melepas kan pelukan nya, saat suara bariton saudar ipar nya terasa memekak kan telinga nya.


" Lepas kan pelukan mu dari istri ku. Kalau mau peluk peluk, sana cepat cari istri, " Putra berteriak dengan menatap tajam ke arah Alfian.


" Haishh dasar pelit, sama saja seperti mas Randy. Posesive, " gerutu Alfian.


Mereka semua tertawa melihat Alfian menggerutu dengan wajah cemberut. Kasihan nya kamu Alfian, peluk Vita gak boleh, peluk Ziya pun juga gak boleh. Maka nya, cari pasangan sana, hehehe.


****


Sementara di dalam kamar, setelah merebah kan Vita perlahan lahan di atas tempat tidur, Randy juga ikut merebahkan tubuh nya di samping Vita. Ia memiringkan tubuh nya ke arah Vita lalu menyanggah kan kepala nya dengan sebelah tangan nya.


Randy menyibakkan rambut Vita yang menutupi wajah Vita lalu tersenyum gemas melihat istri nya.


" Sayang, hari ini kenapa kamu sangat berbeda. Gak biasa nya kamu makan sebanyak itu dan juga bersikap manja di depan semua orang. Kamu baik baik saja kan? Aku khawatir sekali saat ini, " gumam Randy pelan takut membangun kan Vita.


Randy terus menatap Vita yang sedang tertidur pulas. Randy bangkit dan duduk saat mendengar suara ponsel Vita berdering. Ia bergegas mengambil ponsel Vita yang masih berada di dalam jaket yang di kenakan Vita agar Vita tidak terbangun.


Randy langsung mengangkat nya saat melihat nama Ayu tertera di layar ponsel.


" Hallo, " sapa Randy.


" Hallo mas Randy, Vita nya ada?, " tanya Ayu.


" Dia sedang tidur. Ada apa?, " tanya Randy balik.


" Tidur? Gak biasa nya dia tidur jam segini, aneh, " gumam Ayu.


" Hei kenapa tidak menjawab, ada apa mencari istri ku?, " tanya Randy kesal karena Ayu tidak menjawab pertanyaan nya malah bergumam sendiri.


" Ehh tidak apa apa mas. Aku menelpon maksud nya ingin mengajak Vita pergi spa bareng Vira dan Ririn, tapi dia malah tidur. Yasudah gak jadi deh mas. Aku tutup ya telpon nya, " jawab Ayu.


" Hmm, " Randy hanya membalas nya dengan deheman lalu langsung mengakhiri panggilan telpon mereka.


Setelah panggilan berakhir, Randy letak kan ponsel Vita ke atas meja lalu kembali menatap Vita.


" Lihat lah, sahabat mu sendiri saja merasa aneh dengan sikap mu ini. Dan memang benar, gak biasa nya kamu tidur jam segini. Sebenar nya ada apa dengan mu sayang? Jangan buat aku khawatir dengan sikap mu yang terasa sangat aneh, " gumam Randy.


Randy mencium puncak kepala Vita lalu turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar meninggal kan Vita sendiri yang sedang tertidur pulas.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Ayo ayo, tebak kenapa Vita tiba tiba berubah aneh seperti itu.


Jangan lupa like, favorit, comment and vote yang banyak ya kakak.


__ADS_2