Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 170 Firasat Buruk


__ADS_3

Semakin hari kandungan Vita semakin sehat dan baby juga sangat aktif di dalam kandungan membuat seluruh keluarga Djaya merasa bahagia.


Tidak terasa juga kandungan Vita sudah hampir memasuki usia tujuh bulan. Rita sudah sibuk mempersiapkan segala persiapan untuk menyambut acara tujuh bulanan menantu kesayangan nya yang akan mereka lakukan minggu depan.


" Vit, siapa lagi yang ingin kamu undang ke acara tujuh bulanan kamu?, " tanya Rita.


" Sudah semua kok mi, tidak ada lagi yang ingin Vita undang, " jawab Vita sambil melihat lihat daftar nama tamu yang akan di undang nya.


" Ya sudah kalau memang semua sudah di undang. Oh iya, kamu jangan capek capek ya, biar mami dan yang lain nya saja yang mengurus semua nya. Kamu duduk saja dan jangan melakukan pekerjaan yang berat berat, " ingat Rita.


" Iya mi, Vita ikut semua apa kata mami, " jawab Vita menuruti perintah mami nya.


" Terima kasih ya mi karena sudah sayang sama Vita, " ucap Vita lalu memeluk mertua nya dengan erat.


" Kamu tidak perlu berterima kasih sayang karena memang sudah sepatut nya kamu mendapat kasih sayang dan perhatian. Kamu anak mami, menantu kesayangan mami, " balas Rita sambil membalas pelukan Vita dan mengelus lembut punggung Vita.


" Oh iya mi, Vita lapar ingin makan mie goreng masakan mami. Boleh?, " tanya Vita saat pelukan mereka terlepas.


" Tentu boleh dong sayang. Sebentar, mami buatin dulu ya untuk kamu, " jawab Rita lalu bangkit dan berjalan menuju dapur.


Sepeninggal mami nya, Vita kembali menyusun kartu undangan yang tadi sudah Ia tulis nama nama tamu di atas undangan. Ia berfikir, hanya acara tujuh bulanan saja tapi tamu undangan nya sebanyak ini, bagaimana nanti kalau anak nya sudah lahir. Sudah pasti tamu nya akan lebih banyak lagi.


" Vit, undangan anak anak dan untuk keluarga Amanda mana? Kebetulan, gue mau keluar jadi sekalian saja gue bagikan, " tanya Alfian yang baru saja turun dari tangga dan berjalan mendekati Vita yang berada di ruang keluarga.


" Oh sebentar gue siapin dulu, " jawab Vita lalu mengambil tumpukan undangan anak anak dan keluarga Amanda yang memang sudah Ia pisah pisah kan.


" Ini, " ucap Vita sambil menyodorkan tumpukan undangan ke arah Alfian.


" Sudah semua kan? Gue gak mau loh bolak balik, capek, " balas Alfian lalu mengambil undangan dari tangan Vita.


" Iya sudah. Dan, tolong sekalian berikan undangan ini pada Om Indra, " ucap Vita sambil kembali menyodorkan kartu undangan kepada Alfian.


Alfian mengangguk kan kepala nya lalu mengambil kartu undangan nya.


" Ada lagi?, " tanya Alfian.


Vita mengangguk " Sekalian pesan kan sama Om Indra kue kue untuk acara nanti. Ini daftar nya, " ucap Vita menyerahkan secarik kertas.


" Perintah di laksanakan Nyonya, " balas Alfian yang sudah mengambil kertas berisi semua pesanan kue lalu mereka tertawa bersama.


" Oh iya mami mana? Gue mau pamit nih, " tanya Alfian.


" Ada di dapur lagi masakin mie goreng untuk gue, " jawab Vita.


" Ok, gue pergi ya, " pamit Alfian kepada Vita lalu berjalan menuju dapur untuk berpamitan kepada mami nya.

__ADS_1


****


Setelah tadi menikmati mie goreng buatan mami nya, Vita pamit pergi ke kamar nya untuk beristirahat.


Tiba di dalam kamar, Vita menaiki ranjang dan duduk bersandar di antas ranjang. Ia mengecek ponsel nya yang sejak tadi Ia abaikan.


Begitu banyak pesan DM yang masuk saat Vita mengecek ponsel nya. Satu persatu, Ia buka dan baca, ternyata berisi begitu banyak ucapan doa untuk kesehatan baby.


" Huh, semenjak menjadi istri mas Randy dan semua orang mengetahui nya, banyak banget yang memfollow instagr*m gue, " gumam Vita.


" Kalau saja mas Randy gak melarang gue terima mereka yang usaha nya minta di endorse, Sudah gue terima saja tuh. Lumayan kan uang nya untuk tambah tambah tabungan si baby, " timpal Vita.


" Memang dasar sombong banget deh suami gue itu. Ada banyak tawaran endorse di tolakin semua. Di tanya kenapa di tolak, eh malah jawaban nya bikin kesel 'uang bulanan yang aku kasih itu lebih besar dari hasil endorse kamu sayang jadi untuk apa capek capek', dasar emang kalau sultan mah bebas mau sombong begitu ya, " gerutu Vita.


" Tuh kan, masih banyak yang nawarin endorse. Malah bagus bagus banget lagi barang yang minta di endorse. Nanti kalau mas Randy pulang rayu lagi ahh biar di izinin terima endorse, " gumam Vita semangat.


****


Setelah makan malam, Vita dan yang lain nya berkumpul di ruang keluarga sambil menikmati cake yang tadi Alfian beli di toko roti milik Om Indra.


" Fian, catatan aku sudah kamu kasih sama Om Indra kan?, " tanya Vita.


" Sudah dan Om Indra bilang, nanti dia akan memberi beberapa kotak cake sebagai bonus, " jawab Alfian sambil menikmati cheese cake kesukaan nya.


" Om Indra kebiasaan deh kasih bonus begitu, aku tuh jadi ngerasa gak enak banget, " ucap Vita.


" Iya tetap saja aku merasa tidak enak. Lagi pula, Om Indra juga sudah membantu mas Randy waktu itu. Bantuan nya itu jauh lebih besar dari pada yang kita lakukan sekarang, " ucap Vita.


" Sudah lah nak, terima saja apa yang di berikan orang lain kepada kita. Mereka memberikan semua itu kepada kita dengan ikhlas, jadi jangan buat mereka kecewa dengan kamu menolak nya, " ucap Rita menasehati.


" Iya mi, maaf, " balas Vita.


" Oh iya mi pi, Besok Randy harus pergi ke Bali karena ada masalah dengan pembangunan hotel di sana. Randy minta tolong jaga Vita selama Randy pergi ya mi, pi, " ucap Randy.


" Loh kok mendadak Rand?, " tanya Ilham.


" Iya Rand, kok mendadak? Lagi pula, minggu depan acara tujuh bulanan Vita. Apa tidak bisa di gantikan oleh Rei saja?, " tanya Rita menimpali.


" Benar itu sayang, kan ada mas Rei. Kamu tega banget sih, aku sudah hamil besar begini kok malah di tinggal jauh, " rajuk Vita.


" Maaf sayang, aku juga gak mau tinggalin kamu lama lama tetapi masalah di sana harus aku yang tangani sendiri. Aku mohon kamu ngertiin aku ya, " rayu Randy.


" Kalau memang bisa di gantikan oleh yang lain, Randy juga pasti gak akan tinggalin Vita mi pi, ini benar benar mendesak. Randy di sana juga gak lama kok, paling lama tiga hari. Randy mohon mami dan papi bisa bantu Randy jaga Vita selama Randy di Bali, " timpal Randy.


" Kamu tenang saja, Vita aman di sini karena banyak yang akan menjaga nya. Tapi, kamu tetap harus mengusahakan agar bisa cepat kembali ke Jakarta, " ucap Rita.

__ADS_1


" Iya mi, Randy usahakan, " balas Randy lalu beralih menatap istri nya yang sedang memasang wajah murung.


" Sayang please, boleh kan aku pergi ke Bali?, " mohon Randy.


Vita menghela nafas nya dengan berat setelah berfikir beberapa saat. Ia tidak bisa egois melarang suami nya pergi karena banyak orang yang menggantungkan hidup nya kepada Randy selaku pimpinan perusahaan. Dengan berat hati, Ia merelakan suami nya pergi ke luar kota mengurus masalah pembangunan hotel yang ada di Bali.


" Iya aku izinin sayang. Tapi, kamu harus janji cepat pulang kembali ke Jakarta, " ucap Vita.


" Aku usahakan menyelesaikan masalah di sana secepat nya dan segera pulang. Aku juga gak bisa jauh jauh dari kamu, " balas Randy.


" Jam berapa penerbangan kamu besok, Rand?, " tanya Ilham.


" Jam delapan pagi pi, jadi setelah subuh Randy harus segera berangkat, " jawab Randy.


" Kalau begitu lebih baik sekarang kamu siapin semua perlengkapan kamu untuk di sana dan langsung istirahat. Besok, bawa lah beberapa bodyguard untuk mengawal kamu di sana, " perintah Ilham.


" Iya pi, kalau begitu Randy pamit ke kamar, " jawab Randy dan Ilham mengangguk kan kepala nya.


" Yuk sayang bantu aku beres beres terus kita istirahat, " ajak Randy.


Vita mengangguk kan kepala nya lalu pamit kepada semua orang dan berjalan menuju ke kamar bersama Randy.


" Baru mendengar dia mau berangkat ke luar kota saja sudah sedih begini, gimana untuk beberapa hari ke depan mas Randy sudah berada di sana. Rasa nya gak tenang banget dia berangkat besok, firasat aku kok mengatakan akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Ya Allah, lindungi lah suami ku di mana pun Ia berada, Aamiinn, " doa Vita dalam hati sambil terus melangkah kan kaki nya menuju kamar.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.


__ADS_2