Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 29


__ADS_3

Sementara itu, Randy duduk sendiri di bangku taman yang ada disamping rumah. Ia masih merutuki dirinya yang bisa bisa nya merasa kesal, saat melihat Vita tersenyum membaca pesan.


" Kenapa pula lah dengan diri ku ini, buat malu aja, " gumam Randy pada diri nya sendiri.


" Oh iya, aku harus kabari Clara kalau pernikahan ku dengan Vita akan diadakan minggu depan, " gumam Randy.


Randy mengambil handphone nya yang terselip disaku celananya dan menelpon Clara. Namun, Clara gak menjawab panggilan dari nya. Sampai Ia mencoba menelpon untuk kedua kali nya, tetap aja panggilan nya gak diangkat oleh Clara.


" Apa Clara lagi sibuk ya? Sampai dua kali aku telpon, gak diangkat. Hmmm, nanti aku coba lagi, " gumam Randy lalu memasukkan kembali handphone nya kedalam saku celana nya.


Randy memutuskan masuk kedalam rumah, bergabung kembali dengan keluarga nya.


Saat sampai di ruang keluarga, Randy gak melihat keberadaan Vita, Ziya dan juga Rasya. Disana, hanya ada mami dan papi nya yang sedang asyik menonton sinetron. Lebih tepat nya, mami nya, karena papi nya terpaksa ikut menonton.


" Mi pi, yang lain kemana kok gak keliatan?, " tanya Randy lalu duduk di sofa.


" Ziya lagi tidurin Rasya, terus Vita diajak kedalam juga sama Ziya. Kata nya, mau bahas persiapan pernikahan kalian, " jawab Ilham.


Sementara Rita sama sekali gak peduli, karena sinetron yang di tonton nya lagi seru seru nya.


Randy manggut manggut mendengar jawaban Ilham. Ia lebih memilih ikut menonton sinetron,nyang kata mami nya itu bagus dan seru, dari pada harus ikut membahas persiapan pernikahan nya.


Di kamar, Ziya dan Vita masih mengobrol. mereka mengecilkan volume suara agar tidak membangunkan Rasya.


" Mbak berbeda banget saat pertama kali kita bertemu. Waktu itu, mbak nyeremin banget, kalah deh mbak kunti. Tapi hari ini, mbak begitu baik dan hangat saat menerima aku dirumah ini, " ucap Vita.


" Jelas beda dong. Situasi kemarin, memang mengharuskan aku bersikap seperti itu. Tapi sekarang, kamu akan menjadi kakak iparku dan juga sekutu ku untuk membalas ular keket itu, " balas Ziya lalu tertawa.


" Huss mbak, suara ta.wa mu kekerasan. Nanti, Rasya bangun loh mbak, " ucap Vita mengingatkan.


Ziya berhenti tertawa dan menutup mulut nya.


" Aku lupa. Habisnya aku senang banget, bentar lagi ular keket itu akan menerima balasan dari kita, " ucap Ziya lalu Ia tertawa pelan.


Vita juga ikut tertawa pelan bersama Ziya.


" Ternyata, mbak Ziya orang nya baik. Situasi yang mengharuskan Ia bersikap seperti kemarin, " batin Vita.


" Yaudah, sebaiknya kita keluar. Pasti, mas Randy udah kembali ke ruang keluarga, " ajak Ziya setelah mereka berhenti tertawa dan Vita mengiyakan.


Ziya dan Vita beranjak dari sofa dan berjalan keluar kamar. Dan benar lah, begitu mereka keluar kamar, Randy udah ada diruang keluarga menonton televisi bersama Ilham dan Rita.


Sesampainya di ruang keluarga, Vita duduk disamping Randy. Sementara, Ziya duduk di samping Rita karena sofa yang diduduki Ilham dan Rita, cukup untuk menampung mereka bertiga.

__ADS_1


" Mas, besok siang jam tiga kalian ke butik langganan aku dan mami ya. Kalian coba baju pengantin disana. Besok pagi, aku telpon pemilik nya untuk buat janji. Terus, lusa kan hari minggu, jadi pagi kalian pergi pilih cincin ditoko perhiasan kita. Terus, siangnya lakukan foto prawedding distudio waktu aku prawedding dulu. Besok juga aku yang akan menghubungi pemilik studio nya, " ucap Ziya.


" Terus mulu kamu Zi, gak ada belok nya. Nabrak dong mas, " canda Randy.


" Gak boleh belok belok dulu Rand. Belum waktu nya, nunggu sah dulu, " kali ini Rita ikut bercanda tapi kok Gak nyambung ya. 😆


" Hah, maksud mami apa? Randy gak ngerti. Mami ini gak nyambung," balas Randy.


Ziya dan Ilham tertawa karena mengerti maksud candaan Rita. Sementara Randy masih gak mengerti juga. Lalu vita, apa lagi dia, Ia hanya bisa garuk garuk kepala nya yang tidak gatal karena sama sekali gak mengerti.


" Udah ahh, aku mau antar Vita pulang. Udah malam, besok dia masih harus sekolah, " ucap Randy mengalihkan pembicaraan.


" Iya benar udah malam. Mi, pi, mbak Ziya, Vita pamit pulang dulu ya, besok harus bangun pagi, " ucap Vita.


" Yaudah kalau begitu, kalian hati hati dijalan. Rand, jangan ngebut ngebut bawa mobil nya. Dan untuk kamu Vita, jangan lupa kunci pintu dan jendela. Kamu harus selalu hati hati, karena kamu tinggal sendiri, "ucap Rita mengingatkan.


" Iya mi, " jawab Vita dan Randy berbarengan.


" Yaudah kalau gitu, Randy pamit antar Vita pulang ya, mi pi, " pamit Randy lalu beranjak dari sofa.


Mereka semua beranjak dari sofa. Vita pamit, lalu mencium tangan Rita dan Ilham lalu Ia tersenyum kepada Ziya. Sebelum pergi, Ziya kembali mengingatkan Randy dan Vita untuk fitting baju pengantin besok siang dan diiyakan oleh Randy dan Vita.


Vita dan Randy berjalan keluar rumah menuju mobil lalu masuk kedalam mobil. Randy langsung menghidupkan mesin mobil dan mengendarai menuju rumah Vita.


" Siapa sih yang kirimi dia pesan, sampai senyum senyum begitu. Apa pacar nya? Awas aja dia, kalau berani macam macam, " batin Randy yang wajah nya terlihat masam.


Vita melirik kearah Randy. Terlihat, wajah Randy kembali masam seperti saat dirumah tadi, ketika dia tersenyum membaca pesan masuk di handphone nya.


" Kenapa wajah nya masam banget, kayak mangga muda aja. Kan gak mungkin juga, dia begitu karena cemburu. Hello, hujan badai deh kalau memang benar, " batin Vita.


" Mas, " panggil Vita.


" .... " Randy hanya diam saat Vita memanggil.


" Ishh, benar benar deh ini orang. Gemes gue, jadi pengen gue jambak rambutnya, " batin Vita geram.


" Babang kok diam aja sih? udah gitu, wajah nya masam banget kayak mangga muda. Senyum dong, biar kelihatan ganteng nya, " rayu Vita dengan suara yang dibuat manja.


" Kalau bukan karena misi gue sama mbak Ziya, malas banget deh ngerayu dia. Mau muntah juga, gue ngomong gitu, " batin Vita.


Randy mendengar rayuan Vita dengan suara yang dibuat manja terkejut. Sampai menginjak rem mendadak, sehingga mereka berdua terdorong maju kedepan. Untung aja pakai sabuk pengaman, kalau gak, udah seperti cicak deh Vita karena wajah nya menempel di kaca depan mobil.


" Ihh, mas hati hati dong. Jangan ngerem mendadak. Untung aja sepi, kalau tidak kan bahaya. Jantungan aku, mas, " ucap Vita kesal sambil pegangin dada nya.

__ADS_1


" Ehh, iya maaf. Habis nya kamu tadi ngomong seperti itu, kaget aku, "ucap Randy merasa bersalah.


" Lagi pula, ngapain kamu ngomong seperti tadi, sok sok manja gitu, " ucap Randy lagi.


" Memang nya gak boleh apa? Lagi pula, kita harus biasain mulai dari sekarang. Nanti, setelah menikah kita harus bersikap mesra didepan keluarga mu, biar mereka gak curiga, " balas Vita.


" Bener juga kamu. Tapi, jangan mendadak gini, aku belum siap mendengarnya, " protes Randy.


" Terserah kamu deh mas. Lagi pula aku itu bingung, kenapa wajah mas masam gitu dari sejak kita masuk mobil. Padahal, aku merasa gak ada salah apapun. Apa karena aku terima pesan tadi sambil tersenyum. Mas marah gitu? " balas Vita.


" Jangan ge-er kamu. Aku cuma capek aja, " jawab Randy bohong.


" Oohh yaudah. Sekarang, kita lanjut jalan lagi biar cepat sampai. Tapi, hati hati, " ucap Vita.


Randy pun mengiyakan, lalu kembali menginjak pedal gas dan mobil melaju kembali menuju rumah Vita.


Setelah beberapa saat, mereka sampai di depan rumah Vita. Vita membuka pengait sabuk pengaman yang Ia kenakan. Vita pamit dan mengucapkan terima kasih lalu mengingatkan Randy untuk hati hati.


Vita turun dari mobil dan berjalan kearah pintu rumah nya. Mengambil kunci rumah yang ada didalam tas nya dan memasukkan ke lubang kunci lalu memutar nya. Sebelum Vita masuk kedalam rumah, Randy keluar dari mobil dan memanggil Vita. Vita yang dipanggil, menoleh kenbelakang ke arah Randy.


" Ada apa mas?, " tanya Vita.


" Besok jangan lupa kasih surat resign mu, lalu aku jemput kamu dirumah jam setengah tiga siang, karena jam tiga kita harus pergi fitting baju pengantin, " jawab Randy.


" Baik mas. Yaudah, mas Randy pulang lalu nanti langsung istirahat kalau udah sampai rumah, " balas Vita.


Randy pun mengiyakan lalu masuk kedalam mobil dan melajukan mobil nya. Setelah mobil Randy gak terlihat lagi, Vita masuk kedalam rumah dan tak lupa mengunci kembali pintu rumah nya. Ia masuk ke kamar nya untuk bersih bersih dan langsung tidur karena ia udah sangat lelah.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2