Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 56


__ADS_3

Vita telah selesai mandi dan memakai baju. Ia keluar dari kamar mandi dan duduk di kursi di depan meja rias. Vita mengambil sisir dan mulai menyisir rambut nya. Setelah selesai, Ia berjalan ketempat tidur dan duduk di samping Randy.


Vita heran, kenapa Randy jadi bersandar. Bukan nya tadi, Randy sedang rebahan. Vita menggoyang pelan lengan Randy.


" Mas, kenapa kok duduk bersandar, bukan nya tidur?, " tanya Vita.


Randy membuka mata nya dan melihat Vita udah duduk di samping nya yang terlihat lebih fresh setelah mandi.


" Gak apa apa. Kamu tidur duluan aja, nanti aku nyusul, " ucap Randy.


" Yaudah, aku duluan tidur ya mas. Tapi, kamu jangan malam malam tidur nya, besok kan harus ke kantor, " balas Vita.


Randy mengangguk dan Vita langsung merebahkan tubuh nya dengan posisi membelakangi Randy. Gak butuh waktu lama, Vita pun terlelap.


Randy terus memperhatikan Vita yang udah tertidur. Ia mendekati Vita dan memperhatikan wajah Vita. Randy mengelus pipi Vita dengan lembut, takut Vita terbangun.


Randy tersenyum, kemudian ikut merebahkan tubuh nya di belakang Vita dan memeluk Vita. Ia tenggelamkan wajah nya di ceruk leher Vita dan menghirup aroma tubuh Vita yang entah kenapa, sekarang membuat nya begitu candu. Setelah itu, Randy memejamkan mata dan gak lama Ia terlelap, sambil terus memeluk Vita.


****


Esok pagi nya, Vita terbangun pukul 5 pagi. Ia merasa ada sesuatu yang berat menindih perut nya. Vita pun membuka mata dan melihat tangan kekar Randy sedang memeluk nya dari belakang.


Vita membalikkan tubuh nya menghadap Randy. Ia memandangi wajah suami nya yang sedang terlelap tidur.


" Gemesin, " batin Vita.


Vita tersenyum sambil mengelus pipi kiri Randy dengan lembut. Ia gak pernah menyangka, kalau diri nya bisa mempunyai suami yang tampan dan di gilai banyak wanita.


Randy terbangun dan langsung membuka mata saat merasa ada yang mengelus pipi nya, membuat Vita terkejut dan salah tingkah.


" Udah puas belum memandangi wajah ku dan mengelus pipi ku?, " tanya Randy dengan tersenyum jahil.


Vita merasa malu, lalu segera bangkit. Namun, Randy langsung menarik tangan Vita dan membuat Vita terjatuh di atas tubuh Randy.


Randy langsung memeluk Vita dan mengecup kilas bibir Vita.


" Kiss morning, " ucap Randy.


Vita merasa malu dan langsung membenamkan wajah nya di dada bidang suami nya.


" Pagi ini, kenapa mas Randy jadi romantis begini. Aduh, ini jantung bedegub kencang banget. Kedengaran gak ya?, " batin Vita.


" Sayang, kamu gak mau balas kiss dari aku?, " goda Randy.


Vita memukul pelan dada Randy, mengatakan kalau Ia sedang malu dan gak ingin membalas nya.


" Sayang, ayo lah. Sekali aja, " Goda Randy lagi.

__ADS_1


Vita pun mengangkat wajah nya dan menatap Randy yang sedang tersenyum menggoda, Vita mengelus pipi Randy dengan lembut.


" Jangan goda aku lagi mas. Aku malu, " ucap Vita dengan wajah memerah malu.


" Sama suami sendiri kenapa harus malu sayang, " goda Randy


Vita kembali memukul dada Randy, kali ini agak keras membuat Randy mendesis sakit dan memegang dada nya. Setelah pelukan Randy terlepas, Vita langsung bangkit dan menjauh dari Randy.


" Tolong, jangan buat aku merasa di atas awan mas dengan sikap mu yang seperti ini. Aku takut salah paham dan akhirnya membuat diri ku berharap terlalu jauh dan terluka teramat dalam, " ucap Vita lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Randy memperhatikan vita yang masuk ke dalam kamar mandi. Ia bingung dengan perkataan Vita.


" Apa yang salah bersikap romantis dengan istri sendiri. Bukan nya kemarin, dia sendiri yang minta untuk dianggap sebagai istri yang sesungguh nya. Kenapa sekarang, dia berkata begitu. Membingungkan, " gumam Randy lalu memejamkan mata nya dan kembali tidur.


Di dalam kamar mandi, Vita terduduk di lantai belakang pintu. Ia merutuki diri nya kenapa harus berbicara seperti tadi. Harus nya, Ia senang karena Randy mulai bersikap romantis.


" Aarrgghhh bodoh nya aku, " batin Vita sambil meremas rambut nya.


Vita bangkit dan berjalan kearah bathtub, Ia memutar kran untuk mengisi air di dalam bathtub. Saat udah penuh, Vita tutup kembali kran nya dan menuangkan sedikit aromaterapi. Lalu, Vita mulai membuka satu persatu baju nya dan masuk ke dalam bathtub.


Vita berendam di dalam bathtub sambil memejamkan mata nya dan memikirkan rencana selanjut nya. Karena terlalu lama berfikir sambil memejamkan mata, tanpa sadar Vita tertidur di dalam bathtub.


Di dalam kamar, Randy tersentak bangun karena suara ketukan pintu. Randy beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu. Terlihat, bi Ana berdiri di depan pintu.


" Ada apa bi?, " tanya Randy.


" Loh, memang nya Vita belum turun bi?, " tanya Randy bingung, karena sewaktu bangun Ia gak melihat Vita di dalam kamar.


" Tidak tuan. Maka nya, nyonya meminta bibi untuk membangunkan tuan dan nona muda. Takut nya, bangun kesiangan, " jawab bi Ana lagi.


" Baiklah bi. Sebentar lagi kami turun, " balas Randy.


Bi Ana mengiyakan lalu pamit turun ke bawah. Setelah bi Ana pergi, Randy menutup pintu nya lalu berjalan menuju kamar mandi.


Randy ketuk pintu kamar mandi, namun gak ada jawaban dari dalam.


" Tadi bibi bilang Vita belum turun. Apa dia masih di dalam kamar mandi? Tapi, gak mungkin juga lah. Ini udah sejam lebih, ngapain dia di dalam selama itu, " gumam Randy.


" Apa aku masuk aja ya. Kok, perasaan aku gak enak, "gumam Randy lagi.


Randy membuka pintu kamar mandi yang memang gak di kunci Vita. Begitu masuk ke dalam kamar mandi, Randy terkejut melihat Vita yang tertidur saat berendam di dalam bathtub.


" Astagfirullah, " ucap Randy panik lalu langsung berlari ke arah Vita.


Randy bergegas mengangkat tubuh Vita dari dalam bathtub yang udah terlihat memucat dan demam karena terlalu lama berendam. Randy berjalan keluar dari kamar mandi lalu membaringkan Vita di atas tempat tidur. Ia bergegas mengambil handuk dan mengeringkan tubuh Vita.


Vita terbangun karena merasa ada yang menyentuh seluruh tubuh nya. Begitu membuka mata, Ia melihat Randy sedang mengelap tubuh nya dengan handuk.

__ADS_1


" Mas, " panggil Vita dengan nada suara lemah.


" Ya ampun, kamu ini buat aku khawatir aja. Kenapa berendam selama itu? Lihat sekarang, kamu menjadi demam, " jawab Randy yang masih terus mengelap tubuh vita dengan handuk.


" Dingin mas, " ucap Vita lalu menyilangkan kedua tangan nya di atas dada seperti  memeluk diri nya sendiri.


Randy segera mengambil baju Vita di dalam lemari dan memakaikan nya. Setelah itu, Randy menyelimuti Vita dengan selimut.


" Sebentar, aku turun ke bawah ambil kompres untuk mu, " ucap Randy lalu segera bangkit dan keluar dari kamar nya.


Vita yang udah gak bertenaga lagi dan merasa sangat kedinginan, meringkuk di dalam selimut berusaha mencari kehangatan.


Sesampai nya di dapur, Randy yang terlihat begitu panik meminta bibi segera menyiapkan air dan kain untuk mengompres Vita. Randy bahkan mengabaikan Rita dan Iham yang memanggil nya di meja makan.


Karena di abaikan, Rita dan Ilham menghampiri putra nya tersebut yang terlihat begitu panik.


" Rand, kamu kenapa panik begitu? " tanya Rita.


" Vita demam mi. Ini Randy minta bibi siapin air dan kain untuk mengompres Vita, " jawab Randy.


" Astagfirullah. Kamu udah telepon dokter, Rand?, " tanya Rita yang juga mulai panik.


" Belum mi, Randy lupa. Tadi, kefikiran nya mau cepat ngompres Vita, " balas Randy.


" Yaudah, mami telepon dokter sekarang ya, Rand. Bi, cepat air kompres nya. Kasihan Vita, " ucap Rita sedikit berteriak.


" Papi aja mi yang telpon dokter nya. Mami sekarang ke kamar, lihat keadaan Vita, " ucap Ilham yang langsung segera mengambil handphone di saku celana nya dan menelpon dokter keluarga Djaya.


Rita menuruti perintah suami nya, Ia bergegas ke kamar randy untuk melihat keadaan menantu nya.


Randy segera mengambil air di baskom dan kain yang telah di siapkan bi Ana. Ia bergegas kembali ke kamar dan di ikuti Ilham yang telah selesai menelpon dokter.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Like nya jangan di akhir aja ya akak.


__ADS_2