Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 165 Bayi Besar


__ADS_3

Semua orang sedang menikmati sarapan yang tersaji di meja makan terkecuali Alfian yang masih belum turun juga dan bergabung di ruang makan.


" Mi, nanti Vita izin ya pergi bertemu dengan anak anak rempong, " izin Vita.


" Harus ya nak? Felix kan masih di New York, nanti siapa yang jaga kamu, " ucap Rita khawatir.


" Kan ada Peter, mi. Selama kak Felix pergi ke New York dan belom kembali ke Indonesia, Peter yang menggantikan kak Felix untuk menjaga Vita, " balas Vita.


" Iya sih, tapi mami gak begitu percaya Peter bisa menjaga kamu sebaik Felix, " ucap Rita.


" Mami jangan gitu dong, Peter juga sudah menjaga Vita dengan baik kok selama ini saat kak Felix gak ada. Vita janji gak akan jauh jauh dari Peter dan anak anak rempong selama di luar, " balas Vita.


" Iya mi, mami tenang saja. Randy percaya Peter bisa menjaga Vita sebaik Felix, mami gak perlu ragu lagi ya, " timpal Randy.


Rita menghela nafas nya, Ia begitu khawatir jika Vita pergi pergi keluar dengan perut yang semakin membesar. Ia takut terjadi apa apa dengan menantu dan calon cucu nya, tapi Ia juga tidak tega mengecewakan Vita karena tidak mengizinkan nya pergi. Bukan tiap hari sih Vita pergi, bisa di bilang sudah lama sekali Ia tidak pergi ke luar rumah setelah terakhir pergi berlibur dengan Randy ke Korea. Bahkan kemarin saat Zi datang ke Indonesia juga mereka tidak jalan jalan keluar.


Ilham memegang tangan kiri istri nya dan mengangguk kan kepala nya saat istri nya menatap diri nya seraya mengatakan untuk mengizinkan menantu mereka pergi dan semua nya pasti baik baik saja.


" Baik lah, mami izinin kamu pergi tapi ingat jangan jauh jauh dari Peter dan yang lain nya, " ucap Rita.


Vita tersenyum bahagia saat mendapat izin dari mami nya " Terima kasih ya mi sudah izinin Vita pergi. Vita janji gak akan jauh jauh dari Peter dan buat mami khawatir, " balas Vita.


Mereka kembali melanjutkan sarapan sampai sebuah suara menghentikan aktivitas sarapan mereka.


" Pagi semua, " sapa Alfian yang baru saja bergabung di ruang makan.


" Pagi Fian, " balas semua orang.


Sebelum duduk di kursi nya, seperti biasa Alfian mencium pipi mami nya. Lalu, Ia mengambil roti dan mengoles nya dengan selai coklat. Alfian lebih suka sarapan roti dari pada nasi goreng.


Vita yang melihat belum ada minuman untuk Alfian berinisiatif untuk menawarkan membuatkan minuman.


" Kamu mau teh atau kopi Fian, biar aku buatkan untuk mu?, " tanya Vita.


Randy yang mendengar istri nya menawarkan untuk membuat minuman untuk Alfian merasa kesal. Bagaimana Alfian bisa cepat move on kalau istri nya masih begitu perhatian, fikir nya.


Alah Rand, bilang saja kalau kamu cemburu, hahaha.


" Biar dia buat sendiri sayang, kamu jangan manjakan dia. Lagi pula, kamu sedang hamil, aku gak mau kamu lelah, " ketus Randy.


Alfian mendengus kesal mendengar ucapan ketus Randy lalu kembali memakan roti nya.


" Dasar bucin possesive, " ledek Alfian.


" Apa kamu bilang?, " geram Randy mendengar ledekan Alfian.


Vita mengelus lembut lengan suami nya agar tidak berdebat dengan Alfian di meja makan. Randy hanya bisa mendengus kesal karena melihat Alfian tersenyum miring kepada nya seraya berkata, "aku menang".


" Sudah sayang tidak apa apa, hanya buat minuman saja tidak akan membuat aku lelah, " ucap Vita.


" Terserah kamu saja lah. Kamu selalu memanjakan dia setiap hari, " rajuk Randy lalu bangkit dan mengambil tas kerja nya pergi meninggalkan ruang makan tanpa pamit kepada semua orang.


Randy merasa kesal karena istri nya selalu memanjakan dan membela Alfian. Randy tau jika perhatian yang di berikan istri nya untuk Alfian sebatas perhatian kakak ipar kepada adik ipar nya. Tetapi, beda hal nya dengan Alfian yang sampai detik itu juga masih menyimpan cinta yang begitu besar untuk istri nya.


Move on, satu hal yang pasti sangat sulit di lakukan adik angkat nya itu karena setiap hari bertemu dan mendapat perhatian dari istri nya. Tapi, mau gimana pun juga Alfian harus secepat nya melupakan perasaan nya untuk Vita karena Randy takut jika suatu saat perasaan itu akan menjadi bumerang di dalam keluarga mereka.

__ADS_1


" Dasar bayi besar mesum, tukang merajuk, " ledek Alfian saat Randy melangkah menjauh dari ruang makan.


Ilham dan Rita hanya bisa geleng geleng kepala melihat kedua putera mereka yang selalu saja ribut. Sudah makanan mereka sehari hari melihat tingkah kedua putera mereka yang seperti Tom and Jerry, gak ada akur nya.


" Haduhh, bayi besar ku merajuk, " gumam Vita dalam hati.


Vita bergegas bangkit dan menyusul Randy. Ia tidak bisa membiarkan suami nya pergi kerja dalam keadaan merajuk seperti itu. Bisa bisa seluruh karyawan di perusahaan yang menjadi sasaran kemarahan suami nya itu.


" Sayang, tunggu. Berhenti dulu, " jerit Vita sambil mengejar Randy yang tetap terus berjalan tanpa memperdulikan panggilan Vita.


" Sayang, please ber.. aduhhh, " jeritan Vita kepada Randy terhenti dan juga berhenti melangkah saat merasa perut nya kram karena berjalan terlalu cepat.


Randy yang mendengar rintihan istri nya sontak berhenti dan berbalik. Dengan segera Randy berlari ke arah Vita saat melihat istri nya berdiri sambil memegang perut buncit nya.


" Sayang, mana yang sakit, bilang sama aku?, " tanya Randy panik dan khawatir sambil mengelus perut istri nya.


Vita menepis kasar tangan Randy yang mengelus perut nya. Ia merasa kesal karena sejak tadi panggilan nya di cuekin.


" Sudah sana kamu pergi, gak perlu perdulikan aku dan baby, " ketus Vita.


" Sayang, maaf, " ucap Randy merasa bersalah.


" Lain kali itu jangan cuma memikirkan ego mu saja, ingat kalau istri mu sedang hamil. Kalau baby kenapa kenapa gimana?, " kesal Vita.


" Iya maaf sayang, gak akan aku ulangi lagi, " ucap Randy lalu memeluk istri nya.


" Janji?, " tanya Vita.


" Janji sayang, " jawab Randy yang langsung mendapat balasan pelukan dari Vita.


" Sudah, kamu pergi kerja sana nanti terlambat, " ucap Vita saat pelukan mereka terlepas.


" Terlambat juga tidak masalah, kan aku bos nya. Memang nya siapa yang berani memarahi bos kalau datang terlambat, " balas Randy sombong.


Vita memutar kedua bola mata nya jengah, dasar suami sombong, mentang mentang bos bisa sesuka hati.


" Iya iya, tapi kamu tetap harus memberi contoh yang baik untuk semua karyawan mu. Sudah sana berangkat, " usir Vita sambil mengibas kan tangan kanan nya mengusir Randy.


" Baik lah ibu bos, aku berangkat sekarang, " ucap Randy.


Sebelum berangkat, Randy berjongkok di depan perut Vita yang sudah membuncit. Ia mengelus sayang dan memberikan kecupan di perut Vita.


" Baik baik ya baby selama ayah kerja. Jangan menyusahkan bunda di dalam sana, " ucap Randy.


" Iya ayah, baby akan jadi anak yang baik budi, " balas Vita menirukan suara anak kecil.


Randy bangkit dan mencium kening istri nya lalu berjalan menuju ke mobil nya. Setelah mobil Randy pergi, Vita berbalik dan berjalan masuk ke dalam rumah. Namun saat tepat di depan pintu, Ia berpapasan dengan Alfian.


" Fian, kamu ada baca chat dari anak anak kemarin malam?," tanya Vita.


" Ada, kenapa?, " tanya Alfian balik.


" Haishhh, kenapa sekarang kamu irit banget sih bicara, di tambah kamu selalu sering menunjuk kan wajah datar kalau sedang di luar" gerutu Vita.


Alfian terkekeh lalu mengacak acak rambut Vita.

__ADS_1


" Kenapa kakak ipar ku, sahabat ku yang manja ini?, " tanya Alfian.


" Kok kenapa? Memang nya, kamu gak mau ikut nanti siang kumpul bareng mereka?, " tanya Vita cemberut.


Alfian berfikir sejenak lalu kembali menatap Vita.


" Aku gak bisa, soal nya nanti siang ada kelas. Lain waktu saja ya aku ikut ngumpul nya, " jawab Alfian.


" Ahh, kamu gak asyik sekarang, jarang ikut ngumpul, " rajuk Vita.


" Maaf ya Vit, tapi memang nanti aku ada kelas. Kalau memang bisa, nanti aku nyusul ke sana, " bujuk Alfian.


" Yasudah lah. Sana kamu pergi, nanti telat lagi, " usir Vita sambil mengibas ngibas kan tangan nya.


Pagi ini, kenapa Vita suka banget sih ngusir orang orang, hehehe.


Alfian terkekeh lalu Ia berlutut di depan Vita, Ia elus elus lembut perut Vita dengan sayang.


" Baik baik di rumah ya adek bayi. Uncle pergi kuliah dulu, jangan nakal di perut bunda mu, " oceh Alfian sambil terus mengelus perut Vita.


" Iya uncle, adek janji akan jadi anak yang baik, " balas Vita sambil menirukan suara anak kecil.


Setelah itu, Alfian bangkit lalu berjalan menuju mobil nya. Vita berbalik dan masuk ke dalam rumah saat mobil Alfian sudah pergi meninggalkan halaman rumah.


" Sayang, sehat sehat ya kamu di dalam sana. Lihat lah, banyak banget yang sayang sama kamu dan berharap secepat nya bisa melihat kamu, " gumam Vita sambil mengelus perut nya dan berjalan masuk ke dalam rumah.


" Pakai baju apa ya nanti, perut juga sudah semakin besar, " gumam Vita sambil terus berjalan menuju kamar nya.


" Uhhh, pakai baju apa pun pasti tetap kelihatan gendut. Ini karena Randy nih yang selalu menyuruh aku makan banyak. Jadi ngembang sana sini badan aku, " gerutu Vita.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya kakak.

__ADS_1


__ADS_2