
" Baiklah, aku kasih kamu izin bernyanyi bersama Alfian di acara perpisahan sekolah, " ucap Randy dengan berat hati.
Wajah Vita merona bahagia. Ia tidak menyangka Randy akan mengizinkan nya. Vita memeluk Randy dan mengucapkan banyak terima kasih. Tapi sedetik kemudian, wajah nya berubah kesal setelah mendengar kata kata Randy.
" Aku izin kan tapi dengan satu syarat, " ucap Randy tersenyum licik saat Vita memeluk nya.
Vita melepas pelukan nya dan menatap kesal ke arah Randy. Randy tersenyum lucu melihat wajah istri nya berubah kesal.
" Kamu perhitungan banget jadi suami. Sedikit sedikit minta imbalan, " protes Vita.
" Syarat nya juga sesuatu yang baik untuk kita, " ucap Randy dengan wajah serius.
Vita yang tadi nya kesal mendadak serius saat melihat wajah Randy yang berubah menjadi serius.
" Apaan sih syarat nya sampai mas Randy serius begitu, sampai bilang untuk kebaikan kita. Buat penasaran saja sih, " gerutu Vita dalam hati.
" Apa mas syarat nya?, " tanya Vita yang sudah sangat penasaran.
Randy menghela nafas nya dengan berat.
" Besok malam ada acara ulang tahun teman mas waktu di SMA dulu. Mas gak berniat datang, tapi semua teman teman mas memaksa mas untuk datang. Begitu juga dengan Rei, karena mas dan juga Rei satu kelas waktu SMA dulu. Jadi syarat nya, kamu harus ikut ke acara itu, " ucap Randy.
Vita mencubit lengan Randy dengan gemas nya. Vita fikir syarat nya apa gitu sampai suami nya berubah serius, eh ternyata cuma minta di temani ke acara ulang tahun teman sekolah nya.
" Kamu ini mas buat aku mikir yang aneh aneh saja. Kenapa gak bilang saja sih minta di temani ke acara ulang tahun teman mas, " ucap Vita kesal.
Randy tertawa melihat istri nya yang terus kesal karena ulah nya. Tetapi, beberapa detik kemudian wajah nya kembali serius.
" Sayang, sejujur nya mas dan juga Rei gak mau datang ke acara ini. Tapi, karena menghargai pertemanan maka nya terpaksa kami mau datang. Dan saat di sana, pasti kamu akan tau kenapa kami selalu menolak kalau teman mas yang satu ini buat acara, " ucap Randy serius.
" Lah, memang nya kenapa mas?, " tanya Vita penasaran.
" Sudah lah, besok malam kamu juga akan tau. Sekarang, lebih baik kita tidur, " ajak Randy yang langsung menarik lengan Vita sampai jatuh berbaring dan memeluk Vita.
" Emm mas, nanti sewaktu ke sana mas pasangan nya sama aku. Terus kalau mas Rei, nanti sendiri dong karena gak ada pasangan. Mas Rei kenapa sih sampai sekarang belum memiliki kekasih mas? " tanya Vita sambil memainkan jari nya di dada bidang suami nya.
" Rei gak mau pacaran sejak dulu. Dia bilang, kalau dia suka sama seorang wanita, dia akan langsung melamar nya saja. Tapi, sampai sekarang gak ada wanita yang membuat hati nya berdebar. Jadi, yah gitu jomblo terus dia, " jawab Randy.
" Ooo gitu. Tapi kenapa mas Rei lebih peka sama perasaan wanita dan lebih paham soal cinta dari pada kamu? Kamu benar benar lambat banget soal cinta, " ledek Vita.
Randy berdecak kesal mendengar ledekan istri nya. Vita tertawa karena tau suami nya pasti sedang kesal karena di ledekin seperti itu.
" Sudah jangan kesal lagi suami ku sayang. Meskipun kamu lambat soal cinta, tapi sekarang kan kamu sudah mengakui kalau kamu cinta aku. Aku bahagia karena sekarang suami ku sudah mencintai ku. Meskipun, tidak sebesar cinta mu untuk mbak Clara, " ucap Vita lalu memejamkan mata nya dan memeluk erat pinggang Randy.
Randy tersentak dengan kalimat terakhir Vita. Yah benar, Memang saat ini diri nya mencintai Vita bahkan sangat mencintai Vita tapi diri nya juga masih memiliki Clara.
Meskipun Randy sudah mencintai Vita, tetapi diri nya tidak bisa melepaskan Clara. Ia juga masih mencintai Clara walau sekarang mereka sudah tidak berkomunikasi selama beberapa hari.
Randy melonggarkan pelukan nya dan mendorong pelan bahu Vita karena ingin melihat wajah istri nya yang Ia tau pasti Vita sedang sedih. Tapi, semakin diri nya mendorong bahu Vita, Vita semakin mengeratkan tangan nya di pinggang Randy dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Randy.
Akhir nya Randy menyerah, Ia kembali memeluk Vita dan mencium puncak kepala Vita berkali kali.
" Maaf sayang, " ucap Randy lirih.
Setelah mengucapkan kata maaf, Randy memejamkan mata nya dan beberapa saat kemudian mereka berdua masuk ke alam mimpi.
****
Randy telah selesai sejak tadi dan sedang duduk di tepi tempat tidur menunggu istri nya yang belum selesai juga sejak satu jam yang lalu. Ahh, entah apa saja yang di lakukan istri nya itu sampai satu jam berlalu tetapi masih belum selesai juga.
Berulang kali Randy menghela nafas nya dengan berat karena bosan menunggu Vita yang masih saja sibuk di depan meja rias.
__ADS_1
" Masih lama lagi?, " tanya Randy yang sudah tidak sabar.
" Bentar mas, lima menit lagi " jawab Vita yang masih terus memoles wajah nya dengan make up.
" Kamu kenapa sih lama sekali berdandan nya? Dari milih baju sampai memakai make up, butuh waktu yang sangat lama, " tanya Randy kesal.
" Nama nya juga wanita. Itu sudah sifat alamiah seluruh wanita di dunia, jadi sebagai pria kalian harus sabar. Ok, sudah selesai, " ucap Vita.
Vita bangkit dan berdiri menghadap Randy. Randy terpaku menatap Vita tanpa berkedip.
" Sempurna, " gumam Randy tanpa sadar.
Vita tersenyum mendengar pujian dari Randy. Setelah itu, Vita menepuk pelan pipi Randy agar tersadar dari lamunan nya.
Randy berdehem untuk menetralkan ekspresi nya. Tapi, mata nya tetap tidak bisa lepas memandang wajah istri nya.
" Mau berangkat sekarang atau memandang ku terus di dalam kamar?, " tanya Vita.
" Eehh ahh ayo. Rei juga sudah menunggu di bawah, " jawab Randy terbata bata lalu bangkit dan berdiri di samping Vita.
Vita mengambil tas nya yang ada di atas meja rias, lalu menggandeng lengan Randy. Mereka turun ke bawah sambil berjalan bergandengan tangan.
Rei melihat Randy yang turun bersama Vita langsung berdiri dan menghampiri mereka.
" Kalian lama banget sih bersiap siap nya. Aku sudah lumutan di sini menunggu kalian, " ucap Rei ketus.
Randy berdecak kesal karena bukan hanya Rei yang lumutan tapi diri nya juga lumutan menunggu istri nya bersiap.
" Aku juga lumutan nunggu istri ku ini bersiap siap, " balas Randy yang tak kalah ketus.
Vita hanya bisa tersenyum kikuk mendengar protes kedua pria di hadapan nya.
" Sudah sudah, jangan berdebat lagi. Lebih baik kalian berangkat sekarang nanti keburu kemalaman. Rand, jangan pulang larut malam kasian Vita, " ucap Rita mengingatkan.
Mereka bertiga berpamitan kepada Ilham dan Rita. Setelah itu, mereka berjalan keluar rumah menuju mobil Rei.
Awal nya, Randy ingin duduk di kursi belakang bersama Vita. Tetapi, karena Rei protes tidak ingin di anggap sebagai supir, akhirnya Randy duduk di kursi penumpang di samping Rei, sementara Vita duduk sendiri di kursi belakang.
Setelah memakai seatbelt dan menghidupkan mesin mobil nya, Rei mulai melajukan mobil nya menuju ke acara pesta teman sekolah mereka.
****
Setelah melakukan perjalanan hampir empat puluh lima menit, akhirnya mobil yang di kendari Rei berhenti di halaman sebuah rumah mewah.
Mereka turun dari mobil dan Randy langsung menggenggam tangan Vita. Randy tau pasti istri nya mulai merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini.
Bagaimana tidak, begitu turun dari mobil, mata Vita langsung di sugukan oleh seorang pria yang sedang berciuman mesra dengan seorang wanita di teras rumah mewah tersebut.
" Sayang, kamu tau kan sekarang kenapa aku dan Rei tidak pernah mau menerima undangan dari teman kami yang satu ini? Seperti yang kamu lihat, pesta yang di adakan nya tidak lebih hanya sekedar pesta sex saja. Dia selalu mengundang wanita wanita malam untuk meramaikan acara nya, " ucap Randy.
" Itu benar Vit, kami selalu menolak undangan nya karena hal itu. Tapi, kemarin dia memaksa dan mengatakan ini demi pertemanan yang sudah terjalin sejak SMA, terpaksa kami menerima undangan nya, " timpal Rei.
Vita menghela nafas nya dengan berat.
" Ok, aku paham. Sekarang, kalian berdua jangan jauh jauh dari aku, aku akan menjaga kalian berdua malam ini. Let's go baby, " ucap Vita lalu berjalan masuk ke dalam rumah mewah di depan nya.
Sesuai dugaan Vita, di dalam rumah lebih banyak lagi pasangan yang sedang bercumbu mesra. Lebih parah nya, mereka tidak tau malu karena melakukan itu di tempat terbuka.
Vita mulai mual karena bau alkohol yang begitu menyengat di hidung nya, belum lagi suara musik yang memekakkan telinga nya. Tetapi, diri nya harus bisa bertahan setidak nya satu jam saja.
Randy dan Rei mengajak Vita untuk menemui yang punya acara terlebih dahulu.
__ADS_1
"Hey bro, happy birthday, " ucap Randy saat sudah bertemu teman nya.
" Ohh thanks Rand. Akhirnya kamu datang juga ke pesta ku, " jawab David dan di balas senyuman oleh Randy.
" David, Happy birthday. Sorry kami telat datang ke pesta mu, " ucap Rei basa basi.
" Ahh, tidak tidak. Kalian tidak telat, pesta juga baru di mulai, " balas David.
" Oh iya, gadis cantik di samping mu siapa Rand?, " tanya David saat mata nya menangkap sosok mungil Vita.
" Dav, kenalkan ini istri ku Vita. Dan sayang, kenalkan ini David teman ku dan Rei saat SMA, " ucap Randy.
" Kamu sudah menikah Rand? Kenapa tidak undang undang?, " tanya David kesal.
" Sorry bro, istri ku minta pernikahan kami di buat sederhana saja. Jadi, tidak banyak tamu yang kami undang, " jawab Randy.
" Ok baiklah. Ah iya, kenalkan aku David, " ucap David mengulurkan tangan nya.
" Vita, " balas vita lalu membalas uluran tangan David.
Vita merasa tidak nyaman saat berjabat tangan dengan David. Pria ini sengaja mengeratkan sedikit tangan nya, dan refleks Vita langsung menghentakkan tangan David.
Vita langsung memalingkan wajah nya dari David. Ia merasa jijik melihat senyum David yang seperti ingin menerkam diri nya.
Randy mengetahui perubahan sikap Vita, tetapi Ia mencoba untuk mengabaikan nya karena tidak ingin membuat keributan.
David mempersilahkan mereka duduk di sofa bersama dengan diri nya. Vita duduk di apit oleh Randy dan Rei karena Randy tidak ingin ada laki laki lain duduk di dekat Vita.
Untuk Rei, bisa di buat pengecualian karena Rei sendiri sudah menganggap Vita sebagai adik nya. Tetapi untuk laki laki lain di tempat ini, tidak akan dia biarkan Vita di dekati pria lain.
David menyuruh pelayan menyiapkan minuman untuk mereka. Setelah pelayan meletakkan beberapa gelas berisi alhokol, pelayan itu pun pamit undur diri.
David mempersilakan mereka untuk minum tetapi mereka beralasan masih belum haus.
Setelah itu, David menyuruh beberapa wanita bayaran nya untuk duduk di sofa bersama mereka. David memberi kode kepada wanita wanita bayaran nya untuk menggoda Randy dan Rei.
Vita mengetahui kode yang di berikan David kepada wanita wanita bayaran nya. Saat Salah seorang wanita ingin menyentuh pipi Randy, dengan sigap Vita menahan tangan wanita itu.
Vita menyeringai, lalu menghempaskan tangan wanita itu dan mendorong nya hingga jatuh ke lantai.
" Lo berani sentuh suami gue dengan tangan kotor lo, jangan harap tangan lo bisa di pergunakan lagi, " ucap Vita lantang membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
***Pasti banyak yang kecewa karena syarat nya Randy tidak minta ehem ehem dengan Vita. Hahahaha, saya gak mesum mesum banget kok akak, cari kesempatan dalam kesempitan. Wkwkwkwk. Just kidding.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.