
Vita telah sampai di kediaman Djaya. Ia langsung masuk ke dalam kamar nya setelah meminta izin untuk tidak membantu memasak makan malam. Vita ingin melanjutkan mencatat catatan dari buku Ayu.
Sebelum melanjutkan pelajaran, Vita mandi terlebih dahulu agar lebih fresh. Setelah itu, Ia mendudukkan diri nya di depan meja belajar di sudut kamar yang disediakan Randy untuk nya belajar.
Saat lagi asyik mencatat, vita teringat kembali pembicaraan nya dengan Randy tadi pagi. Hati nya sakit mengingat itu semua. Meskipun pernikahan mereka tanpa cinta, tapi setidak nya Ia berharap bisa dianggap sebagai istri yang sesungguhnya.
" Ini yah yang di rasakan istri di luar sana, ketika suami nya punya wanita lain yang lebih dicintai. Ohhh, sakit ternyata, " gumam Vita dengan mata yang mulai berkaca kaca.
" Gue gak boleh lemah. Babang, kamu harus sadar kalau wanita yang kamu bela mati matian itu, wanita berhati iblis, wanita ular. Aku harus cepat buat kamu sadar, agar tugas aku segera berakhir dan teman teman aku bisa selamat dari ancaman mbak Ziya, " gumam Vita.
" Baiklah, pembalasan di mulai, " ucap Vita berapi api.
Vita mengambil handphone nya dan mendownload lagu yang waktu itu Alfian nyanyikan untuk nya saat menyatakan cinta. Ia mengganti nada dering nya dengan lagu itu, agar saat ada telepon masuk, lagu itu akan selalu terdengar dan membuat Randy kesal.
Kemudian, Vita menyetel musik di handphone nya lalu kembali mencatat catatan dari buku Ayu.
****
Hari ini, Randy pulang telat karena banyak nya pekerjaan yang Ia tinggalkan beberapa waktu yang lalu. Ia sampai di rumah saat waktu makan malam tiba.
Randy menghampiri keluarga nya yang udah ada di ruang makan. Namun, Ia gak melihat Vita di sana.
" Malam semua, " sapa Randy.
" Malam, " balas semua orang.
" Vita mana mi? kok gak kelihatan?, " tanya Randy.
" Vita di kamar, lagi belajar. Ini tadi maksud nya mau minta bibi panggilkan ke atas, tau nya kamu udah pulang. Yaudah, kamu mandi terus turun bareng Vita, " ucap Rita.
" Iya mi, Randy ke atas dulu, " balas Randy.
Randy naik ke lantai dua menuju kamar nya. Ia membuka pintu kamar nya dan melihat Vita sedang belajar di meja belajar nya sambil mendengarkan musik.
Randy langsung menghampiri Vita yang fokus belajar, sampai Vita gak menyadari kalau randy masuk ke dalam kamar.
" Fokus banget belajar nya, sampai gak sadar suami nya masuk ke kamar, " ucap Randy sambil menyenderkan punggung nya di tembok samping meja belajar Vita.
" Astagfirullah mas. Kaget aku, " pekik Vita.
" Mas udah pulang? kok telat banget?, " tanya Vita lalu beranjak mendekati Randy, membuka jas dan dasi Randy lalu meletakkan di keranjang baju kotor.
" Udah baru aja. Banyak kerjaan yang harus aku kerjakan, karena beberapa hari gak masuk ke kantor, " balas Randy.
" Yaudah mas mandi dulu, biar fresh. Aku siapin baju ganti untuk mas," ucap Vita.
" Iya. Selesai aku mandi, kita turun. Udah di tunggu semua nya untuk makan malam. " balas Randy.
Vita mengangguk lalu mengambilkan baju Randy di lemari dan meletakkan di tempat tidur. Sedangkan, Randy mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.
Sambil menunggu Randy siap mandi, Vita kembali melanjutkan belajar nya. Dari pada buang waktu, lebih baik digunakan untuk kembali belajar.
Lima belas menit kemudian, Randy keluar dari kamar mandi. Ia langsung memakai baju yang disiapkan Vita dan mengajak Vita turun ke bawah.
__ADS_1
****
Vita dan Randy tiba di ruang makan. Terlihat, keluarga yang lain udah mulai makan. Vita langsung mengambilkan nasi dan lauk di piring Randy, setelah itu untuk nya.
Saat makan, Vita dan Randy diam aja dan gak menganggapi obrolan dan candaan dari keluarga yang lain. Hanya terkadang, senyum tipis saat pembicaraan perihal mereka.
Handphone Vita berdering, membuat Randy kesal dan menatap tajam Vita. Yaps, apa lagi kalau bukan nada dering handphone Vita yang baru aja diganti nya.
🎶
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Vita mengambil handphone yang terselip di saku celana nya dan melihat nama Fabian di layar. Vita minta maaf dan minta izin untuk mengangkat telpon dan beranjak dari kursi nya.
" Hallo Fabian, ada apa?, " tanya Vita to the point saat udah terhubung.
" Sorry momsky ganggu lo malam malam. Tapi, bisa gak gue minta tolong sama lo?, " ucap Fabian memelas.
" Gue mau lo bantuin gue untuk ngajari gue setelah sepulang sekolah. Bareng sama anak yang lain deh, biar suami lo gak cemburu. Waktu nya lo tentuin seminggu berapa kali gitu. Waktu itu kan lo udah janji mau belajar bareng, " ucap Fabian.
" Itu, gue izin dulu ya sama suami dan mertua gue. Sekarang, gue gak bisa ambil keputusan sendiri seperti dulu lagi Bian, " balas Vita.
" Please Vit, lo bantuin gue. Lo tega apa, gue di usir sama papah gue karena gak lulus atau lulus dengan nilai yang buruk. Lo tau kan papah gue gimana, " pinta Fabian.
" Emm, yaudah gue usahain. Gue izin dulu sama suami dan mertua gue, " ucap Vita.
" Ok, terima kasih ya momsky. Lo memang yang terbaik deh, " ucap Fabian semangat
" Sama sama. Yaudah, gue tutup dulu ya. Bye, " ucap Vita.
" Bye, momsky, " balas Fabian.
Vita mengakhiri panggilan telepon nya bersama Fabian dan kembali ke meja makan.
" Maaf semua, Vita lama angkat telpon nya, " ucap Vita merasa bersalah.
" Iya, gak apa apa sayang. Tapi, lain kali kalau gak terlalu penting, gak usah di angkat dulu. Selesaikan makan nya, baru nanti di telpon lagi, " balas Rita.
" Iya mi, maaf, " ucap Vita.
Vita melanjutkan kembali makan nya, sambil berfikir bagaimana meminta izin dari Randy dan mertua nya, agar bisa mengajari Fabian dan juga belajar bareng teman yang lain.
__ADS_1
" Emm mas, mi, pi, " ucap Vita ragu ragu.
Semua menoleh ke arah Vita membuat nya jadi gugup.
" Bilang gak ya? kok jadi gugup gini, " batin Vita.
" Ada apa nak? " tanya Ilham.
" Emmm, gini pi. Vita mau minta izin belajar bareng teman sekelas, seminggu tiga kali. Sekalian, ngajari teman Vita nama nya Fabian. Kasihan dia pi, nilai nya jelek terus, " ucap Vita terbata bata.
" Papi gak masalah. Justru bagus, jadi kamu juga bisa belajar kembali dan mengasah ilmu kamu dengan mengajari teman kamu. Papi setuju, " ucap Ilham.
" Mami juga setuju sayang. Mami bangga punya menantu yang pintar dan baik hati. " ucap Rita.
" Terima kasih mi, pi. Emm, mas izinin aku kan?, "tanya Vita takut takut.
" Aku gak setuju. Aku gak mau kamu terlalu banyak di luar rumah, " ucap Randy datar (Ehh, bilang aja babang cemburu Vita dekat terus sama Alfian 😜).
" Yah, kok gitu mas. Janji deh, aku sampai di rumah sebelum mas pulang kerumah, " bujuk Vita dengan eye puppies nya.
" Tetap, aku gak izinin, " tegas Randy.
" Izinin aja lah Rand. Kan bagus juga, Vita jadi bisa lebih banyak belajar. Atau, kalau kamu gak mau Vita di luar terlalu lama, mereka bisa belajar bareng di rumah ini. Jadi, mami dan papi gak kesepian juga, " ucap Rita yang ikut membujuk.
" Iya mas. Lagian cuma belajar aja, " kali ini Ziya juga ikut membujuk.
" Terserah mami aja, " ucap Randy lalu beranjak pergi meninggal kan meja makan dan pergi ke kamar nya.
" Merajuk lagi lah itu, bayi besar mami, " sindir Ziya.
Vita menghembuskan nafas nya kasar. Sedikit sedikit merajuk. Seperti anak kecil aja.
" Sepertinya, perjuangan gue butuh waktu lebih lama, " batin Vita.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.