
Setelah mengantar Vita ke sekolah, Randy langsung mengendarai mobil nya menuju kantor. Butuh dua puluh menit, untuk nya sampai di depan gedung kantor nya.
Randy turun lalu memberikan kunci mobil kepada satpam untuk di parkirkan. Randy langsung menuju lift dan setelah pintu lift terbuka, Randy bergegas masuk. Sesampainya di lantai lima, pintu lift terbuka. Randy keluar dan berjalan menuju ruangan nya.
Di dalam ruangan, Randy langsung duduk di kursi kerja nya dan mengambil handphone yang terselip di saku celana nya untuk menelpon Rei.
Begitu Rei mengangkat telpon nya, Randy langsung meminta tolong untuk dibuatkan surat resign Vita. Setelah itu, menutup kembali telpon nya dan meletakkan handphone nya di atas meja kerja nya.
Siska, sekertaris Randy masuk ke dalam ruang kerja Randy dan meletakkan kopi di atas meja kerja Randy. Lalu memberitahukan jadwal kerja nya hari ini.
" Pagi pak. Jadwal bapak hari ini, jam 8.30 ada meeting dengan bagian keuangan dan bagian marketing. Lalu, jam 11.30 bapak ada jadwal meeting dengan perusahaan Dirgantara, sekaligus makan siang bersama di restoran jepang, " ucap Siska.
" Untuk jadwal meeting dengan perusahaan Dirgantara, tolong kamu undur. Hari ini, saya ada urusan keluarga. Jadi, nanti siang saya akan keluar kantor dan tidak kembali, " balas Randy.
" Baik pak. Ada lagi pak? " tanya Siska.
" Tidak ada. Sekarang, kamu boleh keluar, " balas Randy.
" Baik pak. Permisi, " ucap Siska.
Setelah Siska keluar dari ruangan Randy, Randy kembali memeriksa file file yang ada di atas meja kerja nya dan sesekali menyeruput kopi yang telah di buatkan oleh Siska.
Waktu menunjukkan pukul 8.20, Siska menelpon Randy untuk mengingatkan jadwal meeting akan di mulai 10 menit lagi dan Randy pun mengiyakan.
Randy segera membereskan file file yang diperiksa nya tadi, lalu beranjak dari kursi nya dan berjalan menuju pintu. Saat Randy keluar dari ruangan nya, Ia berpapasan dengan Rei yang terlihat sedang membawa amplop putih panjang.
" Pas banget ketemu kamu disini. tadi nya, mau jemput kamu untuk ke ruang meeting bersama dan memberikan surat resign pesanan mu ini, " ucap Rei.
" Yasudah, kamu letakkan aja di meja kerja ku. Aku duluan ke ruang meeting, " balas Randy dan diiyakan oleh Rei.
Randy melangkah kan kaki nya menuju ruang meeting. Sementara, Rei terlebih dahulu masuk ke dalam ruang kerja Randy dan meletakkan surat resign di atas meja kerja Randy. Setelah itu, ia bergegas menuju ke ruang meeting.
Setelah dua jam, meeting pun berakhir. Para staff, terlebih dahulu meninggalkan ruang meeting untuk melanjutkan kembali pekerjaan mereka. Sementara, Randy dan Rei masih tetap berada diruang meeting untuk ngobrol sejenak.
" Rand, kamu yakin ingin menikahi Vita? Dia masih sangat muda, masa depan nya masih panjang, " ucap Rei memulai obrolan.
" Yakin, " jawab Randy singkat.
" Kamu gak kasihan apa, menjadikan dia sebagai korban dari kegilaan Clara, " ucap Rei.
" Hubungan ini saling menguntungkan untuk kami. Jadi, untuk apa kasihan, " balas Randy acuh.
" Terserah kamu aja. Ingat, jangan sampai kamu menyakitinya, dan akan kamu sesali nanti nya, " ucap Rei sambil menepuk pelan bahu Randy, lalu pergi meninggalkan Randy sendirian.
" Menyesali? Untuk apa? Aneh aneh aja itu anak ngomong nya, " gerutu Randy setelah Rei pergi.
__ADS_1
Randy pergi meninggalkan ruang meeting dan kembali ke ruang kerja nya. Sesampainya di ruangan nya, Ia kembali duduk di kursi kerja dan memeriksa kembali file file yang tertunda sebelum meeting.
Saat memeriksa file file, Ia gak sengaja melihat amplop putih yang dibawa oleh Rei. Randy membuka amplop itu dan melihat isi surat nya. Sudah benar, hanya tinggal tanda tangan Vita aja.
Mengingat tanda tangan, Randy lupa kalau mereka belum menandatangani surat perjanjian pernikahan mereka. Ia mengambil surat itu yang di simpan di dalam laci meja kerjanya. Lalu, Ia letakkan diatas meja kerja nya agar nanti saat berangkat menemui Vita, Ia gak lupa membawa nya.
Jam sudah menunjukkan angka 12.00 siang. Randy masih aja sibuk dengan pekerjaan nya. Ia malas untuk keluar makan siang sekarang, karena Ia berfikir akan sekalian makan siang dengan Vita nanti.
Rei yang melewati ruangan Randy, mampir untuk mengajak Randy makan siang bersama.
" Woii bos. Jangan keasyikan kerja, makan siang dulu lah, " sindir Rei.
" Duluan aja. Nanti, aku makan siang diluar bareng Vita, " balas Randy,nnamun matanya masih menatap file yang ada di depan nya.
" Wah wah wah, udah sampai tahap apa ini, sampai makan siang pun bareng. Cemburu aku, sekarang kamu lebih milih makan siang bareng Vita ketimbang aku, " sindir Rei lagi.
Randy melihat kearah Rei yang sedari tadi selalu menyindir nya. Ia menatap Rei dengan tatapan kesal.
" Cihhhh, " cibir Randy.
" Kalem bro, " ucap Rei lalu tertawa.
" Udah sana pergi, jangan ganggu aku, " usir Randy.
Rei pun pergi, meninggalkan Randy yang masih terlihat kesal karena sindiran nya. Untuk hari ini, cukuplah jahilin bos nya itu.
Setelah Rei pergi, Randy udah gak mood lagi untuk melanjutkan pekerjaan nya. Ia mengambil handphone nya yang ada di atas meja dan memasukkan ke dalam saku celana nya. Lalu, mengambil amplop putih serta map yang berisi surat perjanjian pernikahan. Setelah itu, Randy pergi meninggalkan kantor nya menuju ke sekolah Vita.
Saat perjalanan menuju sekolah, Randy mengirim pesan kepada Vita.
Vita yang merasa ada getaran dari dalam saku nya, langsung mengambil handphone nya diam diam agar gak ketahuan guru. Ia melihat dilayar ternyata ada pesan WA dari Randy. Vita membuka pesan dari Randy dan membaca nya.
" Cepat keluar kelas. Sepuluh menit lagi, aku sampai, " isi pesan dari Randy.
Vita terkejut melihat isi pesan dari Randy. Bagaimana Ia bisa keluar, sedangkan guru aja masih mengajar di depan kelas.
" Gak bisa mas, aku masih belajar, " balas Vita.
" Keluar sekarang, atau aku yang jemput kamu di dalam kelas, " balas Randy.
Vita bingung dengan pesan terakhir dari Randy. Kalau sampai di jemput di dalam kelas, bisa ketahuan dong. Bukannya gak mau ngasih tau teman teman nya, tapi ya gak sekarang juga.
Vita terlihat gelisah, Ayu yang duduk di samping vita mengernyit heran kenapa teman nya itu gelisah.
" Vit, lo gak apa apa? Kenapa gelisah gitu? " tanya Ayu.
__ADS_1
" Ehh, gak apa apa, " jawab Vita terbata bata.
" Gak apa apa, tapi kenapa jawab nya gitu? " tanya Ayu lagi.
" Ahh, anu ituu, " Vita pun tergagap.
" Anu apa? Yang jelas kalau ngomong.. " balas Ayu.
" Perut gue gak enak, " ucap Vita berbohong.
" Lo sakit perut? Gue antar ke UKS ya? " tawar Ayu.
" Gue pamit pulang aja deh. Nanti, lo kasih tau gue kalau ada tugas dari pak Anwar ya, " balas Vita.
" Yaudah. Tapi, lo bisa pulang sendiri?, " tanya Ayu khawatir.
" Bisa. Yaudah, gue pamit dulu sama pak Anwar, " balas Vita, Ayu pun mengangguk.
Vita berdiri dan berjalan menuju meja pak Anwar. Ia pamit untuk pulang duluan dengan alasan perut nya yang sakit. Pak Anwar mengijinkan lalu Vita bergegas membereskan buku buku nya dan memasukkan ke dalam tas. Setelah itu, Ia berjalan keluar dari kelas.
Vita berjalan dengan cepat dan terlihat sedikit berlari supaya bisa cepat sampai di depan gerbang sekolah.
Saat Ia udah hampir sampai di gerbang, mobil Randy terlihat udah terparkir didepan gerbang. Vita berlari lalu masuk ke dalam mobil Randy.
Saat di dalam mobil, Vita mengomel kepada Randy karena sesuka hati nya aja menyuruh nya keluar kelas lebih awal. Tapi, Randy hanya diam aja dan gak menggubris. Randy fokus mengendarai mobil nya menuju ke cafe tempat Vita bekerja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1