Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 162 Hadiah


__ADS_3

Felix menggerutu dalam hati melihat dua manusia yang masih setia adu mulut membahas hal yang membuat diri nya semakin terlihat ngenes. Gimana gak ngenes, saat David masih hidup, jangan kan punya pacar, mau ngegombalin wanita saja gak punya waktu. Waktu nya semua habis untuk mengawal dan melakukan semua tugas yang di perintah kan oleh David.


Setiba David mati, eh malah di suruh mengawal emak emak hamil. Duh kebayang gak tuh gimana repot nya mengawal emak emak hamil yang mood nya sensitif nya minta ampun. Belum lagi permintaan nya yang aneh aneh dan kadang gak masuk di akal menurut Felix. Kalau bisa memilih, lebih baik ngurusin urusan mafia saja deh dari pada ngawal emak emak hamil, ruwet.


Beda Felix beda lagi para staf dan karyawan yang di kumpulin di aula. Semua pada penasaran bagaimana kelanjutan video yang ada di layar. Duh ngegantung banget sih, rasa nya gak enak banget di gantung begini, fikir mereka.


Tanpa menunggu perintah dari nona muda nya yang sedang adu mulut sama lakik nya yang somplak, Felix menyuruh anak buah nya untuk melanjutkan video yang terpause tadi.


" *Ohh, kamu calon istri nya mas Randy. Sejak kapan mas Randy ingin poligami ya?, " ucap Vita yang masih dengan nada santai.


" Heh poligami? Dia itu masih single ya, " ketus perempuan itu.


" Single? Lah, ini bayi ku jadi siapa bapak nya dong kak Felix? tanya Vita kepada Felix dengan nada yang masih sangat santai*.


Semua orang tertawa saat mendengar dan melihat ekspresi lucu yang di tunjukkan Vita saat bertanya kepada Felix. Lah itu ibu bos santai banget mendengar pak bos di bilang masih single.


Sementara itu, pasangan somplak tetap saja adu mulut meskipun video kembali terputar. Bagi Randy, adu mulut bersama istri nya membahas kegiatan panas mereka di kamar lebih menarik dari pada melihat video yang berisi wajah ondel ondel Rose.


" *Heh, kamu jangan ngaku ngaku ya hamil anak mas Randy, " bentak perempuan itu.


" Lah, memang ini anak nya mas Randy. Masa anak mas Randy, aku bilang anak orang lain. Kamu itu yang jangan ngaku ngaku calon istri nya mas Randy. Ondel ondel begini bukan tipe nya mas Randy, " jawab Vita yang masih bisa santai di bentak bentak terus seperti itu.


" Jaga ucapan kamu ya. Sebaik nya kamu pergi sekarang atau ku panggil satpam untuk mengusir kamu. Berani sekali kamu bilang anak yang di perut kamu itu anak mas Randy. Dasar jal*ng, pasti anak kamu itu anak haram dengan laki laki lain lalu menjebak mas Randy dan minta pertangung jawaban mas Randy. Dasar murahan, " bentak perempuan itu*.


Jedeer.


Bagai petir di siang bolong, Randy yang tadi nya ingin membalas ucapan sang istri langsung terdiam saat mendengar si ondel ondel Rose mengatakan anak yang di kandung Vita sebagai anak haram.


Anak haram.


Anak haram.


Kata kata laknat itu terus berputar di kepala nya. Bayi nya di sebut sebagai anak haram, berani sekali wanita itu. Tidak tau apa, sewaktu ingin membuat nya saja harus berjuang keras meluluhkan hati istri nya sampai rela jauh jauh menjemput istri nya ke Medan. Itu pun tidak bisa langsung belah duren, harus menunggu lagi sampai kembali ke Jakarta.


" Bangs*t, " umpat Randy lalu bangkit dan berjalan cepat ke arah Rose yang sudah pucat pasi seperti mayat karena merasa sangat takut melihat wajah Randy yang sangat menyeramkan.


Plaaak.


Satu tamparan keras mendarat mulus di pipi sebelah kiri Rose, tetapi pelaku nya bukan lah Randy melainkan Rei yang sejak tadi berdiri di dekat Rose. Randy menghentikan langkah nya saat melihat Rei menampar dengan keras pipi Rose.


Plaaak.


Satu lagi tamparan di terima Rose di pipi sebelah kanan nya. Lagi lagi Rei yang melayangkan tamparan itu. Tamparan terakhir lebih keras di layangkan Rei sampai Rose terhempas ke lantai.


Semua orang yang ada di bawah podium hanya bisa meringis melihat Rose di tampar berkali kali oleh Rei. Tidak ada yang berani menolong karena memang mereka semua menyalahkan Rose yang dengan berani nya mengatai anak bos mereka sebagai anak haram.


Setamak itu kah dengan harta atau memang benar benar tidak tau jika Randy sudah menikah dan istri nya sedang hamil. Tapi, satu Indonesia juga tau kalau putera sulung keluarga Djaya sudah menikah. Lah ini si Rose, tinggal di belahan Indonesia mana nya sampai bisa mengatakan Randy masih bujang.


" Kau benar benar sudah di luar batas, berani sekali mengatakan keturuan Djaya sebagai anak haram. Asal kau tau, Vita sudah ku anggap sebagai adik ku sendiri. Jadi, siapa pun yang berani mengusik nya maka akan berurusan dengan ku, " ucap Rei datar namun terdengar sangat mengintimidasi sambil mencengkram kedua pipi Rose dengan erat.


Rose hanya bisa meringis dan menangis saat Rei mencengkram erat kedua pipi nya. Rasa sakit dari tamparan Rei masih terasa sangat sakit ini di tambah lagi cengkraman erat di kedua pipi nya. Rasa nya sungguh sangat sakit, ini pertama kali nya Ia di perlakukan kasar seperti ini seumur hidup nya.


" Ampun tuan, sakit. Tolong lepas kan saya, " mohon Rose sambil meringis kesakitan.


" Sampai kau menangis darah pun tidak akan pernah aku lepaskan. Kau harus mendapat balasan atas hinaan yang kau berikan kepada Vita dan bayi nya, " bentak Rei.


Vita tersenyum miring melihat Rose yang memohon kepada Rei untuk di lepas kan. Kemana sikap sombong nya itu, masih Rei saja dia sudah seperti ini bagaimana jika Randy, Papi Ilham dan Daddy James yang turun tangan. Belum lagi jika Ziya yang turun tangan, bisa sama tuh nasib nya seperti Clara. Mungkin saja sih bisa lebih parah, mengingat yang di hina nya adalah keturunan Djaya sekaligus pewaris kekayaan Djaya.


Vita menyuruh dua bodyguard untuk menarik Rei menjauh dari Rose. Ia tidak ingin kesenangan nya terganggu. Rei terus berontak saat dua bodyguard tadi menarik nya menjauh, namun Rei langsung diam saat Vita mengatakan jika Ia yang ingin memberikan balasan kepada Rose.


" Hilang kemana kesombongan mu itu? Bukan kah kau bilang kalau kau calon istri nya pemilik perusahaan ini, terus kenapa sekarang kau duduk di bawah seperti ini? Sana, adukan kepada lelaki yang kau bilang sebagai calon suami mu, bilang pada nya kalau staf nya sudah menampar mu, " ucap Vita yang sudah berdiri di depan Rose yang masih terduduk di lantai.

__ADS_1


" Kenapa diam saja? Ayo cepat adukan kepada calon suami mu itu, " ucap Vita lagi sambil tersenyum meremehkan.


Rose mengepalkan kedua tangan nya, Ia benar benar di permalukan oleh wanita yang di nilai nya sangat tidak level dengan nya. Rose bangkit dan berdiri di depan Vita dengan wajah menatang. Sudah cukup Ia di permalukan, rasa takut akan ucapan intimidasi Rei tidak di pedulikan nya lagi. Keluarga nya cukup terpandang dan kaya jadi pasti papah nya bisa membantu nya membalas tamparan Rei tadi.


" Kau, berani sekali mempermalukan aku. Kau fikir siapa kau bisa berbuat sesuka mu, hah, " bentak Rose.


Para bodyguard langsung menghalangi Rei dan Randy saat mereka ingin mendekati Rose. Sesuai perintah nona muda nya, mereka bertugas menghalangi Rei dan Randy yang ingin ikut memberi pelajaran kepada Rose.


Sementara Felix, Ia sudah siap siaga di samping Vita. Ia tidak ingin sampai kecolongan kalau kalau Rose menyerang Vita.


" Aku, siapa?, " tanya Vita sambil menunjuk diri nya sendiri dengan jari telunjuk nya. " Buka telinga mu lebar lebar dan dengar kan baik baik. Aku Vita Anggraini Djaya adalah malaikat pencabut nyawa mu. Ahh bukan kau saja, melainkan seluruh keluarga mu, " lanjut nya lagi.


" Kau, " geram Rose.


" Kau fikir, hanya karena orang tua mu seorang pengacara hebat dan memiliki uang banyak, kau bisa semena mena dan sombong. Apakah kau belum mendapat kabar jika sekarang kau dan keluarga mu sudah menjadi gembel? Ahh iya satu lagi, Aku akan berbaik hati memberitahukan kepada mu jika sekarang papah mu sedang di tahan di kantor polisi karena kasus pelecehan seksual, " ucap Vita.


Vita melirik ke arah Felix dan memberi kode untuk memutar berita yang sedang tayang di televisi. Semua orang yang tadi serius memperhatikan Vita dan Rose kini beralih melihat berita yang sedang tayang di layar besar yang ada di atas podium.


Vita tersenyum puas saat melihat wajah shock Rose si ondel ondel. Ahh, untuk penutup acara nya hari ini, Ia sudah menyiapkan kejutan terakhir untuk Rose. Melihat Vita mengangguk kan kepala nya, Felix langsung menghubungi anak buah nya.


Semua orang menoleh ke arah pintu aula saat pintu itu tiba tiba terbuka. Mata mereka membulat saat melihat beberapa polisi memasuki aula dan terus berjalan menuju ke arah podium.


" Selamat siang tuan dan nyonya Djaya, " sapa ketiga polisi yang sudah berada di atas podium.


" Selamat siang pak, " jawab Randy dan Vita berbarengan.


" Ada apa ya pak?, " tanya Randy bingung kenapa bisa ada polisi di perusahaan nya.


" Kami datang ke sini setelah menerima laporan dari nyonya Djaya. Kami datang untuk membawa nona Rose ke kantor polisi atas tuduhan pencemaran nama baik kepada nyonya Djaya dan perencanaan penjebakan kepada tuan Djaya, " jawab salah satu polisi.


" Ehh, " gagu Randy sambil melihat ke arah istri nya.


" Silah kan di bawa pak, itu dia orang nya. Tolong cepat bawa ya pak, saya tidak ingin dia membuat ulah lagi, " pinta Vita.


Dua polisi langsung meringkus Rose dan menyeret Rose untuk mengikuti nya meskipun Rose terus meronta ronta dan menjerit meminta untuk di lepas kan. Namun sebelum Rose di bawa turun dari podium, Vita menghampiri Rose dan membisik kan sesuatu ke telinga Rose.


" Hukuman ini masih belum sebanding dengan hinaan yang kau berikan kepada bayi ku. Beruntung karena aku sedang hamil, jika tidak maka aku sendiri yang akan menghukum mu dan keluarga mu. Aku akan membuat kau dan keluarga mu memohon untuk kematian kalian dari pada terus mendapat siksaan dari ku " bisik Vita lalu berjalan menjauh dan meminta para polisi membawa Rose pergi.


Setelah polisi dan Rose keluar dari aula, Vita kembali menuju ke tengah podium dan berdiri di depan micropon.


Semua orang yang tadi nya membicarakan Rose dan nasib keluarga nya langsung terdiam saat Vita mengetuk micropon meminta perhatian dari semua orang.


" Saya menunjuk kan semua ini kepada kalian agar kalian tau batasan dari perbuatan kalian. Kami tidak pernah membeda bedakan status kalian karena bagi kami, kalian adalah bagian dari keluarga kami. Tapi, jika kalian bertindak seperti yang di lakukan wanita tadi, maka kalian akan bernasib sama dengan nya bahkan bisa lebih parah lagi. Saya harap kalian mengerti dan tidak pernah berfikir untuk melakukan hal serupa seperti itu. Apa kalian mengerti?, " ucap Vita dengan tegas.


" Mengerti bu, " jawab mereka serempak.


" Baik lah, kalian bisa kembali bekerja sekarang, " ucap Vita.


" Siap bu, " jawab mereka semua lalu membubarkan diri dan kembali ke ruangan mereka masing masing.


" Sayang, " panggil Randy lalu memeluk Vita. " Maaf, karena aku tidak tau dia telah menghina kamu dan anak kita, " ucap Randy lirih.


Vita mengelus lembut punggung Randy " Sudah lah sayang, semua sudah selesai. Sejujur nya, aku ingin membalas nya lebih dari ini tapi aku tidak ingin baby memiliki sikap kejam seperti itu nanti nya. Lebih baik menyerah kan dia kepada polisi, biar pihak kepolisian saja yang memberi nya hukuman sesuai hukum yang berlaku, " ucap Vita.


Randy melepas pelukan nya lalu mencium kening Vita " Sekali lagi maafin aku ya sayang, " ucap Randy.


Vita mengangguk lalu mengajak Randy untuk pergi ke ruangan nya untuk beristirahat. Ia merasa sangat lelah setelah menahan emosi agar tidak menerjang Rose saat melihat Rose yang menantang nya dengan angkuh.


Namun, saat mereka baru turun dari podium, Vita berhenti lalu memutar tubuh nya menghadap Rei yang berjalan di belakang nya dan Randy.


" Aku punya hadiah untuk mas Rei, " ucap Vita.

__ADS_1


" Hadiah? Apa?, " tanya Rei bingung.


Vita merogoh ponsel nya lalu mengutak atik ponsel nya sejenak lalu kembali memasukkan ponsel nya ke dalam tas.


" Itu sudah aku kirim ke ponsel mas Rei, " ucap Vita lalu berbalik dan merangkul lengan Randy dan mengajak suami nya untuk segera pergi dari sana.


Rei merogoh ponsel nya saat ada pesan masuk di ponsel nya. Mata nya membulat sempurna saat melihat beberapa foto yang dikirim oleh Vita. Di foto itu terlihat Ayu, kekasih hati nya sedang tertawa dengan seorang pria berparas oriental.


satu detik.


dua detik.


tiga detik.


Dan setelah detik ke sepuluh baru lah Rei tersadar.


" Vitaaaaa, " teriak Rei yang merasa sangat kesal dan marah.


Vita yang mendengar suara teriakan Rei tertawa puas karena berhasil membuat makhluk bucin itu kesal dan marah karena terbakar cemburu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


Epilog:


Vita pemit kepada Ayu dan Zhang untuk pergi ke toilet sebentar dan di kawal oleh Felix. Saat di depan pintu toilet, Vita menyuruh Felix menghubungi anak buah nya.


" Kak, suruh anak buah mu memotret Ayu dan Zhang sekarang. Foto mereka saat mereka sedang berbincang santai dan tertawa bersama lalu kirim kan foto itu kepada ku, ".


" Untuk apa foto mereka?, ".


" Hadiah untuk mas Rei, " .


" Siap, perintah di laksanakan, ".

__ADS_1


Felix dan Vita pun tertawa bersama. Mereka tidak sabar ingin melihat wajah cemburu nya si makhluk bucin satu itu.


__ADS_2