Suamiku Milik Wanita Lain

Suamiku Milik Wanita Lain
EPISODE 38


__ADS_3

Alfian menyudahi ciuman nya dengan Vita, karena Ia mulai merasa pasokan oksigen mulai menipis. Setelah itu, mereka menghirup oksigen sebanyak banyak nya.


Wajah mereka memerah, terlebih Vita. Ia merasa malu, karena membalas ciuman dari Alfian. Alfian mengelus pipi Vita yang memerah, lalu mengecup kening Vita. Setelah itu, Alfian menempelkan kening nya ke kening Vita.


Vita bisa merasakan aroma mint yang keluar dari hembusan nafas Alfian. Ia merasakan kelegaan di dalam hati nya, karena telah mengatakan apa yang Ia rasakan selama ini.


Alfian menjauhkan wajah nya dan memandang Vita dengan penuh cinta. Ia memegang kedua pipi Vita, dan sesekali mengelus lembut pipi Vita.


" Vit, gue bahagia karena lo juga punya perasaan yang sama seperti gue. Meskipun pada akhirnya, kita gak bisa bersama. Tapi, satu hal yang harus lo ingat, di saat lo lelah dan gak sanggup lagi untuk berjalan kedepan, lo boleh menyerah dan berbalik untuk kembali. Di saat itu, lo akan melihat gue ada disana yang setia menunggu lo, " ucap Alfian.


" Thanks Fian. Gue beruntung banget karena bisa di cintai lo sampai seperti ini. Dan sorry, karena gue juga udah nyakitin hati lo, " balas Vita.


" Gak apa apa, yang penting lo harus selalu bahagia, " ucap Alfian lalu memeluk Vita dan Vita juga membalas pelukan dari Alfian.


Krruuuucukkk.


Suara cacing di perut Vita membuyarkan adegan romantis di antara mereka. Alfian tertawa, lalu melepaskan pelukan nya.


" Lo lapar?, " tanya Alfian.


" Iya. Tadi, gue belum sarapan. Kemarin malam juga makan dikit saat di cafe, " jawab Vita malu.


" Yaudah, kita makan sama sama ya, gue juga belum sarapan. Tadi, gue minta bibi siapin sarapan gue di kotak, " ucap Alfian lalu, mengambil kotak bekal nya di dalam tas.


Alfian membuka nya dan mulai menyuapi Vita dan juga diri nya sendiri.


" Vit, kalau boleh tau, kapan lo menikah dengan laki laki itu? " tanya Afian di sela sela makan mereka.


" Minggu depan, " jawab Vita singkat.


Uhukk.. Uhukk..


Alfian tersedak mendengar jawaban Vita. Vita mengambil botol air minum yang ada di meja Alfian, lalu membuka nya. setelah itu, Vita langsung memberikan nya kepada Alfian.


Alfian minum air yang di berikan vita sampai habis setengah botol lalu meletakkan kembali botol air minum nya ke atas meja.


" Lo masih sekolah vit. Gimana kalau lo ketahuan pihak sekolah dan dikeluarkan?, " tanya Alfian yang masih terbatuk batuk.


" Sekolah ini juga milik keluarga Djaya, jadi nanti gak akan ada masalah. Kepala sekolah juga nanti akan memberitahukan kepada para guru dan juga mengundang mereka untuk datang ke resepsi pernikahan, " jawab Vita sambil mengelus punggung Alfian.


" Ohhh begitu, " jawab Alfian lesu.


Alfian merasa benar benar gak ada harapan lagi. Terlebih saat mendengar nama Djaya, orang kaya nomor satu di Indonesia. Udah pasti Ia kalah saing dalam segi keuangan.


Cekleekkk..


Pintu kelas terbuka dan terlihat semua teman teman kembali masuk karena waktu istirahat akan segera berakhir.


Mereka menghampiri Vita dan juga Alfian, mencoba mencari tau semua yang terjadi.

__ADS_1


" Momsky, lo beneran mau nikah sama Om Om itu?, " tanya Fabian dan Vita menganggukkan kepala nya.


" Jadi, lo sama Alfian gimana Vit? Gue tau lo juga cinta sama Alfian, " tanya Ayu.


" Gue sama Vita akan baik baik aja. Meskipun kita gak bisa bersama, tapi hubungan persahabatan kita gak akan berakhir, " kali ini Alfian yang menjawab nya.


" Kita dukung apapun keputusan lo berdua. Dan untuk lo Vit, kalau ada apa apa lo cerita ke kita semua. Jangan pernah merasa sendiri, karena kita selalu ada buat lo, " ucap Aldo.


Vita mengangguk mengiyakan perkataan Aldo. Ia beruntung memiliki mereka semua di dalam hidupnya.


Alfian kembali memeluk Vita dan disusul teman teman yang lain juga ikut memeluk mereka.


" Guys, Kalian datang kan, diacara ijab kabul dan resepsi pernikahan gue minggu depan?, " tanya Vita di sela sela pelukan, membuat teman teman nya refleks melepas pelukan mereka.


" Hahhh, minggu depan?, " ucap mereka semua berbarengan.


Vita tersenyum kecut dan mengangguk.


Mereka saling memandang satu sama lain, lalu memandang Vita bersamaan dan mengangguk mantap.


" Kita bakalan hadir dan temenin lo disaat ijab kabul dan resepsi lo nanti, " ucap Ayu.


Vita berterima kasih kepada teman teman nya lalu memandang alfian. Ia benar benar gak tega menghancurkan hati Alfian, meskipun hati nya juga hancur saat ini.


" Ohh iya Fian, gue lupa belum olesin luka lo pakai salep. Sini, gue olesin, "ucap Vita lalu mengambil salep luka di kotak P3K.


Alfian pun menurut dan membiarkan Vita mengoleskan salep untuk luka nya.


Vita merasa malu karena di ledekin teman teman satu kelas. Wajah nya memerah malu. Alfian mengelus lembut pipi Vita, lalu menggigit pelan karena merasa gemas.


" Aaaa, popsky. Jangan lakuin itu di depan kita dong, buat iri aja, " teriak Ririn.


Mereka pun tertawa bersama. Saat bel masuk berbunyi, mereka kembali ke kursi masing masing. Alfian kembali memakai masker, agar tidak mendapat pertanyaan bertubi tubi dari guru nya.


***********


Pagi pagi sekali, Randy menghubungi Rei untuk menghandle seluruh pekerjaan di kantor dengan alasan sakit. Ia gak mungkin bisa pergi ke kantor dengan wajah yang babak belur.


Setelah itu, Randy memikirkan alasan apa yang tepat saat keluarga nya bertanya, perihal apa yang membuat wajah tampan nya menjadi bonyok. Karena Ia pulang sedikit larut dan semua orang sudah tertidur, jadi belum ada yang mengetahui nya.


Randy mondar mandir di dalam kamar dan terlonjak kaget saat mendengar suara ketukan pintu.


" Siapa?, " tanya Randy panik.


" Ini Ziya, mas, " jawab Ziya.


" Masuk Zi, " balas Randy.


Randy langsung membelakangi pintu saat Ziya membuka nya. Ziya masuk dan melihat Randy masih belum siap siap untuk ke kantor, karena masih memakai baju tidur nya.

__ADS_1


" Ada apa zi?, " tanya Randy yang masih membelakangi Ziya.


" Mas kenapa belum turun untuk sarapan? Udah di tunggu mami papi dari tadi di ruang makan. Ini juga, kok mas belum siap siap ke kantor? " Tanya Ziya sambil melangkah mendekati Randy.


" Mas gak ke kantor hari ini. Mas gak enak badan, " jawab Randy terbata bata.


" Mas sakit. Sakit apa?, "tanya Ziya khawatir, lalu menarik lengan Randy untuk menghadapnya.


Saat Randy berbalik, Ziya terkejut dan berteriak histeris melihat wajah Randy babak belur.


" Ya Allah, mas Randy kenapa? Mami papi, cepat kesini, " teriak Ziya sekencang kencangnya. Sementara, Randy pasrah harus mendapat pertanyaan bertubi tubi dari orang tua nya.


Ilham dan Rita yang mendengar teriakan Ziya, langsung berlari tergopoh gopoh ke lantai dua untuk melihat apa yang udah terjadi.


Begitu sampai di kamar Randy, mereka begitu shock melihat keadaan Randy dan langsung menghampiri Randy. Rita sampai menangis melihat keadaan anak nya yang babak belur.


" Kamu kenapa Rand? Kenapa bisa sampai begini?, " tanya Ilham khawatir, sementara Rita hanya bisa menangis.


" Gak apa apa pi. Cuma, tadi malam Randy adu jotos, " jawab Randy tenang.


" Adu jotos sama siapa kamu Rand? Kamu kalau punya masalah, bilang sama papi biar papi urus. Jangan seperti ini, " tanya Ilham.


" Gak perlu pi, masalah kecil. Sekarang udah beres, " jawab Randy meyakinkan papi nya.


Ilham berhenti bertanya, karena percuma juga. Pasti, Randy gak akan mau bicara jujur. Ia mencoba percaya dan berharap gak ada masalah di kemudian hari.


Rita yang masih menangis, di tenangkan oleh Ziya. Ziya membawa mami nya keluar dari kamar Randy. Jika lebih lama lagi berada di sana, udah pasti Rita akan pingsan.


Ilham menyuruh Randy untuk istirahat dan akan meminta bibi membawakan sarapan ke kamar. Lalu, Ia keluar dari kamar Randy dan turun ke bawah.


Randy bisa bernafas lega karena papi nya gak bertanya lebih jauh lagi. Ia membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


" Ini semua karena kamu Vit. Jangan harap, kamu bisa lepas dari aku dan bisa bersama dia. Kamu hanya akan menjadi milik aku, selama nya, " ucap Randy dengan penuh emosi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


*J**angan lupa like, comment , and vote nya ya readers 😘*.


__ADS_2