
Randy dan Vita sudah kembali ke kediaman keluarga Djaya. Randy masih terlihat pucat dan berjalan dengan langkah gontai karena terpaksa mengikuti keinginan istri nya untuk ikut andil dalam surprise mami nya.
Rita dan Ilham saling memandang khawatir melihat putera nya yang kelihatan pucat dan seperti tidak bertenanga.
Mereka bertanya kepada Vita apa yang terjadi dengan Randy, tetapi Vita mengatakan untuk tidak perlu khawatir karena Randy hanya kelelahan.
Rita pun menyuruh mereka untuk langsung pergi ke kamar dan beristirahat. Dan nanti akan di panggil jika makan malam telah siap dan Vita mengangguk mengiyakan perintah mami nya.
Sesampai nya di dalam kamar, Randy langsung membuka jas dan dasi nya lalu merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.
Vita menghampiri suami nya setelah meletakkan tas sekolah nya ke atas meja belajar.
" Sayang sudah lah jangan seperti ini, reaksi mu dan mas Rei tadi terlalu berlebihan, " ucap Vita yang ikut merebahkan tubuh nya di samping Randy.
" Kamu bilang berlebihan? Asal kamu tau, sejak dulu aku dan Rei sangat tidak menyukai yang seperti itu. Bahkan kami selalu menghindar jika mami mengajak kami menonton film India, " balas Randy ketus.
" Yasudah kalau kamu tidak mau. Nanti aku akan berpasangan saja dengan Alfian, " ucap Vita tak kalah ketus lalu bangkit dari atas tempat tidur.
Mata Randy melotot mendengar istri nya mengatakan seperti itu. Tidak tidak, dia tidak akan rela jika istri nya berpasangan dengan laki laki lain.
Randy langsung duduk dan menarik tangan Vita yang ingin melangkah pergi ke kamar mandi. Vita terjatuh ke atas pangkuan Randy dan Randy langsung memeluk nya dengan erat.
" Baiklah sayang jika kamu mau aku ikut andil dalam surprise mami. Tapi, jangan pernah bilang seperti itu lagi ya, " rengek Randy.
Vita tersenyum lalu mengelus lembut puncak kepala suami nya.
" Nah gitu dong sayang. Berarti mulai besok kita akan berlatih bersama yang lain nya, " ucap Vita.
Randy mengangguk pasrah menuruti permintaan istri nya.
" Yasudah sekarang kita mandi. Mau kamu atau aku dulu yang mandi?, " tanya Vita.
Randy melonggarkan pelukan mereka lalu menatap istri nya dan tersenyum nakal.
" Kita mandi bareng ya, sekalian aku minta jatah. Seperti nya seru bermain di dalam kamar mandi, " jawab Randy.
" Hah?, " pekik Vita terkejut.
Belum lagi hilang rasa terkejut nya, Randy sudah menggendong Vita dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi.
Malam ini, mereka melakukan nya lagi bahkan tidak memperdulikan ketukan pintu kamar mereka yang menyuruh mereka turun ke bawah untuk makan malam.
****
Setelah puas bermain main di dalam kamar mandi, Vita dan Randy membasuh tubuh mereka lalu keluar dari dalam kamar mandi dan memakai pakaian mereka.
Vita langsung merebahkan tubuh nya ke atas tempat tidur karena merasa sangat lelah. Randy merasa kasihan melihat istri nya yang sangat kelelahan karena kegiatan mereka tadi.
Sejujur nya, Randy masih ingin satu ronde lagi tapi melihat Vita yang sudah sangat kelelahan, terpaksa dia menyudahi kegiatan mereka.
__ADS_1
Randy merebahkan tubuh nya di samping Vita, lalu menarik Vita masuk ke dalam pelukan nya.
" Sayang terima kasih ya dan maaf kamu jadi kelelahan seperti ini, " ucap Randy lalu mencium puncak kepala Vita berkali kali.
" Hemmm, " Vita hanya menjawab dengan deheman.
" Jika tau senikmat ini, sejak awal aku sudah meminta hak ku pada mu, " ucap Randy.
" Dasar mesum, " balas Vita lalu mencubit perut Randy.
Randy meringis sakit karena cubitan Vita cukup keras.
" Sayang, boleh aku bertanya sesuatu pada mu?, " tanya Vita.
" Tentu saja boleh sayang. Kamu mau tanya apa?, " jawab Randy.
" Sejak kapan kamu mulai mencintai ku? Bukan kah kamu itu dulu sangat sangat mencintai Clara, bahkan sampai rela menuruti semua keinginan Clara, " tanya Vita dengan menekan di akhir kalimat nya.
Randy melepas pelukan mereka lalu memiringkan tubuh nya menghadap Vita dan menyanggah kepala nya dengan sebelah tangan nya.
" Sayang, sudah dong jangan bahas dia lagi. Aku jadi semakin merasa bersalah, " ucap Randy sendu.
" Iya iya maaf sayang. Sekarang, katakan kepada ku, sejak kapan kamu mulai mencintai ku?, " tanya Vita lagi.
" Emm, gak tau juga sih sejak kapan. Cuma waktu itu kalau kamu dekat dekat dengan Alfian, aku ngerasa hati ku sakit. Uring uringan gak jelas dan gak rela kamu dekat dengan laki laki lain. Kalau diundur dari awal ketemu kamu, sejak pertama kali ketemu kamu, aku ngerasa seperti ada sesuatu yang beda saat melihat mu. Apa lagi melihat kamu menangis waktu itu di kantor, hati aku rasa nya seperti teriris, " jawab Randy jujur.
" Sejak awal ketemu, kamu bilang seperti ada yang berbeda? Jadi maksud nya, sejak awal ketemu kamu sudah jatuh cinta gitu sama aku?, " tanya Vita penasaran.
" Berarti daya tarik ku begitu kuat dong sampai seorang Randy bisa merasakan hal itu saat pertama kali bertemu, " ucap Vita bangga.
Randy mencubit pipi Vita dengan gemas lalu mencium wajah Vita bertubi tubi. Vita terkekeh karena Randy menciumi nya bertubu tubi.
" Sayang, kalau boleh tau, ciuman pertama kamu, kamu berikan kepada siapa?, " kali ini Randy yang bertanya setelah puas menciumi wajah istri nya.
Vita berfikir mengingat ingat kepada siapa ciuman pertama nya di berikan. Karena memang Alfian bukan lah pria pertama yang mencium nya. Selama ini, Vita hanya berciuman dengan Alfian dan itu pun satu kali. Lalu dengan Randy yang sudah sah menjadi suami nya. Dan satu lagi dengan seorang laki laki saat diri nya duduk di bangku kelas satu SMP.
" Apa Alfian yang mendapatkan ciuman pertama mu?, " tanya Randy lagi karena Vita masih diam dan tidak menjawab pertanyaan nya.
Vita menggelengkan kepala nya karena memang bukan Alfian yang mendapat kan ciuman pertama nya.
" Lalu, siapa?, " tanya Randy tidak sabaran karena Vita hanya membalas dengan menggelengkan kepala nya.
" Aku gak tau nama lengkap nya, selama mengenal nya aku memanggil nya dengan sebutan kak Al karena dia hanya memberitahukan itu saja nama nya. Kami berkenalan secara tidak sengaja saat kak Al tidak sengaja menabrak kucing ku. Aku sangat sedih karena kucing kesayangan ku mati di tabrak oleh nya. Jadi, sejak saat itu, tiap hati kak Al menemui ku dan menemani ku sampai rasa sedih ku hilang. Tapi, pertemuan kami hanya berlangsung selama satu minggu, dia harus kembali lagi ke luar negeri karena cuti kuliah nya sudah berakhir. Sehari sebelum berangkat, dia menemui ku dan mengatakan untuk menunggu kepulangan nya kembali ke Indonesia. Sebelum pergi, dia mencium bibir ku cukup lama. Karena saat itu aku masih kecil dan gak tau tentang hal itu, aku membiarkan kak Al mencium bibir ku. Setelah itu dia pergi, tapi sampai sekarang dia gak pernah muncul kembali menemui ku, " terang vita panjang lebar.
Randy menatap dalam kedua mata istri nya. Ah, ternyata sejak kecil istri nya ini sangat polos.
" Jika, suatu saat dia kembali menemui mu dan meminta mu untuk bersama dengan nya, apa kamu akan meninggalkan aku dan pergi bersama nya?, " tanya Randy berat hati.
Vita menatap balik kedua mata suami nya. Ia melihat ada rasa takut di sana jika Ia memilih untuk pergi.
__ADS_1
Vita menghela nafas nya dengan berat. Kenapa suami nya bisa berfikir seperti itu, padahal dia tau sendiri kalau saat ini di hati nya hanya ada nama Randy. Bagi nya, kak Al hanya lah masa lalu dan gak mungkin kembali lagi.
" Sayang, meskipun dia kembali dan mengatakan ribuan kali untuk pergi bersama nya, aku tidak akan pernah mau. Di hati ku hanya ada nama mu, sekarang, nanti dan selama nya, " jawab Vita tegas.
Randy tersenyum bahagia mendengar jawaban Vita. Dia gak bisa membayangkan jika harus kembali kehilangan Vita.
Randy memeluk erat tubuh Vita dan mencium berkali kali puncak kepala Vita.
" I love you sayang, " ucap Randy.
" I love you too sayang, " balas Vita.
Randy melonggarkan pelukan nya lalu menatap kedua mata Vita. Ia tersenyum nakal lalu membisikkan ke telinga Vita.
" Sayang, satu ronde lagi ya, " pinta Randy dengan nada manja.
" Hah, lagi, " pekik Vita terkejut.
Randy tertawa terbahak bahak lalu dalam sekejap mengubah posisi nya menjadi di atas Vita. Vita menelan saliva nya susah payah melihat senyuman nakal suami nya. Mau nolak ya dosa, terpaksa deh di turuti.
Lagi lagi, Randy dan Vita melakukan nya. Tidak hanya satu ronda, Randy dan Vita melakukan nya beberapa ronde sampai Vita gak sanggup lagi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Dasar Randy, sekarang sudah tau kalau rasa nya senikmat itu, minta nya bolak balik. Kasihani lah Vita, hehehehe.
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak.