
Randy mengirim chat, kalau gak bisa menjemput Vita karena masih meeting dengan para staff kantor nya. Jadi, Randy menyuruh supir kantor untuk menjemput Vita.
Vita cemberut sambil membereskan buku pelajaran nya, karena bel pulang udah berbunyi. Ia kesal karena Randy melanggar janji untuk menjemput nya.
" Woiii, itu wajah cemberut aja. Kenapa? Bukan nya senang di jemput suami, ini malah cemberut, " ledek Ayu.
" Gak usah buat gue tambah kesel deh Yu. Justru gue cemberut karena mas Randy gak jadi jemput gue. Dia lagi meeting dan yang jemput gue supir kantor, " ucap Vita kesal.
" Hahaha.. Gitu aja, lo cemberut. Kan, di kantor nya nanti ketemu. Kelihatan nya, sekarang lo udah jadi bucin nya dia?, " ledek Ayu lagi.
" Hah bucin? Ngasal lo kalau ngomong. Gue gak akan mungkin bucin sama dia. Tapi, gue yang akan buat dia jadi bucin nya gue, " balas Vita kesal.
" Udah ahh, gue cabut dulu. Supir kantor suami gue udah nunggu. Bye bye, " ucap Vita lalu langsung pergi meninggalkan kelas menuju mobil kantor Randy yang udah ada di parkiran sekolah.
Alfian melihat Vita keluar kelas dengan wajah cemberut menghampiri Ayu dan bertanya apa yang terjadi dengan Vita.
" Yu, Vita kenapa kok cemberut? " tanya Alfian.
" Gak apa apa, cuma lagi merajuk sama suami nya. Suami nya gak jadi jemput, karena masih meeting. Jadi, yang jemput hanya supir kantor, " jawab Ayu.
" Ohh gitu. Yaudah, gue duluan ya,n" ucap Alfian lalu berjalan keluar dari kelas.
Alfian berjalan dengan perasaan hancur. Ia berfikir, mungkin sekarang Vita udah mulai mencintai suami nya. Apa diri nya harus merelakan Vita atau masih harus bertahan dengan rasa ini. Entah lah, semua ini membuat kepala nya pusing.
****
Vita telah sampai di depan kantor Randy. Rasa nya, Ia malas masuk ke dalam. Apa lagi, diri nya masih memakai seragam sekolah. Meskipun, semua orang di kantor udah tau Vita adalah istri nya Randy, tapi pasti banyak staff dan karyawan yang akan memandang gak suka kepada nya. Apalagi, kalangan wanita.
Vita mengucapkan terima kasih kepada supir, lalu membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke arah loby.
Sejak saat di depan pintu masuk sampai di meja receptionist, semua karyawan yang ada di loby memberi salam kepada nya sebagai bentuk hormat kepada istri bos mereka. Namun, ada juga karyawan wanita yang berbisik bisik gak suka kepada nya, tetapi gak Ia hiraukan.
" Siang mbak Anita, " sapa Vita dengan senyum mengembang saat udah ada di depan meja receptionist.
" Ahh, siang nyonya Djaya, " balas Anita.
" Vita aja kali mbak, gak usah pakai embel embel nyonya Djaya, " ucap Vita dengan bibir yang udah maju lima senti.
" Maaf saya gak berani. Kalau ketahuan bos, bisa dipecat saya, " balas Anita tersenyum.
" Haisss, dasar bos arogan. Memang nya, gue udah setua dia apa harus di panggil nyonya, " omel Vita.
Anita hanya tersenyum mendengar istri dari bos nya itu mengomel.
" Oiya mbak, saya mau ke ruangan pak Randy, boleh?, " tanya Vita yang udah selesai mengomel.
__ADS_1
" Tentu boleh. Mari, saya antar nyonya sampai ke lift, " ucap Anita ramah.
" Terima kasih, mbak, " balas Vita.
Anita mengantar kan Vita sampai ke depan pintu lift. Selama perjalanan, semua karyawan yang berpapasan dengan Vita memberi salam dan menunduk, Vita membalas mereka dengan senyum ramah nya.
Setelah sampai di depan pintu lift khusus eksekutif, Anita menekan tombol lift. Pintu lift terbuka, Anita mempersilahkan Vita masuk ke dalam.
Sebelum Vita masuk ke dalam lift, Ia mengucapkan terima kasih kepada Anita dan meminta nya untuk Gak memanggil nyonya.
" Mbak Anita, terima kasih ya. Dan satu lagi, kalau hanya kita berdua, panggil saya Vita aja ya, karena saya jauh lebih muda dari mbak. Gak enak banget di panggil nyonya. Ini permintaan saya mbak, " ucap Vita.
" Baiklah nyonya ehhh Vita, " jawab Anita.
Vita terseyum lalu masuk ke dalam lift. Sebelum pintu lift tertutup semua, Anita sedikit membungkuk memberi hormat kepada Vita.
Vita memencet tombol angka 5 dimana ruangan Randy berada. Ia menyenderkan punggung nya di dinding lift, sambil menunggu pintu lift terbuka. Gak berapa lama, pintu lift terbuka, Vita bergegas keluar dari lift.
Vita terus melangkah menuju ruangan Randy. Saat melewati meja sekertaris Randy yang kosong, Ia berhenti sejenak.
" Mungkin, mbak Siska ikut rapat juga ya. Yaudah deh, gue langsung masuk aja ke ruangan babang, " gumam Vita.
Vita kembali melangkah menuju ruangan Randy. Setelah sampai didepan pintu ruangan Randy, Ia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.
Vita mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan, setelah itu meletakkan tas sekolah nya di sofa, lalu berjalan menuju meja kerja Randy.
" Empuk banget ya, kursi seorang ceo. Nyaman banget, jadi ngantuk. Tidur dulu aja lah, sambil menunggu babang siap meeting, " batin Vita.
Gak berapa lama, vita tertidur pulas di kursi kerja Randy sambil menyandarkan punggungnya dan meluruskan kedua kaki nya.
****
Meeting telah selesai. Randy memerintahkan para staff nya untuk membubarkan diri dan makan siang terlebih dahulu sebelum kembali bekerja, karena waktu makan siang mereka telah terpakai untuk meeting.
Semua staff menunduk memberi hormat, lalu keluar ruangan meeting bersama sama. Disaat siska ingin beranjak keluar dari ruangan, Randy meminta Siska untuk memesan kan makan siang untuk nya dan juga Vita. Ia minta untuk di antarkan ke ruangan nya.
" Vita disini, rand?, " tanya Rei saat Siska udah keluar.
" Hmm, " Randy hanya berdehem menjawab pertanyaan Rei.
Rei mengangguk, lalu mengajak Randy keluar dari ruang meeting, Randy pun mengiyakan.
Mereka berjalan beriringan. Saat sampai di depan pintu ruangan Randy, Rei pamit untuk keluar makan siang, dan Randy masuk ke dalam ruangan nya.
Begitu masuk ke dalam, Randy melihat Vita duduk di kursi kerja nya sambil tertidur pulas. Lalu, Randy berjalan menghampiri vita.
__ADS_1
Randy memperhatikan wajah Vita saat tertidur. Ia tersenyum, lalu menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Vita.
" Istri ku ternyata cantik sekali. Pantas aja, laki laki itu tergila gila pada istri ku, " ucap Randy dengan seyum tipis di bibir nya.
Randy memperhatikan bibir merah Vita yang terlihat menggoda. Kemudian, Ia mendekatkan bibir nya ke bibir Vita, lalu mencium nya.
Sesaat, itu hanya sebuah ciuman. Namun, lama kelamaan menjadi lumatan yang lembut.
Di dalam tidur nya, Vita bermimpi Randy mencium diri nya. Tanpa sadar, Vita membalas ciuman Randy dan terdengar desahan keluar dari bibir Vita.
Vita terbangun dari tidur nya dan merasa ciuman tadi bukan lah mimpi, tapi kenyataan. Ia merasa ada yang ******* bibir nya. Vita takut, jika ada laki laki di kantor Randy yang berani mencium nya, saat ia sedang tertidur. Dengan mata yang masih tertutup, Vita langsung mendorong tubuh yang ada di depan nya dengan sekuat tenaga sampai tersungkur ke lantai.
Vita langsung membuka mata dan bangkit. Lalu dengan cepat, Vita menendang bokong laki laki yang berani mencium nya.
" Brengs*k! Siapa lo berani nya cium gue? Lo gak tau gue istri bos disini hah, " ucap Vita emosi dengan berkacak pinggang.
Randy mengelus bokong nya yang sakit karena di tendang Vita, lalu bangkit dan menghadap Vita.
" Aku bos di sini. Kamu berani berani nya mendorong dan menendang bos sekaligus suami mu ini, " ucap Randy dengan mata yang sudah melotot.
Vita lemas saat tau yang di dorong dan di tendang nya ada lah suami nya sendiri. Ia jadi merasa salah tingkah.
Vita mencoba meminta maaf, namun Randy gak menghiraukan nya. Randy berjalan ke sofa meninggalkan Vita yang masih berusaha meminta maaf.
Vita merutuki diri nya, karena gak bisa mengenali suami nya sendiri. Dengan langkah gontai, Vita mengikuti suami nya yang saat ini udah duduk di sofa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
*M**aaf ya readers kesayangan ku baru bisa up, beberapa hari ini lagi ngerawat suami yang lagi sakit, jadi sulit pegang handphone 🙇🙇*.