Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPIOSDE 91


__ADS_3

David menyuruh beberapa wanita bayaran nya untuk duduk di sofa bersama mereka. David memberi kode kepada wanita wanita bayaran nya untuk menggoda Randy dan Rei.


Vita mengetahui kode yang di berikan David kepada wanita wanita bayaran nya. Saat Salah seorang wanita ingin menyentuh pipi Randy, dengan sigap Vita menahan tangan wanita itu.


Vita menyeringai, lalu menghempaskan tangan wanita itu dan mendorong nya hingga jatuh ke lantai.


" Lo berani sentuh suami gue dengan tangan kotor lo, jangan harap tangan lo bisa di pergunakan lagi, " ucap Vita lantang membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah nya.


Wanita itu tidak terima dengan perlakuan kasar Vita. Ia bangun dan mendekat ke arah Vita.


Vita juga bangkit dari duduk nya dan mendekat ke arah wanita itu. Ia mengabaikan Randy yang meminta nya untuk tidak membuat keributan. Dengan sigap, Vita menahan tangan wanita itu yang ingin menampar nya, lalu tangan kiri Vita dengan cepat mendarat di pipi mulus wanita itu.


Wanita itu meringis kesakitan. David melarang bodyguard nya yang berada di ruangan itu untuk ikut campur. Ia ingin melihat seberapa kuat menantu keluarga Djaya.


" Gue sudah peringatkan lo tadi, tapi seperti nya lo terlalu menganggap remeh gue, " ucap Vita dengan senyum miring di bibir nya.


Wanita itu gelap mata, emosi nya sudah di ubun ubun karena di permalukan seorang anak gadis yang kelihatan nya masih SMA. Tangan nya dengan cepat menjambak rambut Vita sampai kepala Vita terdongak menahan sakit nya.


Wanita itu tertawa puas melihat Vita meringis kesakitan. Saat Randy ingin membantu Vita, kaki Vita terlebih dahulu menginjak dengan keras kaki wanita itu sampai tangan nya melepaskan rambut Vita.


Dengan sigap Vita menjauh dan melayang kan tendangan ke arah wanita itu. Wanita itu tersungkur karena tendangan Vita tepat mengenai kepala wanita itu.


Vita menghampiri wanita itu dan berjongkok di depan nya. Vita menjepit dengan kuat kedua pipi wanita itu dengan jari telunjuk dan ibu jari nya.


" Jangan pernah menyentuh apa yang menjadi milik gue atau lo akan berakhir di ruang ICU, " ucap Vita tegas lalu melepaskan tangan nya dengan kasar dari pipi wanita itu.


Wanita itu tidak sanggup lagi untuk bangun, kepala nya terasa sangat sakit. Setelah itu, wanita itu tidak sadar kan diri.


Vita menghampiri Randy dan Rei yang terdiam melihat nya bisa melakukan tendangan seperti yang di lakukan Ayu waktu itu.


Vita mengambil tas nya yang tergeletak di lantai karena tadi terjatuh dari pangkuan nya.


Vita melihat ke arah David dan tersenyum.


" Thanks sudah mengundang kami untuk hadir di pesta kamu, kami sangat menikmati nya. Dan sorry, untuk masalah keributan tadi. Happy birthday David, " ucap Vita lalu menarik tangan Randy dan Rei untuk keluar dari rumah David.


David tersenyum miring melihat Vita yang berjalan semakin jauh. Ia tidak pernah melihat wanita yang seperti Vita sebelum nya di dalam hidup nya.


" Gadis kecil yang menarik, " ucap David.


****


Vita meminta kunci mobil kepada Rei. Karena masih syok melihat aksi Vita tadi, tanpa sadar Rei memberikan saja kunci mobil nya.


Vita masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi pengemudi. Vita menurunkan kaca mobil penumpang dan menjerit menyuruh Randy dan Rei masuk ke dalam mobil karena mereka berdua masih saja mematung di samping mobil.

__ADS_1


Mendengar jeritan Vita, dengan sigap Randy dan Rei masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.


Vita mengepalkan tangan nya karena merasa geram dengan Randy dan Rei yang duduk di kursi belakang, sementara diri nya duduk di kursi pengemudi. Memang nya diri nya supir.


" Tolong yang berstatus suami dari Vita Anggraini duduk di kursi yang ada di samping saya, saya bukan supir kalian, " ucap Vita geram menahan emosi.


Randy tersadar dan bergegas turun dari kursi belakang dan masuk lagi ke dalam mobil dan duduk di samping Vita.


Setelah memakai seatbelt, Vita melajukan mobil Rei keluar dari area rumah David dengan kecepatan di atas rata rata.


Vita tidak memperdulikan ocehan ocehan yang keluar dari mulut Randy dan Rei yang meminta nya untuk tidak mengebut. Vita terus melajukan mobil Rei dengan kecepatan cukup tinggi.


Setelah dua puluh menit mengemudikan mobil dengan kecepatan cukup tinggi, Vita menghentikan mobil dan memarkirkan mobil yang di kendarai nya di depan warung tenda pinggir jalan.


Vita menyuruh Randy dan Rei untuk turun dari mobil dan mereka berjalan masuk ke dalam warung tenda pinggir jalan.


Vita menghentikan langkah nya di dekat penjual yang sedang membakar sate sate jualan nya.


" Malam babe, " sapa Vita.


" Eh Non Vita, sudah lama gak ke warung babe. Kemana aja?, " tanya babe pemilik warung sate.


" Biasa be banyak tugas sekolah dan tugas rumah, " jawab Vita tersenyum.


" Tiga porsi ya be. Nanti tolong di antar ke meja yang di pojok ya be, " jawab Vita.


" Siap neng, " balas babe sambil mengacungkan jempol.


Vita mengajak Randy dan Rei untuk duduk di meja yang ada di pojok warung tenda. Karena malam minggu, warung babe sedang banyak pelanggan yang datang.


" Mas Randy, mas Rei masih belum kumpul juga nyawa nya? " tanya Vita sambil menuangkan air minum di gelas.


" Ehh bukan gitu sayang. Mas cuma masih berfikir gimana kamu bisa melakukan tendangan seperti itu dan kamu juga bisa membawa mobil dengan kecepatan cukup tinggi, " jawab Randy dan Rei hanya mengangguk saja.


Vita tertawa mendengar ucapan Randy. Jelas saja lah suami dan juga sahabat suami nya ini kebingungan, secara selama ini diri nya terlihat seperti wanita yang lembut. Vita pun menceritakan kenapa diri nya bisa seperti itu.


" Pernah ada satu kejadian, saat baru naik kelas 2 SMP aku di hadang sama beberapa murid laki laki sekolah lain saat pulang sekolah. Waktu itu suasana sekitar sekolah sudah sepi karena aku telat pulang ada kegiatan ekstrakulikuler. Mereka menarik paksa aku ke sebuah rumah tua di dekat sekolah. Saat itu, mereka hampir saja ingin melecehkan aku tapi dengan cepat Ayu menolong ku dan menghajar mereka semua sampai masuk ke ruang ICU. Beruntung saat itu, ada beberapa teman kami di lokasi kejadian yang melihat semua nya. Mereka juga yang memberi tau Ayu kalau tadi aku di tarik paksa dan di bawa ke rumah kosong. Jadi, teman teman kami memberi saksi kepada polisi kalau Ayu menghajar mereka karena ingin menolong ku saat ingin di lecehkan. Sejak saat itu, Ayu mengajari ku taekwondo sebagai pertahanan diri saja. Tapi, aku tidak pernah sekalipun mempraktekan nya karena sejak saat itu Ayu dan Aldo selalu berada di dekat ku untuk menjaga ku, " terang Vita dangan suara tercekat mengingat kejadian mengerikan yang hampir merusak hidup nya.


Randy menggenggam tangan Vita, menyalurkan ketenangan untuk Vita. Ia tau, pasti sulit untuk istri nya mengingat dan menceritakan kejadian pahit dalam hidup nya.


Vita tersenyum ke arah Randy, mengatakan kalau dia baik baik saja.


" Dan untuk masalah mobil, Ayu juga yang mengajari aku menyetir mobil. Tapi tadi saat mengebut, itu karena aku masih emosi saja sama wanita bayaran nya David. Aku juga tadi mau menghajar David karena dia yang menyuruh wanita itu menggoda kamu. Tapi, aku berfikir aku gak cukup kuat melawan bodyguard nya David yang cukup banyak di ruangan itu, " ucap Vita terkekeh.


" Kamu ini ya sayang, buat aku syok saja. Aku gak nyangka kamu bisa taekwondo juga. Pantas saja aku ngerasa sakit banget saat kamu dulu tendang aku, " balas Randy.

__ADS_1


" Hah, kamu pernah di tendang Vita?, " tanya Rei gak percaya.


" Iya, dua kali malah. pertama, saat bangun pagi sehari setelah akad nikah, dia lupa kalau sudah nikah. Jadi pas aku peluk, dia reflek tendang aku sampai jatuh ke lantai. Kedua, saat dia tertidur di kursi kerja aku di kantor, dia tendang aku karena dia fikir yang cium dia karyawan kurang ajar, " jawab Randy kesal mengingat kedua kejadian memalukan itu.


Rei dan Vita tertawa terbahak bahak melihat ekspresi kesal Randy saat bercerita.


" Tapi tunggu nih, aku mau tanya sama kamu Vit. Kenapa saat Randy kasar sama kamu waktu itu, kamu malah kabur bukan nya menghajar Randy, " tanya Rei penasaran.


" Waktu itu gak kefikiran saja mau menghajar mas Randy. Saat itu, yang aku rasakan cuma sakit hati di kasari begitu, maka nya lebih milih pergi, " jawab Vita.


Randy kembali merasa bersalah mengingat dia pernah berbuat kasar terhadap Vita. Randy semakin menggenggam erat tangan Vita.


Vita menyadari Randy masih merasa bersalah, Ia tersenyum lembut kepada Randy.


" Sudah kita lupakan saja masalah waktu itu mas, aku juga sudah memaafkan mu. Lebih baik mengingat yang baik baik saja, " ucap Vita.


Randy mengangguk lalu mencium punggung tangan Vita. Rei turut merasa bahagia karena sahabat nya ini sudah benar benar mencintai Vita.


Tanpa sepengetahuan Randy, Vita dan Rei saling melemparkan senyum kemenangan.


Mereka kembali mengobrol sampai babe menghidangkan tiga porsi sate ke atas meja mereka. Setelah mengucapkan terima kasih, mereka melahap sate yang ada di hadapan mereka. Entah karena enak atau kelaparan, mereka kembali memesan tiga porsi membuat pengunjung di sana senyum senyum geli melihat mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Turun lagi nih ranking nya. Ayo dong vote yang banyak biar makin semangat saya up nya.

__ADS_1


__ADS_2