Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 176 Aku Kembali


__ADS_3

Seorang anak perempuan sedang bermanja manja dengan kedua orang tua nya di taman dengan banyak bunga bermekaran di sana. Sudah lama sekali rasa nya Ia tidak merasakan pelukan dan ciuman hangat dari kedua orang tua nya. Jika saja di perboleh kan, rasa nya Ia tidak ingin semua yang sedang Ia rasakan ini berakhir.


Ia bangkit dari pangkuan ibu nya dan berlari mengejar kupu kupu yang berterbangan di atas kepala mereka. Senyum bahagia terbit di bibir kedua orang tua nya. Putri kecil mereka sekarang sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.


" Sayang, jangan lari lari nanti jatuh, " teriak sang ibu.


" Ya bunda, dedek mau tangkap semua kupu kupu ini. Sudah lama kita tidak pergi bersama menangkap kupu kupu. Hari ini, dedek mau tangkap semua nya, " rajuk sang anak dengan wajah cemberut.


Sang ayah tertawa melihat wajah cemberut puteri nya. Ia meminta puteri nya untuk kembali mendekat kepada mereka.


" Sayang, sini nak. Ayah dan bunda ingin berbicara, " panggil sang ayah.


Sang puteri mengangguk patuh dan mendekat kearah kedua orang tua nya. Ia duduk di antara kedua orang tua nya dan menjatuh kan kepala nya di bahu sang ayah.


" Ada apa, yah?, " tanya sang puteri sambil memainkan jari sang ibu.


" Nak, ayah dan bunda ingin bilang jika sudah waktu nya kamu kembali. Ayah dan bunda sudah cukup bahagia bersama dengan mu beberapa waktu ini. Meskipun rasa ingin terus bersama mu begitu besar, tetapi kamu bukan lagi milik kami. Sekarang, kamu milik mereka, dan mereka lah yang paling berhak untuk terus bersama mu, " ucap sang ayah dengan berat hati.


" Tapi yah, dia sudah pergi tinggalin dedek. Dedek sangat mencintai nya, dedek gak sanggup berpisah dari nya Dedek mau di sini saja sama ayah dan bunda, " balas sang anak tak terima.


" Sayang, " panggil sang ibu dengan lembut sambil mengusap tangan sang anak dengan sayang.


Sang anak menatap ibu nya yang sedang menatap nya dengan penuh kasih sayang.


" Puteri kecil bunda, yang dulu bunda timang timang sekarang sudah besar bahkan sudah menjadi seorang istri dan seorang ibu. Sayang, dengar bunda nak, meskipun dia pergi tinggalin kamu tapi kamu masih punya bayi, cucu bunda dan ayah yang membutuhkan kasih sayang mu. Jika kamu pergi juga, bagaimana dengan bayi mu? Kembali lah nak, " bujuk sang ibu.


" Tapi bun, dedek gak sanggup merawat bayi dedek sendirian. Dedek butuh dia untuk bersama sama merawat, mendidik dan menjaga bayi kami, " kekeh sang anak menolak.


Sang ibu mengelus puncak kepala sang anak dan menyuruh nya melihat ke arah depan mereka. Di sana terlihat seorang pria sedang berdiri sambil menggendong seorang bayi dan memandang sendu ke arah mereka.


" Lihat lah nak, dia kembali untuk mu dan sekarang mereka datang untuk menjemput mu. Kembali lah, mereka sangat membutuhkan mu, " tunjuk sang ibu.


Sang anak memandang ke arah yang di tunjuk sang ibu. Mata nya berkaca kaca melihat di sana pria yang sangat di cintai nya sedang berdiri sambil menggendong bayi mereka.


" Sayang, kembali lah demi aku dan bayi kita, " mohon sang pria dengan wajah memelas.


" Kami membutuhkan mu, " lanjut nya yang kemudian terdengar tangisan pilu sang bayi.


Sang anak memandang bergantian ke arah ayah dan bunda nya. Ia melihat ayah dan bunda nya mengangguk, seraya mengatakan kepada nya untuk pergi bersama suami dan bayi mereka.


" Kembali lah nak, " bujuk sang ibu lagi.


" Tapi, dedek masih rindu ayah dan bunda, " tolak sang anak dengan linangan air mata.


" Nak, ayah dan bunda tidak ke mana mana, kami akan selalu ada di hati kamu. Jika kamu merindukan kami, sholat dan bacakan lah surah Al-fatihah untuk kami. Itu akan membuat kami merasa bahagia, " ucap sang bunda.


" Benar kata bunda, ayah dan bunda akan selalu ada di hati kamu. Dan saat ini yang lebih membutuhkan mu adalah mereka. Maka, kembali lah kepada mereka, " timpal sang ayah.


Sang anak menatap ayah dan bunda nya secara bergantian lalu beralih menatap wajah sendu suami nya yang sedang menggendong bayi mereka. Setelah cukup lama berfikir, Ia memutuskan memilih suami dan bayi mereka.


Ia bergantian memeluk ayah dan bunda nya lalu bangkit dan berjalan mendekat ke arah suami dan bayi nya. Ia berhenti sejenak, menoleh ke belakang di mana ayah dan bunda nya berdiri berdampingan memandang kepergian nya.

__ADS_1


Ia melambaikan tangan nya ke arah ayah dan bunda nya dan di balas senyuman bahagia oleh mereka. Lalu, Ia kembali melangkah menuju ke arah suami dan bayi mereka yang sedang menanti diri nya.


****


Semua orang sudah berkumpul di ruang rawat Vita dengan air mata yang mengalir di setiap pipi mereka. Ini adalah saat saat terakhir mereka bersama dengan Vita sebelum semua alat alat yang ada di tubuh Vita di lepas.


" Sayang, maafin mami yang belum bisa menjadi mertua yang baik untuk mu. Kamu yang tenang di sana ya sayang, mami akan merawat dan menjaga bayi kalian dengan penuh kasih sayang, " ucap Rita lalu mencium kening Vita.


" Papi bangga memiliki kamu sebagai menantu papi. Kamu adalah yang terbaik, " ucap Ilham yang juga menghadiahkan ciuman di kening menantu nya.


" Vit, gue janji akan jadi uncle terbaik untuk baby. Lo yang tenang di sana ya, jangan khawatir dengan semua yang ada di sini, " ucap Alfian sambil menggenggam tangan Vita.


" Iya Vit, gue janji akan bantu Fian dan yang lain nya untuk ngurus baby. Gue janji akan jadi aunty terbaik untuk baby lo, " timpal Amanda yang sudah menangis sesegukan.


Semua orang bergantian memberikan kata terakhir untuk Vita. Perasaan sedih begitu terasa dan menyesak kan dada. Kini giliran James dan Samantha yang akan mengucapkan kata terakhir untuk Vita sebelum dokter melepas kan alat di tubuh Vita.


" Sayang, mommy bahagia memiliki kamu sebagai puteri mommy. Meskipun kamu bukan lah puteri kandung mommy, tetapi rasa sayang dan cinta mommy tidak kalah besar nya seperti yang mommy berikan kepada David. Kamu jangan khawatir karena mommy dan daddy akan membantu merawat, menjaga dan mendidik baby dengan baik. Pergi lah dengan tenang, kami ikhlas melepas mu, " ucap Samantha dengan linangan air mata.


" Nak, daddy bangga memiliki puteri yang hebat dan baik hati seperti mu. Kamu puteri kebanggaan daddy, " ucap James.


Setelah semua orang mengucapkan selamat tinggal untuk Vita, dokter bersiap siap melepas alat bantu yang ada di tubuh Vita. Alfian dengan sigap membisik kan kalimat syahadat di telinga Vita.


Gerakan dokter terhenti saat ingin mencabut alat di tubuh Vita karena tiba tiba pintu ruangan Vita di buka secara kasar.


Braakkk.


" Apa yang akan kau lakukan brengs*k? Jauh kan tangan mu itu dari tubuh istri ku, " bentak seorang pria yang baru saja masuk ke dalam ruang rawat Vita dengan kondisi yang cukup memprihatinkan.


" Randy, " gumam mereka semua dengan pandangan tak percaya.


Pria tadi yang tak lain adalah Randy tak memperdulikan orang orang yang ada di ruangan itu. Ia bergegas mendekati istri nya, memeluk dan memberikan ciuman bertubi tubi kepada istri nya.


" Sayang bangun, ini aku sudah pulang. Maaf aku lama pergi tinggalin kalian, " panggil Randy yang sudah menangis melihat keadaan istri nya.


" Sayang, kembali lah demi aku dan bayi kita, " mohon Randy dengan suara parau.


" Kami membutuhkan mu, " lanjut nya lagi dengan terus menciumi tangan istri nya.


" Rand, ini bayi kalian. Letakkan di atas dada Vita agar Ia bisa merasakan kehadiran puteri kecil kalian, " ucap Rita sambil memberikan bayi nya kepada Randy.


Randy mengambil bayi nya dari gendongan Rita lalu meletakkan bayi nya di atas dada Vita dengan perlahan dan hati hati. Kemudian, Ia memeluk bayi mereka dan Vita lalu kembali memohon agar Vita kembali.


" Sayang, ku mohon kembali lah, kami membutuhkan mu. Aku tidak bisa merawat dan membesarkan bayi kita sendirian. Aku membutuhkan mu, kami membutuhkan mu, " mohon Randy yang terus saja menangis tanpa memperdulikan image nya sebagai seorang CEO yang berwibawa dan di segani.


Randy terus memohon dan sesekali mencium Vita dan bayi nya secara bergantian. Tangisan bayi mereka pecah dan terdengar pilu. Mungkin, Ia juga merasakan jika sebentar lagi akan di tinggal pergi sang bunda.


" Rand, sudah lah. Ikhlas kan Vita pergi, " ucap Rita dengan berat hati.


" Tidak mi, sampai kapan pun Randy gak akan membiarkan Vita pergi meninggalkan Randy dan bayi kami, " tolak Randy tidak terima.


" Tapi Rand, kasihan Vita jika terus seperti ini. Ia akan merasa sangat tersiksa, " bujuk Rita lagi.

__ADS_1


" Randy bilang tidak, itu berarti tidak. Vita akan baik baik saja, dia akan segera sadar dan kembali ke sisi Randy dan bayi kami, " kekeh Randy menolak.


" Sayang, ayo bangun, aku sudah pulang. Apa kamu tidak merindukan aku? Lihat lah bayi kita, dia sangat cantik, " ucap Randy terus mencoba menyadarkan istri nya.


" Kembali lah sayang, kami membutuhkan mu, " mohon nya dengan pilu.


Semua orang merasa prihatin dan sedih melihat Randy yang begitu mengharapkan agar Vita bangun. Tetapi, apa mau di kata, kondisi Vita sudah sangat kritis.


Randy menatap Vita dan dokter secara bergantian saat merasakan gerakan ringan di jari Vita yang sedang di genggam nya.


" Dok..dokter, jari nya bergerak, " ucap Randy terbata bata.


Semua orang terkejut dan dokter bergegas memeriksa kondisi Vita. Rita dengan sigap menggendong kembali bayi Vita agar dokter lebih leluasa memeriksa Vita.


Dokter tersenyum bahagia dan mengucap syukur atas keajaiban yang terjadi " Alhamdulillah, nyonya muda sudah melewati masa kritis nya dan sebentar lagi akan siuman, " ucapan dokter sontak membuat mereka saling berpelukan dan mengucap syukur.


Randy yang mendengar itu kembali mendekati Vita. Ia memberikan pelukan dan ciuman serta terus berucap memohon agar Vita segera siuman.


Kelopak mata Vita bergerak gerak perlahan dan Randy juga merasakan kembali jari jari Vita yang bergerak lemah. Saat yang di tunggu tunggu mereka pun tiba, Vita perlahan membuka mata nya dan menatap suami nya yang sedang menatap nya penuh cinta.


" Hai sayang, aku kembali, " ucap Vita lemah dengan senyum tipis di bibir nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


Maaf kalau masih ada konflik seperti ini di jalan hidup nya Vita dan Randy. Saya memberikan konflik seperti ini karena ingin menunjukkan kepada para pembaca sebesar apa cinta Vita kepada Randy.


Karena sebelum nya, ada yang bertanya sebesar apa sih cinta nya Vita kepada Randy? Kenapa hanya konflik yang menunjukkan sebesar apa cinta nya Randy. Maka ini konflik terakhir yang saya berikan sebagai bukti jika cinta nya Vita tak kalah besar nya dengan cinta nya Randy. Bahkan, Ia tidak bisa hidup tanpa Randy.

__ADS_1


Setelah ini, kisah kehidupan mereka akan di sibukkan dengan princess kecil mereka yang akan memberikan warna baru di dalam rumah tangga mereka. Yuk ikuti lanjutan kisah mereka yang baru saja menjadi ayah dan bunda baru.


__ADS_2