
Seorang pria dengan senjata di tangan nya memasuki sebuah gedung tua dengan mengendap endap, di ikuti oleh orang kepercayaan nya dan juga hampir sekitar lima puluh orang anak buah nya. Hari ini, Ia dan para anak buah nya akan membasmi para pengkhianat.
Mereka semua perlahan masuk dan berpencar sesuai dengan rencana yang sudah mereka susun. Pria tersebut di dampingi orang kepercayaan nya dan dua puluh anak buah nya terus berjalan masuk ke tempat utama para pengkhianat itu berada.
" Tuan, mereka semua sedang berkumpul di dalam, " lapor seorang anak buah nya yang ditugas kan mengawasi gerak gerik para pengkhianat.
" Bagus, itu lebih baik. Jadi, kita bisa membasmi mereka sekaligus, " Pria itu menyeringai kejam. Ia sudah memikirkan apa yang akan Ia lakukan untuk membalas pengkhianatan yang di terima nya.
" Bersiap lah, kita akan mulai melakukan eksekusi, " perintah nya.
" Baik tuan, " jawab mereka serempak.
Salah satu anak buah nya menendang kasar pintu gudang hingga terbuka membuat orang orang di dalam sana mengumpat kasar.
" Brengs*k! Siapa yang berani masuk ke sini!, " umpat seorang pria yang tak lain adalah pemimpin para pengkhianat.
" Tak ku sangka, keberanian mu ternyata sangat besar, Aris, " ucap pria tadi dengan lantang lalu menyeringai kejam.
" Tu..tuan Randy, " tubuh pria yang bernama Aris menegang seketika saat tau ternyata Randy lah yang berdiri tidak jauh dari nya, namun sesaat kemudian Ia kembali bersikap biasa.
" Berani sekali kau berkhianat hanya karena wanita ular itu, " ucap Randy dengan nada dingin membuat pria yang bernama Aris menggeram marah karena wanita yang sangat di cintai nya di katakan sebagai wanita ular.
" Jaga bicara anda tuan Randy yang terhormat. Jika bukan karena anda, saya sudah bahagia bersama Clara. Dan jika anda lupa, maka akan saya ingatkan lagi kalau yang anda katakan sebagai wanita ular itu adalah wanita yang pernah sangat anda cintai, " Randy mengetatkan rahang nya saat Aris menyindir diri nya.
Aris tersenyum penuh kemenangan, Ia tau jika Randy sangat tidak terima mendengar sindiran nya tadi. Meskipun hati nya sakit mengingat wanita yang sangat di cintai nya dulu lebih memilih Randy.
" Justru itu, aku menyesal pernah mencintai wanita ular itu. Dan aku sangat bersyukur tidak jadi menikah dengan nya karena dia sangat tidak pantas menjadi bagian dari Djaya. Dia tidak ubah nya seperti seorang jal*ng yang memberikan tubuh nya kepada pria mana saja hanya untuk uang, " skakmat Randy.
" Brengs*k, tutup mulut mu itu. Jangan berani berani nya kau menghina Clara, " bentak Aris tidak terima.
Randy tertawa sinis melihat reaksi Aris yang begitu sangat di butakan oleh cinta nya untuk Clara. Ia bisa melihat diri nya dulu di dalam diri Aris sekarang. Ia yang dulu begitu tergila gila akan Clara yang ternyata hanya menginginkan kekayaan dan ketenaran dengan memanfaatkan diri nya. Bersyukur nya Ia karena Vita telah berhasil menyadarkan diri nya dan sekarang Ia sudah bahagia dengan kehidupan nya sekarang.
" Harus nya kau sadar jika dia bukan lah wanita baik baik, bukan nya malah menyerang diri ku hanya untuk balas dendam, " ucap Randy setelah tawa nya terhenti.
" Aku bilang tutup mulut mu itu, jangan pernah menghina nya lagi, " jerit Aris lalu menodongkan pistol ke arah Randy. Dengan sigap, Peter dan anak buah nya yang lain berdiri di depan Randy dengan senjata di arahkan ke arah Aris. Mereka akan melindungi Randy meskipun nyawa taruhan nya.
" Kau hanya membawa mereka untuk melindungi mu, tuan Randy?, " ucap Aris menyeringai.
" Lihat lah, seberapa banyak orang orang ku, " lanjut nya lagi lalu menyuruh sekutu nya untuk keluar.
Peter terkejut melihat siapa yang keluar dari tempat persembunyian nya. Leon, pria yang selama ini terkenal akan kesetiaan nya kepada kelompok Blakes terutama kepada tuan mereka, David, kini berkhianat dan bersekongkol dengan Aris untuk menjatuhkan Randy.
" Leon, kau, " ucap Peter tak percaya.
" Iya aku, Leon, " balas Leon dengan lantang nya.
" Tapi, kenapa? Bukan kah kau tau kalau tuan Randy adalah suami dari nona Vita, putri angkat tuan James, " tanya Peter yang tidak mengerti kenapa Leon bisa berkhianat.
__ADS_1
Wajah leon terlihat memerah menahan amarah melihat Randy yang begitu sangat di lindungi oleh Peter dan anggota Blakes.
" Karena laki laki yang sedang kau lindungi itu, tuan David mati. Karena laki laki itu, tuan David tidak bisa bersatu dengan wanita yang begitu sangat di cintai nya. Karena laki laki itu, aku harus kehilangan sosok seorang kakak yang begitu sangat aku sayangi dan aku kagumi, " teriak Leon penuh amarah. Ia meluapkan semua yang selama ini membuat dada nya berdenyut sakit.
Peter menghela nafas nya dengan berat. Ia mengerti apa yang di rasakan oleh Leon selama ini. David, tuan mereka itu lah yang membuat Leon hidup layak nya manusia sekarang. David yang menyelamatkan diri nya dan memberikan nya hidup yang layak di saat diri nya di jual oleh orang tua nya sendiri ke club malam dan menjadi pemuas nafsu para pria pria penyuka sesama jenis. Dan setelah itu, Leon berjanji akan selalu setia kepada David, dan menjadikan David sebagai panutan nya. Dan juga, setelah saat itu Ia menganggap David sebagai kakak nya sendiri.
" Tapi, kau sendiri melihat betapa tuan David bahagia di saat saat terakhir nya. Dan bahkan di saat terakhir nya, Ia meminta Felix untuk melindungi nona Vita dan bayi nya serta menjamin kalau nona Vita selalu bahagia. Dan harus nya kau tau jika tuan Randy adalah kebahagiaan terbesar untuk nona Vita, " Peter berusaha menyadarkan Leon dari kekeliruan nya selama ini.
" Jika kau menyakiti tuan Randy, secara tidak langsung kau menyakiti nona Vita. Dan tentu saja, kau telah melalaikan tugas terakhir yang di berikan oleh tuan David sebelum Ia pergi. Kembali lah kepada kami, maka tuan David akan merasa bahagia, " lanjut nya lagi.
Leon menegang di tempat nya, tenggorokan nya tercekat tak bisa berkata kata. Fikiran nya bertanya tanya, apa benar yang dikatakan Peter barusan jika Ia sudah melalaikan tugas terakhir yang di berikan oleh tuan nya.
Aris melihat Leon yang mulai terpengaruh ucapan Peter memutar otak nya agar Leon tidak berpaling menyerang nya, karena jika itu terjadi maka dalam sekejap Ia akan kalah telak.
" Jangan terpengaruh dengan apa yang di katakan nya. Apa yang kau lakukan sekarang adalah keputusan yang benar dan tuan David akan sangat senang karena kau telah membalas kan dendam nya, " Aris berbisik di telinga Leon agar tidak ada yang mendengar apa yang Ia katakan.
Fikiran Leon kacau, Ia berfikir keras apa Ia harus melanjutkan semua yang telah Ia lakukan selama ini atau mendengarkan ucapan Peter.
" Jangan bodoh, Leon. Peter hanya mengatakan omong kosong. Kau tidak berkhianat justru mereka lah yang berkhianat kepada tuan David karena telah membantu musuh nya, " lanjut Aris terus berusaha mempengaruhi Leon.
Leon menatap Peter lalu menyeringai, tanpa aba aba Ia melesatkan satu tembakan ke arah dada kanan Peter " Kau yang pengkhianat, " teriak nya.
Aris tersenyum licik melihat Peter yang hampir terjatuh karena menerima satu tembakan dari Leon, beruntung nya dengan sigap Randy menahan tubuh Peter.
" Peter, " pekik Randy panik.
" Ini pilihan mu, Leon, " ucap Peter lalu menyeringai kejam.
Peter memalingkan wajah nya menghadap Randy meminta persetujuan untuk memimpin pertarungan. Randy mengangguk mengizinkan, Ia tau jika Peter ingin menyelesaikan sendiri masalah internal kelompok mereka, dan bagian diri nya adalah membasmi hama yang selama ini mengganggu perusahaan nya. Peter kembali menghadap ke arah depan. Ia menatap tajam Leon dan mempererat senjata yang ada di tangan nya. Tak peduli dengan rasa sakit akibat peluru yang menembus dada sebelah kanan nya, Ia memimpin pertarungan.
" SERANG, " teriak Peter lalu semua anggota Blakes yang berada di pihak nya mulai menyerang, melesatkan tembakan ke arah Aris dan kelompok nya.
Baku tembak tembak pun tak dapat di elak kan, anggota Blakes yang tadi berpencar bergabung kembali dan mengepung Leon serta kelompok nya.
Melihat keadaan semakin kacau, Aris mundur dan melarikan diri menuju mobil nya. Ia lebih memilih menyelamatkan diri nya dari pada membantu Leon. Melihat itu, Randy langsung menyusul mengejar Aris yang berhasil kabur dengan mobil nya.
Kejar kejaran tak terelak kan lagi antara mobil Aris dan Randy. Aris terus melajukan mobil nya dengan kencang dan sesekali melesatkan tembakan nya ke arah mobil Randy.
Dor..
Aarrgghhh..
Randy mengerang kesakitan saat satu tembakan Aris mengenai kaca mobil bagian depan milik nya dan tembus mengenai lengan kiri nya.
" Brengs*k, " umpat Randy emosi karena Aris berhasil melukai diri nya.
Randy mengejar Aris yang semakin jauh di depan nya. Saat mereka sudah berada bersisian, Aris menabrakkan mobil nya ke mobil Randy dan terus mendorong nya agar mobil Randy masuk ke dalam jurang.
__ADS_1
Randy menahan nafas nya saat mobil nya sudah berada di pinggir jurang. Fikiran nya melayang memikirkan Vita dan bayi mereka jika Ia mati sekarang. Dengan terus menginjak pedal rem agar mobil nya sedikit tertahan, Ia mengambil ponsel nya dan menghubungi Felix.
" Hallo Rand, ada apa?, " Randy bernafas lega karena panggilan nya langsung tersambung.
" Felix, Vita tidak apa apa kan?, " tak peduli dengan pertanyaan Felix, Ia langsung bertanya keadaan Vita yang memang sejak tadi itu yang menghantui fikiran nya.
" Vita baik baik saja di sini. Kamu sendiri baik baik saja kan?, " Randy bersyukur istri nya dalam keadaan baik baik saja.
Saat ingin kembali bertanya kepada Felix, tiba tiba saja Aris menjauhi mobil nya dan Ia tau apa yang akan di lakukan Aris selanjut nya. Tanpa berfikir apa pun lagi, Ia meminta Felix untuk menjaga Vita dan bayi mereka setelah Ia pergi.
" Felix, aku minta tolong untuk terus menjaga Vita dan baby. Aku mohon jangan pernah tinggalkan Vita, " mohon Randy.
" Rand, ada apa? Kenapa kamu mengatakan hal itu?, " Randy tau pasti Felix sangat mengkhawatir kan diri nya saat ini. Tetapi, yang terpenting bagi nya saat ini adalah keselamatan hidup Vita untuk kedepan nya.
" Aku mohon, " mohon Randy lagi lalu melempar asal ponsel nya ke kursi penumpang di samping nya dan fokus dengan kemudi nya saat melihat mobil Aris kembali mendekati mobil nya.
Braaakkkk..
" Aku mencintai mu Vita, sangat mencintai mu, " gumam Randy saat mobil nya di tabrak kembali.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.