
Vita segera di tangani oleh dokter sesaat sampai di ruang UGD. Semua orang menunggu kabar dari dokter dengan perasaan tak menentu. Mereka takut jika pendarahan kali ini menyebabkan Vita keguguran.
" Pi, bagaimana ini? Vita di dalam sedang di tangani oleh dokter dan sekarang kita juga tidak tau bagaimana kondisi Randy saat ini, " ucap Rita dengan linangan air mata.
" Sabar mi, yakin kan di dalam hati kita kalau anak dan menantu beserta cucu kita baik baik saja, " balas Ilham berusaha setenang mungkin.
Setelah menunggu cukup lama, dokter keluar dari ruang UGD dan mencari suami dari pasien.
" Maaf tuan besar, kalau boleh tau di mana tuan muda saat ini?, " tanya dokter.
" Anak saya sedang di luar kota. Ada apa dengan menantu saya, dok? Kandungan nya baik baik saja kan?, " tanya Ilham balik.
" Begini tuan, nyonya muda mengalami pendarahan hebat karena mengalami shock berat dan kontarksi yang berlebihan. Jadi, satu satu nya cara agar ibu dan bayi nya selamat, kami harus melakukan operasi dan mengeluarkan bayi nya sekarang juga. Jika terlambat sedikit saja, maka kedua nya tidak bisa selamat. Maka dari itu, saya perlu izin tuan muda untuk melakukan operasi ini, " terang dokter.
" Astagfirullah, " ucap mereka serempak. Bahkan, Rita sudah pingsan setelah mendengar penjelasan dari dokter. Dengan sigap, Ilham di bantu oleh Alfian membawa Rita ke ruang rawat lain agar bisa di beri pertolongan.
" Lakukan operasi nya sekarang juga, dok, " perintah James. Kali ini, Ia harus mengambil alih keputusan karena Ilham masih mengurus istri nya yang pingsan dan juga di sana diri nya lah yang paling tua.
" Maaf kalau boleh saya tau, tuan siapa nya pasien? Saya tidak bisa melakukan tindakan operasi jika yang memberi keputusan bukan dari pihak keluarga, " tanya Dokter hati hati.
" Saya Daddy nya, " jawab James.
" Maaf?, " ucap Dokter itu tidak yakin dengan apa yang di dengar nya.
" Saya Daddy nya, jadi tolong cepat lakukan tindakan operasi dan selamat kan puteri serta cucu saya, " jelas James sekali lagi dengan nada sedikit tinggi.
" Ahh baik tuan, saya akan siapkan operasi nya sekarang juga. Permisi, " ucap Dokter lalu pamit dan bergegas pergi untuk melakukan operasi.
Setelah kepergian dokter tadi, Ziya dan Samantha duduk di kursi tunggu yang tersedia di sana, menunggu sembari berdoa agar operasi Vita berjalan lancar. Sementara, James, Felix dan Putra berdiskusi tentang Randy yang sedang hilang kontak.
" Felix, katakan semua nya yang kamu ketahui tentang masalah yang terjadi di Bali? Aku yakin, kamu pasti membantu menyelidiki semua ini, " perintah Putra.
Felix mengangguk kan kepala nya lalu menceritakan semua nya dan memberitahukan siapa dalang dari insiden roboh nya hotel yang baru di bangun.
Putra menggeram marah setelah mendengar semua cerita dari Felix dan mengetahui siapa dalang nya. Dan yang membuat Putra lebih geram karena hal ini masih berkaitan dengan Clara.
" Sudah mati saja masih membuat orang susah, " desis Putra.
" Felix, coba kamu hubungi Peter dan anggota Blakes yang terlibat. Cari tau tentang kejadian tadi, " perintah James.
Felix mengangguk kan kepala nya dan langsung melaksanakan perintah tuan besar nya. Ia mengambil ponsel nya dan menghubungi Peter pertama kali.
Panggilan pertama tidak di angkat, kembali Felix mencoba nya sampai tiga kali tetap saja tidak ada jawaban. Ia mencoba menghubungi anggota Blakes lain nya yang terlibat, tetapi sama hal nya dengan Peter, tidak ada satu pun yang menjawab panggilan nya.
" Tidak ada jawaban dari mereka semua, " ucap Felix.
__ADS_1
James menghela nafas nya dengan berat, Ia berfikir sejenak sebelum akhir nya memerintahkan Felix untuk berangkat langsung ke Bali, memeriksa langsung keadaan Randy dan Peter di sana.
" Felix, sekarang juga kamu berangkat ke sana dan cari Randy serta Peter sampai ketemu. Berikan info sekecil apa pun itu kepada ku, " perintah James.
Felix mengangguk kan kepala nya lalu pamit kepada James dan Putra. Baru beberapa langkah Felix berjalan, Suara Putra menghentikan langkah nya.
" Felix tunggu, " panggil Putra.
Felix berbalik dan bertanya kepada Putra dengan raut bingung kenapa tiba tiba Putra menghentikan nya " Ada apa tuan?, ".
" Aku akan ikut tapi tunggu sebentar, aku akan pamit dulu kepada istri ku. Kamu pergi lah duluan ke parkiran, " jawab Putra.
" Baik tuan, " ucap Felix menurut lalu kembali melangkahkan kaki nya menuju parkiran.
" Kamu yakin nak? Bagaimana jika mereka membutuhkan mu di sini?, " tanya James meyakinkan.
" Papi pasti akan lebih merasa tenang jika aku ikut membantu mencari mas Randy. Dan aku mohon, uncle bantu papi mengurus urusan di sini, " jawab Putra.
" Tentu nak, sekarang pergi lah. Lebih cepat kalian bergerak, lebih cepat juga kalian menemukan mereka, " perintah James.
" Baik uncle. Putra pamit, " ucap Putra lalu pergi menuju Ziya istri nya untuk berpamitan.
****
Ilham kembali ke ruang operasi di mana Vita berada meninggalkan istri nya yang sedang di jaga oleh Alfian.
" Masih belum ada kabar dari dokter, pi, " jawab Ziya lirih.
" Lalu, dimana Putra dan Felix?, " tanya Ilham karena tidak melihat menantu dan pengawal pribadi Vita di sana.
" Aku menyuruh Felix ke Bali untuk mencari Randy dan Putra memutuskan untuk ikut membantu, " kali ini James yang menjawab sambil berjalan mendekat ke arah Ilham.
" Kita fokus dengan Vita di sini dan urusan Randy, kita serahkan semua nya kepada Felix dan Putra, " ucap James menepuk pelan bahu Ilham.
Ilham menghela nafas nya dengan berat, fikiran nya benar benar kacau dengan keadaan anak dan menantu nya saat ini. Entah harus berapa kali rumah tangga anak dan menantu nya mendapat cobaan berat seperti ini. Rasa nya, Ia tidak sanggup melihat anak dan menantu nya menderita.
" Entah dosa besar apa yang telah aku lakukan di masa lalu sampai anak dan menantu ku selalu mendapat cobaan berat seperti ini, " gumam Ilham yang sudah duduk lemas di kursi tunggu.
" Jangan bicara seperti itu, Ilham. Tuhan memberikan cobaan kepada kita karena Tuhan sayang kepada kita dan yakin kita bisa melewati semua itu. Yang penting saat ini, kita terus berdoa untuk keselamatan Randy, Vita dan baby, " nasehat James membuat Ilham tersadar kalau Ia secara tidak langsung menolak takdir dan ketentuan dari Allah.
" Astagfirullah, " Ilham beristigfar berulang kali, memohon ampun kepada Allah.
James kembali menepuk pelan bahu Ilham, saling memberi kekuatan. Sesungguh nya, saat ini diri nya juga merasakan ketakutan yang teramat besar jika sampai Vita dan baby nya kenapa napa. Rasa sayang nya kepada Vita begitu besar membuat nya takut kehilangan puteri nya itu. Saat mengatakan kalau Ia telah menganggap Vita sebagai puteri nya dulu, saat itu bagi nya Vita adalah puteri kandung nya, puteri kebanggaan nya.
Semua orang langsung bangkit saat pintu ruang operasi terbuka dan menampilkan dokter yang masih memakai seragam operasi nya.
__ADS_1
" Bagaimana keadaan menantu dan cucu saya, dok?, " tanya Ilham tak sabaran.
" Benar dok, bagaimana keadaan puteri dan cucu saya?, " timpal James.
" Alhamdulillah opersai berjalan lancar. Nona muda melahirkan seorang puteri yang cantik dan dalam keadaan sehat, " jawab dokter.
" Alhamdulillah, " ucap mereka serempak.
" Lalu, bagaimana puteri saya dok?, " kali ini Samantha yang bertanya karena dokter tidak langsung mengatakan keadaan Vita membuat nya berfikiran buruk.
" Nona muda, " dokter itu tak sanggup melanjutkan ucapan nya. Rasa nya berat mengatakan keadaan menantu keluarga Djaya yang terkenal kebaikan dan lemah lembut nya kepada semua orang.
" Ada apa dengan puteri saya, dok?, " desak Samantha. Begitu juga dengan Ilham, James dan Ziya.
" Maaf kan saya tuan dan nyonya, saya telah berusaha sebaik mungkin. Tetapi, " ucapan dokter terhenti karena teriakan histeris Rita yang sedang di papah oleh Alfian yang berada tak jauh di belakang mereka semua.
" Tidak mungkin, menantu ku pasti baik baik saja. Menantu ku baik baik saja, " teriak Rita lalu kembali tak sadar kan diri.
" Puteri ku, " kali ini Samantha yang berteriak dan juga tak sadar kan diri membuat semua orang kebingungan dengan keadaan yang benar benar menyesak kan dada mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.