
Setelah mengeluarkan uneg uneg yang ada di hati nya. Vita hanya diam, gak ada yang ingin Ia bicarakan lagi dengan Randy. Begitu pun Randy, yang gak tau lagi harus berbuat apa.
Hening selama sepuluh menit. Akhirnya, Randy mencoba untuk kembali berbicara baik baik dengan Vita. Kali aja, Vita mau memaafkan nya.
" Vit, udah dong marah nya. Maaf ya. Aku harap, kamu bisa ngertiin posisi aku, " ucap Randy lembut.
Vita menghembuskan nafas nya kasar. Rasa sabar nya udah pada batas nya. Namun, jika hal ini berakhir, sia sia aja usaha nya selama ini. Terpaksa, Vita harus kembali lebih bersabar dan bersabar, sampai diri nya bisa membuat Randy melupakan Clara.
" Baiklah, aku maafkan. Tapi janji, kalau bersama ku jangan pernah ada yang lain. Jika tidak, mungkin nanti aku gak akan bisa bersabar lagi dan mengatakan semua nya kepada mami dan papi, " ancam Vita.
" Pintar ngancam kamu sekarang ya, " sindir Randy.
" Belajar dari kamu, " ucap Vita lalu bangkit dan berjalan ke kamar nya.
Randy mengikuti Vita masuk ke dalam kamar. Namun sebelum nya, Randy menutup pintu depan terlebih dahulu.
Baru pertama kali ini, Randy memasuki kamar Vita yang ada di rumah almarhum mertua nya. Ia melihat sekeliling tampak rapi dan sangat kental nuansa gadis remaja.
Randy melihat Vita sedang merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur yang di rasa nya cukup kecil. Jika, ia tidur di sana, apakah muat untuk mereka berdua?
Randy membuka jas dan melepaskan dasi nya, lalu menggantungkan di tempat gantungan yang tersedia di kamar Vita. Setelah itu, Randy ikut merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Benar dugaan nya, tempat tidur Vita terasa sempit untuk mereka berdua.
Terpaksa, Randy tidur miring menghadap Vita dan memeluk tubuh Vita agar tidak terjatuh. Vita membiarkan Randy memeluk nya. Jujur, Ia sekarang mulai merasa nyaman di pelukan Randy.
Karena masih merasa mengantuk, Vita kembali tidur. Begitu juga dengan Randy, tubuh nya yang lelah membuat Ia ikut terlelap.
****
Di bandara, semua orang khawatir karena Randy dan Vita belum juga sampai. Padahal, tadi Randy bilang setelah makan siang di kantor dengan Vita, mereka akan menyusul ke bandara. Tapi, sampai Ziya dan yang lain nya udah ingin masuk ke dalam pesawat, Randy dan Vita tak kunjung datang.
" Pi, Randy dan Vita kenapa belum datang juga? Mami khawatir terjadi apa apa dengan mereka, " ucap Rita dengan raut wajah yang kelihatan begitu khawatir.
" Tenang mi. Sebentar, papi coba telpon Randy, " ucap Ilham menenangkan istri nya.
Ilham mengambil handphone yang terselip di saku celana nya. Ia menelpon Randy, namun gak diangkat. Sekali lagi Ia mencoba menelpon, tetap aja gak di angkat. Membuat Ilham juga ikut khawatir.
Kemudian Ilham mencoba menelpon Vita. Saat nada sambung akan berakhir, tiba tiba terdengar suara serak khas bangun tidur menyapa.
" Halo, " ucap Vita.
" Nak, syukurlah kamu angkat telpon papi. Disini, kita semua udah khawatir, " ucap Ilham.
" Ehh papi. Ada apa pi?, " tanya Vita polos.
" Kok kamu tanya papi. Seharusnya, papi yang tanya kamu dan Randy. Sekarang kalian dimana? Kenapa gak ke bandara? Papi telpon handphone Randy berulang kali juga gak di angkat, " balas Ilham.
__ADS_1
" Hah, ya ampun. Maaf pi, lupa. Kami ketiduran di rumah ayah, " ucap Vita panik.
Vita segera membangunkan Randy. Ia memukul pelan pipi Randy. Randy meregangkan otot otot nya, lalu bertanya dengan mata yang masih terpejam.
" Ada apa?, " tanya nya dengan suara serak khas bangun tidur.
" Mas, kita harus nya kan ke bandara, malah ketiduran gini. Ini papi cariin kita, " ucap Vita panik.
Mata randy langsung terbuka dan membelalak. Ia baru ingat udah janji mau ke bandara. Randy langsung bangkit dan mengambil handphone dari tangan Vita lalu berbicara dengan Ilham.
" Ahhh pi, ahh maaf. Kami ketiduran, " ucap Randy terbata bata.
" Kalian ini, membuat kami semua khawatir aja. Yaudah, ini yang lain nya ingin melihat kalian, " ucap Ilham lalu mengalihkan menjadi video call.
Setelah beralih ke video call, Rita langsung menyambar handphone Ilham dan gak sabar untuk melihat kondisi anak serta menantu nya.
" Sayang kalian baik baik aja kan? Kenapa belum datang ke bandara? kita semua khawatir, takut terjadi apa apa sama kalian, " tanya Rita bertubi tubi.
" Kami baik baik aja mi. Maaf udah buat kalian khawatir, " ucap Randy.
" Iya mi, maaf. Kami ketiduran di rumah ayah, " ucap Vita.
" Alhamdulillah kalian baik baik aja. Ini Ziya dan yang lain nya ingin berbicara, " ucap Rita sambil mengarahkan handphone nya ke arah semua orang.
" Mas, Vit, kalian tega ya gak jadi datang, " ucap Ziya cemberut.
" Gak apa apa mas, aku ngerti kok. Tapi, kami berharap saat nanti kembali ke jakarta, udah ada kabar baik ya dari kalian, " ucap Putra senyum senyum.
" Iya nak. Papah dan mamah berharap, bisa cepat lihat anak kalian berdua, " ucap l
Lisa.
" Ahh iya mah. Doain ya mah, " ucap Vita kikuk.
" Yaudah, kami tutup dulu. Kami udah harus masuk ke dalam pesawat. Jaga diri kalian ya dan juga jaga mami papi kalian, " ucap Lisa.
" Iya mah, " ucap Randy dan Vita berbarengan.
Video call pun berakhir. Vita meletakkan handphone nya kembali ke atas meja, yang ada di samping tempat tidur nya.
Randy kembali merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Sementara, Vita bangun dan mengambil handuk baru dan baju ganti di lemari, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Setelah lima belas menit, Vita selesai mandi dan mengeringkan badan nya dengan handuk lalu memakai baju nya. Setelah selesai, Ia keluar dari dalam kamar mandi.
Vita menggantungkan handuk nya, lalu membangunkan Randy untuk gantian mandi. Randy menurut, Ia bangun lalu mengambil handuk yang di pakai vita tadi, setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Sepuluh menit berlalu, Randy telah selesai mandi dan keluar dengan handuk melilit di pinggang nya. Ia menghampiri Vita yang sedang duduk menyandar di tempat tidur.
" Sayang, baju ganti aku mana? Di sini kan, gak ada baju aku, " ucap Randy manja.
Vita menoleh dan tersenyum geli mendengar Randy memanggil nya dengan panggilan sayang dengan nada yang manja.
" Oiya, aku lupa kan gak ada baju kamu disini. Sebentar, aku lihat baju ayah dulu. Kali aja ada yang bisa kamu pakai, "ucap Vita lalu bangkit dan berjalan menuju kamar ayah nya.
Setelah melihat lihat baju apa yang bisa dipakai, akhir nya vita mengambil baju kaos dan juga celana training, lalu Ia mengambil celana dalam baru yang belum pernah dipakai ayah nya dulu. Setelah itu, Ia kembali ke kamar nya dan memberikan pakaian ganti kepada Randy, lalu Ia kembali duduk menyandar di tempat tidur.
Randy segera memakai nya.Vita menelan saliva nya susah payah, karena melihat otot lengan dan dada Randy yang kelihatan membentuk, karena kaos yang di pakai nya sedikit kecil, membuat Randy terlihat sexy. Rasa nya, ingin sekali langsung menghambur ke pelukan Randy dan meraba raba apa yang ada dibalik kaos itu.
Lamunan mesum Vita harus terhenti karena panggilan Randy. Vita memalingkan wajah nya yang memanas karena merasa malu. Bisa bisa nya, Ia melamunkan hal mesum begitu dan gak ingin Randy mengetahui nya.
Vita memukul pelan kepala nya yang bisa bisa nya berfikiran mesum, membuat Randy terheran dan menghampiri Vita.
" Heii kamu kenapa mukulin kepala sendiri. Apa kepala kamu sakit karena belum makan siang?, " tanya Randy yang saat ini udah duduk di tepi tempat tidur di samping Vita dan memijit mijit pelan kepala Vita.
Jantung Vita berdegub kencang saat ini. Rasa nya, baru kali ini Ia merasa jantung nya berpacu begitu hebat nya. Bahkan, saat bersama Alfian aja gak berdegub sekencang ini. Apa mungkin, Ia mulai suka sama Randy?.
" Ohhh jantung, tenang lah. Aku gak mau, babang tampan ku ini mendengar nya, " batin Vita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
*H**ayoo hayoo, rela gak Vita jatuh cinta duluan dengan babang Randy*?
__ADS_1
Jangan lupa like and vote nya ya.