
Randy duduk di tepi tempat tidur sambil mengompres Vita. Raut wajah nya terlihat sangat khawatir, begitu juga dengan Rita dan Ilham. Mereka khawatir melihat keadaan menantu nya yang terlihat sangat pucat.
Mulut Randy tak henti henti nya mengomeli Vita yang di rasa nya sangat ceroboh sampai bisa tertidur begitu lama saat berendam.
" Kamu ini bodoh atau udah gak waras, huh? Bisa bisa nya tertidur saat berendam. " omel Randy.
" Lihat diri mu sekarang, demam tinggi. Apa ini yang kamu mau?, " lagi lagi Randy mengomel.
Melihat anak lelaki nya mengomeli menantu nya yang sedang sakit membuat Rita gak tega. Ia berusaha menenangkan Randy agar tidak terus mengomeli Vita.
" Rand, udah lah jangan di marahi lagi. Kasihan vita, lagi sakit kamu omeli terus, " ucap Rita.
" Mami jangan belain dia. Biarkan aja Randy memarahi dia, biar nanti dia gak mengulangi nya lagi, " balas Randy kesal.
Rita hanya bisa geleng geleng kepala, percuma aja di bujuk gak ada artinya juga.
Gak berapa lama, bibi datang ke kamar bersama dokter. Ilham langsung mempersilahkan dokter untuk memeriksa keadaan Vita.
Randy bergeser sedikit memberikan ruang untuk dokter memeriksa keadaan Vita. Ia gak ingin jauh jauh dari Vita dan terus memperhatikan dokter yang sedang memeriksa Vita dengan tatapan tajam, membuat dokter menjadi salah tingkah di buat nya.
Setelah selesai memeriksa, dokter mengatakan Vita hanya terkena demam dan harus istirahat total, Ia memberikan beberapa obat yang harus diminum.
Dokter pamit dan di antar keluar oleh Ilham. Setelah itu Rita pamit ke dapur untuk meminta bibi membuat kan bubur.
****
Kini Randy sedang menyuapi bubur untuk Vita. Sebenarnya sih, Vita dipaksa Randy untuk memakan bubur nya, karena Vita sangat tidak menyukai yang nama nya bubur.
" Mas, udah. Aku gak mau lagi makan bubur nya, " ucap Vita lemah.
" Sedikit lagi. Kamu harus makan banyak, supaya cepat sembuh. Setelah itu, kamu minum obat, " balas Randy.
" Emm, tapi aku udah gak sanggup lagi mas. Aku mau muntah, " rengek Vita.
" Yaudah, ini yang terakhir. Setelah itu, minum obat,m" ucap Randy.
Vita mengangguk lemah lalu memakan suapan bubur terakhir dari Randy.
Setelah selesai makan, Randy mengelap mulut Vita dengan tisu lalu menyiapkan obat untuk di minum Vita.
Setelah meminum obat, Vita kembali merebahkan tubuh nya di bantu oleh Randy.
Randy keluar kamar membawa nampan berisi mangkuk kotor menuju dapur.
Sesampai nya di dapur, Randy memberikan nampan itu kepada bibi. Lalu, Randy menuju ke meja makan untuk sarapan karena Ia udah merasa sangat lapar.
__ADS_1
Randy mengambil dan menaruh sendiri nasi goreng di piring nya. Selama menikah dengan Vita, baru kali ini Ia mengambil sendiri makanan nya.
Randy makan perlahan, rasa nya Ia gak berselera pagi ini. Padahal, perut nya terasa sangat lapar.
Randy gak menghabiskan sarapan nya dan meminta bibi membereskan piring kotor nya. Randy berjalan kembali menuju kamar nya untuk melihat Vita.
****
Saat memasuki kamar, Randy melihat Vita udah tertidur. Ia mendekati Vita dan duduk di tepi tempat tidur.
Randy menaruh telapak tangan nya di kening Vita untuk memeriksa suhu badan Vita.
" Masih panas juga, " gumam Randy pelan.
Randy menghembuskan nafas nya kasar, Ia terlihat begitu khawatir dengan keadaan Vita.
Suara dering handphone Randy mengalihkan tatapan nya dari Vita, Randy mengambil handphone nya yang terletak di atas meja.
Terlihat nama Rei tertera di layar, Randy segera mengangkat nya.
" Ada apa?? " tanya Randy saat sudah terhubung.
" Kamu dimana, Rand? Jam 10, kita ada meeting penting, " jawab Rei.
" Gak bisa, Rand. Meeting kali ini gak bisa di wakil kan atau pun di undur. Tuan Gerald akan merasa tersinggung jika itu dilakukan, dan kita akan kehilangan kontrak kerja sama dengan perusahaan nya, " jawab Rei.
" Emm, baiklah aku akan datang. Siapkan semua file yang diperlukan, " ucap Randy.
Randy mengakhiri panggilan telpon nya bersama Rei, kemudian meletakkan kembali handphone nya di atas meja.
Randy duduk di tepi tempat tidur di samping Vita. Ia elus lembut puncak kepala Vita. Rasa nya enggan sekali, Ia meninggalkan Vita dalam keadaan sakit seperti ini.
Vita terbangun karena merasa kepala nya di elus elus. Ia membuka mata dan melihat Randy duduk di samping nya sambil mengelus kepala nya.
" Mas, " panggil Vita lemah.
" Kamu kenapa bangun? Tidur lah lagi, " ucap Randy lembut.
" Iya mas, " jawab Vita.
Vita kembali memejamkan mata nya, namun sesaat Ia membuka kembali mata nya.
" Ada apa, emm?, " tanya Randy saat melihat Vita membuka kembali mata nya.
" Aku bisa minta tolong sama mas?, " tanya Vita.
__ADS_1
" Apa itu?, " tanya Randy lagi.
" Aku minta tolong, izinkan aku ke wali kelas kalau hari ini gak bisa datang ke sekolah, " pinta Vita.
" Kamu ini ya lagi sakit, tapi tetap aja ingat sekolah, " ucap Randy kesal.
" Yaudah, aku akan minta kan izin ke wali kelas kamu. Setelah itu, aku akan pergi sebentar ke kantor karena ada meeting yang harus aku hadiri. Kamu gak apa apa kan aku tinggal sebentar?, " tanya Randy.
" Iya mas, pergi lah. Aku baik baik aja, " jawab Vita.
" Yaudah, aku akan minta mami atau bibi temani kamu disini, " ucap Randy.
" Gak perlu mas. Nanti setelah kamu pergi, aku akan tidur lagi, " jawab Vita.
" Yaudah, kamu tidur lah lagi, " ucap Randy.
Vita mengangguk lalu kembali memejamkan mata nya. Gak berapa lama, Ia tertidur kembali karena pengaruh obat.
Setelah Vita tertidur, Randy beranjak dari tempat tidur dan mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Gak butuh waktu lama, Randy selesai mandi dan keluar hanya dengan mengenakan handuk kecil.
Randy mengambil pakaian kerja nya di lemari lalu memakai nya. Setelah selesai, Randy mengambil handphone nya yang ada di atas meja dan memasukkan nya ke dalam saku celana.
Sebelum keluar dari kamar, Randy memandangi sebentar wajah Vita lalu mengecup lembut kening Vita. Setelah itu, Randy keluar kamar mencari orang tua nya untuk pamit pergi ke kantor dan menitipkan Vita sebentar kepada mami papi nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Like nya jangan di akhir aja ya akak.
__ADS_1