
Sudah seminggu berlalu sejak mereka mengunjungi panti asuhan bersama sama. Keadaan Vita dan bayi nya juga sudah jauh lebih baik dan sehat. Vita juga sudah bisa berjalan sendiri meskipun dengan jarak yang dekat karena Randy tetap meminta Vita untuk memakai kursi roda saat berjalan jauh agar Vita tidak merasa lelah.
Pagi ini keluarga Djaya sedang menikmati sarapan bersama di ruang makan. Sejak mereka pulang dari panti asuhan minggu lalu, Vita terlihat lebih ceria dan bersemangat. Kejahilan Vita juga semakin menjadi, tiap hari selalu saja ada korban yang berjatuhan akibat kejahilan nya.
" Sayang, " Vita memanggil Randy saat mereka sedang sarapan bersama dengan keluarga.
" Ada apa sayang?, " tanya Randy sambil menoleh ke arah Vita.
" Emm, ini kan hari sabtu, aku mau jalan berdua sama kamu nanti malam. Kamu bisa gak pulang dari kantor lebih cepat?, " jawab Vita lalu bertanya kembali kepada Randy.
" Bisa sayang, apa pun untuk mu. Memang nya, kamu mau ke mana?, " tanya Randy balik sambil menyelipkan rambut Vita ke belakang telinga.
" Aku mau makan malam romantis bersama mu. Boleh?, " pinta Vita.
" Kamu mau ngajak aku kencan ya?, " goda Randy terkekeh.
" Ihh kamu ini mas, malu tau sama mami, papi dan Fian, " balas Vita sambil mencubit perut Randy.
" Gak apa apa nak, gak perlu malu. Mami juga sering kok ngajak papi kamu kencan, " ucap Rita.
" Ehh iya mi, " balas Vita malu.
" Tuh kan gak usah malu sayang, mami papi juga santai saja. Sekarang, kamu bilang sama aku, kamu mau makan di mana?, " tanya Randy.
" Emm, aku gak tau. Tapi, aku lagi ingin makan steak, " jawab Vita.
" Ok baik lah, malam ini kita makan steak, " ucap Randy.
" Yeeyyy, terima kasih ya sayang. Emmm, tapi, " balas Vita ragu ragu.
" Tapi apa sayang?, " tanya Randy dengan kening berkerut.
" Kamu jangan memesan seluruh restoran nya ya, aku gak mau. Mubazir itu, " jawab Vita.
Semua orang tertawa mendengar jawaban Vita. Tau saja kalau Randy akan melakukan hal itu.
" Baik lah, aku tidak akan memesan seluruh restoran nya, " ucap Randy.
Vita tersenyum bahagia lalu memeluk Randy. Setelah pelukan mereka terlepas, Randy pamit pergi ke kantor.
****
Sesampai nya di ruang kerja nya, Randy langsung menyuruh Rei untuk datang ke ruangan nya. Tak butuh waktu lama, Rei sudah berada di ruangan Randy.
" Ada apa Rand?, " tanya Rei to the point.
" Vita lagi ingin makan steak. Kamu pesan kan tempat di restoran untuk malam ini ya, untuk kami berdua saja, " jawab Randy.
" Baik lah, aku akan pesan satu restoran untuk kalian malam ini, " ucap Rei semangat.
" Jangan, " cegah Randy cepat cepat.
Kening Rei berkerut karena Randy mencegah nya untuk memesan seluruh restoran. Biasa nya juga kalau dia mau berkencan berdua, pasti selalu melakukan hal itu.
" Kenapa? Biasa nya juga kamu begitu?, " tanya Rei.
" Vita tidak mau begitu, mubazir kata nya, " jawab Randy santai.
" Ternyata aku dan Ziya tidak salah pilih istri untuk mu ya. Vita benar benar berbeda dengan Clara, " ucap Rei terkekeh.
" Dia benar benar wanita yang luar biasa baik nya. Aku beruntung banget jadi suami nya, " balas Randy.
" Kalau begitu, jaga dia. Jangan sakiti hati nya, dan selalu berusaha untuk bisa membuat nya bahagia. Kalau aku tau kamu sakiti hati nya, kamu akan berurusan dengan ku karena aku sudah menganggap nya sebagai adik ku sendiri, " ancam Rei.
" Siap kakak ipar, " ucap Randy sambil memberi hormat kepada Rei lalu mereka berdua tertawa bersama.
" Ya sudah, aku pamit ke ruangan ku sekalian mau pesan restoran untuk kalian malam ini, " ucap Rei.
" Ok, thanks ya Rei, " balas Randy dan Rei mengangguk.
Rei langsung bangkit dan berjalan meninggalkan ruangan Randy menuju ke ruangan nya sendiri.
Setelah Rei pergi dari ruangan nya, Randy mulai memeriksa file file yang sudah bertengger rapi di meja nya.
Hari ini, Ia harus cepat menyelesaikan pekerjaan nya karena ingin cepat pulang dan pergi membeli hadiah untuk Vita.
****
Sementara di kediaman Djaya, kedatangan para perusuh yang membuat kehebohan luar biasa. Siapa lagi kalau bukan anak anak XIIipa1.
Meskipun mereka berisik, Rita dan Ilham tidak mempermasalahkan nya karena mereka senang rumah mereka tidak lagi sunyi.
Mereka sangat antusias saat mendengar dari Fian kalau malam ini Vita dan Randy akan berkencan. Para gadis bersemangat ingin membantu Vita bersiap siap.
__ADS_1
" Momsky, nanti kita bantu siapin baju dan dandanin momsky secantik mungkin, " ucap Vira heboh.
" Gak usah deh, gue bisa sendiri. Gue gak mau repotin kalian, " tolak Vita.
" Ihhh gak ngerepotin kok. Pokok nya momsky gak boleh nolak, hari ini kami akan buat momsky menjadi cantik secantik bidadari, " ucap Vira tak ingin di bantah.
" Terserah deh, " balas Vita pasrah.
" Yeyyy, tenang saja momsky, kami akan buat momsky cantik sampai mas Randy gak bisa berkedip, " ucap Vira semangat.
" Oh iya Fian, sudah lama kita gak nyanyi bareng. Duet yuk, nyanyi sambil main piano, " ajak Vita.
" Boleh. Sini aku bantu kamu jalan, " jawab Alfian dan Vita mengangguk.
Alfian bangkit dan membantu Vita berjalan menuju ke piano lalu mereka duduk berdampingan.
" Lagu apa?, " tanya Alfian.
" Malaikat penjagaku, Betrand Peto Putra Onsu, " jawab Vita dan Alfian mengangguk.
Setelah itu, Vita dan Alfian mulai memainkan tuts tuts piano di depan mereka.
*Huuu...uuuuu
Hu....huuuu.....
Kucinta ayah bundaku
Kuberjalan dekat pintu hatinya
Kuingat mereka
Kekasih sayangnya
Aku cinta ayah bundaku
Aku selalu ingin
Dekat mereka
Ku tak ingin jauh darinya
Cinta kasih dan sayangnya
Sangat besar bagiku
Huuuu*...
Air mata Vita tak bisa di bendung nya lagi. Ia pun menangis membuat semua orang yang ada di sana ikut terharu. Bahkan, bi Ani dan bi Asih meninggalkan dapur untuk ikut menikmati suara indah Vita dan Alfian.
*Reff:
Cinta ayah cinta bunda
Sangat besar bagiku
Kutak bisa balas
Kasih dan cintanya
Cinta ayah cinta bunda
Sangat besar bagiku
Kutak bisa balas
Kasih dan cintanya
Hoooo....
Malaikat penjagaku
Bahagia kalian
Bahagiaku juga
Dan aku ingin
Memilih bahagiaku
Aku tak melupakanmu
Aku tak membencimu
__ADS_1
Tapi biar aku bahagia
Dengan cara Tuhan*
Kali ini, ketegaran Alfian runtuh. Ia pun menangis saat mengingat papa dan mama nya yang sudah pergi meninggalkan nya untuk selama lama nya.
*Reff:
Cinta ayah cinta bunda
Sangat besar bagiku
Kutak bisa balas
Kasih dan cintanya
Cinta ayah cinta bunda
Sangat besar bagiku
Kutak bisa balas
Kasih dan cintanya
Hoooo....
Malaikat penjagaku
Huuu..uuuu
Huuu...uuuuuu....
Malaikat penjagaku*.
Setelah selesai bernyanyi, Rita dan Ilham menghampiri Vita dan Alfian. Mereka memeluk Vita dan Alfian dengan erat lalu memberikan ciuman bertubi tubi kepada Vita dan Alfian.
" Mami, papi, terima kasih karena kalian Vita tidak merasa kalau Vita tidak memiliki orang tua lagi. Kasih sayang yang kalian berikan sungguh besar untuk Vita dan sampai kapan pun Vita tidak akan pernah bisa membalas nya, " ucap Vita di sela sela tangis nya.
" Fian juga mau ngucapin terima kasih karena mami dan papi mau menganggap Fian sebagai putera mami dan papi. Fian yakin, papa dan mama sekarang bisa tenang karena sekarang Fian berada di tengah tengah keluarga mami dan papi yang mendapat limpahan kasih dan sayang, " ucap Alfian.
" Sama sama sayang. Mami dan papi bahagia karena memiliki menantu yang baik hati dan juga putera yang hebat. Kalian termasuk anugerah Allah yang terindah untuk mami dan papi, " balas Rita.
" Terima kasih, malaikat penjaga ku, " ucap Vita dan Alfian berbarengan.
Anak anak XIIipa1, bi Ani dan bi Asih menangis terharu melihat kedekatan mereka. Terutama bi Asih, Ia sangat bersyukur karena Alfian mendapat orang tua pengganti yang kasih dan sayang nya sama besar nya dengan almarhum kedua majikan nya terdahulu.
" Tuan Alfian, bibi doakan tuan selalu di limpahkan kebahagiaan dan di jauh kan dari kesedihan, " gumam bi Asih dalam hati.
Ayu menghapus air mata nya lalu mencoba merubah suasana yang sangat haru ini menjadi ceria seperti tadi.
" Ayo ayo, sudah nangis nangis nya. Lebih baik sekarang kita bantu Vita untuk bersiap siap pergi kencan, " ucap Ayu sambil bertepuk tangan.
Mereka semua menghapus air mata nya lalu mengiyakan ucapan Ayu. Ayu, Ririn dan Vira mengajak Vita untuk pergi ke kamar. Sementara para lelaki sedang menonton Ilham dan Alfian yang baru mulai bermain catur.
Kalau Rita lebih memilih membantu memasak di dapur dari pada melihat para lelaki bermain catur, sangat membosankan batin nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Episode kali ini, saya dedikasikan untuk kedua orang tua saya. Terima kasih karena kalian telah menjaga, merawat dan memberikan kasih sayang yang berlimpah untuk kami berdua anak anak mu.
Selamat hari ibu dan juga selamat hari ayah. Tak perlu menunggu tahun depan untuk kami mengucapkan nya, karena setiap hari adalah hari ayah dan ibu untuk kami berdua. Doa kami akan selalu kami lantunkan untuk kalian berdua di setiap sujud kami.
I love you, mama papa.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.