
Randy merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Mulut nya tak henti henti menggerutu kesal.
Rasa nya, Randy begitu kesal setiap kali mengingat setiap momen mesra antara Vita dan Alfian. Apalagi, tadi siang di cafe mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang begitu serasi dan mesra.
Randy sendiri bingung dengan sikap nya yang selalu kesal saat Vita dekat dengan teman teman nya, karena itu berarti Vita akan dekat juga dengan Alfian.
" Brengs*k, " umpat Randy.
Randy bangun dan duduk di tepi tempat tidur. Ia mengacak acak rambut nya karena merasa bingung dengan diri nya saat ini.
" Gak mungkin kan aku cemburu, " gumam Randy.
" Gak, itu gak mungkin banget. Kalau aku cemburu, berarti aku mulai jatuh cinta sama Vita.. " gumam Randy lagi.
Randy menjambak rambut nya karena merasa frustasi. Hati nya bilang, seperti nya udah ada sedikit rasa untuk Vita, tapi fikiran nya menolak keras.
" Arrggghhhh, gak mungkin lah aku jatuh cinta sama dia. Aku itu cinta nya cuma sama Clara, " jerit Randy frustasi.
Randy meyakinkan diri nya kalau Ia hanya mencintai Clara, dan gak akan pernah jatuh cinta dengan Vita.
Randy kembali merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur. Ia pejamkan mata nya dan membiarkan diri nya tenang dari sikap nya yang di rasa membingungkan.
****
Vita melanjutkan kembali makan nya. Rasa ny, Ia malas menyusul Randy yang merajuk seperti anak kecil.
Lebih baik Ia makan yang banyak, mengisi tenaga nya untuk nanti lanjut belajar. Dan, lebih baik mengobrol dengan keluarga yang lain dari pada meladeni Randy yang sedang merajuk
" Papah Andi kapan kembali ke singapura dengan mamah Lisa?, " tanya Vita.
" Besok sore nak, " jawab Andy.
" Yah, kok cepat banget pah. Terus, mas Putra, mbak Ziya dan Rasya juga ikut pulang?, " tanya Vita sedih.
" Iya Vit. Mas Putra banyak pekerjaan yang harus di selesaikan dan gak bisa di tunda lagi, " jawab Putra.
" Yah sunyi dong, " ucap Vita lalu mengerucutkan bibir nya.
Semua tertawa melihat tingkah lucu Vita. Status aja sekarang seorang istri, tapi Vita tetap lah seorang anak remaja yang kadang bisa manja.
" Kalau mau ramai, kamu cepetan kasih cucu buat mertua kamu. Kalau ada bayi, jadi ramai rumah ini, " ucap Andy.
Vita membulatkan mata nya terkejut.
" Cucu? Yang benar aja, gue masih sekolah kali pahh, " batin Vita.
" Ehh, Vita kan masih sekolah pah. Ya kali anak SMA hamil, " ucap Vita kikuk.
" Sebentar lagi kan kamu lulus. Jadi, gak masalah kalau kamu hamil nak, " balas Andy.
__ADS_1
" Iya sayang. Mami juga ingin kalian cepat cepat punya anak, jadi mami papi bisa tiap hari main dengan cucu. Kalau rasya kan jarang ke sini, jadi gak bisa tiap hari main dengan nya, " timpal Rita.
Wajah Vita berubah sedih. Ia tau mertua nya pasti sangat mengharapkan anak dari Randy dan diri nya. Tapi, bagaimana mau ngasih cucu, sementara mas Randy aja gak mau menyentuh nya.
Vita berfikir, apa dirinya gak cukup cantik dan sexy sehingga Randy gak memiliki hasrat untuk menyentuh nya. Atau, ada yang salah kali ya dengan otak Randy. Masa sih gak nafsu sama sekali.
" Sayang, kok melamun? " tegur Rita.
" Ehhh, gak melamun kok mi, " ucap Vita.
" Emmm, mbak Zi. Nanti, bisa gak Vita ngomong berdua sama mbak?, " tanya Vita.
" Boleh. Kamu siapin makan nya dulu, setelah itu ikut mbak ke kamar. Mbak tidurin Rasya dulu, baru kita bicara. Biar nanti, piring kotor nya bibi yang beresin, " jawab Ziya.
" Iya mbak, " balas Vita.
Vita mempercepat makan nya. Ia harus segera bicara dengan ziya apa yang tadi pagi Randy katakan pada nya.
****
Sekarang, Vita sedang duduk di sofa kecil yang ada di kamar Ziya, menunggu Rasya tertidur baru lah mereka bisa mengobrol.
Setelah Rasya tertidur, Ziya menghampiri Vita yang sedang melamun.
" Hey, melamun terus dari tadi, " tegur Ziya.
" Udah. Kamu mau membicarakan apa? " tanya Ziya.
" Seperti nya, pengaruh ular keket itu besar juga mbak untuk mas Randy, " ucap Vita ambigu.
" Maksud nya? To the point aja deh Vit, jangan belit belit, Bingung mbak, " balas Ziya.
" Mbak tau, ular keket itu minta mas Randy untuk gak nyentuh aku, supaya aku gak punya anak dari mas Randy. Jadi, menurut aku sih mbak, nanti setelah mereka menikah dan punya anak, anak nya lah yang akan mewarisi semua kekayaan Djaya, " ucap Vita.
" Dasar wanita licik, " umpat Ziya.
" Kita gak bisa biarkan itu Vit. Kamu harus bisa punya anak dari mas Randy. Setelah kalian punya anak, aku yakin mas Randy pasti akan cinta sama kamu, " ucap Ziya.
" Tapi mbak, " ucap Vita ragu.
" Tapi apa Vit? Kamu gak mau punya anak dari mas Randy?, " tanya Ziya dengan menatap tajam Vita.
" Bukan gitu mbak. Jujur aja mbak, melakukan itu tanpa ada rasa cinta, rasa nya gimana gitu. Aku gak mau kami melakukan nya karena terpaksa, " jawab Vita sedih.
" Iya mbak tau. Maka nya, kamu usaha lebih keras lagi. Mbak lihat, mas Randy mulai berbeda sikap nya. Seperti ada rasa cemburu kalau kamu dekat sama teman teman kamu, apalagi dekat dengan Alfian, " ucap Ziya.
" Ahh masa sih mbak, cemburu. Kalau cemburu, berarti mas Randy cinta dong sama aku. Gak mungkin itu mbak. Aku fikir sih, mas Randy hanya gak mau aku di rebut Alfian. Itu berarti, dia kalah, " balas Vita.
" Terus, rencana kamu sekarang apa?, " tanya Ziya.
__ADS_1
" Aku sih udah buat rencana mbak. Pertama, aku ganti nada dering aku sama lagu yang di nyanyiin Alfian saat nyatain perasaan nya ke aku, supaya mas Randy kesal. Terus, tadi pas banget teman aku minta diajari dan belajar bareng yang lain, jadi aku akan buat mas Randy cemburu aku dekat dengan Alfian, "jelas Vita.
" Ide bagus. Lalu, setelah itu?, " tanya Ziya lagi.
" Aku minta bukti bukti kejahatan ular keket yang mbak tunjukin ke aku waktu itu. Lalu, laksanakan aja rencana mbak yang di paris secara perlahan, setelah itu kirim ke aku mbak. Setelah aku siap ujian akhir, aku kasih tau mbak rencana selanjut nya dan aku jamin akan berhasil, " jawab Vita.
" Ok, baiklah. Sekarang, ikut mbak, " ucap Ziya lalu berjalan ke arah lemari dan Vita mengikuti nya.
Ziya membuka lemari pakaian nya dan menunjukkan brangkas kecil yang ada di dalam lemari pakaian nya kepada Vita.
Ziya memberitahukan kode sandi yang hanya Ia sendiri yang tau kepada Vita.
" Kamu harus ingat kode nya. Lihat, semua bukti ada di sini. Kalau memang udah waktu nya, kamu tunjukin ke mami papi dan juga mas Randy, " ucap Ziya dan Vita mengangguk patuh.
" Ingat Vit, mami papi gak tau kalau aku yang mengirim Clara ke Paris dan merencanakan pembalasan untuk nya di sana. Yang mereka tau, Clara kesana karena agency dari Paris yang menginginkan nya. Jadi, kamu jelaskan yang perlu kamu jelaskan aja, " ucap Ziya mengingatkan.
" Iya mbak, Vita ngerti, " jawab Vita.
" Yaudah, kamu kembali ke kamar. Kamu bujuk mas Randy supaya ngizinin kamu belajar bareng teman mu. Supaya rencana kita juga berjalan lancar, " ucap Ziya.
" Iya mbak. Aku balik ke kamar ya mbak, " balas Vita dan diiyakan Ziya.
Vita keluar dari kamar Ziya dan berjalan menuju kamar nya. Selama perjalanan, Ia menyusun kata kata agar Randy mau mengizinkan nya.
" Pakai rayuan apa ya, supaya mas Randy ngizinin? Apa harus pakai rayuan pulau kelapa supaya luluh? Hehehehe, udah seperti lagu aja. " gumam vita sambil tertawa kecil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Jangan lupa like, comment and vote nya ya.
Love love untuk readers ku tersayang 😘.
__ADS_1