
Rei dengan semangat empat puluh lima melajukan mobil nya menuju kediaman Djaya. Ia sudah tidak sabar ingin menjemput Randy dan pergi bersama sama menemui pujaan hati mereka masing masing.
Rei memarkirkan mobil nya di halaman kediaman Djaya. Ia segera turun dari mobil dan berjalan menuju pintu utama dan memencet bel.
Bi Ana membukakan pintu dan langsung mempersilahkan Rei masuk saat melihat tamu yang datang adalah Rei.
Setelah mengucapkan terima kasih, Rei masuk ke dalam dan langsung menuju ke ruang keluarga karena bi Ana memberitahukan kalau majikan nya semua sedang berada di sana.
Rei menyapa semua orang lalu bergantian mencium punggung tangan Ilham dan Rita. Setelah itu, Rei duduk di samping Randy yang terlihat sangat lesu dan tidak bersemangat.
" Hei bro, lesu banget, " goda Rei.
Randy mendengus kesal mendengar candaan dari sahabat nya itu. Rei tertawa melihat sahabat nya itu mendengus kesal.
" Hei, jarak kalian saat ini juga tidak terlalu jauh dan kamu sudah lesu begini, bagaimana kalau aku bilang besok pagi Vita akan pergi jauh, " ucap Rei yang langsung di hujami tatapan tajam Randy.
" Jangan asal bicara kamu Rei, ini tidak lucu, " balas Randy emosi.
" Yasudah kalau kamu tidak percaya Rand. Padahal, aku datang ke sini ingin mengajak mu melihat Vita untuk yang terakhir kali nya, " ucap Rei asal.
Randy langsung mencengkram kaos Rei dengan perasaan emosi yang memuncak. Di saat diri nya sedang pusing memikirkan bagaimana membuat hubungan nya dengan Vita membaik, malah sahabat nya mengucapkan kata kata yang sangat tidak ingin di dengar nya.
" Jaga ucapan mu Rei, atau aku tidak akan segan segan merobek mulut mu itu, " ucap Randy yang sudah benar benar emosi.
Rei bukan nya takut malah tertawa terbahak bahak. Ilham dan Rita membiarkan kedua anak laki laki mereka bertengkar karena mereka hanya akan adu mulut saja dan tidak berani sampai melukai fisik. Meskipun Rei bukan anak kandung mereka, tetapi kasih sayang yang mereka berikan sama seperti Randy. Hanya saja, Rei tetap tidak ingin memanggil mereka mami dan papi, karena Rei merasa sungkan untuk mengucapkan nya.
" Om tante, seperti nya sudah ada yang bucin. Gak nyangka secepat itu kamu bisa bucin ke Vita, " goda Rei.
Randy melepaskan cengkraman nya dan kembali mendengus kesal. Sementara, Ilham dan Rita tertawa mendengar Rei yang terus menggoda Randy.
" Rei, apa maksud kamu tadi Vita akan pergi jauh? Tadi siang Vita tidak mengatakan hal itu kepada mami dan papi?, " tanya Rita.
" Iya tante, mendadak. Baru saja tadi sore di putuskan kalau Vita akan pergi jauh. Rei tau itu dari Ayu maka nya Rei datang ke sini mau ngajak Randy ketemu Vita untuk terakhir kali nya, tapi Ayu bilang bertemu nya saat Vita sudah tidur. Kalau ketemu saat Vita keadaan sadar, Vita gak akan mau ketemu Randy saat ini, " jawab Rei.
Kedua bola mata Randy membulat sempurna saat mendengar jawaban Rei. Hati Randy terasa sakit mendengar istri nya akan pergi jauh dari nya.
" Memang nya Vita mau kemana?, " tanya Rita balik.
" Ayu bilang mereka juga gak tau mau kemana, tan, " jawab Rei sambil menggelengkan pelan kepala nya.
" Rei, tolong serius lah. Jawab sejujur nya Vita mau kemana?, " tanya Randy yang kembali mencengkran kaos Rei.
" Hei, lepaskan tangan mu ini. Lihat lah, kaos ku jadi kusut. Arrghhh, bagaimana aku bisa bertemu pujaan hati ku dengan pakaian kusut begini, " protes Rei sambil menepis kasar tangan Randy.
" Salah mu sendiri kenapa tidak jujur, " dengus Randy.
Ilham dan Rita hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan kedua putera mereka.
" Katakan lah Rei kemana Vita akan pergi. Papi tidak akan membiarkan menantu papi pergi jauh, " kini Ilham mulai ikut berbicara.
__ADS_1
Yah, kalau papi Ilham sudah turut berbicara, Rei tidak bisa lagi menggoda Randy. Papi Ilham sangat tidak suka basa basi.
" Teman teman Vita mengajak nya untuk pergi liburan, menghabiskan waktu libur sekolah mereka. Ayu bilang, mereka akan pergi berkemah tapi Alfian gak bilang mau kemana, surprise kata nya, " jawab Rei.
" Tega nya dia pergi liburan meninggalkan ku sendiri, " ucap Randy sedih lalu menyenderkan tubuh nya di sofa.
" Rand, biarkan Vita pergi. Dia butuh menenangkan fikiran nya yang selama ini sudah sangat tertekan. Selama ini, kita memang melihat nya tertawa bahagia, tapi di dalam hati dan fikiran nya, Ia tertekan dengan semua ini. Apalagi, dia selalu memikirkan cara agar rencana jahat Clara tidak pernah terjadi, " balas Rei menepuk pelan bahu Randy.
" Ucapan Rei benar. Lagi pula hanya beberapa hari saja, " ucap Rita menenangkan putera nya.
" Satu hal lagi yang ingin aku sampaikan, teman teman Vita akan membantu kalian bersatu. Nanti di sana, mereka akan menyusun Rencana untuk mempertemukan kamu dengan Vita dan berbicara dari hati ke hati. Kita semua akan menyusul mereka ke sana, jadi jangan bersedih lagi. Persiapkan saja diri mu, dan fikirkan kata kata yang akan membuat Vita yakin kalau kamu memilih Vita karena benar benar cinta dan bukan pelampiasan, " ucap Rei.
Randy menatap Rei tak percaya. Benarkah teman teman Vita juga akan membantu hubungan nya dengan Vita.
" Yang kamu bilang serius kan Rei?, " tanya Randy.
" Iya serius. Sudah ayo cepat ganti baju, kita akan bertemu pujaan hati kita. Ahh, aku pinjam baju mu juga karena baju ku sudah kusut, " ucap Rei lalu bangkit dan menarik tangan Randy gak sabaran.
Ilham tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepala nya melihat kedua putera nya yang sudah bucin.
" Dasar bucin, " ledek Ilham.
Rita menatap suami nya yang sedang meledek kedua putera nya.
" Gak malu bilangin anak anak nya bucin, lah papi saja juga bucin, " ledek Rita lalu kembali menonton sinetron kesayangan nya.
Ilham tersedak mendengar istri nya meledek diri nya. Ahh, Ilham lupa kalau diri nya juga bucin sama istri tercinta nya ini. Dasar papi, bucin teriak bucin hehehe.
Rei dan Randy langsung masuk ke dalam mobil setelah tadi berpamitan dengan Ilham dan Rita. Rei dengan semangat nya melajukan mobil nya menuju rumah pujaan hati nya.
Selama perjalanan menuju rumah Ayu, Rei sesekali melirik ke arah Randy yang terlihat gelisah.
Rei paham dengan keadaan sahabat nya ini. Biasa nya mereka bertemu tatap muka dan saling memandang penuh cinta, tetapi sekarang harus bertemu secara kucing kucingan.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit, mobil yang di kendarai Rei tiba di depan rumah Ayu.
Rei menoleh ke arah Randy, Ia melihat Randy semakin gelisah saat mobil yang di tumpangi mereka tiba di depan rumah Ayu.
" Santai bro, usahakan saat bertemu dengan nya nanti, jangan sampai kamu membangunkan nya, " ucap Rei menepuk pelan bahu Randy.
" Aarghhhh, kenapa hubungan ku dan Vita jadi seperti ini sih. Aku menyesal tidak pernah menyadari semua kelakuan buruk Clara dari awal, " erang Randy frustasi.
" Ambil sisi positif nya saja. Jika kamu mengetahui lebih dulu kelakuan buruk Clara, saat itu kamu tidak akan bisa bertemu malaikat tak bersayap seperti Vita yang saat ini sudah menjadi istri mu. Ini sudah takdir kalian, jadi ikhlas kan saja, " ucap Rei menenangkan sahabat nya itu.
Randy memikirkan kata kata Rei, dan memang apa yang di katakan Rei adalah benar. Jika saja, saat itu dia mengetahui kelakuan buruk Clara dan Clara tidak meminta nya menikah dengan orang lain, mungkin saat ini dia bukan lah suami dari Vita.
" Thanks Rei, kamu memang benar benar sahabat ku yang sangat mengerti diri ku, " balas Randy.
" Santai bro. Jika bukan karena kamu dan Vita, mungkin aku juga tidak akan bertemu dengan cinta pertama ku, " ucap Rei.
__ADS_1
" Yasudah, ayo kita turun. Aku sudah sangat merindukan kekasih ku, " ajak Rei.
Randy mendengus kesal melihat sahabat nya ini yang benar benar sudah berubah karena cinta.
Mereka membuka seatbelt mereka dan bersiap siap akan turun. Tetapi, saat Rei ingin membuka pintu mobil, ponsel Rei berdering dan Rei dengan cepat mengambil ponsel nya dari saku celana nya.
Rei melihat ponsel nya, ternyata Ayu mengirimi nya sebuah pesan. Mata Rei langsung membelalak saat membaca pesan dari Ayu.
" Rand, kamu tidak bisa bertemu Vita saat ini, lebih baik kamu di mobil saja, " ucap Rei.
Tangan Randy menggantung saat ingin mencapai gagang pintu mobil ketika mendengar ucapan Rei.
Randy menoleh ke arah Rei dengan tatapan bingung.
" Ada apa? Kenapa aku tidak bisa bertemu Vita saat ini?, " tanya Randy.
" Vita terbangun dari tidur nya dan saat ini sedang menonton tv bersama Ayu, " jawab Rei.
Tubuh Randy langsung lemas, tangan nya yang menggantung tadi jatuh perlahan ke atas paha nya.
" Jadi, aku tidak bisa bertemu Vita?, " gumam Randy sedih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
***Maaf ya akak dua hari ini lama up nya dan cuma bisa up satu episode. Seminggu lalu, saya terlalu memforsir jari jari saya untuk mengetik. Sehari saya bisa up dua sampai tiga episode, bahkan kadang lebih. Jadi, jari jari saya terasa kram dan sakit banget saat di gerakkan.
Dua hari ini, saya tetap paksakan untuk mengetik dan hasil nya cuma bisa up satu episode. Sekali lagi saya mohon maaf karena lambat up nya. Jika sudah sembuh, saya akan up seperti biasa lagi.
__ADS_1
Jangan lupa like and vote yang banyak ya akak***.