
Buugghhh.
Aro memukul wajah Randy setelah Randy menceritakan seluruh cerita nya kepada Aro. Ia benar benar emosi mendengar cerita Randy. Ia gak menyangka sahabat nya ini dulu nya begitu bodoh dan brengs*k.
" Brengs*ek. Kamu itu pria paling brengs*k yang pernah aku kenal, " umpat Aro.
" Aku tau, aku brengs*k dulu nya. Dan sekarang aku sudah menyadari semua kesalahan ku. Aku berjanji akan selalu membahagiakan nya dan juga anak anak kami, meskipun nyawa ku taruhan nya, " balas Randy.
" Tidak. Aku akan merebut nya dari mu. Aku gak akan membiarkan dia tersakiti lagi oleh mu, " ucap Aro lantang.
Buuughhh.
Randy memukul wajah Aro karena emosi mendengar Aro ingin merebut Vita dari tangan nya.
" Itu gak akan aku biarkan. Aku akan tetap mempertahankan nya, mempertahankan anak ku. Vita milik ku dan selama nya akan seperti itu, " balas Randy gak terima dengan ucapan Aro.
" Yakin kamu bisa membahagiakan nya? Kamu lupa dengan semua yang kamu lakukan pada nya? Lepaskan saja dia untuk ku, aku jamin dia akan lebih bahagia bersama ku, " ucap Aro memancing amarah Randy.
" Brengs*k, " umpat Randy.
Mereka kembali adu jotos dan tidak ada yang mau mengalah sama sekali. Sampai mereka tidak sanggup lagi untuk saling memukul dan berakhir dengan berbaring di atas rumput dengan nafas tersengal.
" Sampai mati pun aku gak akan pernah melepas kan Vita, " ucap Randy masih dengan nafas tersengal.
" Segitu besar nya cinta mu untuk nya sekarang?, " tanya Aro yang juga nafas nya masih tersengal.
" Ya, aku sangat mencintai nya sekarang. Aku rela mati asal kan dia bahagia, " jawab Randy yakin.
" Kamu tau, aku memikirkan semua ini satu malaman. Fikiran ku menolak untuk merelakan nya tapi hati ku mengatakan aku harus mengikhlas kan nya demi kebahagian nya. Sekarang, kamu lah kebahagiaan nya bukan lagi diri ku. Dia bahkan meminta ku untuk tidak mengakhiri hubungan persahabatan kita, " ucap Aro.
" Lalu keputusan mu?, " tanya Randy yang sekarang nafas nya mulai kembali teratur.
" Aku memutuskan untuk mengikhlas kan Vita bersama mu. Aku melihat dia bahagia saat bersama mu. Aku tidak sanggup mengambil kebahagiaan nya itu. Terlebih, aku tidak ingin persahabatan kita yang sudah seperti saudara ini hancur. Aku akan mencoba menyayangi nya sebagai seorang adik dengan rasa yang ada di hati ku ini. Rand, aku ikhlas Vita menjadi milik mu, " jawab Aro mantap.
" Thanks bro, kamu sudah merelakan Vita bersama ku, " ucap Randy.
" Tapi aku minta satu syarat dari mu, " ucap Aro.
" Apa itu?, " tanya Randy.
" Kalau nanti anak mu yang ini lahir perempuan, kamu izinin dia untuk menjadi istri ku, " jawab Aro dengan nada serius.
" Brengs*k. Kamu mau jadi pedofil hah? Kalau memang mau mu begitu jangan dengan puteri ku, " ucap Randy emosi lalu duduk dan mencengkram kaos Aro yang masih berbaring di atas rumput.
Aro tertawa keras melihat Randy yang begitu emosi.
" Santai bro, aku cuma bercanda, " ucap Aro yang masih tertawa.
Randy mendengus kesal, bisa bisa nya sahabat nya ini becanda sampai seperti itu. Ia pun melepas cengkaraman nya lalu kembali berbaring di samping Aro.
" Lalu?, " tanya Randy menuntut syarat dari Aro karena dia tau Aro tidak akan bercanda tentang syarat tadi.
" Jangan larang aku untuk memberikan perhatian lebih kepada Vita. Kamu tenang saja, perhatian itu hanya sebatas seorang kakak terhadap adik nya. Aku janji, " pinta Aro.
" Ya baiklah. Aku tidak akan melarang mu untuk perhatian kepada nya tapi jangan berlebihan juga, aku bisa cemburu, " balas Randy.
" Deal, " ucap Aro.
" Deal, " balas Randy.
Setelah itu mereka tertawa sambil mengejek wajah masing masing yang sudah babak belur.
" Sebaik nya kita masuk ke dalam, " ucap Randy.
" Ya, aku juga ingin mandi lagi. Jangan lupa panggil dokter ke sini, " balas Aro.
Randy mengangguk lalu mereka bangkit dan berjalan masuk ke dalam rumah. Saat berjalan masuk ke dalam rumah, Randy menelpon dokter pribadi keluarga nya untuk datang sekarang ke kediaman Djaya.
Setelah menelpon dokter pribadi nya, Randy merangkul bahu Aro sambil tersenyum bahagia dan terus berjalan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
" Semua sudah berakhir, tidak akan ada lagi kesalahpahaman. Aku gak nyangka bisa hidup berdampingan dan memiliki hubungan baik dengan pria pria di masa lalu istri ku. Setelah ini, kebahagiaan istri dan anak anak ku yang akan menjadi prioritas utama ku " batin Randy tersenyum bahagia.
****
Sesuai dugaan Randy dan Aro, seluruh keluarga pasti heboh dengan keadaan mereka sekarang. Bagaimana tidak, wajah mereka sudah babak belur tapi yang membuat semua orang bingung kenapa malah mereka rangkulan seperti tidak ada masalah apa pun.
Randy mengatakan untuk tidak perlu khawatir, mereka punya cara sendiri untuk mengatasi kesalahpahaman mereka berdua. Dan tidak ingin mengatakan apa masalah mereka kepada siapa pun.
Awal nya, Rita tidak menerima nya dan tetap kekeh ingin tau apa alasan mereka sampai saling pukul pukulan begitu, tetapi Ilham menenangkan istri nya dan mengatakan kalau itu urusan mereka dan pasti mereka sudah menyelesaikan dengan baik.
Karena suami nya sudah mengatakan begitu dengan terpaksa Rita diam dan tidak akan ikut campur masalah anak anak nya.
Setelah semua keluarga memahami, Randy dan Aro pamit untuk pergi ke kamar membersihkan diri dan berpesan kepada mami nya kalau dokter datang di suruh untuk langsung ke kamar mereka saja.
Randy masuk ke dalam kamar dan melihat Vita masih tidur. Ia langsung mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Randy sedang mandi, Vita terbangun dan berusaha untuk duduk. Ia mengambil gelas di atas meja di samping tempat tidur dan meminum nya lalu meletak kan kembali ke atas meja.
" Mas Randy kemana ya?, " tanya Vita pada diri nya sendiri.
Vita melihat jam dinding yang ada di dalam kamar nya lalu menepuk pelan kening nya.
" Dasar bod*h, sudah jam segini pasti mas Randy berada di kantor nya, " ucap Vita.
Vita bangkit dari tempat tidur dan berjalan perlahan menuju pintu kamar mandi. Ia ingin mandi dan turun ke bawah bergabung dengan yang lain nya.
Saat tangan nya ingin memegang handle pintu, pintu kamar mandi sudah terbuka lebih dulu dan menampakkan Randy yang baru selesai mandi dengan handuk melilit di pinggang nya.
" Astagfirullah mas, wajah kamu kenapa?, " tanya Vita panik karena melihat wajah babak belur suami nya.
" Tenang sayang, aku gak apa apa. Sebaik nya kamu duduk ya, " jawab Randy sambil menuntun Vita duduk di tepi tempat tidur.
" Sayang, katakan kepada ku apa yang terjadi dengan mu. Siapa yang memukul mu sampai seperti ini?, " tanya Vita khawatir sambil menyentuh wajah Randy yang terluka dengan begitu hati hati.
" Kak Al mu, " jawab Randy sambil menatap kedua mata Vita.
" Aapaa, " pekik Vita terkejut.
" Kaa.. kamu sudah tau kalau Aro kak Al?, " tanya Vita tergagap.
" Iya sayang, aku sudah tau. Dan tadi, kami sedikit olah raga lalu hasil nya seperti ini, " jawab Randy.
Vita menangis mendengar jawaban Randy. Karena diri nya, Randy dan Aro bertengkar sampai babak belur begini. Ia menyalahkan diri nya sendiri dengan keadaan Randy yang terluka cukup parah.
" Maafin aku sayang, ini semua karena aku kamu jadi begini. Maafin aku, " ucap Vita di sela sela tangis nya.
Randy menghapus air mata Vita lalu memeluk nya dengan erat.
" Sudah sayang jangan menangis lagi dan jangan lagi menyalahkan diri mu sendiri. Aku dan Aro sudah menyelesaikan semua nya. Kamu tidak perlu memikirkan nya lagi, aku dan Aro tetap lah sahabat, gak ada yang berubah setelah semua ini terungkap. Aro juga sudah merelakan mu bersama ku, dia sadar kalau kebahagian mu sekarang adalah aku. Jadi, setelah ini hanya ada aku, kamu dan anak anak kita, " ucap Randy.
" Iya sayang. Maafin aku karena tidak jujur dari awal. Aku hanya tidak ingin kamu salah paham, " balas Vita yang masih terus menangis.
Randy melepas kan pelukan mereka lalu menghapus kembali air mata Vita.
" Aku tau sayang. Dan sekarang aku mohon jangan menangis lagi ya. Ingat sekarang kamu sedang hamil, aku gak mau bayi kita kenapa napa karena bunda nya sedih terus, " ucap Randy.
Vita mengangguk lalu memeluk Randy dan menenggelamkan wajah nya di dada bidang Randy.
" Woi, pakai baju dulu sana baru peluk pelukan lagi. Ini dokter sudah menunggu, " ucap Aro tiba tiba di balik pintu kamar mereka.
Randy mendengus kesal lalu melepas pelukan nya bersama Vita. Ia menatap Aro dengan tajam seperti ingin menguliti Aro saja.
" Bisa gak kalau masuk ke kamar orang lain ketuk pintu dulu. Ingat, aku sudah menikah. Bagaimana kalau aku sedang melakukan itu dengan istri ku, " ucap Randy kesal.
" Wuihh bagus dong, bisa lihat live show. Nanti aku ajak Rei juga, " balas Aro santai sambil melangkah masuk ke dalam kamar Randy dan duduk di sofa.
" Kampr*t, " umpat Randy.
Aro tertawa keras mendengar umpatan Randy. Ia puas sekali menjahili sahabat nya ini yang sulit mengendalikan emosi nya.
__ADS_1
" Sudah sana pakai baju mu, dokter sudah menunggu untuk mengobati luka mu itu, " perintah Aro.
" Hemm, " Randy hanya membalas dengan deheman lalu bangkit dan berjalan menuju lemari mengambil pakaian nya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Randy masuk ke dalam kamar mandi, suasana hening. Tak ada percakapan antara Aro dan Vita, mereka sama sama diam dengan fikiran mereka masing masing.
Setelah beberapa saat, baru lah Aro berdehem untuk mencairkan suasana.
" Maaf kan aku karena kemarin malam sempat egois. Aku tidak memikirkan perasaan mu dan Randy. Mulai sekarang, aku ikhlas kamu dengan Randy. Tapi, ku mohon jangan acuh kan aku seperti ini. Izin kan aku untuk memberikan perhatian kepada mu selayak nya kakak dan adik, " ucap Aro.
" Aku juga minta maaf karena telah menyakiti hati mu kak Al. Aku tau kamu terluka dengan keadaan ini. Tapi semua sudah terjadi dan takdir ku bersama dengan mas Randy. Namun, jika kamu memutuskan untuk menganggap ku sebagai adik mu, aku akan menerima nya dan merasa sangat bahagia. Terima kasih karena sudah mengikhlaskan aku, " balas Vita.
Aro tersenyum lalu bangkit dan menghampiri Vita. Ia duduk di samping Vita dan memandang wajah Vita begitu dalam.
" Aku bahagia karena pernah mencintai wanita sebaik kamu. Berbahagia lah, aku akan selalu berdoa untuk kebahagiaan mu, " ucap Aro.
Vita mengangguk kan kepala nya sebagai balasan ucapan Aro. Mata nya sudah berkaca kaca dan jika Ia membalas ucapan Aro, sudah pasti suara nya akan terdengar bergetar karena menahan air mata nya.
" Boleh kah aku memeluk mu sebagai seorang kakak?, " pinta Aro.
Vita sempat ragu dengan permintaan Aro untuk memeluk nya karena takut Randy akan salah paham. Tapi dari hati kecil nya yang terdalam, Ingin sekali Ia di peluk Aro dan merasakan kehangatan pelukan Aro seperti dulu.
Setelah perdebatan dengan hati dan fikiran nya, Akhir nya Vita mengangguk sebagai jawaban Ia memperbolehkan Aro memeluk nya.
Aro bahagia karena di izin kan untuk memeluk Vita. Ia langsung memeluk Vita dengan erat dan menyalurkan rasa rindu dan cinta nya selama ini kepada Vita.
" Aku bahagia bisa kembali memeluk mu, An, " ucap Aro.
" Aku senang bisa bertemu lagi dengan kak Al dan melihat kak Al sehat seperti terakhir kali kita bertemu, " balas Vita.
Aro melepaskan pelukan mereka lalu menatap dalam kedua mata Vita.
" Janji pada ku, kamu akan selalu bahagia bersama Randy. Dan kamu juga janji untuk mengatakan kepada ku kalau Randy menyakiti mu. Aku akan menghajar nya jika sampai membuat adik ku tersayang ini menangis, " pinta Aro.
" Iya kak, aku janji. Tapi, kakak juga harus janji sama aku, kalau nanti kakak bertemu dengan wanita yang bisa menggetarkan hati kakak, aku orang pertama yang kakak kasih tau, " balas Vita.
" Janji, " ucap Aro sambil mengangkat jari kelingking nya.
" Janji, " balas Vita lalu mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Aro.
Setelah itu mereka melepas kan kaitan jari kelingking mereka. Lalu, Aro mengacak acak Rambut Vita.
" Berbahagialah adik ku, " ucap Aro sambil tersenyum tulus dan di balas dengan senyuman tulus Vita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
***Hufftt, akhirnya masalah Aro/kak Al selesai sudah. Akhir yang bahagia karena semua menerima nya dengan ikhlas. Kamu memang pria gentle Aro.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya***.