
Baku tembak tak dapat terelak kan antara kubu Peter dan Leon. Bahkan sekarang, Peter dan Leon sudah saling berhadapan satu lawan satu.
" Leon, sadar lah jika pilihan mu ini salah. Aris hanya memanfaatkan diri mu. Lihat lah, bahkan dia sudah melarikan diri, " meskipun Peter kecewa dengan semua yang sudah di lakukan Leon selama ini, tetapi Peter tetap ingin Leon sadar dan kembali pada kelompok Blakes. Karena Ia tau, yang di lakukan Leon adalah bentuk kesetiaan nya kepada David, hanya saja Aris sangat pandai memanfaatkan situasi membuat Leon berbalik menyerang Blakes.
" Pilihan ku tidak salah, Pet. Aku tau, tuan David akan bangga jika aku berhasil membunuh pria sial*n itu yang sudah merebut nona Vita dari nya, " sanggah Leon.
Peter membuang senjata nya dan berjalan mendekat ke arah Leon yang terus menodong kan senjata ke arah nya. Ia akan menyadarkan Leon untuk terakhir kali nya, dan berharap fikiran Leon terbuka dan menyadari kesadaran nya. Meskipun kemungkinan hal itu akan berhasil sangat kecil, tetap Ia akan mencoba nya dan tak peduli jika Ia harus meregang nyawa di tangan Leon.
" Le, kau tau bukan jika aku sangat iri setiap kali tuan David membanggakan betapa hebat nya diri mu dari pada kami. Aku marah dan tidak terima jika kau selalu berada di atas ku. Tetapi, sebesar apapun rasa iri dan amarah ku, tetap saja rasa sayang dan kesetian ku terhadap tuan David dan kelompok Blakes lebih besar lagi. Semua itu menjadi semangat untuk ku agar lebih keras lagi berlatih dan bisa mendapatkan setidak nya satu kali saja ucapan 'bangga' dari tuan David. Aku tak pernah membenci mu karena kau selalu menjadi anak buah kesayangan nya, karena aku sadar kalau kau memang yang terbaik di antara kita, ".
" Dan lihat lah diri mu sekarang, kau telah salah mengambil jalan. Kau membuat tuan David bersedih karena memilih menghancurkan tuan Randy yang menjadi sumber utama kebahagiaan nona Vita. Yang artinya, kau telah lalai menjalankan tugas terakhir tuan David. Sadar lah, Le. Aku yakin, tuan David sudah bahagia di sana karena wanita yang sangat di cintai nya selalu merasa bahagia sekarang. Aku bisa menjamin itu, Le, karena selama ini aku yang telah menemani nona Vita bersama Felix, ".
Peter telah berada tepat di depan Leon yang masih terus mengacungkan senjata ke arah nya. Tanpa perasaan ragu sedikit pun, Peter menggenggam senjata yang masih berada di tangan Leon lalu mengarahkan nya tepat ke jantung nya sendiri.
" Jika kau berfikir apa yang aku lakukan selama ini adalah salah dengan melindungi tuan Randy yang tak lain merupakan kebahagiaan nona Vita, maka tembak lah aku. Dengan jarak sedekat ini dan tepat di jantung ku, maka aku tidak akan selamat. Lalu setelah itu, kau bisa membunuh tuan Randy karena tidak ada lagi yang akan menghalangi mu. Jika pun aku harus mati sekarang, setidak nya di sisa usia ku, aku telah melaksanakan perintah tuan David, " Peter menutup kedua mata nya setelah menyelesaikan ucapan nya.
Leon menatap dalam Peter sedari tadi hingga Ia menutup mata nya seraya bersiap jika harus mati saat itu juga. Semua kenangan indah bersama David, Felix dan Peter berputar di kepala nya. Meskipun diri nya dan Peter bukan lah orang kepercayaan David seperti Felix, tetapi David tetap selalu melibatkan diri nya dan Peter jika mereka sedang melakukan misi penting.
Setitik bening menetes dari kedua ujung mata Leon. Ia menjatuhkan senjata nya lalu memeluk erat tubuh Peter.
" Maafkan aku, Pet, " gumam nya.
Peter membuka kedua mata nya dan tersenyum bahagia karena Leon telah sadar atas kesalahan nya. Kini, si bontot mereka telah kembali.
" Sudah lah, semua sudah berakhir, " ucap Peter lalu membalas pelukan Leon.
Leon tersentak lalu melepas pelukan mereka " Kita harus menyelamatkan tuan Randy. Aku yakin, Aris akan membunuh tuan Randy, " ucap nya dan di jawab anggukan kepala oleh Peter.
Mereka berdua berlari menuju mobil Leon lalu masuk ke dalam mobil dengan Leon yang akan mengendarai.
Dengan kecepatan penuh, Leon mengendarai mobil nya mengejar Aris dan Randy.
Tak sia sia usaha mereka mengejar mobil Aris dan Randy, di depan sana terlihat jika Randy terus mengejar Aris.
" Sial*n, " maki Leon dan Peter saat tau tembakan Aris mengenai kaca mobil depan Randy.
" Pet, lihat lah, " tunjuk Leon ke arah mobil Aris yang berada bersisian dengan mobil Randy yang hampir mendekati jurang.
Leon dan Peter saling pandang lalu mengumpat " Double ****, " ucap mereka serempak.
Leon menginjak pedal gas nya agar mobil nya melaju lebih kencang. Saat sudah berada tepat di belakang mobil Randy, Leon tersenyum ke arah Peter " Terima kasih sudah menyadar kan ku, " ucap nya lalu membuka pintu yang berada di samping Peter dan mendorong Peter keluar dari mobil.
Peter tak bisa melakukan apa pun saat Leon mendorong nya keluar dari mobil. Ia berguling di aspal saat terlempar dari mobil.
Braaakkkk..
Suara benturan keras membuat tubuh Peter menegang kaku. Ia berusaha bangkit saat tubuh nya berhenti berguling. Ia melihat dengan jelas jika mobil Leon melayang dan jatuh ke dalam jurang. Di susul mobil Aris yang hilang kendali dan menabrak mobil Randy yang ternyata terdorong ke depan oleh mobil Leon.
__ADS_1
Sebelum Leon jatuh ke dalam jurang, Ia sempat melesatkan satu tembakan ke arah kepala Aris dan membuat mobil yang di kendarai Aris hilang kendali karena pengemudi nya telah kehilangan nyawa nya. Namun, justru itu membuat mobil Aris menabrak mobil Randy yang masih berusaha Ia kuasai kembali karena dorongan keras dari mobil Leon.
Mobil Randy berguling beberapa kali dan berhenti di tengah tengah jalan. Peter berlari ke arah Randy dan berusaha mengeluarkan Randy dari mobil yang bisa di pastikan akan meledak sebentar lagi.
Duaarr..
Mobil meledak sesaat setelah Peter membawa Randy keluar dan menjauh dari mobil. Kelegaan di rasakan oleh Peter karena telah berhasil menyelamatkan Randy. Setelah itu, kegelapan melingkupi diri nya.
****
Peter siuman setelah dua hari tidak sadar kan diri. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling dan menyadari jika saat ini Ia berada di kamar inap rumah sakit.
Dengan tubuh yang masih lemah, Ia mencabut jarum inpus yang ada di tangan nya dan perlahan bangkit dan turun dari ranjang rumah sakit.
Dengan tertatih tatih dan usaha yang keras, Ia berhasil mencapai pintu dan membuka nya. Ia tak peduli dengan keadaan nya sekarang, karena untuk nya yang lebih penting saat ini adalah kabar mengenai keadaan Randy.
" Peter, apa yang kau lakukan, " pekik Felix saat melihat Peter keluar dari kamar nya.
Felix yang sedari tadi duduk di bangku yang ada di depan ruangan Peter terkejut saat mengetahui Peter sudah siuman dan berjalan tertatih tatih keluar dari kamar nya. Ia segera menangkap Peter yang hampir terjatuh dan memapah nya kembali masuk ke dalam kamar nya, namun Peter meronta ronta tidak ingin kembali ke kamar nya.
" Aku tidak ingin kembali ke dalam, Fe. Aku ingin tau keadaan tuan Randy, " teriak Peter tidak terima karena Felix terus menyeret nya masuk kembali ke dalam kamar.
" Tenang lah, Pet. Tuan Randy baik baik saja. Dia sudah mendapatkan perawatan dari dokter dan sekarang sedang di jaga oleh tuan Putra, " Peter menjadi tenang dan tidak lagi meronta ronta setelah tau keadaan Randy.
" Istirahat lah kembali di ranjang mu. Aku akan memanggil dokter untuk memeriksa keadaan mu sekarang, " ucap Felix sambil menuntun Peter menaiki ranjang nya.
Felix dan Putra bersyukur karena anggota Blakes berhasil menemukan Peter dan Randy lalu segera membawa mereka ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif.
" Jadi, hanya nona Ziya yang tau keadaan tuan Randy sekarang?, " tanya Peter setelah Felix selesai bercerita.
" Ya dan itu pun nona Ziya di ancam oleh tuan Putra agar tidak memberitahukan semua nya kepada semua orang. Tuan Putra takut jika itu akan mengakibatkan keadaan nona Vita semakin buruk yang saat ini sedang koma, " jawab Felix.
" Oh my god, " ucap Peter tak percaya jika keadaan Vita saat ini sedang koma.
Felix tau seberapa sayang dan peduli nya Peter terhadap Vita, nona mereka. Karena, selain perintah terakhir dari David untuk menjaga Vita, perhatian dan kebaikan vita selama ini membuat mereka begitu menyayangi sosok wanita baik hati itu.
" Lebih baik, sekarang kau fokus untuk kesembuhan mu. Aku yakin, Vita tidak akan bahagia melihat keadaan orang orang terdekat nya terluka, " Peter mengangguk kan kepala nya setuju dengan ucapan Felix lalu kembali memejamkan mata nya yang terasa berat.
****
Peter telah pulih meskipun luka tembak di dada nya masih belum sepenuh nya kering. Ia bersama Felix sekarang sedang berada di makam seseorang yang selama ini selalu bersama dengan mereka dalam keadaan susah dan senang.
" Le, kenapa kau memilih jalan itu?, " ucap Peter yang sudah menetes kan air mata dan tak peduli dengan keadaan sekitar nya yang di kelilingi oleh begitu banyak anggota Blakes.
" Sudah lah, Pet. Itu adalah pilihan Leon. Dan aku tau, itu Ia lakukan untuk menebus kesalahan nya. Mungkin dengan begitu, Ia bisa dengan bangga nya bertemu dengan tuan David di sana karena telah menyelesaikan perintah terakhir tuan David, " hibur Felix.
Peter menyetujui ucapan Felix karena saat terakhir Ia memandang wajah Leon sebelum Leon mendorong nya keluar dari mobil, wajah itu menyiratkan penyesalan mendalam dan kelegaan karena bisa menyelesaikan perintah tuan nya.
__ADS_1
" Kau tenang lah di sana karena aku dan Felix yang akan melanjutkan semua ini, " ucap Peter lalu bangkit dan berjalan menjauh dari makan Leon. Ia tidak sanggup lagi berlama lama berada di samping makan Leon.
Felix memandang cukup lama nisan yang bertuliskan nama Leon di sana. Tak di pungkiri, Ia juga merasa sangat kehilangan pria yang selama ini selalu terlihat tegar dan kuat serta berusaha keras untuk menjadi apa yang di inginkan David. Padahal, jika di lihat lebih dekat lagi, Leon terlihat sangat rapuh dan butuh sandaran.
" Kamu yang terbaik, Leon, " ucap Felix dalam hati lalu bangkit dan menyusul Peter untuk kembali ke rumah sakit.
Malam ini, mereka semua berkumpul di ruangan Randy. Mereka bahagia karena pagi tadi, Randy telah sadar dari koma. Akibat benturan keras di kepala nya saat mobil nya terguling waktu itu, Randy harus menjalani operasi karena ada pembekuan darah di otak nya. Namun setelah menjalani operasi, Randy mengalami koma dan membuat Putra memutuskan untuk merahasiakan keadaan Randy dari semua keluarga, hanya Ziya lah yang Ia beritahu sekaligus tempat nya mendapat kabar terbaru tentang Vita.
Semua mengalihkan pandangan nya ke arah Putra saat mendengar ponsel Putra berbunyi. Segera Putra menerima panggilan yang ternyata dari Ziya.
Tubuh Putra menegang setelah mendapat berita dari Ziya. Ia memandang Randy dengan raut wajah yang sulit di arti kan.
" Mas, kita harus pulang malam ini juga. Vita kritis dan mereka memutuskan untuk melepaskan alat bantu yang selama ini menempel di tubuh Vita, " ucap Putra membuat Randy terkesiap mendengar kabar tentang istri nya.
Tak peduli dengan ucapan dokter tentang kondisi nya saat itu yang masih belum di perboleh kan keluar dari rumah sakit, Randy memerintahkan Putra menyiapkan pesawat pribadi untuk membawa mereka terbang kembali ke Jakarta.
Malam itu juga, mereka semua kembali ke Jakarta dan berharap mereka tidak datang terlambat.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote yang banyak ya akak.
__ADS_1