
Randy terbangun karena mendengar suara orang muntah muntah di dalam kamar nya. Ia masih belum sadar sepenuh nya dan berfikir siapa yang muntah muntah di dalam kamar nya.
Setelah beberapa detik baru lah Ia sadar dan mata nya terbuka sempurna. Randy
langsung bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi. Ia baru tersadar itu adalah suara istri nya.
Randy langsung menghampiri Vita dan membantu nya setelah Ia berada di dalam kamar mandi. Ia singkir kan ke belakang semua rambut Vita dan memijit pelan tengkuk Vita agar membantu Vita mengeluarkan semua muntahan nya.
Setelah merasa tidak ada lagi yang bisa di keluar kan, Vita mencuci mulut nya dari sisa muntahan. Lalu, Randy menggendong nya keluar dari dalam kamar mandi dan perlahan menduduk kan Vita bersandar di atas tempat tidur.
" Sayang, kamu kenapa muntah muntah? Kita ke dokter sekarang ya?, " tanya Randy khawatir sambil menyeka keringat yang membasahi kening Vita.
" Gak perlu sayang. Ini hal yang wajar untuk wanita yang sedang hamil muda. Kamu lupa, kemarin dokter bilang akan ada masa seperti ini di awal kehamilan, meskipun tidak semua wanita hamil mengalami gejala mual dan muntah, " jawab Vita.
" Iya sih sayang. Tapi, aku khawatir. Kita ke dokter saja ya, " bujuk Randy.
" Kamu tenang saja sayang, aku baik baik saja. Nanti setelah sarapan, aku akan minum vitamin dan obat mual nya. Setelah itu, semua akan baik baik saja, " tolak Vita.
Randy menghembuskan nafas nya. Ia benar benar khawatir melihat keadaan Vita sekarang, lemah dan wajah nya pucat.
" Yasudah sayang, kalau kamu gak mau ke dokter. Kamu tunggu di sini, aku akan bawakan sarapan untuk mu, " ucap Randy.
Vita mengangguk menjawab ucapan Randy. Setelah itu, Randy bangkit dan mencium kening Vita lalu berjalan keluar kamar menuju ke dapur. Setelah Randy keluar dari dalam kamar, Vita memejamkan mata nya karena merasa sangat pusing
Di dapur, Randy meminta bi Ana untuk segera menyiapkan sarapan untuk Vita. Sambil menunggu bi Ana membuat sarapan, Randy membuat kan Vita segelas susu untuk ibu hamil.
Setelah sarapan Vita telah matang, Randy bergegas membawa nya ke dalam kamar karena tidak ingin Vita menunggu terlalu lama. Namun sebelum nya, Randy meminta bi Ana dan juga bi Asih untuk tidak mengatakan kepada Rita kalau Vita pagi ini sarapan duluan di dalam kamar.
" Sayang, ayo makan dulu setelah itu minum obat nya, " ucap Randy saat sudah di dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur.
Vita membuka mata nya dan menatap Randy lalu menganggukan kepala nya.
Randy dengan telaten menyuapi Vita sampai semua makanan di piring habis, lalu Randy menyuruh Vita meminum susu nya.
" Sayang, ini minum obat nya dulu. Setelah itu, kamu istirahat lagi. Hari ini kamu tidak usah masuk sekolah, nanti aku akan kabari paman Rudy langsung untuk meminta izin mu, " ucap Randy.
" Iya sayang, terima kasih ya, " balas Vita.
" Gak perlu terima kasih sayang, ini kan sudah kewajiban aku merawat kamu, " ucap Randy tulus.
Vita mengangguk lalu minum obat dan vitamin yang sudah di sediakan oleh Randy. Setelah selesai minum obat, Randy membantu Vita untuk merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur.
" Kamu istirahat ya, " ucap Randy lalu mencium kening Vita.
Vita tersenyum lalu memejamkan kedua mata nya dan tak butuh waktu lama Vita kembali tertidur.
Setelah Vita tidur, Randy bangkit dan berjalan mengambil handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi. Dua puluh menit, Randy habis kan untuk membersihkan tubuh nya lalu Ia keluar dari kamar mandi dan bergegas memakai pakaian nya.
Hari ini, Randy memutuskan untuk di rumah saja menemani Vita dan meminta Rei untuk mengurus semua pekerjaan di kantor. Setelah memakai pakaian santai, Randy mengambil ponsel nya yang ada di atas meja lalu berjalan keluar kamar menuju ke meja makan.
****
Selama berjalan menuju ke ruang makan, Randy menghubungi Rei meminta nya untuk mengantikan diri nya hari ini mengurus pekerjaan kantor. Tanpa banyak bantahan, Rei menerima tugas yang di berikan Randy.
Setelah panggilan berakhir, Randy memasukkan ponsel nya ke dalam kantong celana nya lalu mempercepat langkah nya menuju ke ruang makan.
" Pagi semua, " sapa Randy saat sudah berada di ruang makan lalu menarik kursi dan duduk di sana.
" Pagi, " balas semua orang.
Setelah itu, Randy mulai mengambil dua lembar roti lalu mengoleskan nya dengan selai coklat dan mulai memakan nya.
" Sayang, Vita kemana? Kenapa gak turun dan ikut sarapan?, " tanya Rita.
Randy tidak menjawab pertanyaan mami nya malah Ia berbicara kepada Alfian untuk berangkat sekolah sendiri dan memintakan izin wali kelas.
" Fian, nanti kamu berangkat sendiri ke sekolah dan jangan lupa minta kan izin wali kelas untuk Vita. Nanti, aku juga akan bilang sama paman Rudi untuk meminta izin Vita beberapa hari atau mungkin sampai nanti ujian nasional, " ucap Randy lalu kembali memakan roti nya.
__ADS_1
" Rand, kebiasaan deh mami tanya gak di jawab. Vita kenapa sampai kamu minta izin ke paman mu?, " tanya Rita kesal.
" Iya mas, Vita kenapa? Nanti, aku bilang apa sama wali kelas kalau Vita izin gak masuk?, " tanya Alfian bingung.
" Vita lagi butuh istirahat, tadi pagi dia muntah muntah dan aku gak izinin dia ke sekolah, " jawab Randy santai.
Semua orang panik mendengar jawaban Randy dan juga merasa kesal dengan sikap Randy yang santai.
" Kamu kenapa gak bilang dari tadi sih Rand kalau Vita sakit, " ucap Rita khawatir bercampur kesal melihat sikap anak nya yang terlihat begitu santai.
Randy memandang mami nya sebentar lalu kembali memakan roti nya, diri nya tak berniat membalas ucapan mami nya.
Semua orang merasa kesal melihat sikap santai Randy. Mereka meletak kan sendok dan garpu mereka berniat untuk melihat keadaan Vita.
Sebelum mereka semua bangkit dari kursi masing masing, ada dua orang yang sudah bangkit lebih dulu dan bergegas meninggal kan meja makan.
Langkah kaki kedua orang itu terhenti karena mendengar ucapan Randy.
" Berhenti kalian di situ, " ucap Randy tegas dan lantang.
Semua orang bergantian memandang kearah dua orang yang sudah menjauh dari meja makan dan juga memandang ke arah Randy.
Randy bangkit dari kursi nya dan berjalan menuju ke arah dua orang tadi.
" Aku maklum dengan sikap Fian yang sangat khawatir dengan keadaan Vita sekarang. Tapi, ada apa dengan mu yang terlihat sangat khawatir dengan istri ku? Bukan kah kalian baru bertemu kemarin, apa kamu menyimpan rasa untuk istri ku, Aro?, " tanya Randy menekan kan di akhir kalimat nya tepat di belakang Aro dan Fian.
Aro dan Alfian berbalik badan menghadap Randy. Lalu seluruh keluarga juga menghampiri mereka dengan tatapan bingung setelah mendengar ucapan Randy tadi.
" Apa sekarang kamu menjadi bisu sampai tidak bisa menjawab pertanyaan ku?, " tanya Randy kepada Aro.
Aro menetralkan kembali wajah nya yang terlihat terkejut lalu memandang wajah Randy yang terlihat santai setelah memberi pertanyaan seperti itu.
" Apa maksud ucapan mu Rand? Aku tidak mungkin menyimpan rasa untuk istri mu. Aku hanya khawatir seperti yang lain, " elak Aro.
Randy mengangguk lalu menghampiri Aro dan merangkul bahu Aro.
Aro mengernyitkan kening nya, Ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan sikap Randy saat ini.
" Apa mungkin Randy melihat kejadian kemarin malam sampai dia bertanya seperti itu pada ku? Tapi, jika dia melihat nya, gak mungkin Randy setenang ini sikap nya kepada ku, " batin Aro.
" Hei bro, kenapa malah melamun?, " tanya Randy membuyarkan lamunan Aro.
" Ehhh ii.. iya bro, " jawab Aro tergagap.
" Mi, kalian kalau mau lihat Vita nanti saja, dia baru saja istirahat. Lanjut kan saja lagi sarapan kalian, " ucap Randy tanpa ingin menjawab tatapan bingung semua orang dengan sikap nya dan Aro.
" Dan tolong jangan ada yang menghampiri aku dan Aro di taman belakang. Aku ada sedikit urusan dengan Aro, " ucap Randy lagi.
Tak ingin berlama lama melihat tatapan bingung semua keluarga, Randy yang sudah melepas rangkulan nya bersama Aro bergegas mengajak Aro pergi ke taman samping.
****
Randy berjalan mendahului Aro pergi ke taman samping. Ia tidak pergi ke gazebo tetapi lebih memilih berjalan terus mendekati danau buatan yang ada di taman rumah nya yang letak nya cukup jauh dari rumah.
Selama berjalan mengikuti Randy, Aro benar benar bingung dengan sikap Randy saat ini. Jika Randy tau perasaan nya terhadap Vita, kenapa dia tidak marah dan meluap kan emosi nya. Kenapa malah sikap nya terlihat begiu tenang dan santai.
Banyak sekali pertanyaan yang berputar di dalam otak Aro dan sama sekali tidak ada jawaban pasti dari semua pertanyaan nya itu.
Aro berhenti melangkah kan kaki nya saat melihat Randy berhenti di depan nya. Suasana hening beberapa saat karena Randy masih betah diam dan Aro tidak berniat untuk memulai nya.
" Apa kamu ingat dulu janji kita bertiga bersama dengan Rei saat masih kuliah di London?, " tanya Randy memecah keheningan dan tetap berdiri memunggungi Aro.
" Tentu aku ingat Rand. Janji itu akan tetap abadi sampai maut memisahkan kita, " jawab Aro tegas.
" Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang saat aku tau ternyata istri ku adalah wanita yang mengisi hati sahabat ku sejak dulu. Bahkan sampai detik ini, tak ada wanita mana pun yang bisa mengantikan nya di hati sahabat ku itu?, tanya Randy begitu santai tapi menusuk hati.
Degg.
__ADS_1
Jantung Aro berdetak begitu cepat saat mendengar pertanyaan Randy. Ternyata benar, Randy sudah mengetahui kalau Vita adalah wanita yang selama beberapa tahun ini mengisi hati nya.
" Rand, aku.. aku, " ucapan Aro terpotong karena Randy menyela nya.
" Dan aku tau juga tau, kamu adalah cinta pertama istri ku dan kamu juga pria yang mendapat kan ciuman pertama nya. Jadi ternyata, kamu lah kak Al yang dulu pernah di ceritakan nya, " ucap Randy masih dengan nada tenang.
" Kamu sudah tau semua nya? Apa Vita menceritakan semua nya pada mu?, " tanya Aro.
Buugghhh.
Randy melayang kan pukulan ke wajah Aro saat Ia berbalik menghadap Aro. Aro yang tak sigap dengan pukulan Randy langsung tersungkur ke atas rumput dengan luka robek di bibir nya.
" Kenapa kamu gak bilang dari awal kalau Vita adalah wanita itu, wanita yang sangat kamu cintai? Harus nya kamu bilang saat aku mengirim kan mu undangan waktu itu? Apa kamu tidak menganggap aku sahabat mu lagi? Apa hubungan kita sudah tidak berarti lagi buat mu?, " Randy memberikan pertanyaan bertubi tubi kepada Aro. Ia sudah melepaskan semua uneg uneg yang bersarang di hati nya sejak kemarin malam.
Aro berusaha bangkit dan berdiri tegak di depan Randy. Ia mengabai kan rasa sakit dan perih yang di akibat kan pukulan Randy tadi.
" Apa yang harus aku lakukan saat melihat dua orang penting di dalam hidup ku tersenyum bahagia dan terlihat saling mencintai di dalam foto undangan itu? Apa kah aku harus menghancurkan kebahagian itu? Harus kah aku mengatakan kebenaran nya dan menghancur kan kebahagiaan kalian?, " bukan nya menjawab semua pertanyaan Randy, Aro malah memberikan pertanyaan bertubi tubi kepada Randy.
Aaarghhhh.
Randy frustasi dan menjambak rambut nya mendengar pertanyaan balik dari Aro. Ternyata karena senyum dan kebahagiaan palsu di foto itu membuat Aro bungkam.
" Senyum dan kebahagiaan itu palsu, semua itu palsu untuk menutupi kebenaran yang ada. Saat itu aku dan Vita sama sekali tidak saling mencintai. Pernikahan kami awal nya berlandas kan hubungan yang saling menguntung kan. Harus nya kamu tetap mengatakan kepada ku tentang siapa Vita sebenar nya, jadi aku akan membatalkan pernikahan ku dengan nya saat itu, " terang Randy frustasi.
Degg.
Lagi lagi jantung Aro berdetak sangat cepat mendengar penuturan Randy. Ia tidak menyangka pernikahan sahabat nya dengan wanita yang sangat Ia cintai ternyata berawal dari hubungan yang saling menguntung kan. Tapi, yang jadi pertanyaan Aro sekarang, keuntungan yang seperti apa yang di dapat kan mereka berdua.
" Sekarang jelas kan kepada ku apa maksud ucapan mu itu, Rand? Aku ingin kamu mengatakan semua nya dengan jelas dan jujur, jangan ada lagi kebohongan apa pun, " ucap Aro tegas. Ia berusaha untuk bersikap tenang, meskipun hati dan fikiran nya berkecambuk dengan banyak pertanyaan.
Randy menatap dalam kedua mata Aro. Sebelum menceritakan semua nya, Randy menghela nafas nya dengan berat.
" Semua nya berawal dari, ".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Maaf ya akak akak baru bisa up sekarang. Beberapa hari ini saya lagi kurang enak badan. Eeittss, saya hanya kurang istirahat saja ya akak bukan kerena sakit yang lain lain. Hehehe.
Maaf kan saya sudah membuat para pembaca menunggu lama up dari novel saya ini.
Saya usahakan setelah ini up nya bisa normal kembali, sehari satu episode atau mungkin bisa lebih.
Terima kasih.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak***.
__ADS_1