
Vita selesai memakai seragam sekolah nya dan keluar dari dalam kamar mandi. Ia duduk di meja rias, menyisir rambut nya dan memoles wajah nya dengan bedak putih baby. Lalu, ke meja belajar nya menyusun buku pelajaran nya dan memasukkan ke dalam tas sekolah.
Setelah selesai bersiap, Vita berdiri di hadapan Randy dan mengajak Randy turun ke bawah. Namun bukan nya mengiyakan, Randy malah terus memandang Vita dengan tatapan yang aneh.
Dalam hati Randy, Ia merasa hari ini melihat Vita begitu berbeda. Vita terlihat sangat cantik dan sexy membuat Ia ingin mencium setiap jengkal tubuh Vita saat itu juga. Wajah nya memerah karena fikiran mesum nya.
Vita khawatir melihat wajah Randy begitu merah. Ia membungkuk kan tubuh nya dan menempelkan punggung tangan nya ke kening Randy.
" Mas sakit? Wajah mas merah banget, tapi tubuh mas gak panas, " ucap Vita khawatir.
Wajah Randy semakin memerah saat tangan Vita menyentuh kening nya. Randy sudah gak tahan lagi dan langsung menarik tengkuk Vita dan mencium bibir Vita.
Randy geram karena Vita gak membalas ciuman nya. Randy menggigit pelan bibir bawah Vita. Saat Vita meringis dan bibir nya terbuka sedikit, Randy langsung mengambil kesempatan memasukkan lidah nya ke dalam mulut Vita.
Sesaat Vita membalas ciuman dari Randy. Tapi kemudian, Ia sadar. Jika di teruskan, pasti akan mengarah ke hal yang diinginkan, hehehe. Dan udah pasti, rencana Vita akan gagal.
Vita menyudahi ciuman mereka, melepaskan pagutan Randy dan mendorong pelan tubuh Randy. Vita berdiri tegak dan memalingkan wajah nya ke sembarang arah. Kini, wajah nya memerah malu karena baru kali ini Ia berciuman mesra dengan Randy.
Randy berdiri berhadapan dengan Vita. Memegang sebelah pipi Vita dan mengarah kan menghadap nya. Randy mengelus bibir Vita yang basar dengan ibu jari nya.
" Kenapa di sudahi? Apa kamu tadi terpaksa membalas ciuman ku?, " tanya Randy.
" Bu.. bukan mas. hanya aja udah siang. Aku gak mau terlambat sekolah, " ucap Vita terbata bata.
" Jadi lain waktu boleh kan?, " tanya Randy menggoda.
" Emm tentu boleh mas. Bukan kah itu, hak mas sebagai suami tapiii, " ucap Vita ragu.
" Tapi apa? Kamu gak rela, karena bukan laki laki itu?, " tanya Randy dengan menautkan kedua alis nya.
" Gak mungkin lah mas. Aku kan istri mas, jadi gak mungkin berfikiran untuk melakukan itu dengan laki laki lain. Yang aku fikirkan, bukan nya mas bilang gak akan nyentuh aku, karena mbak Clara yang meminta. Jujur, itu membuat hati aku sakit mas, " ucap Vita sedih dan mata nya mulai berkaca kaca.
" Aku sadar mas, pernikahan kita itu terjadi karena ada nya perjanjian. Dan aku tau, mas gak mencintai aku dan sangat mencintai mbak Clara. Tapi bisa gak, mas anggap aku sebagai istri mas bukan hanya sebagai alat supaya mas dan mbak Clara bisa menikah. Aku ini manusia mas, punya perasaan, bisa merasa kan sakit dan terluka, " ucap Vita yang kini udah menangis.
Randy tersentak dengan omongan Vita. Ia sadar, kemarin kata kata nya telah sangat menyakiti Vita, istri nya. Randy langsung memeluk Vita dan meminta maaf.
" Maaf, karena aku telah menyakiti hati mu, " ucap Randy merasa bersalah.
Randy melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata Bita dengan ibu jari nya.
" Jangan menangis lagi. Aku janji akan berusaha menjadi suami yang baik dan memperlakukan mu sebagai mana seorang istri. Tapi, aku minta maaf karena gak bisa mencintai mu. Hati ku, udah terisi dengan nama Clara, " ucap Randy.
Vita tersenyum dan mengelus pipi Randy.
" Gak apa apa mas, aku ngerti. Aku akan tetap bertahan, sampai kamu bisa membiarkan aku mengisi hati mu, " balas Vita.
" Untuk sekarang, hanya Clara yang ada di hati mu. Tapi nanti, akan aku tendang dia dari hati kamu dan hanya ada aku di sana, " batin Vita.
" Yaudah, kita turun ke bawah dan sarapan. Udah siang, nanti kamu terlambat, " ucap Randy.
Vita mengiyakan lalu mengambil tas sekolah nya dan menggandeng lengan Randy. Lalu, mereka berjalan beriringan turun ke bawah.
****
Randy dan Vita sampai di ruang makan dan menyapa semua keluarga. Setelah itu, Randy langsung duduk dan Vita menyiapkan sarapan di piring Randy.
Vita duduk setelah menyiapkan sarapan Randy dan mengambil sarapan untuk nya dan mulai memakan nya.
Ziya memperhatikan bibir Randy dan Vita yang sedikit bengkak. Ia penasaran dan bertanya.
" Bibir kalian kenapa mas, kok bengkak gitu?, " tanya Ziya.
__ADS_1
Vita dan Randy tersedak karena pertanyaan Ziya. Rita dan ziya segera memberikan air putih dan langsung di teguk Randy dan Vita.
" Kalian ini, pelan pelan makan nya, " tegur Ilham.
" Pasti kaget Ilham. Karena, mereka ketahuan pagi pagi udah, itu lohhh, " ledek Andy.
" Gak kok pah. Ini karena, emm itu, " ucap Randy terbata bata.
" Udah udah. Kamu ini Andy, suka sekali meledekin anak dan mantu ku. Biar lah, kan bagus jadi kita bisa cepat dapat cucu lagi, " ucap Ilham.
" Iya nih mas Andy, kamu suka sekali menjahili mantu ku. Lisa, lihat itu kelakuan suami mu, seperti anak muda aja. Kasihan kan mantu ku sampai wajah nya memerah malu, " bela Rita.
Mereka semua tertawa bahagia. Tapi, gak untuk Vita. Ia merasa malu, benar benar malu. Rasa nya, saat ini Ia ingin berlari ke kamar lalu bercermin dan melihat bibir nya jadi bengkak apa tidak karena ciuman tadi.
" Oh iya Pah, jam berapa keberangkatan pesawat nya nanti?, " tanya Randy mengalihkan pembicaraan.
" Jam 5 Rand, " jawab Andy.
" Emm mas, nanti kamu di kantor setengah hari aja ya. Kamu jemput aku pulang sekolah, terus kita makan siang bersama. Setelah itu, kita antar papah Andy dan yang lain nya ke bandara. Bareng mami papi juga, " pinta Vita.
" Ok gak masalah. Tapi ada imbalan nya ya, " balas Randy.
" Haisss, sama istri juga minta imbalan. Yaudah, cepat bilang mau minta apa?, " ucap Vita kesal dengan bibir yang udah maju lima senti.
" Yakin, mau aku kasih tau disini? Nanti, di ledekin lagi loh sama papah Andy, " goda Randy dengan mengedipkan sebelah mata nya ke Vita.
" Hah? Memang nya, mas minta imbalan apa?, " ucap Vita polos.
" Udah vit, nanti tanya lagi kalau sedang berdua. Jangan sekarang. Nanti kan bisa langsung eksekusi. Bener gak mas?, " ucap Putra dan diiyakan Randy.
Vita bingung dengan ucapan Putra. Tapi, Ia gak menganggapi lebih jauh. Vita lebih memilih melanjutkan sarapan nya. Setelah itu, mengajak Randy berangkat untuk mengantarkan nya ke sekolah.
" Ayo kita berangkat mas. Udah telat nih. Aku gak mau di hukum sama guru BP, " ucap vita.
Vita dan Randy bangkit dan berpamitan. Lalu, Vita mencium punggung tangan semua orang.
Setelah itu, mereka berjalan keluar menuju mobil dan masuk ke dalam mobil. Setelah memakai seat belt, Randy menghidupkan mesin mobil dan mengendarai menuju sekolah Vita.
****
Randy dan Vita tiba di depan gerbang sekolah Vita. Kali ini, Randy gak hanya mengantar Vita sampai di depan gerbang aja, tapi Ia masuk dan memarkirkan mobil nya di halaman parkir sekolah.
" Loh mas, ngapain ngantar aku sampai ke dalam? Di depan gerbang aja, seperti biasa, " ucap Vita bingung.
" Udah, kamu nurut aja. Sekarang, kamu turun. Aku akan antar kamu sampai ke dalam kelas, " ucap Randy.
Vita lebih milih menurut, dari pada harus berdebat dan berakhir telat masuk ke dalam kelas. Ia membuka pengait seat belt nya dan membuka pintu, lalu turun dari mobil.
Randy menggenggam tangan Vita dan berjalan menuju kelas Vita. Sepanjang perjalanan, semua siswa siswi melihat ke arah mereka dan membuat Vita malu dan canggung karena diperhatikan banyak orang.
" Mas, lepasin tangan aku ya? Malu di liatin teman teman satu sekolah, " pinta Vita.
" Biarkan aja. Ayo, nanti kamu telat, " balas Randy tegas.
Kali ini, Vita hanya bisa menurut. Ia berjalan sambil menunduk karena malu.
Akhirnya, Vita dan Randy sampai di depan kelas. Vita meminta Randy untuk segera pergi. Namun, Randy malah menarik tangan Vita masuk ke dalam kelas.
" Momsky, " teriak teman teman sekelas.
" Ehh, ada Om tampan juga. Hai, Om tampan, " sapa Vira dengan suara manja.
__ADS_1
" Hei Vir, jangan genit. Dia itu, suami teman mu sendiri, " tegur Ririn.
" Becanda kali ahhh, " balas Vira.
Randy menahan Vita saat Vita ingin melepaskan genggaman tangan nya dan ingin menuju ke meja nya. Randy meminta Vita untuk berdiri sebentar di samping nya, karena ingin mengatakan sesuatu ke teman teman sekelas Vita.
" Maaf permisi semua nya. Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian semua, " ucap Randy.
Suasana hening dan semua orang memandang Randy dan Vita. Setelah itu, Randy melanjutkan omongan nya.
" Kemarin, istri saya meminta izin untuk bisa belajar bersama kalian semua tiga kali seminggu. Jadi, sebagai suami yang sangat menyayangi istri nya, saya akan mengabulkan permintaan nya. Tapi, kalian akan belajar di rumah saya dan gak boleh di luar, " ucap Randy.
Semua anak anak riuh, terutama Fabian yang heboh mengucapkan terima kasih kepada Randy.
" Dan satu lagi. Setiap kalian belajar di rumah, saya akan menyiapkan kalian makan siang dan juga cemilan, "ucap Randy lagi.
Semakin riuh dan heboh lah anak anak karena mendengar makanan gratis. Vita melihat ke arah Randy meminta penjelasan.
" Mas gak usah berlebihan ah, pakai cemilan segala. Makan siang juga udah cukup kok. Aku gak mau ngerepotin kamu atau mami, " ucap Vita.
Randy melepas genggaman tangan nya lalu menangkup kedua pipi Vita.
" Gak apa apa, demi kamu. Aku kan udah janji mau menjadi suami yang baik untuk kamu, " Ucap Randy lembut.
" Iya, tapi mas, " ucap Vita.
" Udah, jangan membantah. Itu bukan hal yang berlebihan, " ucap Randy.
Vita mengangguk lalu Randy mencium kening Vita dan melepaskan tangan nya dari pipi Vita.
" Jangan di sini kali, mesra mesraan nya Om. Fikirin kita semua juga dong, yang jomblo ini, " tegur Ririn.
Randy hanya tersenyum, lalu sekilas melirik ke arah Alfian yang wajah nya udah memerah menahan marah dan cemburu.
" Rasakan pembalasan ku. Sekarang, kamu lihat kan Vita milik ku dan selama nya hanya akan menjadi milik ku. Mulai sekarang, aku akan membuat kamu melihat kemesraan aku dengan Vita, " batin Randy sambil tersenyum sinis.
" Sayang, aku pamit ya. Kamu belajar yang rajin, buat aku bangga ya, " ucap Randy.
Vita mengangguk lalu mencium punggung tangan Randy. Setelah itu, Randy berjalan keluar kelas menuju mobil nya, lalu masuk dan mengendarai mobil nya menuju kantor.
Setelah Randy keluar kelas, Vita duduk di kursi nya. Bel masuk berbunyi dan gak lama guru masuk ke dalam kelas untuk memulai pelajaran.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
*Epi**sode kali ini lebih panjang dari biasa nya, kira kira saya dapat bonus vote yang banyak gak ya 😊*.